Pos Pengungsian dan Dua Perahu Disiagakan di Jati Kudus

Kapolres Kudus AKBP Ahmad Rifa’i meninjau banjir di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, Jumat (10/2/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketinggian banjir  yang menggenangi wilayah Kecamatan Jati, Kudus, Jumat (10/2/2017) semakin meninggi. Meski hingga kini warga belum mau mengungsi, instansi terkait tetap menyiapkan pos pengungsian.

Pos pengungsian ini disiapkan di Balai Desa Jati Wetan. Selain itu, juga disiapkan dua unit perahu untuk mengevakuasi warga jika banjir semakin meninggi.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i, Jumat pagi tadi meninjau pos pengungsian yang telah disiapkan tersebut. Menurut dia, lokasi pengungsian yang berada di balai desa itu cukup aman untuk digunakan. Selain balai desa, posko tenda juga disiapkan guna kebutuhan masyarakat.

“Banjir semakin tinggi dan sudah masuk permukiman warga. Sehingga kami juga menyiapkan dua perahu yang bisa digunakan untuk masyarakat atau untuk evakuasi,” katanya

Kami juga menyiapkan dua perahu yang bisa digunakan untuk kebutuhan masyarakat atau evakuasi. Sebagaimana dilihat debet semakin tinggi dan masuk pemukiman warga,” katanya saat meninjau banjir di Jati Wetan, Jumat (10/2/2017).

Menurutnya, seluruh jajaran Polsek Jati disiagakan selama banjir. Personel kepolisian akan membantu warga.

Banjir Meninggi Hingga Semeter, Warga Jati Kudus Tetap Ogah Ngungsi

Dikatakan Andy, pihaknya memilih daerah Jati untuk dikunjungi karena berdasarkan laporan yang diterima wilayah tersebut paling besar dampak banjir dan paling dalam.

Sementara itu, Kepala BPBD Kudus Bergas Catursasi Penanggungan saat dihubungi menyebutkan, beberapa warga memang ada yang sudah mengungsi. Namun pengungsian yang dilakukan adalah bersifat mandiri ke rumah saudaranya yang tak kebanjiran.

“Mereka pindah dari rumahnya ke rumah saudaranya. Jadi meskipun pos pengungsian disiagakan, namun sepi karena warga bertahan dan sebagian lainnya ke rumah saudaranya,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Pokemon Go di Ponsel Polisi Kudus Tak Ada, Adanya Game COC

Wakapolres Kudus Kompol Yudy Arto Wiyono memeriksa salah satu ponsel anggotanya agar tidak ada permainan Pokemon Go. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Wakapolres Kudus Kompol Yudy Arto Wiyono memeriksa salah satu ponsel anggotanya agar tidak ada permainan Pokemon Go. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom,Kudus – Dilarangnya polisi bermain game ‘Pokemon Go’ ternyata benar-benar diseriusi. Untuk memastikan hal itu benar berjalan, maka sejumlah ponsel pintar polisi diperiksa atau inspeksi mendadak (sidak), di Mapolres Kudus, Senin (18/7/2016).

Proses pemeriksaan ditangani Wakapolres Kudus Kompol Yudy Arto Wiyono. Yudi mendatangi anggotanya satu per satu. Kemudian, Yudy meminjam ponsel polisi bersangkutan, dan memastikan tidak ada game Pokemon.

Pantauan di lokasi, titik pertama sidak yang dituju adalah bagian piket jaga di gerbang masuk mapolres.

Sidak kemudian dilanjutkan pada bagian Sat Sabhara. Dilanjutkan ke beberapa bagian lain di mapolres. Hasilnya, Yudy tidak menemukan ponsel polisi yang memiliki Pokemon Go.

“Adanya COC, yang Pokemon tidak ada dalam hp para polisi di sini,” jawab Yudi singkat sambil menunjukkan ponsel pintar milik salah seorang polisi.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai menambahkan kalau larangan kepada polisi sangat jelas. Sehingga bagi yang melanggar akan diberikan teguran secara langsung.

Editor : Akrom Hazami

 

Kapolres Kudus Emoh Kendaraan Polisi Jelek saat Pantau Mudik

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai sedang mengkroscek kendaraan jajarannya di lapangan Rendeng Kota Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai sedang mengkroscek kendaraan jajarannya di lapangan Rendeng Kota Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus  – Sebanyak 354 kendaraan polisi, baik roda dua dan empat, diperiksa Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai di lapangan Rendeng, Rabu (15/6/2016).

Tujuannya adalah untuk melakukan persiapan penjagaan dan pengawasan kegiatan arus mudik tahun 2016. Supaya, kegiatan arus mudik bisa terpantau dengan baik.

Andy mengatakan, kegiatan pemeriksaan ini untuk menyambut arus mudik mendatang. “Bila pemeriksaan kendaraan ini, ada yang kurang normal, maka akan kita evaluasi, dan benahi secara cepat,” kata Andy.

Pantauan MuriaNewsCom, pengecekan tersebut meliputi lampu, lampu sein, klakson, mesin, ban dan lainnya.

“Dengan pengecekan ini nantinya bisa membuat kinerja maksimal. Karena kita ingin memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam pemeriksaan ini seluruh kendaran polisi baik mulai dari tingkatan polsek hingga kepolisian yang ada di polres dicek. “Sehingga nantinya semua polisi yang ada di Kudus bisa bersinergi,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

AKBP M Kurniawan Pamitan ke Warga Kudus

 

 

Suasana pisah sambut kapolres Kudus yang baru, dari AKBP M Kurniawan ke AKBP Andy Rifai, di Hotel Griptha, Jumat (20/5/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suasana pisah sambut kapolres Kudus yang baru, dari AKBP M Kurniawan ke AKBP Andy Rifai, di Hotel Griptha, Jumat (20/5/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Pimpinan Polres Kudus resmi berganti. Dari AKBP M Kurniawan, ke AKBP Andy Rifai. Pada acara pisah sambut di Hotel Griptha, Jumat (20/5/2016) malam, M Kurniawan pamit kepada warga Kudus.

Pada kesempatan itu, AKBP M Kurniawan mengutarakan bahwa barang atau
hal yang mengenakkan, itu pasti akan bersifat sekejap. ”Misalkan saja jabatan kapolres ini, memang mengenakkan. Namun sudah tidak terasa hampir satu tahun lamanya, ya,” katanya di hadapan para undangan.

Kurniawan mengatakan, pihaknya berharap semua pihak bisa mensyukuri semua yang diperolehnya dengan baik. ”Termasuk memanfaatkan semuanya dengan positif juga,” tuturnya.

Oleh sebab itu, dalam acara yang dihadiri Bupati Kudus H Musthofa, anggota DPRD Kudus, pengusaha, dan media, digunakan untuk berpamitan. Sekaligus mengenalkan kapolres yang baru.

”Saya mohon pamit kepada seluruh warga Kudus. Mudah-mudahan dengan kepemimpinan yang baru oleh Bapak Andy Rifai ini, kinerja kepolisian bisa baik, dekat masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu,dirinya juga meminta doa untuk kelancaran di tempat tugas terbarunya, di Polda Sulawesi Selatan. ”Saya memohon doa supaya bisa mengemban tugas baru yang ada di kampung halaman saya. Dan saya mohon pamit serta mohon maaf bila ada kekhilafan,” imbuhnya.

Editor: Merie

Pedang Pora Sambut Kedatangan Kapolres Kudus Baru

pedang pora e

Aksi pedang pora menyambut Polres Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Aksi pedang pora menyambut kedatangan Kapolres Kudus baru, AKBP Andy Rifa’i, meriah, Jumat (20/5/2016). Penyambutan tersebut dilakukan mulai dari gerbang timur Polres Kudus hingga menuju depan halaman kantor polres.

Dalam penyambutan itu, juga diberikan kalung bunga sebagai tanda penghormatan dan selamat datang di tempat tugas yang baru. Diketahui, AKBP Andy Rifa’i yang mulanya menjabat sebagai Kapolres di Sukoharjo tersebut akan menggantikan Kapolres Kudus yang lama AKBP M Kurniawan yang kini akan pindah tugas di Polda Sulawesi Selatan.

Selain tradisi pedang pora, tradisi payung pora juga dipertunjukan. Tak beda jauh dengan tradisi pedang pora, payung pora juga memakai pedang panjang. Namun pasukan yang membawa pedang tersebut berbaris secara melingkar seperti halnya bentuk lingkaran payung.

Gunanya ialah di dalam barisan yang melingkar tersebut, kapolres lama akan menyerahkan kunci kantor Polres Kudus kepada kapolres baru.

Setelah tradisi pedang pora dan payung pora selesai, barulah Kepolres Kudus baru menggunting bunga yang melintang di depan pintu mapolres sebagai tanda tempat tugas terbaru sudah mulai dihuni dan untuk menjalankan tugas.

Editor : Akrom Hazami

 

Polres Kudus Pastikan Tak Ada Biaya Khusus Pelat Nomor Cantik

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Aron Sebastian (Polres Kudus)

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Aron Sebastian (Polres Kudus)

 

MuriaNewCom, Kudus – Kasat Lantas Polres Kudus AKP Aron Sebastian memastikan bahwa pengurusan pelat nomor cantik tak ada biaya khusus.

“Kami pastikan Polres Kudus dan Polda Jateng tidak pernah memberlakukan biaya khusus untuk pembuatan pelat nomor cantik. Sementara mengenai nominal yang sebelumnya diberitakan itu tidak benar ” kata Aron kepada MuriaNewsCom, Selasa (2/2/2016).

Berita ini sekaligus meralat di MuriaNewsCom yang terbit pada 10 Desember 2015 (http://www.murianews.com/2015/12/10/63498/ingin-nomor-pelat-kendaraan-cantik-siap-rogoh-kocek-selangit.html).

Aron mengatakan, mengenai hal nominal dan biaya yang dibebankan kepada pemesan nomor, pihaknya tidak membenarkan. Sebab aturan yang mengatur soal hal itu masih belum selesai.

“Ada revisi PP Nomor 50 tahun 2010 tentang PNBP , yang mana dalam satu poin di antaranya adalah mengatur dalam hal pengaturan nomor-nomor pilihan,” tambahnya.

Pihaknya masih menunggu edaran secara resmi terkait hal tersebut. Selain itu, mengenai jumlah yang diberikan juga hingga kini masih belum ada keputusan yang pasti. Sebab aturan tersebut juga masih belum disahkan.

Soal nominal yang dicantumkan hingga puluhan juta juga salah. Soalnya, aturan tersebut masih belum selesai direvisi. ” ungkapnya menegaskan kembali.

Editor : Akrom Hazami

Polres Kudus Mulai Tangani Aduan Warga Dampak Logung

AKBP M Kurniawan, Kapolres Kudus

AKBP M Kurniawan, Kapolres Kudus

 

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus tengah menangani laporan warga dampak Logung mengenai laporan perusakan tanah. Selain memeriksa pihak pekerja, Polres juga bakal memanggil warga pemilik lahan untuk dimintai keterangan.

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan mengatakan, laporan dugaan perusakan lahan warga yang akan digunakan untuk proyek waduk Logung masuk di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo dan Kandangmas, Dawe, sebelumnya petugas operator berat diperiksa oleh pihak kepolisian. Usai memeriksa, Polres Kudus juga terus melanjutkan pemeriksaan pada kalangan lain.

Kalangan lain yang juga diperiksa adalah pemilik lahan. Pemeriksaan dilakukan untuk menentukan ada atau tidak kerusakan serta berapa kerugiannya.

”Kami tindak lanjuti laporan warga. Namun kami juga mengumpulkan data mengenai kebenaran laporan itu. Sehingga pemilik lahan juga kami mintai keterangan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, jika dalam pemeriksaan lebih lanjut nantinya terbukti sebuah pemeriksaan, maka akan dilakukan penindakan yang semestinya. Misalnya kerugian di bawah Rp 2,5 juta maka proses hukum diarahkan ke tindak pidana ringan (tipiring). Bila kerugian di atas nominal tersebut, proses hukum dilakukan sesuai prosedur yang ada.

Soal pengamanan, dari petugas kepolisian masih mengamankan dengan patroli secara rutin. Meski belum ada pengajuan secara resmi, namun petugas masih melakukan pengamanan.

Editor : Titis Ayu Winarni

Fortuner Mewah jadi Mobil Dinas Kapolres dan Kepala Kejari Kudus

Suasana pembagian mobil untuk pejabat di kantor Pemkab Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana pembagian mobil untuk pejabat di kantor Pemkab Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Bukan hanya babinkamtibmas dan babinsa yang mendapatkan bantuan kendaraan. Melainkan, Kapolres Kudus AKBP Muhammad Kurniawan dan Kajari Kudus Hasran Harahap S juga mendapatkan kendaraan baru. Keduanya mendapatkan mobil jenis Toyota Fortuner.

Hal itu disampaikan Asisten 3 Setda Pemkab Kudus, Mas’ut. Menurutnya selain ratusan kendaraan, terdapat pula dua buah mobil untuk operasional jenis Fortuner dan juga satu buah unit ambulance.

“Ada tiga mobil yang dibagikan. Satu di antaranya adalah jenis ambulance dan itu diberikan untuk Polres Kudus,” katanya.

Menurutnya, untuk mobil ambulance dimaksudkan untuk mempercepat proses penanganan kecelakaan. Khususnya di bidang lalu lintas. Selain itu, juga membantu proses penanganan kegiatan polisi yang lain.

“Untuk membantu proses kegiatan kepolisian. Jadi kalau ada kecelakaan atau hal lain segera ditangani,” ujarnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Hai Debt Collector! Ingat, Tak Dibenarkan Ambil Kendaraan yang Mengalami Tunggakan Kredit dengan Cara Kekerasan

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Ada kalanya kita menemukan kasus kredit macet dalam hal pembayaran kendaran bermotor. Menyikapi hal ini, juga tak jarang ditemukan kasus pihak leasing yang langsung mengambil paksa kendaraan tersebut. Bukan hanya dilakukan di rumah, namun juga di jalanan.

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan menegaskan jika cara tersebut tidak dibenarkan. Menurutnya, urusan terlambat membayar kredit adalah urusan hutang, sehingga proses yang dilakukan juga proses hutang, bukan penarikan kendaraan.

“Masyarakat yang membeli kendaraantidak akan peduli mau kredit atau cash, jika sudah membeli pastinya sudah merasa memiliki. Apapun caranya pasti dipertahankan. Jika dep collector sampai merebut paksa kendaraan, bisa terjadi perkelahian, karena pemilik kendaraan merasa tidak salah untuk mempertahankan kendaraannya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pembayaran kendaraan yang menunggak harus dilakukan proses baik, yakni dengan aturan penunggakan hutang. Sebab, jika mengambil paksa, apalagi dijalan, pihak leasing dapat terkena masalah.

Untuk itu, petugas kepolisan siap memfasilitasi jika terdapat hal semacam itu. Jika terjadi hal yang merugikan satu pihak, polisi siap untuk memberikan solusinya.

“Kalau dept collector sampai masuk kampung, mengambil paksa kendaraan dan pemilik bilang maling, bisa babak belur dia. Bahkan warga yang marah bisa berbuat lebih nekat. Kalau seperti itu siapa yang dirugikan,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Kapolres Bakal Segera Panggil Leasing yang Ada di Kudus, Ada Apa?

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Banyaknya pengguna sepeda motor yang melakukan pembayaran secara kredir, membuat pertumbuhan leasing semakin tinggi. Namun, hal tersebut terkadang tidak diimbangi dengan pelayanan yang memuaskan terhadap nasabah. Di antaranya, terkait dengan penarikan kendaraan jika ada nasabah yang menunggak.

Terkait hal ini, Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan bakal memanggil semua perusahaan leasing yang ada di Kudus. Nantinya, pihaknya bakal memberikan pengarahan terhadap perusahaan leasing mengenai cara penanganan terhadap nasabah.

“Kita bakal memberikan pembinaan kepada mereka, khususnya dept collector, yang bersentuhan langsung dengan nasabah, ketika ada tunggakan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pembinaan perlu segera diberikan, lantaran aturan mengenai leasing juga sudah jelas. Selain itu, banyaknya pertumbuhan sepeda motor di Kudus yang proses pembayarannya tidak semuanya dilakukan secara cash, menunjukkan banyak masyarakat yang menggunakan jasa leasing.

“Tugas kami adalah mengayomi masyarakat. Jadi jangan sampai ada yang dirugikan antarkedua pihak,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Keberadaan Pos Pengamanan Harus Bisa Maksimalkan Kepolisian Ciptakan Suasana Kondusip Selama Lebaran

Wakapolda Jateng Brigjen Pol Musyafak (MuriaNewsCom/FAISOL HADI)

Wakapolda Jateng Brigjen Pol Musyafak (MuriaNewsCom/FAISOL HADI)

KUDUS – Selain untuk memaksimalkan pengaturan arus mudik dan balik selama lebaran, keberadaan pos pengamanan yang dibuat Polres Kudus dan tim diharapkan bisa membantu memaksimalkan petugas kepolisian dalam menjaga suasana yang kondusif selama lebaran.

Hal itu disampaikan Wakapolda Jateng Brigjen Pol Musyafak kepada MuriaNewsCom Jumat (10/7/2015). Menurutnya pos pam tersebut dibuat agar masyarakat tetap nyaman dan tidak ada masyarakat yang dirugikan.

”Hal yang perlu diwaspadai adalah seperti petasan, perkelahian dan uang palsu. Kejadian semacam itu seringkali meningkat ketika menjelang lebaran dan sesudahnya,” katanya saat mengunjungi Mapolres Kudus.

Menurutnya, semua pos pam di Jateng sudah selesai dibangun. Sehingga pelaksanaan pengamanan arus mudik sudah mulai difungsikan sebagaimana mestinya.

”Kami juga mendapatkan bantuan kendaraan sejumlah 100 unit dari Mabes Polri. Dengan jumlah kendaraan yang banyak itu diharapkan dapat mengurai kemacetan dan dapat membantu masyarakat. Hanya kendaraan itu tidak kami taruh di Semarang atau Kudus. Sebab daerah ini masih aman dan kondusif,” ujarnya.

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan mengatakan, lima pos pam yang ada di beberapa tempat di Kudus sudah mulai difungsikan. Berbagai petugas dari Polres Kudus, TNI, Satpol PP dan pramuka juga sudah menjalankan kegiatannya di masing-masing pos.

”Hingga kini masih dalam kondisi aman dan terkendali. Jadi masih dapat diatasi, mungkin puncak pemudik nanti pada H – 4,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)