Polres Grobogan Buka Posko Pengaduan Korban First Travel

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano menunjukkan posko pengaduan korban First Travel yang ditempatkan di kantor Satreskrim. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasus ribuan warga yang gagal diberangkatkan umrah oleh perusahaan penyelenggara ibadah umroh (PPIU) First Travel ternyata mendapat perhatian cukup serius dari Polres Grobogan.

Indikasinya, bisa dilihat dengan dibukanya posko pengaduan di ruang Satreskrim bagi warga Grobogan yang ikut jadi korban First Travel, Kamis (31/8/2017).

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano menyatakan, pembukaan posko pengaduan bertujuan untuk menampung keluhan atau aduan dari warga. Pembukaan posko dilakukan karena dari informasi yang diterima, ada ratusan waga Grobogan yang mendaftarkan umrah lewat First Travel tetapi belum kunjung diberangkatkan.

”Sejauh ini memang belum ada aduan dari masyarakat yang jadi korban First Travel. Jika nanti ada laporan masuk, akan kami tindak lanjuti,” ungkapnya.

Sebelumnya, warga Grobogan yang jadi korban First Travel sempat mengadu ke kantor Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Jateng di Semarang. Jumlah pendaftar yang mengadu ke AMPHURI ini mencapai 160 orang. Dalam pengaduannya mereka menuntut uangnya dikembalikan atau segera diberangkatkan umrah.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali menyatakan, kasus yang menimpa korban First Travel itu bisa diselesaikan dengan baik. Harapannya, para korban nantinya bisa tetap berangkat menunaikan ibadah umroh atau setidaknya uangnya bisa dikembalikan.

Terkait kasus tersebut, Hambali meminta kepada masyarakat supaya mengambil hikmahnya. Untuk selanjutnya, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat memilih PPIU ketika ingin menunaikan ibadah umroh.

”Pesan saya, masyarakat agar lebih hati-hati. Cari informasi tentang PPIU yang menawarkan jasanya. Atau supaya lebih jelas, bisa minta informasi ke kantor Kemenag untuk mengetahui PPIU yang resmi dan sudah terakreditasi lembaganya,” pesannya. 

Editor : Supriyadi

Agar Tak Sembarang Berceloteh di Dunia Maya, Puluhan Pelajar Dibekali Cara Bijak Gunakan Medsos

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat menyampaikan imbauan pada pelajar supaya bijak dalam memanfaatkan medos. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning meminta para pelajar agar bisa bersikap bijak dalam memanfaatkan media sosial. Hal itu disampaikan saat menghadiri acara pelatihan jurnalistik televisi yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Grobogan, Sabtu (11/3/2017).

“Seperti kita ketahui, medsos ini sudah digunakan oleh berbagai kalangan. Mulai anak-anak sampai orang tua sudah akrab dengan dunia medsos. Termasuk di dalamnya kalangan pelajar. Untuk itu perlu dilakukan berbagai pemahaman supaya mereka bisa menggunakan medsos dengan bijak,” katanya.

Acara pelatihan jurnalistik yang dilangsungkan di Aula Jananuraga Mapolres Grobogan, dibuka Bupati Grobogan Sri Sumarni. Hadir pula Kasdim 0717/Purwodadi Mayor Ngatijo dan pengasuh Ponpes Manba’ul A’laa Purwodadi Ahmad Liwaul Hamdi.

Menurut Agusman, hadirnya medos di satu sisi memang banyak sekali manfaatnya. Seperti menambah teman, memperluas jaringan, dan mencari berbagai informasi.

Namun, di sisi lain, banyak pula hal-hal negatif yang ada di balik medsos tersebut. Misalnya, banyak berita tidak benar atau hoax yang sering muncul dalam medsos.“Keberadaan medsos memang seperti dua mata pisau. Banyak manfaat dan juga ada dampak negatifnya. Hal inilah yang harus jadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Untuk menekan dampak negatif, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman tentang keberadaan media sosial tersebut. Termasuk peraturan perundangan yang mengatur masalah tersebut.

Kemudian, hal-hal yang perlu dihindari dalam penggunaan media sosial juga perlu disampaikan. Misalnya, hati-hati berteman dengan akun atau grup yang tidak dikenal, menampilkan konten yang tidak sesuai dengan etika, dan menghujat seseorang.

Selain itu, butuh pula dukungan pengawasan dari orang tua terhadap aktivitas yang dilakukan anaknya menggunakan fasilitas internet. Baik lewat komputer, laptop atau smartphone. “Penting bagi orang tua untuk dapat memastikan keamanan anak-anaknya saat berinteraksi di media sosial. Jangan biarkan begitu saja ketika anak sudah asik main internetan,” sambungnya.

Editor : Kholistiono

Kapolres Grobogan Terjun ke Jalan Ikut Atur Lalu Lintas

 

 

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning terlihat ikut mengatur lalu lintas dan menyeberangkan anak sekolah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning terlihat ikut mengatur lalu lintas dan menyeberangkan anak sekolah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemandangan yang tidak biasanya terjadi di Jalan Diponegoro Purwodadi, Rabu (3/8/2016). Di mana, ada sosok polisi ‘baru’ yang ikut bertugas membantu arus lalu lintas di kawasan yang banyak terdapat sekolahan tersebut.

Mengenakan topi dan rompi hijau, polisi yang satu ini juga ikut membantu menyeberangkan anak sekolah menuju sekolahan ataupun pengguna jalan lainnya. Tidak banyak tahu kalau sosok polisi yang satu ternyata adalah Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning.

“Masak, polisi yang itu adalah kapolres, mas. Saya kira anggota Satlantas baru yang ditugaskan di sekitar sini saat jam berangkat atau pulang sekolah,” kata Imam, salah seorang pelajar SMA ketika diberitahu mengenai sosok polisi yang ikut bertugas mengatur lalu lintas di situ.

Selain membantu menyeberangkan, Agusman juga beberapa kali sempat memberikan nasehat pada para pelajar. Mereka diminta untuk selalu berhati-hati saat berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas guna keselamatan bersama.“Adik-adik harap hati-hati kalau mau menyeberang jalan. Jangan lupa, selalu mematuhi aturan lalu lintas, ya,” pesan Agusman pada beberapa pelajar.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan itu merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan diri dengan berbagai elemen masyarakat. Hal itu juga sesuai dengan program 100 hari yang dicanangkan Kapolri supaya anggota lebih mendekatkan diri pada masyarakat.

 Editor : Kholistiono