Penggunaan Kartu Tani, Kata Petani  Cukup Ribet di Grobogan

Peragaan penggunaan Kartu Tani  untuk penebusan pupuk bersubsidi dinilai petani cukup rumit di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Peragaan penggunaan Kartu Tani  untuk penebusan pupuk bersubsidi dinilai petani cukup rumit di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemakaian Kartu Tani yang digunakan untuk penebusan pupuk bersubsidi oleh petani tampaknya bakal menemui kendala dalam pelaksanaan dilapangan. Sebab, sebagian petani menilai proses penggunaannya cukup ribet dibandingkan dengan pembelian secara tunai yang biasa dilakukan selama ini.

Penilaian itu dilontarkan ketika dilakukan peragaan cara pemakaian Kartu Tani  untuk penebusan pupuk dalam acara launching dan penyaluran Kartu Tani  se-Jawa Tengah secara serempak di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Kamis (12/1/2017). Dalam peragaan itu terlihat ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam penggunaan Kartu Tani .

Diawali dengan menggesekkan kartu pada alat gesek elektronik. Setelah itu, pemegang kartu diminta memasukkan nomor PIN. Selanjutnya pada layar alat gesek muncul jatah pupuk yang dimiliki dan saldo pupuk tersisa. Kemudian, petani baru mimilih transaksi penebusan pupuk yang diinginkan.

“Wah, prosesnya cukup rumit kelihatannya. Bagi yang gaptek, tentu cukup menyulitkan ketika mau memakai Kartu Tani ,” kata beberapa orang yang hadir dalam acara tersebut.

Pemimpin Cabang BRI Purwodadi Agung Nugraha yang ikut memandu peragaan mengakui jika nantinya akan muncul kendala dalam pelaksanaan dilapangan. Salah satunya, bagi yang tidak paham dengan teknologi. Nantinya, kendala itu akan dicarikan solusinya.

“Dalam proses pembuatan Kartu Tani , banyak kita jumpai petani yang tidak bisa untuk membubuhkan tanda tangan. Ini, memang salah satu persoalan dan harus dicarikan jalan keluarnya.

Bupati Grobogan Sri Sumarni berharap agar petani yang buta huruf ataupun belum familiar dengan teknologi bisa menebus pupuk secara kolektif. Artinya, didampingi dengan pengurus kelompok tani.

“Memang bagi sebagian petani cukup repot jika harus melakukan tahapan seperti itu. Kalau bisa ditebus kolektif tentu lebih baik. Jadi, ada yang mengoordinirnya,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Kartu Tani Diluncurkan di Blora

kartu tani

Bupati Blora Djoko Nugroho menghadiri acara Launching Kartu Tani oleh BRI Blora di Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora. Kamis, (12/01/2017). (Humas dan Protokol Setda Kabupaten Blora)

MuriaNewsCom, Blora –  Bupati Blora Djoko Nugroho menghadiri acara Launching Kartu Tani oleh BRI Blora di Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora. Kamis, (12/01/2017). Acara ini dihadiri oleh Sekda Kabupaten Blora Bondan Sukarno, Kepala SKPD terkait, Kepala Cabang BRI Blora, Direktur Telkom Blora, Perwakilan Distributor Pupuk di Kabupaten Blora, serta Perwakilan Petani di Kabupaten Blora.

Sekitar 108.031 Kartu Tani dibagikan kepada petani di Blora dengan batas subsidi pupuk untuk 2 hektar sawah. Nur Hidayat Kepala Cabang BRI Blora menyampaikan bahwa Kartu Tani ini bertujuan untuk memeratakan distribusi pupuk sehingga tepat sasaran.

“Selain itu dengan adanya kartu ini data petani dan distributor pupuk di Kabupaten Blora dapat tercatat secara Nasional sehingga dapat terorganisir dengan baik,” katanya.

Dengan adanya Kartu Tani maka setiap petani telah ditentukan distributor dan kuota pupuk yang diterima. Sehingga pengambilan pupuk hanya dapat dilakukan di pengecer yang sudah ditetapkan oleh BRI. Pengambilan pupuk dengan menggunakan mesin mempermudah petani untuk dapat mengetahui berapa sisa kuota pupuk yang dimiliki.

Dalam acara Launching Kartu Tani ini juga dilakukan Teleconference dengan Gubernur Jawa Tengah dari Lapangan Supardi Mungkid Magelang. Selain itu juga dilakukan penyerahan secara simbolis Kartu Tani oleh Kepala Cabang BRI Blora kepada Bupati Blora Djoko Nugroho dan selanjutnya diserahkan kepada perwakilan petani.

Bupati Blora Djoko Nugroho berpesan kepada seluruh petani dan distributor untuk memanfaatkan Kartu Tani dengan baik. Dengan adanya Kartu Tani diharapkan dapat mengurangi masalah kelangkaan pupuk di Kabupaten Blora. 

“Sekarang sudah ada Kartu Tani dari BRI, nanti pembagian pupuk biar bisa merata dan tidak ada lagi kecurangan untuk mendapatkan pupuk,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Reni Miharti M.Agr.Bus berpesan kepada petani agar kuota pupuk yang diberikan dapat digunakan semaksimal mungkin dan sesuai dosis yang ditentukan yaitu menggunakan pupuk urea 200kg untuk 1 hektare sawah dan ditambah dengan pupuk yang lainnya.

Sisa kuota pupuk dapat mempengaruhi pasokan pupuk di tahun selanjutnya, apabila sisa pupuk banyak maka kuota pupuk di tahun selanjutnya akan dikurangi.

Menjawab hal tersebut Kepala Cabang BRI Blora Triyono menyampaikan bahwa Kartu Tani dapat diisi maupun ditarik melalui bank maupun di pengecer pupuk yang telah ditunjuk.

Editor : Akrom Hazami

 

Video Conference dengan Menteri BUMN, Bupati Grobogan Curhat Minta Tambahan Alokasi Pupuk

Bupati Grobogan Sri Sumarni secara simbolis menyerahkan Kartu Tani pada perwakilan petani. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni secara simbolis menyerahkan Kartu Tani pada perwakilan petani. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni sempat melontarkan permintaan pada Menteri BUMN Rini Soemarno saat melangsungkan video conference dari gedung Riptaloka, Kamis (12/1/2017). Yakni, meminta penambahan alokasi pupuk bersubsidi untuk wilayah Grobogan.

Permintaan tambahan alokasi itu dilakukan karena jatah pupuk bersubsidi khususnya jenis Urea sedikit turun. Pada tahun 2016, jatahnya sekitar 72 ribu ton. Tahun ini, alokasinya jadi sekitar 68 ribu ton.

“Kami berharap ada tambahan alokasi pupuk bersubsidi. Dengan tambahan nanti, tidak akan terjadi kelangkaan pupuk. Soal ini, saya paham betul Bu Menteri karena lama bergelut dalam bidang pupuk,” katanya pada Rini yang dalam kesempatan itu ada di Magelang bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Pelaksanaan video conference dilakukan dalam rangka peluncuran dan penyaluran Kartu Tani se-Jawa Tengah secara serempak. Pusat acaranya dilakukan di Magelang. Tetapi, dalam waktu bersamaan, semua bupati atau wali kota juga diwajibkan menggelar acara serupa.

Saat video conference, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga sempat menanyakan soal adanya keluhan kelangkaan pupuk di Grobogan.

“Tidak ada kelangkaan lagi di Grobogan. Kemarin memang sempat ada yang mengirimkan ke Twitter Pak Ganjar dan langsung kita tindaklanjuti. Sekarang ini sudah tidak ada masalah,” ujarnya.

Usai melangsungkan video conference, Sri Sumarni secara simbolis menyerahkan Kartu Tani pada beberapa penerima. Acara penyerahan kartu tani dihadiri pula Sekretaris Daerah Sugiyanto dan pejabat terkait lainnya.

Hadir pula, Pemimpin Cabang BRI Purwodadi Agung Nugraha. Acara itu juga dihadiri pula oleh produsen berserta distributor dan perwakilan penyalur pupuk, kepala UPTD dinas pertanian se-kabupaten ditambah perwakilan petani.

Dari data yang didapat, jumlah alokasi kartu tani di Grobogan ada 164.379 kartu. Dari jumlah ini, sudah tercetak 137.934 kartu dan sisanya sebanyak 26.445 kartu masih dalam proses cetak.

Dari jumlah kartu yang tercetak, sudah didistribusikan sebanyak 15.920 kartu. Sisanya, akan didistribusikan lagi melalui 34 kantor BRI unit yang tersebar di 19 kecamatan.

Editor : Akrom Hazami

Besok, Kartu Tani Akan Didistribusikan Serentak Se-Jawa Tengah, Termasuk di Grobogan

 

Sejumlah petugas  mempersiapkan peralatan video conference untuk kegiatan peluncuran dan penyaluran kartu tani, di gedung Riptaloka Grobogan, Kamis (12/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah petugas  mempersiapkan peralatan video conference untuk kegiatan peluncuran dan penyaluran kartu tani, di gedung Riptaloka Grobogan, Kamis (12/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses pendistribusian kartu tani dalam waktu dekat akan segera tuntas. Hal ini terkait dengan dilakukannya pendistribusian kartu tani secara serempak se- Jawa Tengah, Kamis (12/1/2017).

Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto menjelaskan, acara peluncuran dan penyaluran kartu tani dipusatkan di Magelang. Acara dihadiri Menteri BUMN Rini Soemarno dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam waktu bersamaan, semua bupati/walikota juga diwajibkan menggelar acara serupa. Untuk di Grobogan akan dilangsungkan di gedung Riptaloka, setda setempat mulai pukul 09.30 WIB.

“Nanti akan dilakukan video conference di gedung Riptaloka. Lewat fasilitas ini, bupati dan perwakilan petani akan melangsungkan wawancara jarak jauh dengan Menteri BUMN dan Gubernur yang ada di Magelang. Saat ini, kita sedang mempersiapkan peralatan untuk video conference,” jelasnya.

Pihaknya akan menghadirkan, produsen berserta distributor dan perwakilan penyalur pupuk, kepala UPTD dinas pertanian se-kabupaten ditambah perwakilan petani.

“Selain itu, kita juga mengundang pihak BRI Purwodadi selaku mitra dalam pendistribusian dan penggunaan kartu tani,” katanya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang BRI Purwodadi Agung Nugraha dalam kesempatan sebelumnya menyatakan, penyaluran kartu tani sudah mulai dilakukan sejak 10 Desember lalu. Penyaluran kartu tani dilayani di 34 kantor BRI unit yang tersebar di 19 kecamatan.

Dijelaskan, alokasi kartu tani keseluruhan yang harus disalurkan sebanyak 58.465 kartu. Untuk tahun 2016 lalu, target penyaluran yang ditetapkan sebanyak 2.000 kartu.

Menurut Agung, untuk pendistribusian kartu tani itu tidak bisa dilakukan dengan cepat karena ada beberapa kendala. Seperti, data petani harus terkumpul dengan lengkap termasuk input kuota pupuk yang menjadi jatah penerima.

Untuk masalah pendataan ini, pihaknya tidak bisa melakukan sendiri karena keterbatasan tenaga. Tetapi, butuh bantuan dan kerja sama dari instansi lain, khususnya Dinas Pertanian Grobogan melalui tenaga penyuluh lapangan.

Kendala lainnya adalah kurang pro aktifnya sebagian petani untuk membuka rekening sebagai salah satu persyaratan membuat kartu tani.

“Beberapa kendala ini menyebabkan kartu tani tidak bisa dibuat atau dibagikan serempak,” katanya.

Agung menambahkan, fungsi utama kartu tani tersebut untuk penebusuan pupuk bersubsidi. Sebelumnya petani harus membeli pupuk dengan uang tunai di pengecer atau kios. Setelah memiliki kartu tani maka harus digunakan untuk menebusnya sesuai dengan kuota yang ada dalam data dari rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

Kartu tani hanya bisa digesek di tempat pengecer di mana mereka terdaftar untuk mendapatkan pupuk. Sehingga, petani tidak bisa membeli pupuk lewat pengecer di tempat lain di luar alokasi yang sudah ditentukan.

Editor : Akrom Hazami

Petani Grobogan Terima Pembagian Kartu Tani untuk Tebus Pupuk Bersubsidi

Petugas dari BRI unit Brati menyerahkan kartu tani pada salah seorang petani. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas dari BRI unit Brati menyerahkan kartu tani pada salah seorang petani. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan -Para petani di berbagai kecamatan mulai menerima pembagian kartu tani. Untuk mendapatkan kartu tani petani harus mengambil di kantor BRI terdekat.

Pemimpin Cabang BRI Purwodadi Agung Nugraha menyatakan, penyaluran kartu tani sudah mulai dilakukan sejak 10 Desember lalu. Penyaluran kartu tani dilayani di 34 kantor BRI unit yang tersebar di 19 kecamatan.

“Sudah kita bagikan kartu taninya sejak beberapa hari lalu. Sampai saat ini, jumlah kartu tani yang sudah kita serahkan ada 797 kartu,” kata Agung pada wartawan, Kamis (15/12/2016).

Dijelaskan, alokasi kartu tani keseluruhan yang harus disalurkan sebanyak 58.465 kartu. Untuk tahun ini, target penyaluran yang ditetapkan sebanyak 2.000 kartu.

Menurut Agung, untuk pendistribusian kartu tani itu tidak bisa dilakukan dengan cepat karena ada beberapa kendala. Seperti, data petani harus terkumpul dengan lengkap termasuk input kuota pupuk yang menjadi jatah penerima.

Untuk masalah pendataan ini, pihaknya tidak bisa melakukan sendiri karena keterbatasan tenaga. Tetapi, butuh bantuan dan kerja sama dari instansi lain, khususnya Dinas Pertanian Grobogan melalui tenaga penyuluh lapangan.

Kendala lainnya adalah kurang pro aktifnya sebagian petani untuk membuka rekening sebagai salah satu persyaratan membuat kartu tani.

“Beberapa kendala ini menyebabkan kartu tani tidak bisa dibuat atau dibagikan serempak. Meski demikian, kita targetkan pada tahun 2017 nanti, penyaluran kartu tani sudah tuntas seluruhnya,” jelasnya.

Agung menambahkan, fungsi utama kartu tani tersebut untuk penebusuan pupuk bersubsidi. Sebelumnya petani harus membeli pupuk dengan uang tunai di pengecer atau kios. Setelah memiliki kartu tani maka harus digunakan untuk menebusnya sesuai dengan kuota yang ada dalam data dari rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

Kartu tani yang dimiliki petani hanya bisa digesek di tempat pengecer di mana mereka terdaftar untuk mendapatkan pupuk. Sehingga, petani tidak bisa membeli pupuk lewat pengecer di tempat lain di luar alokasi yang sudah ditentukan.

“Untuk alat gesek transaksi kartu tani ditiap pengecer nanti akan kita sedaikan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami