Awas, Pencuri Soundsystem Masjid Merajalela di Jepara

Bagian belakang Masjid Jami’ Baitul Aziz, Desa Jondang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, yang menjadi pintu masuk maling saat beraksi mencuri soundsystem di sana, Rabu (11/5/2016). (ISTIMEWA)

Bagian belakang Masjid Jami’ Baitul Aziz, Desa Jondang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, yang menjadi pintu masuk maling saat beraksi mencuri soundsystem di sana, Rabu (11/5/2016). (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Bagi pengurus masjid di wilayah Kabupaten Jepara, tampaknya harus mewaspadai bentuk pencurian baru yang mengincar kawasan masjid. Maling rupanya banyak mengincar soundsystem yang ada di masjid-masjid di sana.

Contoh terbarunya adalah Masjid Jami’ Baitul Aziz, Desa Jondang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Masjid tersebut baru saja kecurian soundsystem yang ada di dalamnya.
Abdul Rozaq, warga setempat mengatakan, peristiwa itu diketahui terjadi pada Rabu (11/5/2016) sekitar pukul 09.00 WIB. ”Kita baru tahunya sekitar siang hari. Saat mau adzan.

Ternyata soundsystem yang ada di masjid, sudah tidak ada,” jelasnya kepada MuriaNewsCom, Rabu (11/5/2016).

Saat itu, marbot masjid yang biasanya menjaga kawasan tersebut, kebetulan sedang mengecek ke sawah. Meski hanya ditinggal sebentar, malingnya rupanya mengetahui hal itu, sehingga leluasa melaksanakan niatnya.

”Yang diambil, hanya soundsystem itu saja. Tapi memang nilainya lumayan. Bisa mencapai Rp 20 juta. Apalagi fungsinya kan, memang sangat vital digunakan di masjid. Jadi, cukup terganggu aktivitas kami,” terangnya.

Maling itu rupanya masuk ke dalam masjid lewat pintu belakang. Dia kemudian mencongkel pintu ruangan di mana soundsystem itu berada. Kemudian pelaku dengan cepat membawa kabur soundsystem tersebut.

Ternyata, bukan hanya masjid di Desa Jondang saja yang kemudian mengalami hal itu. Menurut Rozaq, beberapa desa juga mengalami hal serupa. Yang diketahuinya, ada masjid di tiga desa lain yang juga kecolongan soundsystem.

”Kalau yang saya dengar, ada tiga desa lain yang kemudian mengalami hal serupa. Selain desa kami, juga ada Desa Tedunan, Kaliombo, dan Suwawal. Yang saya dengar tiga desa itu juga mengalami kejadian serupa. Masjidnya kemalingan,” tuturnya.

Rozaq berharap kejadian ini bisa menjadi perhatian aparat kepolisian. Karena selain soundsystem adalah salah satu piranti penting di masjid, keberadaan maling tentu saja bisa membuat resah masyarakat.

”Semoga bisa jadi perhatian, dan bisa ditangkap segera. Sekarang kami menjadi sedikit terganggu kalau menjalankan kegiatan masjid,” imbuhnya.

Editor: Merie

Diketahui Kena Gangguan Jiwa, Perhutani Lepas Pencuri Kayu

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Pati – Pencurian kayu jati di wilayah hutan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pati masih marak terjadi. Salah satunya, dua pencuri kayi jati di wilayah Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Bulungan diamankan petugas.

Wakil Administratur Perhutani KPH Pati Agus Ridwan mengatakan, pihaknya sebetulnya mengejar tiga orang pencuri kayu jati. Hanya saja, petugas berhasil menangkap dua orang.

”Pencurian kayu masih marak. Terakhir petugas melakukan pengejaran pada Senin (11/4/2016) malam. Dari tiga orang yang dikejar, dua orang berhasil diamankan,” ujar Agus, Kamis (14/4/2016).
Kedua pelaku pencurian itu diketahui berinisial SL (35) dan YD (45). Sementara itu, satu orang yang namanya sudah dikantongi petugas berhasil meloloskan diri. Ketiganya warga Desa Kalikalong, Kecamatan Tayu.

”Satu orang berinisial SL yang ditangkap ternyata terkena gangguan jiwa. Berhubung orang dengan gangguan jiwa tak mungkin diproses secara hukum, akhirnya kita lepaskan,” ungkapnya.

Pihaknya saat ini tengah melakukan langkah antisipatif untuk menekan maraknya pencurian kayu jati di wilayah Pati. ”Kita akan perketat penjagaan dan patroli. Itu aset negara yang harus diselamatkan,” imbuhnya.

Editor : Merie

Maling Sepeda Motor di Blora Babak Belur Dihajar Massa

Kedua pelaku saat diamankan oleh Polsek Blora Kota. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Kedua pelaku saat diamankan oleh Polsek Blora Kota. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

MuriaNewsCom, Blora – Nasib apes dialami dua kawanan maling sepeda motor Honda Revo nopol S 3233 CM milik Suprapto, seorang petani asal Dukuh Temon, Desa Temurejo, Kecamatan Blora. Belum sempat menikmati hasil curiannya, dua maling ini babak belur dihajar massa.

Peristiwa ini bermula ketika dua pencuri sepeda motor tersebut menjalankan aksinya di kawasan persawahan Desa Temurejo, Blora. Adalah Pujianto dan Temok Slamet, yang keduanya merupakan warga Desa Jambangan, Kecamatan Tunjungan, Blora.

Aksi pencurian sepeda motor ini terjadi pada Selasa (12/4/2016) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, sepeda motor milik korban terparkir di pinggir jalan dekat sawah di desa setempat. Karena, saat itu korban sedang ngedos padi miliknya yang sedang dipanen. Jarak antara sepeda motor yang diparkir korban dengan lokasi ngedos sekitar 50 meter.

Ketika sedang sibuk memanen padi miliknya, korban dikejutkan dengan suara sepeda motor yang sangat dikenalnya, yang biasa ditunggangi sehari-hari. Apalagi, suara khas knalpot sepeda motornya cukup jarang digunakan warga lain.

Karena mendengar suara sepeda motornya itu berbunyi, kemudian dirinya berlari ke arah suara. Namun, sayangnya dirinya tak bisa lagi mengejar sepeda motornya sudah sudah dilarikan maling. “Saya dengar suara knalpot motor saya, seketika saya langsung berlari mengejarnya. Namun tidak kena,” ujar Suprapto kepada MuriaNewsCom.

Melihat pelaku melarikan sepeda motornya ke arah Tunjungan, kemudian, korban menghubungi rekannya yang berada di Kaliceper, Tunjungan. Kemudian, sekitar setengah jam berselang, pelaku yang ternyata memang melewati Kaliceper, langsung dihadang beberapa warga di sana.

Tak menunggu lama, warga yang sudah mengetahui ciri-ciri sepeda motor korban yang dibawa pelaku, langsung menghajar kedua maling sepeda motor tersebut. Bahkan, kendaraan sepeda motor Vario nopol K 3259 PY yang digunakan pelaku juga tak luput dari amukan massaa.

“Kami mendapatkan informasi dari bahwa ada maling sepeda motor yang tertangkap massa. Sesampainya di lokasi, kami langsung mengambil tersangka yang sudah diamankan di Polsek Tunjungan,” ujar Kapolsek Blora AKP Sudarno melalui Kanitreskrim Ipda Isnaeni.

Berhubung masing-masing korban mengalami luka di bagian kepala, Polsek Blora membawa kedua tersangka ke RS dr Soetijono Blora untuk mendapatkan perawatan sebelum ditahan di Polsek Blora Kota.“Saat ini pelaku sudah kami amankan di polsek,” jelas Ipda Isnaeni.

Berdasarkan informasi, ternyata kedua pelaku sebelumnya pernah melancarkan aksinya dengan menggasak satu unit sepeda motor Honda Grand di kawasan RSU dr Soetijonopada pada Februari 2016. “Sepeda motor Honda Grand hasil curian pelaku telah dijual kepada warga Ronggopati Jakenan, transaksi penjualannya di Japah,” pungkas Ipda Isnaeni.

Editor : Kholistiono

Hebat, Polisi Sudah Deteksi Pencuri yang Terekam CCTV

Hasil rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku membawa sepeda motor Yamah Mio J, usai melancarkan aksi pencuriannya di Desa Tambakromo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pelaku pencurian di Desa Tambakromo, Pati, terekam CCTV tengah mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J usai melancarkan aksinya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Tambakromo terus memburu pelaku pencurian laptop dan smartphone di Desa Tambakromo, RT 1/RW 4, Kecamatan Tambakromo, Pati, yang terekam kamera CCTV pada Rabu (6/4/2016) kemarin.

Bahkan, polisi sudah mendeteksi keberadaan dari pelaku itu sendiri. Kapolsek Tambakromo AKP Wasito mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pati untuk melakukan identifikasi pelaku.

”Keterangan saksi dan korban sudah kami lakukan. Termasuk rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku masuk dan keluar membawa barang hasil curian. Kami akan kerja sama dengan Satreskrim Polres Pati untuk mengidentifikasi pelaku,” kata AKP Wasito kepada MuriaNewsCom, Kamis (7/4/2016).

Dari hasil identifikasi, pihaknya berhasil melacak keberadaan pelaku. Pada pukul 14.00 WIB, pelaku tampak berada di wilayah Kabupaten Grobogan.

”Kami sudah lacak keberadaan pelaku melalui smartphone. Pada jam 14.00 WIB, pelaku sudah berada di Kabupaten Grobogan. Kami akan terus melakukan pelacakan,” tuturnya.

Kendati dalam rekaman CCTV itu tidak begitu jelas, tetapi ciri-ciri pelaku sudah dikantongi. Pelaku berbadan tinggi besar, mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J tanpa nomor polisi, mengenakan calana jeans, dan kaos putih biru.

”Rekamannya agak jauh. Jadi tidak terlihat jelas. Tapi, kami sudah mengantongi sejumlah ciri-ciri dari pelaku, termasuk keterangan dari para saksi dan korban,” pungkasnya.

Editor: Merie

Dicari, Pencuri Laptop yang Tertangkap CCTV

Hasil rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku membawa sepeda motor Yamah Mio J, usai melancarkan aksi pencuriannya di Desa Tambakromo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Hasil rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku membawa sepeda motor Yamah Mio J, usai melancarkan aksi pencuriannya di Desa Tambakromo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Rupanya masih ada pencuri yang tidak sadar bahwa aksi mereka tertangkap kamera closed circuit television (CCTV). Sebagaimana yang terjadi di Desa Tambakromo, RT 1/RW 4, Kecamatan Tambakromo, Pati.

Seseorang yang diduga pencuri, terekam CCTV yang dipasang pemilik rumah saat menjalankan aksinya. Akibatnya, pelaku itu kini menjadi buron polisi.

Ayu Rizki Setyani, (17), pemilik rumah mengatakan, kejadian itu berlangsung pada Rabu (6/4/2016), sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam rekaman CCTV, pelaku tampak berjalan santai seperti orang bertamu, ketika kondisi rumah sepi.

Pencuri itu datang dengan membawa sepeda motor Yamaha Mio J tanpa nomor polisi. Terlihat di video, pelaku tampak membawa barang-barang elektronik yang ada di dalam rumah.

”Barang-barang yang diambil itu seperti satu unit laptop merek Acer dan satu unit smartphone Android merek Samsung,” jelasnya kepada MuriaNewsCom, Kamis (7/4/2016).

Pencuri itu tidak sadar, bahwa kamera CCTV berhasil mengabadikan aksinya. Ayu pun langsung melaporkan peristiwa itu kepada polisi. ”Saya sudah laporkan kepada polisi. Semoga cepat ditangkap agar tidak meresahkan masyarakat,” ujar Ayu.

Kapolsek Tambakromo AKP Wasito saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. ”Iya, laporan sudah kami terima. Kami akan menindaklanjuti laporan pencurian dari korban. Semoga video di CCTV bisa membantu untuk pelacakan terhadap pelaku,” ungkapnya.

Editor: Merie

Hati-hati! Pelaku Pembobolan Rumah Juga Gunakan Modus Sebagai Pegawai Bank

Pelaku pembobol rumah saat diamankan di Polres Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pelaku pembobol rumah saat diamankan di Polres Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Aksi pembobolan rumah di Kudus dilakukan dengan beragam modus. Selain dengan berpura-pura sebagai peminta sumbangan, maling pembobol rumah ini juga menyamar sebagai petugas bank.

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan mengatakan, pelaku pembobol rumah dengan modus menyamar sebagai petugas bank pernah terjadi di Kudus beberapa waktu lalu. Bahkan, pelaku melakukan aksinya di rumah padat penduduk.

“Aksi dengan modus berpura-pura sebagai petugas bank, memang pernah terjadi, dan aksinya temasuk nekat, karena berada di kawasan padat penduduk. Untuk itu, warga harus waspada ketika ada orang asing yang masuk ke wilayahnya,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Biasanya, pelaku berpura-pura sebagai penagih hutang. Mereka juga menggunakan pakaian yang rapi, layaknya pegawai kantoran. Namun, ketika mendapatkan sasaran dan pelaku merasa aman untuk melakukan aksinya, maka biasanya mereka langsung bergerak.

KBO Reskrim Polres Kudus Ipda Heri Purwanto berharap, masyarakat bisa segera menginformasikan kepada petugas jika ada hal yang mencurigakan. Sebab informasi dari masyarakat juga sangat membantu petugas.

“Peran aktif masyarakat juga sangat kita harapkan, khususnya bagi yang meresahkan masyarakat. Karena,tugas kami adalah mengayomi masyarakat,” harganya.

Editor : Kholistiono

Petani yang Merasa Kehilangan Traktor Bisa Ngecek di Mapolres Grobogan

Pencuri traktor bersama barang bukti diamankan di Polres Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pencuri traktor bersama barang bukti diamankan di Polres Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Terkait dengan terungkapnya pelaku pencurian traktor, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto meminta para petani yang merasa sempat kehilangan barang miliknya agar mengecek ke mapolres. Sebab, bisa jadi, traktor yang hilang itu, di antaranya adalah barang bukti hasil kejahatan yang berhasil disita dari tangan pelaku.

“Bagi warga, khususnya petani yang merasa pernah kehilangan traktor bisa datang ke kantor. Siapa tahu, traktornya yang hilang ada di antara barang bukti hasil kejahatan yang berhasil kita amankan dari para pelaku,” ungkapnya.

Untuk mengurus traktor yang hilang, mereka diharuskan membawa laporan kehilangan dan bukti kepemilikan. Dalam mesin traktor itu juga, terdapat nomor serinya sehingga memudahkan untuk mengidentifikasi pemiliknya.

Ditambahkan, selain milik pribadi, traktor yang hilang selama ini juga ada yang kepunyaan kelompok tani. Sebagian traktor lagi ada yang berasal dari bantuan pemerintah buat kelompok tani.

“Biasanya, traktor yang dicuri ini ditinggal di areal sawah atau tidak dibawa pulang. Traktor ini sengaja ditinggal, karena esoknya masih dipakai lagi. Oleh sebab itu, kami mengimbau pada petani agar melakukan penjagaan ketika meninggalkan traktornya di sawah,” imbuh Agung.

Seperti diberitakan sebelumnya, aparat Polres Grobogan akhirnya berhasil mengungkap kasus pencurian traktor yang meresahkan para petani. Dalam pengungkapan itu, ada lima orang yang terindikasi menjadi pelaku pencurian traktor.

Pelaku tersebut masing-masing, Rendra Pertama, 29, warga Kecamatan Tawangharjo, M Agus Salim, 22, warga Kecamatan Guntur, Demak dan Maskun, 44, warga Kecamatan Mranggen, Demak. Ketiga pelaku ini sudah ditangkap lebih dahulu bulan Februari lalu dalam kasus pencurian gabah.

Dua pelaku lainnya ditangkap beberapa hari lalu, yakni Suryono, 65 dan Kosim, 50. Keduanya, warga Kecamatan Godong.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain satu set kunci pas dan sepeda motor yang dipakai melakukan aksi kejahatan. Kemudian, ada 14 unit mesin dan beberapa bodi traktor yang berhasil diamankan. Barang bukti ini merupakan hasil kejahatan di dua wilayah kecamatan. Yakni, Kecamatan Toroh dan Godong.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Akhirnya 2 Pencuri Traktor di Grobogan Dipenjara Bareng 3 Temannya 

Heboh, Pencuri Misterius Pasar Kliwon Kudus

Suasana Pasar Kliwon Kudus yang saat ini sedang dilanda banyak pencurian. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana Pasar Kliwon Kudus yang saat ini sedang dilanda banyak pencurian. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Sejumlah pedagang di Pasar Kliwon, Kudus, mengeluhkan bahwa barang mereka sering hilang. Hal itu terjadi bukan kepada satu dua pedagang saja, melainkan menimpa kebanyakan para pedagang.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) Ahmad Arifin mengatakan, kondisi tersebut sudah terjadi beberapa kali. Hanya, kondisi terparah terjadi belakangan ini “Sudah sering terjadi kehilangan. Jadi para pedagang kerap kehilangan barang dagangan meraka maupun benda berharga di sana,” katanya kepada MuriaNewsCom.

HPPK meminta pemerintah agar lebih memperhatikan keamanan di pasar terbesar se-Eks Keresidenan Pati itu. Sebab kondisi pasar yang besar, namun keamanan masih dinilai kurang.
Menurutnya, petugas pasar juga harus aktif memantau kondisi pasar. Selain para pedagang yang memantau, juga para petugas keamanannya. Khususnya pada malam hari yang pasar dalam keadaan tertutup.

“Apalagi saat sekarang, sudah dagangan sepi, ditambah lagi dengan barang yang sering hilang. Jika hal ini terus terjadi maka pedagang akan mengalami kerugian yang besar,” imbuhnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)