Lucunya Tingkah Polah Siswa TK-SD di Jepara Berdandan Pahlawan saat Karnaval Kebangsaan

Siswa mengenakan kostum salah satu pahlawan perempuan Jepara Ratu Shima dalam karnaval kebangsaan, Senin (14/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Jelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-72 Indonesia, ribuan murid TK dan SD mengikuti karnaval kebangsaan, Senin (14/8/2017) siang. Mereka mengenakan berbagai kostum yang menyimbolkan adat dan keberagaman yang ada di republik ini. 

Mereka terlihat lucu, dan beberapa kali tingkah polah anak-anak membuat penonton terpingkal-pingkal.

Seperti yang dikenakan oleh siswa-siswi TK Nurul Iman Desa Senenan, Kecamatan Tahunan-Jepara. Selain memamerkan parade siswa yang mengenakan seragam merah putih, mereka juga menampilkan sosok pahlawan perempuan Jepara yakni, Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan RA Kartini.

Selain itu mereka juga mengingatkan mengenai belum tuntasnya perjuangan para pahlawan, melalui sebuah tulisan.  “Kami telah berjuang kini saatnya kalian meneruskan perjuangan kami,” bunyi tulisan yang diusung murid taman kanak-kanak tersebut. 

Dalam daftar panitia, ada 62 sekolah setingkat TK atau Paud yang ikut serta. Mereka berasal dari Kota Jepara dan daerah satelit, seperti Tahunan dan Kedung. Sementara itu pada kategori SD ada 41 sekolahan yang mengikuti karnaval tersebut.

Setelah memamerkan busana dan kebolehannya di depan unsur Muspida Kabupaten Jepara, mereka akan berjalan sesuai rute. Untuk kategori TK dan Paud akan melintasi jalur sepanjang 600 meter, dari alun-alun, Jl Diponegoro, Jl Veteran dan Jl AR Hakim. Sementara untuk SD menempuh jarak sepanjang satu kilometer, dari Alun-alun, Jl Diponegoro, Jl Veteran, Jl AR Hakim dan berakhir di Sanggar Pramuka.

Kabid Pemasaran  Wisata Florentina Budi Kurniawati mengatakan kegiatan tersebut bertema mengangkat produk unggulan dan potensi Jepara. Hal itu dimaksudkan agar semua lapisan masyarakat mengetahui segala potensi yang dimiliki oleh kabupaten di pesisir utara pulau Jawa tersebut. 

“Hal itu mengandung maksud, jika masyarakat mengenal potensi yang dimilikinya, maka masyarakat ikut membangun negara, dengan memaksimalkan berbagai macam potensi daerah yang dipunyai. Selain itu, kami juga ingin untuk menggali kreatifitas dan masyarakat secara umum,” ungkap Florentina.

Editor : Ali Muntoha

Karnaval HUT Jepara Berlangsung Meriah

 

karnaval hari jadi1 (e)

Peserta karnaval Hari Jadi Kabupaten Jepara yang berlangsung Sabtu (9/4/2016) siang, terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Masing-masing menampilkan performancenya semenarik mungkin. (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Salah satu rangkaian kegiatan HUT ke 467 Kabupaten Jepara, dilangsungkan Sabtu (9/4/2016). Yakni karnaval Hari Jadi, yang berlangsung meriah.

Ribuan peserta memeriahkan acara ini. Termasuk warga yang sudah memadati sepanjang jalan-jalan utama di Kabupaten Jepara, untuk menyaksikan rangkaian karnaval tersebut.

Karnaval Hari Jadi dimulai sejak pukul 13.00 WIB. Salah satu sosok yang menyita perhatian warga adalah representasi sosok Ratu Kalinyamat, yang diperankan seorang perempuan dengan menaiki seekor kuda.

Dengan bajunya yang merah menyala, kemudian rambut yang disanggul dan diberi untaian bunga melati, sosok Ratu Kalinyamat terlihat gagah menaiki kuda tunggangannya.

 

karnaval hari jadi2 (e)

Sosok Ratu Kalinyamat adalah sosok yang tidak akan pernah absen dalam perayaan Hari Jadi Jepara. Pasalnya, dasar 10 April sebagai tanggal lahir Kabupaten Jepara, berawal dari sejarah awal Ratu Kalinyamat memerintah wilayah di ujung utara Pulau Jawa itu.

”Saya tidak pernah tahu dengan pasti sosok Ratu Kalinyamat itu seperti apa. Tetapi, kayaknya si mbak yang memerankan sang ratu dalam karnaval, cukup mewakili. Seorang perempuan yang gagah pokoknya,” kata Ari, warga Kecamatan Jepara, yang melihat karnaval tersebut.

Di samping sosok Ratu Kalinyamat, karnaval juga diikuti perwakilan dari sekolah-sekolah yang ada di masing-masing kecamatan yang ada. Masing-masing menampilkan berbagai cerita yang ada di wilayahnya.

Tidak salah jika kemudian, jalanan di Jepara ditutup untuk kepentingan karnaval. Jalanan di wilayah itu memang macet karena diperuntukkan bagi suksesnya pelaksanaan karnaval.

Editor: Merie

Meriah, Karnaval HUT ke-467 Kabupaten Jepara

 

karnaval 1

karnaval 2

 

Karnaval HUT ke 467 Kabupaten Jepara dilaksanakan Sabtu (9/4/2016). Kirab dimulai dari pukul 13.00 WIB, dan berlangsung di sepanjang jalan-jalan protokol di Jepara.

Yang paling menarik perhatian adalah representasi sosok Ratu Kalinyamat, yang diperankan seorang perempuan dengan menaiki seekor kuda.

Sosok ini begitu menarik perhatian warga yang menyaksikan karnaval di sepanjang jalan. Bahkan menjadi objek foto warga yang banyak mengabadikan dengan kamera.

Masing-masing wilayah di Jepara juga menampilkan performance-nya masing-masing. Misalnya yang berhubungan dengan legenda satu wilayah tertentu.

Karnaval ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan HUT Jepara, yang jatuh pada Minggu, 10 April 2016 besok.

Foto-foto: kiriman Arief Rohman, warga Jepara

 

 

Karnaval Jepara Ganggu Arus Lalu Lintas

Pawai karnaval di Jepara membuat kemacetan panjang di sejumlah jalan protokol, Selasa (18/08/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pawai karnaval di Jepara membuat kemacetan panjang di sejumlah jalan protokol, Selasa (18/08/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Karnaval yang diikuti ribuan peserta dan ribuan penonton di Kabupaten Jepara mengganggu arus lalu lintas. Pasalnya, jalan yang digunakan karnaval cukup panjang, mulai dari jalan Kartini, jalan Pemuda hingga MH Thamrin, Bigjen Katamso hingga kembali ke kawasan jalan Kartini.

Sejumlah warga yang ingin melintas ke area jalan tersebut pun harus legawa. Pasalnya, semua sudut di jalur tersebut tertutup oleh kendaraan yang parkir dan ribuan penonton.

”Saya sudah muter-muter, ternyata jalannya gak bisa dilewati semua. Saya mau balik ke rumah,” ujar Gilang, salah seorang warga kepada MuriaNewsCom, Selasa (18/8/2015).

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) yang turut menjadi panitia, Amin Ayahudi mengatakan, peserta kali ini memang cukup banyak. Ada sekitar 46 peserta baik dari SKPD, sekolah maupun umum. Setiap peserta ada belasan hingga ratusan peserta.

”Memang banyak, panitia membatasi tiap kontingen peserta maksimal 300 orang,” kata Amin.

Selain banyaknya peserta, jumlah penonton juga sangat banyak. Sehingga hal ini praktis membuat arus lalu lintas di jalur tersebut terganggu mulai sekitar pukul 14.00 WIB hingga 17.00 WIB. (WAHYU KZ/TITIS W)