KMP Siginjai Belum Bisa Layani Pelancong ke Karimunjawa

KMP Siginjai terlihat bersandar di Pelabuhan Kartini Jepara. Jumat (14/4/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kapal Motor Penumpang (KMP) Siginjai belum bisa melayani penyeberangan ke Karimunjawa, lantaran belum mengantongi izin berlayar dari Syahbandar Jepara.  Meskipun demikian, kapal yang dioperasikan oleh PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) itu telah terlihat di Pelabuhan Kartini setelah menjalani prosedur perawatan selama 20 hari, Jumat (14/4/2017). 

Kepala PT. ASDP Cabang Jepara, Yudi Yanuar mengatakan, kapal baru saja berlabuh di Pelabuhan Kartini Jumat pagi. Hal itu setelah kapal tersebut dinilai layak beroperasi oleh Marine Inspector dan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Namun demikian, untuk dapat berlayar melayani penumpang dan barang, pihaknya perlu mengantongi izin dari Syahbandar. 

“Kami masih menunggu izin berlayar, karena setelah melakukan docking, harus ada administrasi yang perlu diselesaikan,” ujar Yudi. 

Terkait momentum libur panjang akhir pekan, pihaknya mengaku berusaha untuk bisa melayani pelancong. Namun demikian, hal itu masih harus menyelesaikan berbagai persyaratan administrasi. 

Dirinya mengatakan, telah berkomunikasi dengan Syahbandar terkait izin berlayar. Selain itu, Yudi pun mengaku telah mengadakan pembicaraan dengan Dishub Kabupaten Jepara. 

“Permasalahannya begini, pihak Syahbandar dan Dishub sedang berada di luar Jepara. Selain itu, hari Jumat juga bertepatan dengan libur nasional. Namun kami mengusahakan agar Sabtu (15/4/2017) bisa berlayar,” tuturnya. 

Editor : Kholistiono

KMP Siginjai Tunggu Lampu Hijau Sebelum Berlayar

KMP Siginjai saat berlabuh di Pantai Kartini Jepara. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Kapal Motor Penumpang (KMP) Siginjai masih menunggu lampu hijau untuk berlayar, setelah melalui proses perawatan kapal atau docking. Di samping itu, pihak PT ASDP selaku operator juga menunggu kesiapan Dermaga Karimunjawa untuk dapat dilabuhi kapal tersebut. 

Hal itu dikatakan Kepala PT. Angkutan Sungai, Danau dan Penyebrangan (ASDP) cabang Jepara, Yudi Yanuar, Rabu (12/4/2017). Menurutnya, Siginjai telah selesai melalui proses docking. Namun, sebelum kembali ke perairan Jepara, perlu dilakukan penilaian oleh tim khusus.

“Kita masih menunggu hasil penilaian dari marine inspector dan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Untuk berlayarnya kembali kapan, kami belum bisa menjawab karena terkait dengan teknik yang melibatkan pihak lain,” ucap Yudi. 

Di samping menunggu lampu hijau dari kedua instansi tersebut, pihaknya juga masih menunggu kesiapan Dermaga Karimunjawa. Hal itu terkait dengan perbaikan dermaga yang tengah dilakukan. 

Ia menjelaskan, saat ini dermaga tersebut tengah dalam masa perbaikan. Sedangkan Siginjai juga berkemampuan mengangkut kendaraan. Apabila perawatan dermaga belum rampung, mustahil bagi kapal untuk dapat mendaratkan kendaraan yang diangkut. “Kita masih menunggu kesiapan dari dermaga, untuk dapat menurunkan kendaraan atau belum,” ungkapnya.   

Terpisah, Kabid Perhubungan Laut Dishub Jepara Suroto akan melakukan inspeksi terhadap kapal, sebelum Siginjai berlayar. 

“Kita lihat dulu, apakah mereka memang benar-benar siap beroperasi jika telah sampai di Pelabuhan Jepara. Informasi yang kita terima, Siginjai akan berlabuh di Jepara pada Kamis (13/2/2017). Jika benar, maka kita akan melakukan pemeriksaan. Namun jika besok jadi berlabuh di sini, kemungkinan besar siap melayani pada hari Senin (17/4/2017),” kata dia.

Editor : Kholistiono

Kenaikan Harga Tiket Kapal Siginjai Diminta Tidak Sama Antara Wisatawan dan Penduduk Karimunjawa

 Kapal Siginjai ketika berlabuh di Dermaga Kartini Jepara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kapal Siginjai ketika berlabuh di Dermaga Kartini Jepara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Terkait adanya wacana kenaikan harga tiket  Kapal Siginjai untuk penyeberangan Jepara-Karimunjawa dan sebaliknya, yang akan dimulai awal Februari 2017 mendatang, pihak Pemerintah Kecamatan Karimunjawa mengusulkan, agar harga tiket tersebut tidak disamaratakan, khususnya untuk warga Karimunjawa.

Jika kenaikan harga tiket yang diperkirakan sampai 55 hingga 60 persen tersebut diberlakukan untuk semua penumpang, maka, hal itu akan berdampak terhadap warga di Karimunjawa, yang memiliki akses lebih besar untuk menggunakan moda transportasi kapal untuk kebutuhan sehari-hari.

Camat Karimunjawa Budi Krisnanto mengatakan, jika memang nantinya harga tiket kapal tersebut jadi naik dan berlaku untuk semua penumpang, maka yang terkena imbas lebih besar adalah warga Karimunjawa.

“Kalau naiknya sekitar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per tiket dari harga semula Rp 60 ribu sih masih bisa dijangkau warga kami. Untuk itu, kami berharap harga tiket yang naik nanti tidak berlaku sama antara wisatawan dan penduduk lokal dari Karimunjawa,” ujarnya.

Dirinya berharap, nantinya, pihak Pemerintah Kecamatan Karimunjawa juga diajak diskusi terkait hal tersebut. Sehingga, kebijakan yang berlaku nanti, tidak memberatkan warga.

Untuk penerapannya nanti, warga yang berasal dari Karimunjawa bisa menunjukkan KTP atau foto kopi KTP kepada pihak terkait. Hal itu, untuk menghindari adanya miskomunikasi antara pihak pengelola tiket dengan penumpang.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, Kecamatan Karimun kini dihuni sekitar 10.200 jiwa yang berada di 5 pulau. Di antaranya yakni Pulau Karimunjawa, Parang, Nyamuk, Genting dan Kemojan.

Editor : Kholistiono

Harga Tiket Kapal Siginjai untuk Penyeberangan Jepara-Karimunjawa Bakal Naik

Kapal Siginjai sedang bersandar di Dermaga Kartini Jepara beberapa waktu lalu. Dalam waktu dekat, harga tiket Kapal Siginjai untuk penyeberangan Jepara-Karimunjawa dan sebaliknya akan dinaikkan.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kapal Siginjai sedang bersandar di Dermaga Kartini Jepara beberapa waktu lalu. Dalam waktu dekat, harga tiket Kapal Siginjai untuk penyeberangan Jepara-Karimunjawa dan sebaliknya akan dinaikkan.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Subsidi dari pemerintah pusat untuk Kapal Siginjai yang melayani penyeberangan Jepara – Karimunjawa dikurangi. Subsidi tersebut yang semula sebesar Rp1,8 miliar di tahun sebelumnya, di tahun ini dikurangi Rp 1 miliar. Sehingga nantinya hanya mendapatkan subsidi sebesar Rp 800 juta saja.

Dengan adanya pengurangan tersebut, PT ASDP yang melayani penyeberangan perintis terpaksa menaikkan harga tiket kapal. “Selama ini, subsidi itu untuk biaya docking Rp 800 juta. Sedangkan sisanya Rp 1 miliar untuk operasional,” Kata Kepala PT ASDP Cabang Jepara Yudi Yanuar.

Dengan pengurangan subsidi ini, pihaknya harus berupaya sendiri untuk menutup subsidi biaya operasional dengan cara menaikkan tarif Kapal Siginjai tersebut.

 “Ya  terpaksa menaikkan harga tiket Kapal Siginjai yang melayani penyeberangan Jepara – Karimunjawa. Rencananya, harga tiket KMP Siginjai dinaikan mencapai 55 hingga 60 persen. Saat ini, harga tiket KMP Siginjai Rp 60 ribu per orang. Akan tetapi, kenaikan ini tidak kami pukul rata. Khusus tiket kendaraan, rencananya kami naikkan maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, kini pihaknya tengah mengusulkan kenaikan harga tiket ini ke Pemerintah Kabupaten Jepara. Sehingga, mulai Februari 2017 mendatang sudah bisa menerapkan tarif tiket baru.

Jika usulan kenaikan tarif tiket tersebut kandas, maka solusinya untuk menekan biaya operasional dengan melakukan pengurangan trip. Namun, dampaknya akan berpengaruh pada mobilitas masyarakat Karimunjawa dan aktivitas pariwisata.

“Kalau pengurangan trip sampai tiga kali dalam sepekan kasihan masyarakatnya. Sekarang saja kalau tidak ada pelayaran sehari, sudah berdampak bagi masyarakat,” ucapnya.

Sebagai operator penyeberangan perintis, pihaknya juga mempunyai kewajiban berlayar sebanyak 315 kali dalam setahun. Dan Target itu bisa tercapai. Sehingga, pihaknya mewacanakan untuk meningkatkan status pelayaran Jepara – Karimunjawa, dari perintis menjadi pelayaran komersial.

“Kalau mau jadi pelayaran komersial sebetulnya kami siap. Berarti sudah tidak mendapat subsidi lagi, tapi kami mempunyai kewenangan untuk menentukan jadwal pelayaran dan harga tiket sendiri tanpa persetujuan pemkab,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Dihadang Gelombang Tinggi, Kapal Siginjai yang Angkut Penumpang ke Karimunjawa ‘Balik Kanan’

KMP Siginjai yang mengangkut penumpang  menuju Karimunjawa terpaksa harus balik ke Dermaga Kartini Jepara karena gelombang tinggi, Jumat (6/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KMP Siginjai yang mengangkut penumpang menuju Karimunjawa terpaksa harus balik ke Dermaga Kartini Jepara karena gelombang tinggi, Jumat (6/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Cuaca ekstrem yang melanda perairan laut Jepara membuat alur pelayaran terganggu. KPM Siginjai yang berlayar untuk mengangkut penumpang menuju Karimunjawa terpaksa harus kembali bersandar ke Dermaga Kartini Jepara, Jumat (6/1/2017).

Semula, KMP Siginjai yang ditumpangi 149 orang tersebut berangkat dari Dermaga Kartini pukul 06.30 WIB. Setelah 1 jam perjalanan atau sekitar 8 mil dari dermaga, Nahkoda Kapal Siginjai Husaini harus memutar balik demi keselamatan penumpang lantaran cuaca ekstrem terjadi di perairan Jepara.

Saat diwawancarai MuriaNewsCom setiba di Dermaga Kartini sekitar pukul 09.12 WIB , Nahkoda KMP Siginjai Husaini mengatakan, bahwa cuaca di perairan laut Jepara hari ini cukup buruk. “Setelah satu jam berlayar atau sekitar 8 mil perjalanan, tiba-tiba gelombang tinggi. Sehingga kita memutuskan untuk balik lagi ke dermaga, demi keselamatan, Sebelum kita memutuskan kembali ke dermaga, tentunya kita juga sudah berkoordinasi dengan ASDP, Dewan Kapal, Syahbandar dan lainnya,” kata Husaini.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, saat ini kekuatan angin di perairan Jepara mencapai  30 knot, serta ketinggian ombak sekitar 2,5 meter.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, selain mengangkut 149 penumpang, kapal jurusan Karimunjawa tersebut juga mengangkut sebanyak 19 unit sepeda motor, 4 unit mobil pribadi, 1 unit truk dan 7 ton muatan barang lainnya.

“Kita juga bingung, informasi dari BMKG bahwa gelombang hanya berketinggian 1 meter, namun di laut ternyata 2,5 meter. Selain itu, kekuatan angin yang diinformasikan ke kita itu sekitar 20 knot. Namun nyatanya malah 30 knot. Sementara itu jarak pandang kita juga maksimal hanya sejauh 1 mil saja,” bebernya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai keberangkatnnya ke Karimunjawa, pihaknya mengutarakan bahwa akan dijadwalkan kembali pada esok hari. “Untuk keberangkatannya lagi kita jadwalkan esok hari. Namun untuk penumpang yang sudah membeli tiket dan gagal berangkat, kita jamin tiket itu bisa digunakan kapanpun atau juga bisa ditukarkan kembali. Sebab para penumpang juga sudah bertiket,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kapal Siginjai Bakal Angkut BBM ke Karimunjawa

bbm ke karimunjawa skrg (e)

Kapal Siginjai yang akan melayani distribusi BBM ke Karimunjawa, Jepara, mulai pekan depan. Ini dilakukan, karena selama ini pemkab tidak punya angkutan resmi BBM ke wilayah itu. (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Selama ini wilayah terluar Kabupaten Jepara yakni Karimunjawa, mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dari daratan Jepara.

Distribusi BBM selama ini memang menggunakan kapal kayu. Setelah terjadi kebakaran hebat yang terjadi pada kapal Mangrove Jaya 01 beberapa waktu lalu, kini Pemkab Jepara mengambil kebijakan lain.

Pemkab Jepara mengeluarkan kebijakan bahwa distribusi BBM ke Karimunjawa tak akan lagi menggunakan kapal kayu. Tetapi bakal menggunakan kapal Siginjai.

Kebijakan itu diambil berdasarkan hasil rapat yang dilakukan oleh Pemkab Jepara bersama instansi terkait, pada Selasa (12/4/2016).

Sekretaris Camat Karimunjawa Budi Kristanto menjelaskan, rapat yang digelar di ruang wakil bupati Jepara menghasilkan beberapa hal. Salah satunya adalah mengenai distribusi BBM ke Karimunjawa.

”Nanti distribusi BBM akan dilakukan menggunakan kapal Siginjai. Tidak lagi menggunakan kapal kayu. Tapi baru akan dimulai pekan depan,” ujar Budi kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya tentu saja keselamatan, apalagi sempat terjadi peristiwa kebakaran kapal beberapa waktu lalu akibat kapal kayu memuat BBM.

Semestinya kapal pengangkut BBM harus menggunakan kapal khusus. Namun selama ini Jepara belum memiliki kapal khusus yang memang digunakan untuk mengangkut BBM. Pihak Pertamina juga belum memberikan kapal khusus tersebut.

Editor: Merie

Jadwal Penyeberangan KMC Express Bahari ke Karimunjawa Ditambah

KMC Express Bahari menambah jadwal penyeberangan dari Jepara-Karimunjawa dan sebaliknya (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

KMC Express Bahari menambah jadwal penyeberangan dari Jepara-Karimunjawa dan sebaliknya (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kapal KMP Siginjai yang biasa melayani penyeberangan Jepara – Karimunjawa telah mulai dilakukan perbaikan atau docking. Akibatnya, alat transportasi laut ke wilayah terluar Kabupaten Jepara itu berkurang. Untuk mengatasi hal itu, jadwal kapal yang masih beropersi yakni KMC Express Bahari ditambah.

Hal itu disampaikan Kabid Perhubungan Laut pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Jepara Sutana. Menurutnya, moda transportasi pelayaran Jepara-Karimunjawa hingga 20 hari ke depan lantaran KMP Siginjai menjalani proses docking di galangan kapal Surabaya, mulai Senin (21/3/2016) kemarin.

“Mengantisipasi calon penumpang yang tak terangkut dari dan ke Karimunjawa, KMC Express Bahari menambah trip pelayaran, di luar jadwal reguler. Sebab, adanya jadwal docking KMP Siginjai, maka praktis penyeberangan warga menuju dan dari Karimunjawa akan mengandalkan KMC Express Bahari,” ujar Sutana kepada MuriaNewsCom.

Lebih lanjut dia mengemukakan, penambahan trip tidak dijadwalkan secara khusus. Tapi kondisional berdasarkan jumlah calon penumpang.

“Karena KMC Express Bahari dikelola swasta, maka kami tentu tak bisa memaksa agar penambahan trip dijadwalkan. Mengenai kebijakan ini kita sudah saling kordinasi. Tidak ada masalah,” terangnya.

Operator KMC Express Bahari, lanjut Sutana, sudah memiliki perhitungan sendiri soal penambahan trip. Kapal khusus penumpang tersebut akan melakukan perjalanan pulang-pergi dari Jepara ke Karimunjawa dan sebaliknya dalam satu hari pada akhir pekan dan awal pekan.

“Karena saat akhir pekan, wisatawan akan membeludak. Itu untuk melayani wisatawan yang menuju dan dari Karimunjawa. Adapun di awal pekan, mengangkut wisatawan yang mungkin tak terangkut saat akhir pekan. Hanya saja, tetap tidak bisa berpatok pada perhitungan itu. Di hari apapun jika memang penumpang membeludak, maka trip pelayaran KMC Express Bahari tetap akan ditambah,” imbuhnya.

Penambahan trip tersebut sudah dilakukan pada Senin (21/3/2016) kemarin. Jumat (25/3/2016), akan kembali diberlakukan, mengingat ada libur panjang.

Editor : Kholistiono

Selama Proses Docking, Tak Ada Kapal Pengganti KMP Siginjai untuk Melayani Rute Jepara-Karimunjawa

Aktifitas bongkar muat barang dari kapal nelayan di kawasan Dermaga Kartini Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Aktifitas bongkar muat barang dari kapal nelayan di kawasan Dermaga Kartini Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kapal KMP Siginjai yang biasa melayani penyeberangan Jepara – Karimunjawa telah mulai dilakukan perbaikan atau docking. Akibatnya, alat transportasi laut ke wilayah terluar Kabupaten Jepara itu berkurang. Meski begitu, selama proses docking, dipastikan tidak ada kapal pengganti KMP Siginjai.

Hal itu dikatakan Kabid Perhubungan Laut pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Jepara Sutana. Menurut dia, mengenai kemungkinan untuk mendatangkan armada transportasi baru sebagai pengganti sementara KMP Siginjai, Sutana menegaskan, tidak ada.

“KMC Kartini sebenarnya diharapkan mampu sedikit bisa membantu. Tapi dari informasi yang kami dapat, KMC Kartini tengah mengalami kerusakan mesin. Informasinya KMC Kartini juga akan docking,” ujar Sutana kepada MuriaNewsCom, Rabu (23/3/2016).

Menurut dia, sementara untuk kemungkinan ada penumpukan barang dan logistik, Sutana menjamin tidak ada. Sebab, masih bisa diakomodir oleh kapal barang dari Karimunjawa. Itu didukung dengan kondisi cuaca yang baik dalam beberapa pekan terakhir.

“Untuk pengangkutan barang ke Karimunjawa tidak ada masalah. Masih ada beberapa kapal khusus logistik. Selain itu juga masih ada kapal nelayan yang digunakan untuk angkut barang,” ungkapnya.

Dia menambahkan, KMP Siginjai menjalani proses docking di galangan kapal Surabaya, mulai Senin (21/3/2016) kemarin, dan diprediksi bisa melayani pelayaran Jepara-Karimunjawa baru 20 hari ke depan.

“Mengantisipasi calon penumpang yang tak terangkut dari dan ke Karimunjawa, KMC Express Bahari menambah trip pelayaran, di luar jadwal reguler. Sebab, adanya jadwal docking KMP Siginjai, maka praktis penyeberangan warga menuju dan dari Karimunjawa akan mengandalkan KMC Express Bahari,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Transportasi ke Karimunjawa Kembali Tersendat

Kapal KMP Siginjai tak berani berlayar karena cuaca buruk. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kapal KMP Siginjai tak berani berlayar karena cuaca buruk. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Transportasi menuju dan dari Karimunjawa – Jepara kembali tersendat. Pasalnya, lalu lintas jalur laut tidak berani berlayar lantaran cuaca di perairan Jepara dan Karimunjawa buruk. Dari data Badan Metorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masuk kategori zona merah.

Kepala Syahbandar Jepara, Suripto, menyampaikan, sejak kemarin hingga hari ini, Sabtu (12/9/2015), prakiraan kondisi laut perairan Jepara dan Karimunjawa tidak aman untuk pelayaran. Tinggi gelombang diramalkan mencapai 3 meter.

”Di wilayah tenggara Karimunjawa tinggi gelombang maksimal antara 2,5 meter hingga 3 meter. Kecepatan angin mulai 12 sampai 18 knot ditambah kondisi berawan,” ujar Suripto kepada MuriaNewsCom, Sabtu (12/9/2015).

Menurutnya, kondisi tersebut sangat berbahaya untuk kapal. Pelayaran terakhir dari Karimunjawa, kemarin, waktu tempuh molor lebih dari 3 jam. Sesuai jadwal kapal semestinya sampai di Jepara siang, namun sore baru tiba di dermaga Jepara.

”Kondisinya sangat berbahaya bagi kapal. Itu sebabnya kami tidak mengeluarkan izin berlayar,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)