Ratusan Kapal Cantrang di Rembang Kini Mulai Melaut

Ratusan kapal yang beberapa waktu lalu bersandar di pelabuhan Rembang. Kini ratusan kapal cantrang sudah mulai melaut. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sebanyak 171 kapal motor pencari ikan berjaring cantrang di Rembang kembali melaut. Hal itu dilakukan seiring perpanjangan lagi relaksasi larangan cantrang menjadi hingga akhir 2017.

Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung Kabupaten Rembang Sukoco mengatakan, di wilayah Rembang saat ini suasana nelayan sudah kembali kondusif setelah larangan penggunaan cantrang diulur masa berlaku efektifnya selama enam bulan lagi hingga akhir 2017 mendatang.

“Kini sudah banyak nelayan cantrang kembali melakukan aktivitas melaut. Sementara itu, pemeritah juga sudah memperbolehkan nelayan menggunakan alat tangkap jenis cantrang, namun hanya sampai pada akhir 2017,” ujarnya.

Kemudian ia juga memastikan, 171 kapal yang kembali melaut itu sudah mengantongi surat izin penangkapan ikan atau SIPI.

“Kami juga sudah verifikasi jumlah kapal cantrang di Rembang, yang jumlahnya kini 280 kapal. Secara riil, dari 280 kapal cantrang itu, bobot matinya berkisar antara 10-80 gross ton,” katanya.

Kepala TPI “Cantrang” Tasikagung Tukimin mengatakan, pihaknya terakhir kali melelang ikan pada 1 Juli 2017. Sejak saat itu, tidak pernah ada aktivitas pelelangan ikan di TPI cantrang, sehingga raman nol rupiah.

“Kalau raman, sejak Januari sampai Juni 2017 hanya Rp 20,6 miliar. Terakhir ada lelang, tanggal 1 Juli 2017. Kalau ini nelayan cantrang sudah melaut lagi, kami jadi bisa berharap mencatat lagi raman pada bulan Agustus nanti,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

6 Awak Kapal Juwana yang Tenggelam di Goa-goa Diprediksi Pulang Besok

Seorang nelayan tengah beraktivitas di kawasan Sungai Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang nelayan tengah beraktivitas di kawasan Sungai Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Enam awak kapal asal Juwana yang tenggelam di Perairan Goa-goa, Kabupaten Sumenep, Madura diprediksi akan pulang Jumat (21/8/2015) besok. Karena, pemilik kapal Dodok menjemput enam pekerjanya tersebut sejak Kamis (20/8/2015).

“Tadi pemilik kapal sudah menjemput melalui jalur laut. Kalau tidak ada halangan, mereka diprediksi bisa kembali pulang ke Juwana pada Jumat (21/8/2015). Semoga saja lancar,” kata Kasi Kesyahbandaran Kelas II Juwana, Rahmad Seno Aji saat dikonfirmasi MuriaNewsCom.

Ia juga memastikan, jika semua awak kapal selamat dari insiden kecelakaan. “Satu juru mudi bernama Suyadi asal Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan dan tiga ABK baru ditemukan hari ini. Sedangkan dua ABK sudah ditemukan pada Rabu,” imbuhnya.

Berkaca dari insiden ini, ia mengimbau kepada nelayan agar lebih berhati-hati saat nelayan, mengingat perairan Laut Jawa saat ini masih belum stabil. “Saat ini, ada potensi laut dengan gelombang mencapai 2,5 meter. Potensi hujan disertai angin kencang juga ada,” imbaunya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Kapal Nelayan Juwana Tenggelam di Perairan Goa-goa Madura, Bagaimana Nasib ABK?

Sejumlah kapal disandarkan di Sungai Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah kapal disandarkan di Sungai Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sebuah kapal penampung ikan KM Selamet Barokah yang berangkat dari Juwana, Pati pada Jumat (14/8/2015) lalu dilaporkan tenggelam di Perairan Goa-goa, Kabupaten Sumenep, Madura, Rabu (19/8/2015) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Kejadian ini dibenarkan Kasi Kesyahbandaran Kelas II Juwana Rahmad Seno Aji. “Alhamdulillah, setelah penumpang bertahan selama satu hari, mereka ditemukan pada Kamis (20/8/2015) tadi pagi dan selamat,” ujar Seno saat dikonfirmasi MuriaNewsCom.

Belum jelas penyebab kecelakaan yang menyebabkan kapal tenggelam. Tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden tersebut. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar.

“Total anak buah kapal (ABK) yang terlibat dalam insiden tersebut ada lima dengan satu juru mudi. Informasi yang kami terima, ombak di perairan tersebut sangat tinggi waktu itu,” katanya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Gelombang Capai Empat Meter, Kapal Menuju Karimunjawa Tidak Diizinkan Berlayar

f-karimunjawa (2) (e)

Salah satu kapal bersandar di Dermaga Kartini. Kapal tidak diizinkan berlayar karena gelombang tinggi(MuriaNewsCom/WAHYU  KZ)

JEPARA – Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah hari ini, Selasa (14/7/2015) Wilayah perairan Karimunjawa yakni di Perairan Selatan Kalimantan Tengah, Laut Jawa Bagian Tengah, Perairan Kepulauan Karimunjawa dan Perairan Utara Jawa Tengah umumnya berawan. Lanjutkan membaca

Miniatur Kapal dari Bambu Buatan Agung Tembus Rp 500 Ribu

Agung Nugroho (22), warga Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo menunjukkan miniatur kapal buatannya yang dibuat dari bambu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Agung Nugroho (22), warga Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo menunjukkan miniatur kapal buatannya yang dibuat dari bambu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Miniatur kapal dari bambu buatan Agung Nugroho (22), warga Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo tembus Rp 500 ribu. Harga tersebut terbilang cukup murah, mengingat tingkat kesulitan membuat miniatur kapal begitu rumit. Lanjutkan membaca