Musim Hujan, Kunjungan Wisatawan ke Karimunjawa Jepara Menurun 

Kapal cepat Express Bahari yang melayani wisatawan ke Karimunjawa melintas di depan pulau Panjang, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kapal cepat Express Bahari yang melayani wisatawan ke Karimunjawa melintas di depan pulau Panjang, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Wisatawan yang datang ke Karimunjawa, Jepara, secara tiba-tiba menurun drastis. Penurunan tersebut terjadi diduga akibat curah hujan yang mulai meningkat sejak beberapa waktu yang lalu.

Hal itu seperti yang dikatakan Kabid Perhubungan Laut pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Jepara, Sutana. Menurutnya, tingginya curah hujan membuat kunjungan wisatawan Karimunjawa menurun. Penurunan jumlah wisatawan cukup drastis, mencapai 50 persen lebih.

“Penurunan terjadi mulai pekan lalu. Pengujung masih jauh lebih sedikit dari biasanya. Express Bahari belakangan ini hanya mengangkut hitungan puluhan orang saja. Kalau ramai, setiap kali berangkat penumpang Express Bahari di atas 200 orang,” ujar Sutana kepada MuriaNewsCom, Rabu (12/10/2016).

Lebih lanjut ia mengemukakan, penyebab menurunnya jumlah pengunjung tersebut, disinyalir karena cuaca buruk. Ditambah curah hujan cukup tinggi sejak beberapa waktu lalu. Sehingga tak banyak wisatawan yang mengunjungi tempat wisata.

Meski demikian, jadwal kapal ke Karimunjawa tak ada perubahan. Berkaca pada tahun lalu, perubahan jadwa karena kondisi pengunjung mendapat protes. ”Kami tidak melakukan perubahan jadwal karena prinsip pelabuhan, salah satunya berkaitan dengan ketetapan dan ketepatan jadwal,” katanya.

Sutana menambahkan, jika mengacu pada tahu lalu, Oktober memang mulai memasuki musim baratan. Namun, untuk tahun ini tidak bisa diprediski. ”Tahun ini angin memang sudah mulai kencang tapi gelombang laut tidak sampai satu meter,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Karimunjawa Jepara Digenangi Lumpur Usai Hujan Turun Sebentar

Permukiman penduduk digenangi lumpur di wilayah Karimunjawa, Jepara, Selasa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Permukiman penduduk digenangi lumpur di wilayah Karimunjawa, Jepara, Selasa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Hujan lebat disertai petir melanda Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Selasa (11/10/2016). Belum lama hujan mengguyur, air hujan menggenangi pemukiman warga. Kondisi genangan air paling parah di depan Pasar Karimunjawa di bawah Bukit Joko Tuwo. Air mengalir deras dari atas bukit membawa material tanah dan pasir.

Warga menuding air yang meluap setiap turun hujan lantaran dampak aktivitas eksploitasi wilayah perbukitan. Saat ini marak pembangunan hotel, perumahan, dan objek wisata di wilayah perbukitan. Pasalnya, air dari perbukitan yang turun menuju wilayah pemukiman warga membawa material tanah dan kerikil.

“Dulu sebelum marak pembangunan kalau hujan ya, ada genangan tapi tidak separah seperti sekarang,” kata Djati, warga Karimunjawa.

Hal senada juga dikatakan Eko Wahyudi, warga Karimunjawa. Menurutnya, genangan air itu bukan air biasa tetapi lumpur. Yakni air yang bercampur dengan tanah dan material lain seperti pasir dan batu kecil.

“Air turun kemudian menggenangi jalanan dan sebagain masuk ke rumah warga. Memang tidak begitu tinggi tetapi sangat kotor,” katanya.

Sementara itu, Camat Karimunjawa M Tahsin menyampaikan, permasalahan ini sudah berulangkali dilaporkan pihaknya kepada pemerintah kabupaten. Ia enggan menilai bahwa genangan air itu akibat dari eksploitasi tanah di Karimunjawa. Pasalnya, genangan air yang muncul setiap hujan turun ditengarai disebabkan buruknya saluran air.

“Tapi solusinya tidak hanya cukup perbaikan saluran air, kesadaran masyarakat menjaga lingkungan juga tidak kalah penting,” ujar Tahsin.

Saluran air yang kini ada di wilayah pemukiman warga, Tahsin melanjutkan, tidak dapat berfungsi normal. Itu lantaran, saluran air banyak yang tersumbat sampah. Sehingga, air tak bisa mengalir kemudian meluap ke jalan dan pemukiman warga.

Editor : Akrom Hazami

Agen Penyalur Minyak dan Solar Segera Berdiri di Karimunjawa Jepara

Sales Eksekutif Retail (SER) Pertamina Jateng, Edwin Sabri RI. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sales Eksekutif Retail (SER) Pertamina Jateng, Edwin Sabri RI. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Persoalan energi terutama Bahan Bakar Minyak (BBM) di Karimunjawa sedikit demi sedikit terurai. Setelah masalah distribusi teratasi, kini pembentukan Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) di Karimunjawa segera direalisasikan.

Sales Eksekutif Retail (SER) Pertamina Jateng, Edwin Sabri RI mengatakan, APMS yang dibentuk guna mengatasi harga BBM di pulau terluar Jepara itu rencananya dapat beroperasi pada pertengahan Oktober ini. “APMS mulai operasi pertengahan Oktober. APMS tersebut diperkirakan bisa menampung 80 hingga 100 ton bensin dan solar,” ujar Edwin kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dengan adanya APMS tersebut nantinya diharapkan dapat menuntaskan persoalan BBM di wilayah Karimunjawa. Terutama berkait dengan stok dan masalah harga.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara, Eriza Rudi Yulianto menjelaskan, APMS itu nantinya akan melayani 13 pengecer. Lokasinya tersebar di kawasan Karimunjawa. APMS dibentuk untuk menormalkan harga BBM di Karimunajawa agar sama dengan daerah lain.

“Selama ini harga BBM tinggi karena beban pengangkutan masih ditanggung agen. Kalau sudah ada APMS tidak ada alasan harga BBM masih mahal karena pengangkutannya sudah di tanggung Pertamina,” katanya.

Namum, terkait pembentukan APMS tersebut, pihaknya belum mendapatkan informasi secara detail. Sebab, pembangunannya ditangani langsung oleh Pertamina dan pihak swasta. Pihaknya hanya melakukan pemantauan saja.

“Sebenarnya yang mengajukan untuk pembuatan APMS tersebut ada dua. Yaitu perusda dan pihak swasta atas nama Gagang. Hanya saja yang disetujui hanya satu yaitu dari swasta,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Yachter dari 30 Negara Akan Singgah di Karimunjawa 

sail-karimata

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pelaksanaan Sail Indonesia yang mulai dilakukan pada 23 Juli 2016, dijadwalkan akan singgah di Karimunjawa, Jepara pada 24-28 September 2016 mendatang. Diharapkan, kehadiran peserta dari 30 negara akan meningkatkan pariwisata.

Berdasarkan data yang dihimpun, tahun 2013 lalu, ditargetkan peserta sail sebanyak 35 kapal yacht, namun yang singgah hanya 5 kapal yacht. Sementara, tahun 2014 ditargetkan 19 kapal yacht yang singgah, namun hingga hari H, tidak lebih dari 10 kapal. Tahun 2015, direncanakan 16 kapal yacht yang akan singgah, tapi hanya 9 kapal yang mampir. Tahun ini, peserta Sail Indonesia – Karimunjawa sebanyak 30 yacht.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Mulyaji mengatakan, diharapkan, yachter dari 30 negara bisa singgah di kepulauan Karimunjawa. Pihaknya siap menyambut kedatangan mereka dengan berbagai menu makanan tradisional dan kesenian khas Karimunjawa.

“Saat ini kami masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Nantinya, peserta Sail bakal singgah di Karimunjawa selama tiga hari hingga satu pekan. Ini kesempatan promosi pariwisata Karimunjawa yang bagus, karena peserta sail dari 30 negara. Diharapkan nantinya semua yachter bisa singgah di Karimunjawa dan memromosikan Karimunjawa di negaranya masing-masing,”ujar Mulyaji kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, peserta Sail yang singgah di Karimunjawa juga diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan kondisi sosial masyarakat Karimunjawa. Mengingat kondisi sosial masyarakat Karimunjawa kental dengan nuansa Islam, Mulyaji menandaskan, pihaknya tidak menyediakan minum-minuman beralkhohol.

“Kalau pun nanti ada minuman beralkhohol, biasanya yachter bawa sendiri. Dalam penyambutan mereka, tentu saja masyarakat setempat dilibatkan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Trayek Kendal – Karimunjawa Digadang Mampu Kurangi Penumpukan Penumpang di Dermaga Kartini

karimun-e

Kapal Express Bahari saat bersiap membawa wisatawan di Dermaga Kartini Jepara, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Keberadaan trayek pelayaran Kendal-Karimunjawa dengan kapal cepat Express Bahari, diharapkan mampu mengurai penumpukan penumpang di Dermaga Kartini Jepara. Terutama pada momentum libur panjang.

Hal itu seperti yang disampaikan Manajer Express Bahari cabang Jepara, Sugeng Riyadi. Dia berharap rute baru penyebrangan ke Karimunjawa dari Kendal tersebut mampu mengurai penumpukan penumpang di Dermaga Kartini, yang kerap terjadi saat libur panjang.

“Calon penumpang yang beralih ke Kendal, kemungkinan besar memang wisatawan kelas menengah ke atas. Itu karena jarak dan waktu tempuh menuju pelabuhan Kendal dari Bandara Ahmad Yani Semarang lebih dekat, jika dibanding dengan ke Jepara. Itu justru bisa mengurai membeludaknya penumpang di Dermaga Kartini,” kata Sugeng kepada MuriaNewsCom.

Lebih lanjut ia mengemukakan, ketika momen tertentu, di Dermaga Kartini kerap terjadi penumpukan calon penumpang, khususnya wisatawan Karimunjawa. Saat terjadi penumpukan penumpang, juga tidak sedikit wisatawan yang tidak kebagian tiket. Padahal jumlah kapal yang terbatas.

Ia menambahkan, untuk tarif normal Express Bahari dari Jepara hanya Rp 150 ribu dan Rp 175 ribu. Sedangkan dari Kendal sekitar Rp 200 ribu dan Rp Rp 230 ribu. Mengenai jadwal pemberangkatan, dari Kendal menyesuaikan dengan jadwal dari Jepara.

Hal senada juga dikatakan Kepala PT ASDP Cabang Jepara Yudhi Yanuar. Pihaknya tidak merasa ada persaingan setelah adanya rute Kendal-Karimunjawa. Justru ia turut berharap agar rute baru tersebut mampu mengatasi masalah penumpukan wisatawan di Dermaga Kartini.

“Dari kami sendiri tetap memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat pengguna KMP Siginjai. Fasilitas kapal akan terus ditingkatkan demi kenyamanan penumpang. Justru kami berharap rute dari Kendal itu bisa mengatasi penumpukan penumpang saat wisatawan membludak,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Pendirian 3 Pos Koramil di Karimunjawa Terganjal Lahan

karimunjawa1-480x328

Warga berada di Pulau Karimunjawa, Jepara. beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Niatan jajaran TNI untuk membangun dan mendirikan tiga pos koramil di Kepulauan Karimunjawa ternyata tak bisa direalisasikan dengan lancar. Faktanya, niatan awal tersebut saat ini sudah dihadapkan pada persoalan lahan.

Komandan Kodim 0719/Jepara Letnan Kolonel Infanteri Ahmad Basuki mengatakan, pihaknya baru-baru ini meninjau calon lokasi pendirian pos koramil, yakni di Pulau Kemujan, Pulau Parang, dan Pulau Nyamuk. Namun, usai melakukan peninjauan, ternyata terkendala masalah lahan.

“Sudah kami tinjau ke lokasi, ternyata lahan yang strategis untuk didirikan Pos Koramil milik pemerintah desa. Jadi kalau kami minta harus ada tukar guling,” ujar Basuki, Jumat (2/9/2016).

Sebenarnya pemerintah Desa Kemujan, Parang, dan Nyamuk tidak keberatan jika sebagain tanah desa diminta untuk didirikan Pos Koramil. Namun, pemerintah Kabupaten Jepara belum memberikan sinyal untuk dilakukan tukar guling tanah.“Kami baru berupaya agar pemda bisa mengusahakan tukar guling,” kata Basuki.

Setiap Pos Koramil, lanjutnya, nantinya akan dibangun di lahan seluas 700 meter persegi. Pos Koramil akan dibangun secara permanen. Personel yang bertugas di Pos Koramil pun akan dibekali dengan keterampilan khusus.“Harapan kami secepatnya bisa segara terealisasi,” tandas Basuki.

Seperti diberitakan sebelumnya, rencana pendirian pos koramil di Karimunjawa mengemuka setelah dilontarkan oleh Komandan Komando Resort Militer 073 Makutarama Kolonel Infanteri Joseph Robert Giri. Menurutnya, selain membekali keterampilan khusus 29 anggota yang ditugaskan di tiga pos tersebut, Pos Koramil juga akan dilengkapi dengan peralatan khusus.

Editor : Akrom Hazami

Kendal Buka Trayek Karimunjawa, Pemimpin Perjalanan Wisata di Jepara Menjerit

Wisatawan bersiap menuju Karimunjawa Jepara dengan naik kapal yang disediakan, Senin (29/8/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Wisatawan bersiap menuju Karimunjawa Jepara dengan naik kapal yang disediakan, Senin (29/8/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelabuhan Kendal telah membuka trayek ke Karimunjawa baru-baru ini. Kondisi itu disikapi oleh para pemimpin wisata atau Tour Leader (TL) atau yang ada di Kabupaten Jepara. Mereka merasa keberatan dengan adanya trayek dari Kendal tersebut lantaran akan memecah wisatawan yang akan ke Karimunjawa.

Hal itu seperti yang dikatakan salah satu TL atau pengelola biro perjalanan wisata Karimunjawa, Ainur Rofiq. Menurutnya, dengan adanya penyeberangan kapal dari Kendal dengan armada Express Bahari sangat berpengaruh besar terhadap perekonomian di Jepara. Sebab, wisatawan Karimunjawa akan terbagi dengan Kendal, dan itu akan merugikan Jepara sebagai pemilik wilayah Karimunjawa.

“Jelas akan berdampak bagi biro perjalanan wisata baik yang dari Jepara maupun Karimunjawa. Selain itu juga akan merugikan pedagang di area dermaga Kartini karena jumlah wisatawan terbagi dengan Kendal,” ujar Ainur kepada MuriaNewsCom, Senin (29/8/2016).

Menurutnya,  Pemkab Jepara harus mampu membuat kebijakan mengenai transportasi laut ke Karimunjawa. Karena Kepulauan Karimunjawa masih menjadi bagian dari Kabupaten Jepara. Dia berharap kapal yang melayani rute Jepara-Karimunjawa dapat ditambah agar daya tarik ke Karimunjawa melalui Jepara tidak dapat dikalahkan oleh Kendal.

“Jika tidak ada inovasi ataupun yang lainnya yang dilakukan oleh Pemkab Jepara, bisa jadi nanti Jepara kalah dari Kendal. Potensi wisata di Jepara selain di Karimunjawa juga bisa minim pengunjung karena banyak juga paket wisata selain ke Karimunjawa juga ke tempat wisata di daratan Jepara,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Biro Wisata Karimunjawa Menjerit Soal Retibusi di Dermaga, Ini Kata Pemkab Jepara

Wisatawan memadati Dermaga Kartini Jepara sebelum masuk ke Objek Wisata Karimunjawa,beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Wisatawan memadati Dermaga Kartini Jepara sebelum masuk ke Objek Wisata Karimunjawa,beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Mulyaji mengatakan, penarikan retribusi wisata Karimunjawa sesuai dengan Perda nomor 6 tahun 2016. Meski tidak memiliki wahana objek wisata di Karimunjawa, Karimunjawa masuk dalam destinasi wisata nasional.

“Justru kalau perda ini tidak dijalankan, kami yang salah. Karimunjawa masuk dalam destinasi wisata Jateng dan nasional. Pengelolaan wisata ada di Pemerintahan Kabupaten Jepara,”katanya.

Menanggapi penolakan warga, ia menambahkan, itu sah-sah saja. Asal bentuk protes itu disampaikan dengan cara-cara yang baik. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan meresa sudah mensosialisasikan Perda nomor 6 Tahun 2016 sudah sejak Perda tersebut disahkan pada 29 April 2016.

Sebelumnya, pengelola biro Karimunjawa lainnya, Srianto mengatakan, keputusan Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menarik retribusi masuk Karimunjawa dinilai cacat hukum. Karena, kepulauan Karimunjawa masuk dalam wilayah konservasi Balai Taman Nasional Karimunjawa.

“Kami warga Karimunjawa yang sebagian besar menggantungkan hidup dari pariwisata menolak retribusi ini,” ujar Srianto.

Srianto menuturkan, keberatan yang disampaikan warga bukan tanpa alasan. Karena pemkab tidak memiliki objek wisata di Karimunjawa. Selain itu, warga menyesalkan penarikan retribusi yang dilakukan Dinas Pariwisata bukan di pintu masuk Karimunjawa, melainkan di Dermaga Kartini Jepara.

“Pemkab punya apa di sini (Karimunjawa) kok narik retribusi. Kalau pemkab punya wahana kemudian narik karcis di depan pintu masuk wahana silakan,” kata Srianto.

Harga paket wisata Karimunjawa, Srianto menambahkan, yang saat ini ditawarkan pada calaon wisatawan sudah sangat mepet. Jika wisatawan dikenakan retribusi, maka harus menaikan harga paket wisata. “Padahal harga hotel, kapal, dan makan juga terus naik. Jadi tidak mungkin kami naikan lagi,” tandas Srianto.

Editor : Akrom Hazami

Kendal Buka Trayek Karimunjawa, KMP Siginjai Jepara Tak Khawatir Ditinggal Penumpang

kapal

KMP Siginjai siap mengangkut penumpang ke Karimunjawa Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pelabuhan Tanjung Kendal telah resmi membuka trayek ke Karimunjawa, Jepara dengan pelayanan kapal cepat Express Bahari. Meski begitu, PT ASDP Cabang Jepara tak khawatir banyaknya penumpang yang bakal beralih pemberangkatan dari pelabuhan Jepara ke pelabuhan Kendal tersebut.

Kepala PT ASDP Cabang Jepara Yudhi Yanuar menjelaskan, pihaknya tidak khawatir akan ditinggalkan penumpang kapal yang dikelolanya yakni KMP Siginjai. Pasalnya, ia menilai segmentasi penumpang kapal cepat dengan KMP Siginjau sudah berbeda.

“Segmen penumpangnya berbeda, jadi kami tidak khawatir. KMP Siginjai segmennya masyarakat kelas menengah ke bawah, atau penduduk Karimunjawa dan wisatawan mancanegara,” ujar Yudhi kepada MuriaNewsCom, Selasa (23/8/2016).

Menurutnya, penumpang yang beralih ke Kendal diprediksi adalah wisatawan yang kelas menengah ke atas. Sebab, pelabuhan Kendal lebih dekat dari Bandara Ahmad Yani Semarang.

“Justru sebetulnya yang perlu khawatir adalah Pemkab Jepara. Sebab, dengan dibukanya trayek dari Kendal ke Karimunjawa, maka diprediksi banyak wisatawan kelas menengah ke atas lebih memilih lewat Kendal. Jadi potensi ukir, dan lainnya yang ada di Jepara, tidak bisa dilihat oleh mereka,” ungkapnya.

Ia menilai sejauh ini sejumlah wisatawan mancanegara banyak yang memilih menggunakan transportasi KMP Siginjai ketimbang kapal cepat. Salah satu alasannya, para turis asing tersebut lebih suka menikmati perjalanan laut.

“Kalau naik kapal cepat tidak bisa leluasa menikmati perjalanan laut. Tapi kalau KMP Siginjai bisa, dan itu yang lebih dipilih turis asing. Apalagi kalau mereka berlibur tidak dikejar-kejar jam kerja, lebih leluasa,” katanya.

Ia menambahkan, selain turis asing yang banyak menggunakan KMP Siginjai, pihaknya juga lebih memprioritaskan penumpang lokal terutama warga Jepara dan Karimunjawa sendiri.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Harga BBM di Karimunjawa Jepara Mahal, Ini Solusi Pemkab

bbm-1024x609

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara bersama PT Pertamina telah sepakat untuk membentu Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) untuk mengatasi masalah distribusi BBM ke Karimunjawa. Jika APMS itu sudah beroperasi, maka harga BBM di Karimunjawa bisa seharga di daratan Jepara.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara Eriza Rudi Yulianto menjelaskan, APMS diharapkan segera beroperasi agar harga BBM di Karimunjawa jauh lebih murah dibanding harga BBM yang selama ini berlaku di wilayah terluar Kabupaten Jepara tersebut.

“Diupayakan bisa sama harganya dengan di daratan Jepara. Kalau pun tidak, harganya tidak jauh berbeda. Selama ini harga BBM di sana sangat tinggi,” ujar Eriza kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, selama ini harga BBM jenis premium di Karimunjawa mencapai Rp 10 ribu per-tabung ukuran satu liter. Itu jauh di atas harga normal di daratan Jepara yang hanya Rp 7 ribu untuk harga eceran, dan Rp 6.450 per liter untuk harga di SPBU.

“Jika APMS sudah beroperasi, biaya pengangkutan menjadi tanggung jawab Pertamina. Kalau sementara ini belum, sehingga biaya pengangkutan dibebankan pada pembeli. Itu yang membuat harga BBM di Karimunjawa jauh lebih mahal,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, APMS yang disetujui oleh Pertamina adalah pihak swasta, yang dimiliki oleh Gadang. Lokasinya dekat dengan pelabuhan Karimunjawa. Gadang diketahui telah memiliki peralatan yang lekap namun selama ini belum dimanfaatkan.

“Yang mengajukan ada dua, yakni Perusda dan swasta yakni Pak Gadang. Tetapi yang disetujui Pertamina yang swasta itu. Nantinya, APMS akan melayani 13 pengecer yang ada di Karimunjawa,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk menentukan harga di tingkat pengecer. Pihaknya berjanji akan ikut campur agar harga yang dibebankan kepada masyarakat di Karimunjawa tidak terlalu tinggi lantaran biaya pengangkutan sudah ditanggung oleh Pertamina.

Editor : Akrom Hazami

 

Libur Lebaran, Harga Tiket KMP Siginjai ke Karimunjawa Normal

Para wisatawan saat turun dari kapal di Dermaga Kartini Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Para wisatawan saat turun dari kapal di Dermaga Kartini Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Libur panjang saat momen pascalebaran nanti diprediksi sejumlah tempat wisata di Kabupaten Jepara bakal dipenuhi wisatawan, termasuk di Kepulauan Karimunjawa. Meski begitu, pihak PT ASDP Cabang Jepara memastikan bahwa tidak akan menaikkan harga tiket KMP Siginjai yang melayani penyeberangan ke wilayah terluar Kabupaten Jepara itu.

Kepala PT ASDP Cabang Jepara Yudi Zanuar mengatakan, pihaknya memastikan tidak akan menaikkan harga tiket KMP Siginjai selama arus mudik dan arus balik mendatang. Tapi, ia juga memastikan, bahwa KMP Siginjai tak melayani penyeberangan saat lebaran.“Harga tiket di momentum lebaran, baik untuk arus mudik maupun arus balik, harganya masih sama yakni Rp 59 ribu. Tetapi untuk hari H lebaran dan H+1 kapal libur, tidak berlayar,” ujar Yudi.

Terkait penjualan tiket kapal, Yudi mengatakan, pihaknya tidak melayani pembelian tiket pesanan. Semua tiket, baik untuk warga Karimunjawa maupun wisatawan, dijual di loket penjualan tiket dua jam sebelum kapal berangkat.

Pada momentum lebaran itu, Yudi menerangkan, sementara ini pihaknya tak menambah trip perjalanan, meski memang ada kemungkinan membeludaknya penumpang. Untuk kepastiannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten (Dishubkominfo) Jepara, apakah perlu ada penambahan trip pelayaran atau tidak. Kebijkan-kebijakan tersebut belum disampaikan pada masyarakat.

“Akhir bulan ini akan kami sampaikan ke masyarakat. Sebab jadwal pelayaran KMP Siginjai muncul pada setiap akhir bulan. Kami berharap momentum lebaran tahun ini cuaca bagus. Tahun kemarin banyak penumpang yang terlantar di Dermaga Kartini. Mereka tidak bisa menyeberang karena cuaca buruk,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Jumlah Pemudik Sedikit, Penyeberangan ke Karimunjawa Lebih Difokuskan untuk Sambut Wisatawan

Para penumpang saat turun di Dermaga Kartini Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Para penumpang saat turun di Dermaga Kartini Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Jelang lebaran ini, aktivitas penyeberangan ke Kepulauan Karimunjawa cenderung sepi. Sebab, warga yang melakukan aktivitas mudik cukup sedikit, lantaran penduduk wilayah terluar Kabupaten Jepara tersebut sedikit. Untuk itu, pemerintah dalam hal ini Syahbandar Jepara akan fokus menghadapi libur lebaran.

“Mengaca tahun-tahun sebelumnya, keramaian terjadi justru saat libur lebaran. Terutama pada H+4 sampai H+7 lebaran. Banyak wisatawan luar kota yang datang ke Karimunjawa melalui jalur laut dari Dermaga Kartini Jepara,” ujar Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Syahbandar Jepara Suripto kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, hal itu juga telah ia sampaikan dalam forum rapat koordinasi dengan kementerian terkait. Ia menegaskan, bahwa jalur Jepara-Karimunjawa bukan ramai pemudik, tetapi ramai wisatawan pascalebaran. Sehingga, tidak ada program khusus menyambut musim mudik saat ini.

“Seperti kemarin saja, Kapal Siginjai berangkat hanya mengangktu 250 orang, dan kapal cepat Ekspress hanya mengangkut sekitar 139 penumpang dari kapasitas 400 penumpang. Itu artinya, pemudik jauh lebih sedikit dibanding saat libur panjang yang banyak wisatawan datang,” terang Suripto.

Lebih lanjut ia mengemukakan, mengaca tahun lalu, libur lebaran juga tidak begitu banyak dan masih kalah dari libur penjang akhir pekan. Meski begitu, antisipasi membeludaknya penumpang juga dilakukan agar pelayanan terbaik tetap mampu diberikan kepada masyarakat.

“Kami sendiri tetap membuka pelayanan. Libur hanya dua hari yakni hari H dan H+1. Semua aktivitas kapal juga begitu. Tetapi diluar itu kami tetap bekerja memberikan pelayanan,” terangnya.

Ia menambahkan, meski tidak ada program khusus di musim mudik lebaran ini. Pihaknya memastikan untuk pelayanan mudik bagi masyarakat Karimunjawa tetap harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Editor : Kholistiono

Berwisata ke Karimunjawa Kini Semakin Mahal

Penarikan tiket kapal untuk wisatawan yang akan ke Karimunjawa (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Penarikan tiket kapal untuk wisatawan yang akan ke Karimunjawa (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

    MuriaNewsCom, Jepara – Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara menjadi salah satu destinasi wisata nasional. Berwisata ke sana harus merogoh kocek yang cukup dalam, apalagi bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, lantaran biaya transportasi, biaya penginapan dan biaya hidup di sana cukup mahal. Tak hanya itu, Pemkab Jepara juga akan segera memberlakukan penarikan retribusi bagi wisatawan mulai Rp 5 ribu hingga Rp 25 ribu.

Rencana penarikan retribusi tersebut telah matang seiring dengan diundangkannya Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 26 Tahun 2010 tentang Retribusi Tempat Rekreasi yang diundangkan di Jepara pada 29 April 2016. Retribusi tersebut nantinya akan menjadi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara.

Kepala Disparbud Jepara Mulyaji mengemukakan, berdasarkan Perda tersebut, wisatawan yang berkunjung di Kepulauan Karimunjawa akan dikenakan retribusi tempat rekreasi dengan besaran tarif  Rp 5 ribu untuk wisatawan lokal (anak-anak dan dewasa), dan Rp 25 ribu untuk wisatawan mancanegara. Besaran tarif tersebut sama untuk semua hari. Baik hari kerja, akhir pekan, dan hari libur tertentu.

“Ya, aturan penarikan retribusi akan segera diberlakukan. Kami memiliki beberapa opsi untuk teknis penarikannya. Salah satunya bekerjasama dengan operator moda transportasi, maupun dengan menempatkan sejumlah petugas secara langsung,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan,  meskipun hal itu seharusnya dapat mulai diberlakukan pada 1 Juni 2016, namun, secara teknis kebijakan itu masih dalam tahap pembahasan. Ditargetkan, aturan itu dapat diberlakukan setelah lebaran tahun ini.“Nanti mungkin teknisnya akan ditarik di Dermaga masing-masing, baik di Jepara maupun di Semarang. Kemudian yang lewat jalur udara ditarik di Bandara Karimunjawa,” ungkapnya.

Mulyaji mengakui, penerapan kebijakan ini masih memiliki kendala. Di antaranya SDM yang minim. Untuk perekrutan SDM baru maupun memindahkan pegawai tak mungkin dilakukan. Untuk itu, pihaknya hanya akan memaksimalkan pegawai yang ada.

Editor : Kholistiono

Harga BBM di Karimunjawa Jepara Dijanjikan Bisa Normal

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas ESDM Jepara, Ngadimin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas ESDM Jepara, Ngadimin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persoalan energi di Kepulauan Karimunjawa masih menjadi perbincangan yang hangat, baik listrik maupun Bahan Bakar Minyak (BBM). Selama ini, harga BBM di wilayah terluar Kabupaten Jepara tersebut jauh diatas harga normal di daratan Jepara maupun harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Kali ini wilayah yang juga menjadi destinasi wisata Jawa Tengah tersebut dijanjikan oleh pemerintah bahwa nantinya harga BBM disana bisa sama dengan di daratan Jepara maupun di wilayah Indonesia sebagaimana harga yang ditetapkan pemerintah. Hal itu sebagaimana hasil pertemuan yang digelar di Provinsi Jawa Tengah berkait dengan persoalan BBM di Karimunjawa.

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara, Ngadimin menjelaskan, dalam rapat di Provinsi baru-baru ini disekapati bahwa Pertamina bersedia memberikan harga normal. Hanya saja ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

”Salah satunya yang paling penting yang diminta Pertamina adalah disediakannya tempat untuk menyimpan BBM disana. Dalam sekali kirim setidaknya ada 3.000 liter BBM jenis premium dan 6.000 liter BBM jenis solar,” ujar Ngadimin kepada MuriaNewsCom, Kamis (26/5/2016).

Lebih lanjut dia menerangkan, jumlah tiap kali pengiriman tersebut didapatkan berdasarkan kebutuhan BBM di Karimunjawa selama satu sampai dua hari. Sehingga dalam jangka waktu dua hari bisa selalu dilakukan pengiriman BBM kesana menggunakan kapal yang nantinya akan disediakan secara khusus meski hanya kapal modifikasi.

”Selama ini harga BBM disana sangat mahal, jauh diatas harga normal. Dengan kebijakan kapal modifikasi diharapkan pendistribusian BBM kesana lancar dan untuk upaya penyetaraan harga BBM juga dapat meringankan beban masyarakat disana,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Antar BBM ke Karimunjawa, Pemprov Jateng Siapkan Kapal Modifikasi

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas ESDM Jepara, Ngadimin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas ESDM Jepara, Ngadimin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persoalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kepulauan Karimunjawa mulai menemukan angin segar. Setelah ada pelarangan distribusi menggunakan kapal kayu serta surat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, kini pemerintah bakal membuatkan kapal modifikasi untuk mengangkut BBM ke wilayah terluar Kabupaten Jepara itu.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara, Ngadimin. Menurut dia, baru-baru ini pihaknya mengikuti rapat di provinsi membahas mengenai masalah pasokan BBM ke Karimunjawa.

”Dalam rapat itu, semua pihak hadir termasuk dari Pertamina. Hasilnya, sisa waktu yang diberikan pak Gubernur ini nanti akan dibuatkan kapal modifikasi yang sesuai syarat minimal kapal boleh mengangkut BBM,” ujar Ngadimin kepada MuriaNewsCom, Kamis (26/5/2016).

Lebih lanjut dia menjelaskan, sampai saat ini waktu tersisa sekitar lima bulan dari enam bulan waktu yang diberikan oleh Gubernur Ganjar Pranowo untuk mengatur pendistribusian BBM ke Karimunjawa agar sesuai dengan aturan. Waktu enam bulan tersebut masih diperbolehkan distribusi menggunakan kapal kayu karena dianggap kondisi darurat.

”Kalau untuk membuat kapal khusus untuk mengangkut BBM sebagaimana di wilayah lain, tidak memungkinkan. Selain dana juga waktu yang diperlukan lama. Jadi solusinya kapal kayu bisa dimodifikasi agar memenuhi batas minimal syarat untuk diperbolehkan mengangkut BBM,” terangnya.

Sedangkan untuk pengangkutan gas elpiji, dianggap tidak memerlukan kapal khusus seperti untuk pengangkutan BBM. Sebab, tabung gas elpigi sudah didesain sedemikian rupa agar tidak bocor dan meledak jika dalam kondisi terkena guncangan maupun gesekan.

”Kalau tabung kan masih sama seperti didarat. Bisa dibawa kemana saja, menggunakan kendaraan apa saja bisa. Untuk gas elpigi sampai saat ini tidak ada masalah,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Asyik, Listrik Karimunjawa Bakal Nyala 24 Jam Mulai Awal Juni 2016

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persoalan energi listrik di destinasi wisata Jawa Tengah, Karimunjawa segera teratasi. Jika sebelumnya listrik di wilayah terluar Kabupaten Jepara itu menyala hanya setengah hari, dipastikan akan menyala 24 jam mulai awal Juni 2016 nanti.

Kepastian tersebut dikatakan oleh Humas PT PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Kudus, Arif Suryadi. Menurut dia, segala infrastruktur dan fasilitas pendukung sudah siap dioperasikan. Termasuk jaringan listrik yang sudah siap mengalirkan energi ke rumah-rumah warga.

”Listrik di pulau besar Karimunjawa yang di dalamnya terdapat di Desa Kemojan dan Karimunjawa akan menyala selama 24 jam mulai 3 Juni mendatang. Kami sudah bisa pastikan. Sebab nanti akan ada launching penyalahan listrik 24 jam di sana,” ujar Arif kepada MuriaNewsCom, Senin (23/5/2016).

Menurutnya, menyalanya listrik selama 24 jam tersebut seperti yang dijanjikan PLN sebelumnya pada saat serah terima secara resmi pada awal Januari 2016 lalu. Saat ini, pihaknya menjanjikan pertengahan tahun warga Karimunjawa akan bisa menikmati listrik sebagaimana di daratan Jepara.

”Tetapi untuk Pulau Parang dan Pulau Nyamuk memang belum bisa sebagaimana di Pulau Besar Karimunjawa. Sebab, untuk Pulau Parang dan Nyamuk masih dikelola PLTD lama. Entah anggaran tahun keberapa nanti akan juga dikelola sebagaimana di Desa Kemojan maupun Karimunjawa,” ungkapnya.

Semua fasilitas dan infrastruktur untuk mengalirkan energi listrik ke dua ribu pelanggan di sana, lanjut Arif, sudah siap dioperasikan.

”Misalnya sumber pembangkit dan kabel transmisi. Sumber listrik masih menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), namun memiliki daya yang lebih besar dari PLTD yang lama. Sumber energi tersebut ditempatkan di Legon Bajak Dukuh Tlaga Desa Kemojan,” katana.

Sedangkan untuk ujung tegangan, kata dia, berada di Desa Karimunjawa. Semua komponen saat ini sudah dikoneksikan ke kabel transmisi sistem 20 Kv ke pelanggan. Diharapkan agenda sesuai rencana sebagaimana harapan masyarakat.

Editor: Supriyadi

Asyik, Karimunjawa Bakal Dibuatkan Bendungan

Gerbang pintu masuk Karimunjawa dipadati pengunjung saat liburan. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz zaman)

Gerbang pintu masuk Karimunjawa dipadati pengunjung saat liburan. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Wilayah terluar Kabupaten Jepara, Karimunjawa bakal segera dibuatkan bendungan. Lokasi yang direncanakan adalah di teluk Legon Lele turut wilayah Kecamatan Karimunjawa. Saat ini detail engineering design (DED) untuk bendungan tersebut tengah dipersiapkan.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jepara, Prabowo menjelaskan, pembendungan teluk yang akan digunakan untuk menampung air hujan dan akan diolah menjadi air bersih. Itu dilakukan untuk menjamin ketersediaan air di pusat destinasi wisata Jawa Tengah itu.

Lebih lanjut Prabowo menceritakan, munculnya rencana itu mengemuka saat pembahasan pemenuhan air bersih di Jepara bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), baru-baru ini. Ketersediaan air di Kecamatan Karimunjawa menjadi salah satu masalah yang dibahas.

”Saat musim kemarau, sejumlah wilayah di wilayah terluar Jepara itu mengalami krisis air bersih. Di sisi lain, mata air di daerah itu tak terlalu banyak. Akhirnya ada wacana membendung salah satu teluk,” ujar Prabowo kepada MuriaNewsCom, Sabtu (21/5/2016).

Menurut dia, hampir dipastikan teluk yang akan dibendung adalah Teluk Legon Lele yang berada di Dukuh Legon Lele Desa/Kecamatan Karimunjawa. Prabowo menjelaskan, lokasi itu dipilih berdasarkan hasil survei. Secara umum,kata dia, teluk yang dibidik tersebut memang representatif.

Sebab, ujung teluk hampir menyambung dengan daratan lainnya, dengan begitu pembendungan tak terlalu panjang. Setelah dibendung, sisa air laut yang terjebak akan dikuras. Selanjutnya akan diisi dengan air hujan melalui aliran dari dataran tinggi.

”Lokasi teluk itu sendiri sudah seperti mangkuk karena dikelilingi dataran tinggi di beberapa sisinya. Saat ini kami menyiapkan DED, semoga saja dapat segera disusun,” terangnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, Pemkab Jepara saat ini tengah mengusahakan adanya penganggaran dari pusat. Itu penting karena menurutnya,Karimunjawa, sampai saat memang belum memiliki instalasi pengelolaan air bersih yang mumpuni.

Dengan terus berkembangnya pariwisata, serta ketersediaan akses transportasi yang sudah memadai, maka investasi di bidang kepariwisataan akan terus berkembang, seperti hotel, rumah makan, maupun homestay. Kebutuhan akan air bersih pun meningkat.

Di Pulau Besar Karimunjawa yang membujur dari Desa Karimunjawa hingga Kemujan, memang terdapat beberapa teluk. Di ujung Desa Kemujan sendiri terdapat tiga teluk.

Editor: Supriyadi

Ini Informasi BMKG Tertang Cuaca di Perairan Karimunjawa Jepara yang Wajib Diketahui Wisatawan

Para wisatawan tengah menunggu kapal untuk menyebrang ke Karimunjawa, Kamis (5/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Para wisatawan tengah menunggu kapal untuk menyebrang ke Karimunjawa, Kamis (5/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Berdasarkan informasi dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca di perairan Jawa Tengah bagian utara dan Karimunjawa cukup bersahabat pada musim libur panjang ini. Sehingga, untuk wisata ke Karimunjawa diperkirakan dapat lancar.

Hal itu seperti yang dikatakan Kabid Perhubungan Laut pada Dishubkominfo Jepada Sutana mengatakan, sejauh ini kondisi cuaca sangat baik. Sehingga pihaknya berani memberikan rekomendasi untuk penambahan trip buat kapal untuk berlayar ke Karimunjawa, terutama KMC Express Bahari.

”Karena cuaca bersahabat, ya kami minta agar ada tambahan trip pelayanan ke Karimunjawa, apalagi penumpang membludak,” kata Sutana, Kamis (5/5/2016)

Hal senada juga dikatakan Dwi Hartanto, dari UPP Syahbandar Jepara. Dia menambahkan, ada kebijakan lain yang diambil yakni dengan mengijinkan penambahan penumpang kapal dari jumlah normal. Untuk KMP Siginjai normalnya menampung 260 penumpang, diijinkan mengangkut 360 penumpang. KMC Express Bahari dari normalnya 410 penumpang diijinkan mengangkut 500 penumpang.

”Lebih dari jumlah itu, tidak bisa. Itu sudah mempertimbangkan beberapa hal,” kata Dwi.

Kebijakan tersebut mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya ketersediaan alat keamanan serta kondisi gelombang laut. Hingga akhir pekan mendatang, kondisi laut diprediksi landai.

”Kondisi perairan mirip kolam renang. Sangat tenang sehingga kami mengijinkan kapal memuat penumpang lebih,” tegas dia.

Kebijakan lain yakni meminta operator KMC Express Bahari untuk menyediakan tiket di loket. Tiket tersebut khusus untuk calon penumpang yang tidak memesan melalui biro wisata.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA: Tambah Trip ke Karimunjawa, Pemberangkatan KMC Express Bahari Malah Molor

Tambah Trip ke Karimunjawa, Pemberangkatan KMC Express Bahari Malah Molor

Wisatawan Karimunjawa tengah menuju ke kapal cepat KMC Express Bahari. (MuriaNEwsCom/Wahyu KZ)

Wisatawan Karimunjawa tengah menuju ke kapal cepat KMC Express Bahari. (MuriaNEwsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Membludaknya wisatawan yang ingin berkunjung ke Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara membuat armada kapal kualahan. Sehingga, pihak pemerintah maupun kapal menambah trip pelayanan penyeberangan ke wilayah terluar Jepara tersebut.

Kordinator pos keselamatan pelayanan UPP Syahbandar, Miswan menyatakan bahwa pihaknya menambah trip untuk Kamis (5/5/2016) dengan dua trip. Jadwal normalnya hari Kamis tidak ada trip untuk pelayaran, namun karena wisatawan membludak sejak Rabu (4/5/2016) kemarin, maka hari ini dibuka layanan dengan dua trip.

”Ya, untuk hari ini dua trip pagi dan siang. Pagi jadwalnya jam 06.00 sedangkan siang jam 11.30 WIB. Ini untuk memberikan pelayanan kepada wisatawan,” kata Miswan kepada MuriaNewsCom, Kamis (5/5/2016).

Meski jadwal pemberangkatan pagi pukul 06.00, namun nyatanya pemberangkatan ke Karimunjawa molor. Pemberangkatan dilakukan sekitar pukul 08.00. Pagi tadi yang berangkat ada sekitar 410 penumpang.

”260 tiket sudah dibooking sebelumnya. Tadi kami buka loket penjualan tiket sekitar 150. Jadi total sesuai kapasitas kapal yakni 410 penumpang,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kabid Perhubungan Laut pada Dishubkominfo Jepada Sutana. Menurutnya, berdasarkan jadwal reguler, Kamis (5/5/2016) KMC Express Bahari sebenarnya tidak ada jadwal pelayaran (off). Tapi karena penumpang mebeludak, trip pelayaran d ilakukan dan ditambah.

“Selanjutnya, pada Jumat hingga Minggu mendatang, KMC Express Bahari juga akan melakukan dua trip pelayaran,” kata Sutana.

Dia mengaku, stakeholder pelayaran menyiapkan skema tersebut tidak hanya untuk mengurai keterlantaran calon penumpang, tapi juga menjamin agar wisatawan bisa kembali ke daratan.

Pada akhir pekan nanti, lanjut Sutana, KMC Express Bahari akan dibantu oleh KMP Siginjai. Sedangkan untuk hari ini dan Jumat (6/5/2016) besok, KMP Siginjai tak lakukan pelayaran karena harus melakukan perawatan mesin.

Editor: Supriyadi

Naskah UN SMP di Karimunjawa Dikirim Lebih Awal

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Akibat terpisah oleh lautan luas, wilayah terjauh Kabupaten Jepara yakni Kecamatan Karimunjawa harus mendapatkan perlakuan yang istimewa. Termasuk soal pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Naskah soal UN tingkat SMP untuk Karimunjawa akan dikirim lebih awal dibanding untuk Kecamatan lain yang ada di daratan Jepara.

Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara, Ali Maftuh mengatakan, pendistribusian naskah soal kami mulai Minggu 8 Mei, kami kirim ke masing-masing sub rayon. Sementara naskah soal untuk  Karimunjawa di kirim pada Sabtu 7 Mei.

”Memang untuk karimunjawa, harus dikirim lebih awal karena harus menyeberang lautan. Yang penting semua naskah saat hari H sudah ada di tangan siswa untuk dikerjakan,” kata Ali Maftuh, Rabu (4/5/2016).

Menurut dia, pelaksanaan UN akan dimulai Senin 9 Mei pekan depan. Secara umum, pelaksanaan UN tahun ini tidak jauh berbeda dengan lalu. Sistem pengawasan dilakukan secara silang. “Secara teknisnya sama tidak ada yang berbeda,” kata Ali.

Dia juga menambahkan, tahun ini ada sekitar 18.629 siswa di Kabupaten Jepara yang bakal mengikuti UN tingkat SMP. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.994 merupakan siswa SMP dan 8.635 merupakan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Ditambah satu SMP Luar Biasa dan enam SMP. Namun, semua siswa SMP Terbuka mengikuti UN bergabung dengan sekolah lain,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Tak Kebagian Tiket, Ratusan Wisatawan Karimunjawa Terlantar di Dermaga Kartini Jepara

Cap// Wisatawan terpaksa menunggu di halaman Dermaga Kartini setelah tak kebagian tiket ke Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Cap// Wisatawan terpaksa menunggu di halaman Dermaga Kartini setelah tak kebagian tiket ke Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Jelang libur panjang pekan ini, wisatawan yang ingin ke Karimunjawa membludak. Saking membludaknya wisatawan yang ingin ke Karimunjawa, ratusan wisatawan terpaksa harus terlantar di dermaga Kartini Jepara lantaran tak kebagian tiket kapal.

Kondisi ini seperti yang terlihat di Dermaga Kartini, Rabu (4/5/2016) pagi tadi. Pagi buta tadi antrean pembelian tiket untuk kapal KMP Siginjai sangat banyak. Bahkan, kemudian tak berselang lama, tiket pun ludes terjual. Ratusan wisatawan yang tak kebagian tiket harus terlantar.

Sedangkan KMC Express Bahari saat ini berada di Karimunjawa setelah melakukan perjalanan pada Selasa (3/5/2016) kemarin. Kapal andalan tersebut baru tiba hari ini sekitar pukul 11.00 WIB, dan tidak mungkin melakukan pelayaran kembali ke Karimunjawa.

Salah satu wisatawan asal Jakarta, Dina Rahmatul mengaku kecewa dengan kondisi ini. Dirinya yang datang bersama temannya harus terlantar di Dermaga Kartini. Terlebih, sejak dari Selasa kemarin, ia dan rombongan sudah sampai di Jepara.

”Kecewa mas, kami sudah sampai Jepara sejak kemarin. Kami tak tahu jika tiketnya malah sudah habis. Belum tahu apa tetap menunggu sampai besok atau tidak,” terang Dina.

Hal senada juga dikatakan wisatawan mancanegara dari Yunanai, Jacrech. Dia mengatakan, sangat menyesalkan pelayanan yang kurang maksimal terhadap calon penumpang kapal yang ingin berwisata ke Karimunjawa. Dia bersama pasangannya tiba di Karimunjawa sejak Selasa malam.

”Saya kira bisa membeli tiket di Dermaga sini, ternyata tidak. Kita kecewa sekali dengan jadwal yang kacau seperti ini,” katanya.

Editor: Supriyadi

Jelang Libur Panjang, Karimunjawa Diserbu Wisatawan

Para pengunjung mengantre tiket menuju Karimunjawa, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Para pengunjung mengantre tiket menuju Karimunjawa, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Karimunjawa masih menjadi salah satu tujuan wisatawan baik lokal, regional, maupun mancanegara. Bahkan, untuk momen libur panjang pekan ini saja, tiket untuk penyeberangan ke Karimunjawa dengan kapal KMC Express Bahari sudah ludes beberapa hari yang lalu.

Begitupula kapal KMP Siginjai, meski tiket dijual di lokasi dermaga, nyatanya langsung ludes. Kondisi ini seperti yang terlihat Rabu (4/5/2016) pagi tadi, ketika loket dibuka pagi buta, tak berselang lama sudah ludes terjual. Ratusan wisatawan yang ingin ke Karimunjawa memenuhi dermaga paling besar di bumi Kartini tersebut.

Mengantisipasi membeludaknya penumpang tersebut, dari hasil kordinasi dengan Dishunkominfo Jepara, UPP Syahbandar, Polairut, dan Pos TNI AL Jepara, PT ASDP yang msngoperatori KMP Siginjai mengeluarkan kebijakan untuk menambah jumlah penumpang. Dari kapasitas maksimal 250 penumpang, diberangkatkan sebanyak 360 penumpang

Kabid perhubungan laut pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Jepara, Sutana mengatakan, untuk mengantisipasi membludaknya penumpang lagi, rencananya kapal akan ditambah trip penyeberangan untuk besok, Kamis (5/5/2016).

“Ya melihat kondisi ini, minat wisatawan yang semakin banyak, besok trip penyeberangan mungkin akan ditambah. Jadi, yang belum bisa berangkat hari ini masih bisa berangkat besok,” katanya.

Editor: Supriyadi

Meski Diperbolehkan Gunakan Kapal Kayu, Distribusi BBM ke Karimunjawa Tetap Diawasi

f-BBM (e)

Kapal kayu yang mengangkut BBM beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah melalui berbagai pertimbangan dan turunnya instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengenai distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke Karimunjawa, akhirnya distribusi BBM dan elpiji ke wilayah terluar Kabupaten Jepara tersebut diperbolehkan menggunakan kapal kayu selama enam bulan kedepan. Meski begitu, pendistribusian tetap diawasi oleh petugas.

Pengawasan tetap dilakukan oleh petugas, terutama dari pihak kepolisian dalam hal ini Satpolair Jepara. Hal itu seperti yang dikatakan Kasatpolair AKP Sama’i melalui Kaurbinops Aiptu Khulaeni.

Menurut dia, ada instruksi dari Gubernur Jawa Tengah mengenai distribusi BBM ke Karimunjawa kembali diizinkan menggunakan kapal kayu. Meski demikian, pengawasan proses distribusi tetap akan dilakukan.

“Pengawasan dilakukan intansinya seputar pengangkutan BBM maupun elpiji sesuai dengan kuota yang diberikan untuk sejumlah desa di Karimunjawa. Hanya soal itu saja, mengenai teknis pengiriman bukan ranah kami,” ujar Khulaeni kepada MuriaNewsCom, Rabu (27/4/2016).

Lebih lanjut dia mengatakan, selain jumlah total kuota BBM dan elpiji untuk masyarakat Kecamatan Karimunjawa, juga ada data kuota untuk tiap desa. Itu dibutuhkan untuk permohonan pembelian BBM dan elpiji. Sedangkan untuk pengangkutannya, kuota tidak harus sama dalam setiap pengangkutan.

“Misalnya, jika kuota solar sebanyak 100 liter per bulan, maka tiap distribusi bisa saja 15 liter, selanjutnya 25 liter dan seterusnya, hingga 100 liter selama sebulan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Terima Surat dari Gubernur, Syahbandar “Izinkan” Kapal Kayu Angkut BBM ke Karimunjawa

BBM (e)

Kapal kayu pengangkut barang. Nantinya BBM dan gas elpiji akan diangkut dengan menggunakan kapal seperti ini (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Krisis bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji di Kepulauan Karimunjawa mendapatkan perhatian publik, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Gubernur meminta semua pihak untuk turut mengambil bagian dalam mengatasi masalah krisis energi di Karimunjawa.
Permintaan Ganjar tersebut juga disampaikan melalui surat yang dilayangkan kepada Pemkab Jepara. Menerima surat tersebut, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Syahbandar Jepara, kemudian memberikan “izin” berlayar bagi kapal kayu untuk mengangkut BBM dan gas elpiji.

Kepala UPP atau Syahbandar Jepara Suripto, mengemukakan, sesuai dengan undang-undang pelayaran, kapal kayu yang selama ini mengangkut BBM dan gas elpiji ke Karimunjawa tidak sesuai dengan persyaratan.

“Tetapi ada surat dari Pak Gubernur. Surat itu sudah kami terima terkait dengan pengangkutan BBM ke Karimunjawa. Kami mengizinkan, tapi tidak berani memberikan Surat Persetujuan Berlayar (SPB),” ujar Suripto kepada MuriaNewsCom, Senin (25/4/2016).

Menurutnya, pihaknya tidak berani memberikan SPB kepada kapal yang biasa mengangkut BBM ke Karimunjawa, karena tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Pihaknya akan memberikan izin berlayar dan mengeluarkan SPB, apabila sudah dimodifikasi khusus untuk mengakut BBM dan gas elpiji.

“Kalau belum didesain khusus, dalam hal ini, Syahbandar tidak mengeluarkan SPB tapi juga tidak melarang berlayar. Ini semata-mata untuk kepentingan masyarakat,” kata Suripto.

Disampakan Suripto, kapal yang kini melayani pengakutan BBM dan ke Karimunjawa, spesifikasi dan bentuknya sama persis dengan kapal pengangkut BBM dan gas elpiji, KM Mangrove Jaya 01, yang terbakar di Dermaga Kartini beberapa waktu lalu.

“Pengawasan pengangkutan BBM nanti disesuaikan dengan gross tonage masing-masing kapal,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Solusi yang Ditawarkan Pemkab Jepara untuk Mengatasi Krisis BBM dan Elpiji di Karimunjawa Masih Buntu

gas_elpiji 2

Ilsutrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sudah sejak beberapa hari yang lalu, sedikitnya 10 ribu warga Kepulauan Karimunjawa mengalami krisis bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji. Itu lantaran adanya pelarangan pengiriman BBM dan gas elpiji menggunakan kapal kayu, setelah adanya insiden kebakaran kapal di Dermaga Kartini awal April lalu. Sementara, solusi dari Pemkab Jepara untuk mengatasi masalah tersebut masih buntu.

Camat Karimunjawa M Tahsinul Khuluq mengatakan, pascaperistiwakebakaran kapal yang mengangkut BBM dan gas elpiji lalu,Karimunjawa terakhir kali menerima pasokan BBM pada 12 April lalu, menggunakan KM Jasa Samudra. Setelah itu belum ada lagi distribusi energi tersebut kesana.

“Terakhir itu 10.934 liter bensin dan 10.904 liter solar yang diangkut KM Jasa Samudera. Meski tak diberikan surat persetujuan berlayar (SPB), kapal tersebut disepekati pihak kemanan dan instansi berwenang untuk diberangkatkan. Tapi, BBM sebanyak itu hanya cukup untuk sepekan,” ujar Tahsin kepada MuriaNewsCom, Jumat (22/4/2016).

Solusi yang diwacanakan Pemkab Jepara yang bakal mengirimkan BBM melalui KMP Siginjai nyatanya belum terlaksana. Sebab, pemkab dan pihak Pertamina masih berbeda pendapat mengenai pihak yang dibebankan untuk membayar biaya sewa kapal.

Kabag Perekonomian Setda Jepara Eriza Rudi Yulianto mengemukakan, belum ada kesepakatan soal siapa pihak yang membayar pengangkutan melalui kapal, juga belum ada kejelasan mengenai truk tangki pengangkut BBM yang akan diseberangkan ke Karimunjawa. Pemkab ingin biaya penyeberangan ditanggung Pertamina. Sedangkan Pertamina, sesuai dengan regulasi yang dimiliki, meminta agen yang membayar biayanya.

“Pemkab meminta hal itu dengan pertimbangan agar harga BBM di Karimunjawa sama dengan di daratan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono