Begini Cara Warga Sekitar Pantai Karang Jahe untuk Mengetahui Gelombang Laut

Suasana di Pantai Karang Jahe Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Ada cara tersendiri bagi warga di sekitar Pantai Karang Jahe Rembang untuk mengetahui kondisi laut, khususnya mengenai gelombang tinggi.

Salah satu cara yang digunakan untuk mengetahui tersebut, biasanya mereka menaiki perahu ke tengah laut, dan sesampainya di tengah mereka akan melihat atau memandang ke arah puncak Gunung Ngargopuro Lasem.

Jika di atas puncak tersebut terdapat gumpalan awan hitam, maka hampir bisa dipastikan akan ada ombak atau pergerakan air laut, atau bisa dikatakan perubahan iklim.

Agus, salah seorang penyedia jasa permainan di Pantai Karang Jahe mengatakan, jika untuk melihat fenomena alam, rata-rata menggunakan cara tradisional tersebut.

“Salah satu yang kita yakini yakni dengan cara melihat pemandangan di atas Gunung Ngargopuro Lasem. Jika di atas gunung itu ada awan hitam pekat maka bisa dijadikan pedoman akan ada ombak atau pergerakan air,” katanya.

Selain cara tersebut, cara yang digunakan yakni ketika melaut dan tiba-tiba melihat ada ikan yang bergerak ke permukaan bahkan ada yang melompat ke permukaan seperti halnya lumba-lumba, maka hal tersebut diyakjni akan ada ombak datang. “Hanya saja ombak yang dimaksud tersebut bukanlah ombak besar. Namun ombak seperti umumnya atau pergerakan air biasa,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

Pantai Karang Jahe Masih Ramai Dikunjungi Wisatawan

Suasana di Pantai Karang Jahe Rembang yang masih dipadati wisatawan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Meski libur Lebaran telah usai, namun sebagian destinasi wisata di Kabupaten Rembang masih ramai dikunjungi wisatawan. Seperti halnya di Pantai Karang Jahe.

Yuni, salah satu wisatawan mengatakan, jika dirinya baru mendapatkan kesempatan cuti kerja, sebab Lebaran lalu masih masuk kerja. Libur ini, katanya dimanfaatkan untuk berlibur ke beberapa tempat wisata, di antaranya Pantai Karang Jahe. “Saat Lebaran lalu saya masih masuk. Meskipun jam kerjanya di kurangi,” katanya.

Ia menilai, berlibur setelah Lebaran justru lebih mengasyikan. Sebab suasana sudah sedikit agak lengang dibandingkan dengan saat Lebaran tiba.

“Justru menikmati liburan ya kayak gini. Cuti setelah Lebaran. Di mana yang lainnya sudah pada masuk, kita gantian yang libur,” selorohnya.

Meski terlihat ramai, namun kondisi di Pantai Karang Jahe jauh berkurang dibandingkan saat hari H lebaran beberapa waktu lalu. “Saat ini juga terlihat masih ramai. Namun keramaian ini kan sudah berkurang lebih banyak dibandingkan beberapa waktu lalu saat masih sebagian orang liburan. Namun kita nyaman suasana ini. Tidak terlalu ramai, dan tidak terlalu sepi,” ungkapnya.

Pada liburan kali ini, dirinya juga membawa serta keluarganya sembari membawa bekal makanan dan ayam panggang yang ia bawa dari rumah.

“Ya sekalian di sini makan bareng sama keluarga dengan membawa bekal makan, lauknya ayam panggang dari rumah. Ya itung-itung juga tasyakuran sudah diberikan kesehatan, rezeki lancar dan bisa berkumpul keluaraga,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Pemilik Jasa Perahu Wisata di Pantai Karang Jahe Sudah Dapat Pelatihan dari Tim SAR

 Para wisatawan saat menikmati liburan di Pantai Karang Jahe Rembang dengan bermain perahu karet. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Para wisatawan saat menikmati liburan di Pantai Karang Jahe Rembang dengan bermain perahu karet. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Di antara fasilitas permainan yang ada di Pantai Karang Jahe Rembang adalah perahu wisata dan perahu karet. Wisatawan yang datang ke tempat ini, bisa menikmati fasilitas tersebut dengan aman dan nyaman.

Sebab, pemilik jasa perahu wisata ataupun perahu karet di Pantai Karang Jahe sudah mendapatkan pelatihan dari Tim SAR. “Soal keamanan dan keselamatan pengunjung yang memanfaatkan perahu wisata ataupun perahu karet, kita jamin. Karena, pengawasan ataupun prosedural yang kita pakai sesuai apa yang didapatkan dari pelatihanan dari Tim SAR,” ujar Ali Musthofa, Pengelola Wisata Pantai Karang Jahe Rembang, Selasa (27/12/2016).

Ia katakan, di Pantai Karang Jahe sendiri, pemilik jasa penyewaan perahu wisata maupun perahu karet berjumlah sekitar 61 orang. Para pemilik pemilik perahu tersebut, berasal dari warga Desa Punjulharjo,Rembang, yang secara geografis berada di kawasan Pantai Karang Jahe.

“Kalau dihitung, pemilik jasa penyewaan perahu wisata itu 11 orang. Sedangkan perahu karet atau ban ada sekitar 50 orang. Mereka juga sudah pernah mendapatkan pelatihan dari Tim SAR, sehingga risiko keselematan pengunjung dapat diminimalisasi,” ungkapnya.

Dirinya menyatakan, jika Pantai Karang Jahe juga aman untuk pengunjung. “Pantai ini sih cukup aman. Sebab jarak sekitar 200 meter dari bibir pantai pun masih dangkal. Namun, kita juga tak serta merta membiarkan para pengunjung bebas berenang ke tengah. Kta selalu memantau pengunjung, dan setiap waktu, polisi yang berjaga di pos selalu mengimbau melalui pengeras suara,agar wisatan lebih berhati-hati,” imbuhnya.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan, jika semua fasilitas, baik penyewaan perahu maupun warung makan yang ada di Pantai Karang Jahe tarifnya standar, seperti pada umumnya.

Editor : Kholistiono