Penerimaan Anggota Polisi di Pati Dipastikan Bebas dari Penyimpangan

Wakapolres Pati Kompol Nyamin memberikan arahan kepada calon anggota Polri di Aula SMAN 2 Pati, Senin (17/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seleksi penerimaan anggota polisi di Kabupaten Pati dipastikan bebas dari penyimpangan. Hal itu ditegaskan Wakapolres Pati Kompol Nyamin, seusai melakukan penandatanganan pakta integritas kepada calon dan orangtua calon peserta seleksi penerimaan anggota Polri di Aula SMAN 2 Pati, Senin (17/4/2017).

“Ini merupakan agenda tahunan untuk melakukan proses rekrutmen anggota Polri. Dalam setiap pelaksanaannya, kami tegaskan Polres Pati mengutamakan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis,” ucap Kompol Nyamin.

Selain itu, pihaknya memastikan bila rekrutmen anggota Polri yang baru di Pati mendasarkan pada konsep integritas dan bebas dari segala bentuk penyimpangan. Hanya dengan rekrutmen yang jujur, institusi Polri akan mendapatkan anggota yang berkualitas.

“Tahun ini, kami mengusung konsep clean and clear. Kami sudah sampaikan, kami akan membawa komitmen Polri dalam penerimaan calon anggota Polri, jangan sampai ada permainan-permainan yang dikotori oknum-oknum seperti misalnya suap,” imbuh Kompol Nyamin.

Karena itu, dia meminta kepada calon anggota Polri yang tengah mengikuti seleksi ke tingkat Polda Jawa Tengah untuk percaya diri, semangat dan bisa memotivasi diri sendiri. Doa orang tua juga ditekankan agar anaknya yang sedang mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri bisa lolos dan menjadi anggota polisi yang baik.

“Jangan percaya kalau ada yang menjanjikan pasti lulus dengan membayar sejumlah uang. Semua calon peserta harus berusaha seoptimal mungkin, sedangkan orang tua mesti mendoakan. Kita bersama-sama menciptakan suasana penerimaan anggota Polri yang berintegritas,” tambahnya.

Saat ini, sedikitnya ada 354 peserta yang lulus dalam seleksi di tingkat Polres Pati. Mereka akan ikut dalam seleksi di tingkat Polda Jawa Tengah. Dari 354 peserta lulus di tingkat Polres Pati, 54 orang merupakan calon Bintara TI, 253 bintara PTU, 23 orang Tamtama, dan 24 orang taruna Akpol.

Editor : Kholistiono

Anggota Polres Pati Sambut AKBP Hamdan dengan Prosesi Pedang Pora

Prosesi pedang pora sambut kedatangan Kapolres Pati yang baru, AKBP Maulana Hamdan di halaman Mapolres Pati, Jumat (17/3/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – AKBP Maulana Hamdan yang akan menjadi pimpinan baru di Polres Pati menggantikan AKBP Ari Wibowo, disambut dengan prosesi pedang pora di halaman Mapolres Pati, Jumat (17/3/2017).

Prosesi tersebut dilakukan untuk memberikan penghormatan kepada AKBP Hamdan yang semula bertugas sebagai Kapolres Kendal, Jawa Tengah. Tak sekadar prosesi biasa, pedang pora menyimpan makna sebagai sebuah upaya untuk menjaga keselamatan dan kelancaran dalam bekerja.

Prosesi pedang pora diawali dengan masuknya AKBP Maulana Hamdan didampingi istrinya ke Markas Polres Pati. Sampai di gerbang Mapolres Pati, keduanya disambut sejumlah perwira lengkap dengan sebilah pedang, berbaris dan saling berhadapan, membentuk gerbang masuk.

AKBP Hamdan dan istrinya berjalan menuju gerbang pora dengan diiringi musik dan taburan bunga sebagai bentuk ungkapan selamat datang. Setelah sampai di ujung gerbang pora, keduanya disambut para perwira yang menghunus pedang dengan formasi payung.

Di sana, AKBP Hamdan disambut AKBP Ari Wibowo, dilanjutkan dengan pengalungan bunga. “Pedang pora sudah menjadi tradisi untuk mengucapkan selamat datang kepada pejabat baru di lingkungan kepolisian,” ungkap Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Pihaknya berharap, Kapolres Pati yang baru bisa tampil lebih aktif, progresif, dapat mengayomi anggota Polres Pati dan masyarakat Pati. “Pak Ari Wibowo sudah bertugas secara optimal dengan memberantas kejahatan tanpa pandang bulu. Kami berharap, ketegasan itu dilanjutkan kapolres yang baru,” harapnya.

Sementara itu, AKBP Hamdan mengaku sangat berterima kasih kepada anggota Polres Pati yang sudah menyambutnya dengan baik. Dia berharap, penyambutan yang baik menjadi awal untuk memimpin anggota polisi di Pati dengan baik.

Editor : Kholistiono

Ini Dia Sosok Kapolres Pati yang Baru

AKBP Maulana Hamdan (kanan), sosok Kapolres Pati yang baru. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati saat ini memiliki pimpinan baru. Sebab, AKBP Ari Wibowo yang menjabat sebagai Kapolres Pati selama sepuluh bulan dimutasi ke Polda Jawa Timur sebagai Kabag Pembinaan dan Karier (Binkar).

Adalah AKBP Maulana Hamdan, yang saat ini akan menjabat sebagai Kapolres Pati menggantikan AKBP Ari Wibowo. AKBP Maulana Hamdan semula menjabat sebagai Kapolres Kendal. “Serah terima jabatan dijadwalkan akan dilakukan di Mapolres Pati pada Jumat (17/3/2017) besok,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Kamis (16/3/2017).

Polisi yang merintis karier sebagai Ipda pada 1997 ini memiliki jenjang karier yang cukup baik. Secara berturut-turut, Hamdan berpangkat Iptu pada 2001, AKP pada 2004, Kompol pada 2009, dan AKBP pada 2013 hingga sekarang.

Pria kelahiran Pasuruan, 19 November 1973 ini pernah menjabat di berbagai instansi kepolisian. Sebelum menjadi Kapolres Kendal pada 2016, dia pernah menjadi Kabag Ops Polres Metro Jakarta Timur Polda Metro Jaya, Kasubditregident Ditlantas dan Koorspripim Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Taman Sari Polres Metro Jakarta Barat, dan sebagainya.

Dimanapun di tempatkan, AKBP Hamdan mengaku akan memberikan yang terbaik di tempat ia bertugas. Dia akan segera beradaptasi dan mempelajari kondisi Kabupaten Pati untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat Pati.

“Saya akan segera beradaptasi, mempelajari situasi dan kondisi yang ada. Dimanapun saya ditempatkan, ditugaskan, kami akan memberikan yang terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara, termasuk kepada anggota sendiri,” ucapnya.

Sementara itu, AKBP Ari Wibowo mengaku terkesan dengan Kabupaten Pati. Kendati hanya sepuluh bulan bertugas di Pati, dia mengaku banyak belajar pengalaman di Pati. “Dengan kehidupan sosial-masyarakatnya yang dinamis, kami banyak belajar dari Pati,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Kapolres Pati Tindak Tegas Anggotanya yang Terlibat Kasus Narkoba

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo didampingi Kabag Ops Kompol Sundoyo memberikan keterangan terkait dengan pemberantasan narkoba di tubuh Polres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo didampingi Kabag Ops Kompol Sundoyo memberikan keterangan terkait dengan pemberantasan narkoba di tubuh Polres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo tidak segan untuk melibas anggotanya sendiri yang terlibat mengonsumsi atau mengedarkan narkoba. Salah satu oknum polisi yang ditangkap tangan AKBP Ari Wibowo berinisial DI.

Selain DI, ada sekitar 21 anggota polisi yang ditahan karena terlibat narkoba. “Selama itu bisa dibuktikan, prosesnya tetap jalan. Ada beberapa anggota yang kita proses. Soal nanti dilakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) akan dikaji, masih layak atau tidak,” ujar AKBP Wibowo.

Untuk membuktikan anggotanya terlibat kasus narkoba, dia meminta keterangan dari tersangka dibuktikan dengan fakta-fakta dan saksi-saksi lainnya. Selama kasus itu bisa dibuktikan, dia akan memprosesnya dengan tegas. Dia tidak ingin institusi kepolisian sebagai penegak hukum yang berkomitmen memberantas narkoba, justru terlibat kasus narkoba.

“Dari bukti urine yang tidak ada barang bukti saja, kita tahan semuanya. Ada 21 anggota yang pernah kita tahan. Saat ini, sehari ada tiga kali sidang untuk memproses itu. Kita main random, ada tanda-tanda tidak beres, langsung kita cek urine,” tuturnya.

Bila terbukti positif, anggotanya akan langsung disidang. Hal itu diharapkan untuk menekan dan meminimalisasi penyimpangan-penyimpangan yang ada di tubuh Polri. Selama ia menjabat sebagai Kapolres Pati, semua anggota harus terdata dan dihukum bila terbukti terlibat kasus narkoba.

DI sendiri saat ini masih menjalani masa persidangan dan dituntut sepuluh tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. DI didakwa Pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terlebih, DI merupakan anggota polisi yang mestinya memberantas, tetapi justru menyalahgunakan sehingga dikenakan tuntutan cukup berat.

DI digerebek pimpinannya sendiri, AKBP Ari Wibowo, saat berada di rumah kontrakan di Kompleks Perumnas Griya Joyokusumo Pati, pertengahan 2016 lalu. Menurutnya, di depan hukum, semua orang sama meskipun anggota polisi. Justru, kata dia, polisi mesti memberikan contoh, bukan melanggar hukum.

Editor : Kholistiono

Kapolda Jateng Pimpin Apel Pengamanan Pilkada Pati

Ratusan polisi mengikuti apel gelar pasukan pengamanan pilkada yang dihadiri Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono di Alun-alun Pati, Selasa (6/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ratusan polisi mengikuti apel gelar pasukan pengamanan pilkada yang dihadiri Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono di Alun-alun Pati, Selasa (6/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono memimpin apel gelar pasukan dalam rangka Ops Mantap Praja Candi 2016 di Alun-alun Pati, Selasa (6/12/2016). Apel digelar untuk persiapan pengamanan Pilkada Pati yang tinggal dua bulan lagi.

Irjen Pol Condro mengatakan, Polri bersama dengan instansi terkait seperti TNI dan tim pendukung lainnya yang dipercaya negara dan rakyat sudah siap mengamankan Pemilukada di Pati pada 15 Februari 2017. Pengamanan pilkada dijadwalkan selesai hingga pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pati terpilih.

“Kita sudah siap dengan tugas pengamanan pilkada. Saat ini, pilkada memasuki tahapan kampanye. Kami berharap, agenda demokrasi harus disikapi dengan penuh kedewasaan berpikir dan bertindak, serta santun dalam berdemokrasi supaya tidak menimbulkan friksi dan konflik,” ujar Irjen Pol Condro.

Rencananya, Polda Jateng akan mengirimkan bantuan kendali operasi (BKO) kekuatan satu kompi pasukan, termasuk satu kompi Brimob yang akan disiagakan di Pati. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan adanya konflik yang ditimbulkan pada saat tahapan pilkada hingga selesai.

“Pilkada Pati dalam kategori aman dan sedang, bukan kategori rawan. Namun demikian, antisipasi sangat diperlukan agar semua bisa berjalan dengan aman, lancar, kondusif dan sukses. Mari kita bersama-sama mengamankan pilkada agar bisa tertib,” imbaunya.

Usai memimpin apel pengamanan pilkada, Kapolda bertemu dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pati untuk melakukan konsolidasi. Penyelenggara pilkada diharapkan bisa terus berkoordinasi dengan baik dengan polisi dan petugas keamanan lainnya, termasuk menjaga netralitas selama pilkada.

Editor : Kholistiono

Polres Pati Adakan Lomba Keagamaan untuk Anak-anak

polres e

Sejumlah putra-putri anggota Polres Pati mengikuti lomba keagamaan di Masjid Al Ikhlas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Polres Pati menggelar beragam lomba keagamaan untuk anak-anak anggotanya. Kegiatan itu untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-70, sekaligus memeriahkan bulan suci Ramadan.

Kompetisi keagamaan yang digelar di Masjid Al Ikhlas Polres Pati tersebut diikuti 117 peserta putri dan 75 peserta putra. Adapun lomba yang diikuti, antara lain lomba adzan dan iqomah, tartil Alquran dan hafalan juz amma.

“Peserta berusia 6 sampai 12 tahun yang merupakan putra dan putri anggota Polres Pati. Untuk para juri, kami bekerja sama dengan enam juri dari Kementerian Agama (Kemenag) Pati,” ujar Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo kepada MuriaNewsCom, Rabu (22/6/2016).

Ia berharap, kompetisi keagamaan untuk putra-putri anggota Polres Pati tersebut bisa menanamkan nilai-nilai agama sejak dini. Selain itu, anggota Polres Pati ingin melakukan revolusi mental pada anak-anak mereka agar bisa menjadi generasi penerus bangsa yang bisa diandalkan agama dan negara.

“Anak adalah generasi emas bangsa. Kami ingin mengenalkan nilai-nilai agama kepada anak sejak dini agar punya mental yang baik. Kelak bila menjadi pemimpin supaya amanah,” tukas Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Editor : Akrom Hazami

 

HARI BURUH : Ternyata Seperti Inilah Buruh di Mata Pengusaha Pati

uplod jam 13 00 buruh maning (e)

Sejumlah perwakilan pengusaha di Pati saat berdialog dengan serikat buruh di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sedikitnya ada 40 perusahaan di Pati yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Sementara itu, buruh yang tergabung dalam serikat buruh mencapai 22.000 orang dan 10.000 orang di antaranya tidak tercatat dalam organisasi serikat buruh.

Perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day di Bumi Mina Tani sudah disepakati untuk tidak melakukan kegiatan pengerahan massa atau demo. Sikap serikat buruh tersebut disambut baik dari pengusaha yang tergabung dalam Apindo.

M Ridwan, salah satu anggota Apindo Pati mengaku memposisikan buruh sebagai mitra kerja. Pasalnya, mereka yang bekerja untuk perkembangan dan kemajuan perusahaan.

“Buruh, termasuk serikat pekerja itu bukan musuh, tetapi mitra. Mitra untuk berembug, diskusi dan komunikasi bila ada hal yang harus dibahas terkait dengan kesejahteraan buruh yang pada akhirnya untuk perusahaan juga. Buruh bukan alat, tetapi mitra manajemen,” ujar Ridwan kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/4/2016).

Ia mengatakan, buruh juga harus mengetahui kondisi perusahaan di saat ekonomi nasional tengah terpuruk. Pada 2015, misalnya. Pihaknya harus melakukan efisiensi karyawan karena kondisi ekonomi nasional yang memang sulit.

Hampir semua perusahaan, kata dia, waktu itu banyak yang melakukan efisiensi karyawan, pengurangan tenaga kerja, bahkan ada yang melakukan penutupan. Karena itu, kondisi itu juga harus dipahami buruh.

“Kita memang harus saling sharing dan menghindari gesekan bila tidak terpenuhinya hak dan kewajiban. May Day itu tidak selalu identik dengan demo. Kegiatan positif seperti jalan sehat, bakti sosial, olahgara, diskusi, dan beragam kegiatan positif lainnya bisa menjadi ajang untuk memperingati May Day,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

 

HARI BURUH : Ratusan Polisi Pengendali Massa Disiagakan untuk Pengamanan di Pati

2 Pejabat Polres Pati Diganti

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho melantik AKP Ikrar Potawari sebagai Kasatlantas Pati yang baru. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho melantik AKP Ikrar Potawari sebagai Kasatlantas Pati yang baru. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Dua orang perwira dari Kepolisian Resort (Polres) Pati diganti pada Jumat (8/4/2016). Dua perwira tersebut, Wakapolres Pati Kompol Sigit Bambang Hartono dan Kasatlantas Polres Pati AKP Samsu Wirman.

Mereka resmi diganti saat melangsungkan serah terima jabatan (sertijab) di Halaman Mapolres Pati. Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho memimpin langsung serah terima jabatan tersebut.

Dengan sertijab tersebut, Kompol Sigit Bambang Hartono digantikan Kompol Nyamin. Sementara itu, AKP Samsu Wirman diganti AKP Ikrar Potawari. “Wakapolres Pati saat ini dipegang Kompol Nyamin dan Kasatlantas dipegang AKP Ikrar Potawari,” ujar Setijo kepada MuriaNewsCom.

Ia menambahkan, mutasi jabatan di lingkungan kepolisian merupakan hal yang wajar. Karena, setiap anggota Polri harus siap ditempatkan dan ditugaskan di mana saja.

Sertijab diharapkan bisa meningkatkan dinamika organisasi supaya lebih sehat, termasuk sistem dan kinerja diharapkan semakin baik. “Semoga ke depan kinerja anggota polisi di Pati lebih baik dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Setijo juga memberikan pesan agar kedua perwira tersebut bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan di Polres Pati. Keduanya juga minta segera memahami peta dan karakteristik masyarakat Pati.

Editor : Akrom Hazami

Polres Pati Terjunkan 155 Personel untuk Amankan Takbiran

Anggota kepolisian dari Polres Pati siap mengamankan malam takbir di Pati. (MURIANEWSCOM/LISMANTO)

Anggota kepolisian dari Polres Pati siap mengamankan malam takbir di Pati. (MURIANEWSCOM/LISMANTO)

PATI – Kepolisian Resor (Polres) Pati menerjunkan sedikitnya 155 personel yang disebar di berbagai titik untuk mengamankan malam takbiran di Pati. Hal untuk menjaga kondusivitas malam takbiran.

Kapolres Pati AKBP Setijo Nugroho HP melalui Kabag Ops Kompol Aan Hardiansyah mengatakan, 155 personel tersebut terdiri dari 40 personel dari Polres Pati, 55 tim pengurai massa dari Satuan Sabhara, dan 60 personel Brimob dari Polda Jawa Tengah.

“Dari 155 personel tersebut, mereka masih mendapatkan bantuan tenaga keamanan dari Polsek setempat. Mereka disebar di sejumlah daerah yang dinilai rawan terjadi aksi tawuran,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Salah satu daerah yang dinilai rentan tawuran, antara lain Kecamatan Kayen, Sukolilo, dan Tambakromo, serta beberapa di antaranya Kecamatan Pati Kota. Selain itu, polisi juga bersiaga di sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan.

“Tim pengurai diharapkan bisa membubarkan massa secara efektif, apabila terjadi aksi tawuran yang melibatkan massa cukup banyak,” imbuhnya.

Kendati begitu, pihaknya berharap agar masyarakat bersama-sama menjaga keamanan. “Kami harap masyarakat mengerti bahwa ini malam takbir yang seharusnya merayakan hari kemenangan dengan mengucap syukur kepada Allah,” imbuhnya. (LISMANTO)

Waspada! Beberapa Wilayah di Pati Masuk Kategori Rawan Kejahatan, Kecamatan Mana Saja?

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho HP. Pihaknya menetapkan 8 kecamatan di Pati yang ditetapkan rawan kejahatan menjelang Lebaran. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho HP (kanan). Pihaknya menetapkan 8 kecamatan di Pati yang ditetapkan rawan kejahatan menjelang Lebaran. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Lebaran kurang dua pekan lagi. Aktivitas warga untuk berkunjung ke rumah keluarga akan meningkat tajam. Untuk itu, Kepolisian Resort (Polres) Pati menetapkan sejumlah titik yang dinilai rawan kejahatan. Lanjutkan membaca