Jelang Libur Panjang Tiga Kapal Disiagakan Angkut Penumpang Ke Karimunjawa

Kapal Express Bahari 2C saat mengikuti even Lomban beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Menjelang libur panjang hari kemerdekaan RI ke 72, tiga kapal penyebrangan ke Karimunjawa disiagakan. Selain Kapal Mesin Penumpang (KMP) Siginjai dan Kapal Mesin Cepat (KMC) Express Bahari 2C, adapula KMC Express 9C yang siap melayani jika jumlah penumpang membengkak. 

Hal itu diungkapkan Kasi Pelabuhan Penyeberangan Kartini Supomo, Selasa (15/8/2017). Menurutnya, untuk penambahan trip (keberangkatan) hingga kini belum ada. 

“Sampai saat ini untuk penambahan trip  belum ada. Untuk hari Kamis (17/8/2017) penyeberangan dari Jepara-Karimunjawa off (libur) sebagaimana hari normal. aktivitas normal kembali pada hari Jumat (18/8/2017),” kata dia.

Dirinya menerangkan, pada hari Jumat baik Siginjai maupun Express Bahari telah memliki jadwal pemberangkatan ke Karimunjawa. Namun khusus KMC Express Bahari disiagakan satu kapal lagi, jika antusiasme penumpang ke pulau tropis tersebut meningkat.

“Kapal (KMC Express Bahari 9C) disiagakan di dermaga Jepara. Jika ada permintaan untuk pemberangkatan, maka akan diberangkatkan,” tuturnya.

Hal itu dibenarkan oleh Kabid Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Jepara, Suroto.  Menurutnya, kehadiran dua kapal Express Bahari guna mengantisipasi keadaan yang tak diinginkan. 

“Iya betul, Express Bahari ada dua kapal, yang satu bersifat cadangan, bilamana yang satu rusak, tetap dijalankan,” ungkap Suroto. 

Menurutnya, untuk saat ini memang kapal tersebut sandar di Jepara. Terkait angkutan jelang libur panjang, dirinya mengungkapkan pemberangkatannya akan bersifat kondisional.

“Paling kalau ada kelebihan muatan akan dioperasikan, dua-duanya akan diberangkatkan. Akan tetapi hal itu melihat antusiasme dari penumpang,” tuturnya.

Editor : Ali Muntoha

Warga Pulau Nyamuk Menanti Solusi Kapal Pengangkut Penumpang

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Keluhan warga Desa Pulau Nyamuk,Kecamatan Karimunjawa, Jepara, terkait pelarangan menumpang kapal dagang belum memperoleh solusi nyata. Sejauh ini, pihak bersangkutan yakni Polres Jepara baru akan menyampaikan unek-unek tersebut kepada Polda Jateng.

Hal itu disampaikan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho. Menurutnya, ia telah menerima keluhan tersebut.”Kami sudah menerima laporannya. Kebijakan tersebut bukan dari kami, melainkan dari atasan. Menindaklanjuti hal itu, kami akan segera melaporkannya ke pimpinan kami,” janji Kapolres Jepara.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Pulau Nyamuk mengeluh karena dalam kurun sebulan terakhir mereka dilarang menumpang kapal niaga bila ingin menuju Ibu Kota Jepara. Jika nekat, mereka pasti akan dirazia oleh pihak Polair yang ada di sekitar Pulau Panjang.

Kepolisian mengimbau warga dari tempat tersebut, menggunakan kapal khusus penumpang yang tersedia di Pulau Karimunjawa.

“Padahal, biaya untuk menuju Pulau Karimunjawa ke Jepara dari Pulau Nyamuk dan sebaliknya membutuhkan biaya tak sedikit, sekitar Rp 700 ribu. Sedangkan bila menumpang kapal dagang hanya Rp 50 ribu. Warga kami kan tak semua berpunya,” kata Kades Nyamuk Sudarto. 

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, saat ditanya terkait hal itu mengaku belum mengetahuinya. Namun demikian, ia berjanji segera menuntaskannya.

“Kami belum menerima. Laporan terkait masalah itu. Tapi pemkab tetap akan melakukan penyikapan. Jika dipersulit kan kasihan warga juga,” ucapnya.

Ia mengatakan, Pemkab Jepara sebentar lagi akan mengadakan kapal khusus pengangkut BBM pada warga kepulauan. Namun untuk kapal penumpang pihaknya mengakui memang belum ada.

“Untuk itu, kami minta bantuan ke gubernur bagi warga Pulau Karimunjawa. Sebab dulu untuk fasilitas kapal penumpang pernah dijanjikan pada masa pemerintahan provinsi ketika dipimpin Bibit Waluyo. Namun karena ia tidak menjabat lagi, hingga sekarang belum ada realisasi,” tambahnya. 

Editor : Kholistiono

Warga Pulau Nyamuk Keluhkan Larangan Menumpang Kapal Dagang

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Warga Pulau Nyamuk, Karimunjawa, Jepara, mengeluhkan larangan menumpang kapal dagang. Hal itu lantaran hingga saat ini belum ada solusi transportasi murah dari dan menuju pulau tersebut. 

“Dulu warga kami bisa bepergian dari Nyamuk ke Jepara menumpang kapal dagang. Namun sekarang tidak boleh. Setiap sampai ke sekitar Pulau Panjang, kami selalu dirazia oleh polisi perairan dari Polda maupun Mabes Polri,” ucap Sudarsono, Kepala Desa Nyamuk, Rabu (24/5/2017). 

Menurutnya, biaya akan berlipat jika warga Nyamuk yang ingin ke Jepara harus lewat Karimunjawa. Sudarsono berkata, harga yang harus dibayarkan mencapai Rp 700 ribu. Harga itu untuk menyewa kapal, dari Karimunjawa menuju Pulau Nyamuk, setelah kembali dari Jepara. 

Sedangkan bila warga menumpang kapal barang, mereka hanya perlu mengeluarkan kocek sebesar Rp 50 ribu. Dijelaskannya, kapal dagang yang biasa ditumpangi oleh warga berkapasitas 30 ton. Di Pulau Nyamuk sendiri ada satu kapal yang berlayar. Sedangkan di Pulau Parang ada tiga kapal dagang yang berlayar. Adapun jadwal berlayarnya tidak setiap hari. 

Di Pulau Nyamuk sendiri terdapat 600 jiwa, sedangkan di Pulau Parang terdapat 1400 jiwa penduduk. 

“Tidak semua warga kami berpunya, maka dari itu kami menginginkan solusi. Untuk pelarangan menumpang kapal dagang sudah berlangsung sekitar sebulan ini,” katanya. 

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya akan segera menemui Kapolres Jepara untuk meminta solusi. Jika tak menemui titik terang, dirinya berencana untuk menemui pihak pemkab Jepara. 

Editor : Kholistiono

Libur Lebaran, Harga Tiket KMP Siginjai ke Karimunjawa Normal

Para wisatawan saat turun dari kapal di Dermaga Kartini Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Para wisatawan saat turun dari kapal di Dermaga Kartini Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Libur panjang saat momen pascalebaran nanti diprediksi sejumlah tempat wisata di Kabupaten Jepara bakal dipenuhi wisatawan, termasuk di Kepulauan Karimunjawa. Meski begitu, pihak PT ASDP Cabang Jepara memastikan bahwa tidak akan menaikkan harga tiket KMP Siginjai yang melayani penyeberangan ke wilayah terluar Kabupaten Jepara itu.

Kepala PT ASDP Cabang Jepara Yudi Zanuar mengatakan, pihaknya memastikan tidak akan menaikkan harga tiket KMP Siginjai selama arus mudik dan arus balik mendatang. Tapi, ia juga memastikan, bahwa KMP Siginjai tak melayani penyeberangan saat lebaran.“Harga tiket di momentum lebaran, baik untuk arus mudik maupun arus balik, harganya masih sama yakni Rp 59 ribu. Tetapi untuk hari H lebaran dan H+1 kapal libur, tidak berlayar,” ujar Yudi.

Terkait penjualan tiket kapal, Yudi mengatakan, pihaknya tidak melayani pembelian tiket pesanan. Semua tiket, baik untuk warga Karimunjawa maupun wisatawan, dijual di loket penjualan tiket dua jam sebelum kapal berangkat.

Pada momentum lebaran itu, Yudi menerangkan, sementara ini pihaknya tak menambah trip perjalanan, meski memang ada kemungkinan membeludaknya penumpang. Untuk kepastiannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten (Dishubkominfo) Jepara, apakah perlu ada penambahan trip pelayaran atau tidak. Kebijkan-kebijakan tersebut belum disampaikan pada masyarakat.

“Akhir bulan ini akan kami sampaikan ke masyarakat. Sebab jadwal pelayaran KMP Siginjai muncul pada setiap akhir bulan. Kami berharap momentum lebaran tahun ini cuaca bagus. Tahun kemarin banyak penumpang yang terlantar di Dermaga Kartini. Mereka tidak bisa menyeberang karena cuaca buruk,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Ternyata, Kualitas Kapal Express Bahari Baru Sama dengan yang Lama

 

 

Inilah KMC Express Bahari 9C yang menggantikan kapal yang lama, yang diklaim lebih cepat sampai ke Karimunjawa. Namun Syahbandar Jepara mengatakan jika kualitasnya tidak jauh berbeda dengan yang lama. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruzzaman)

Inilah KMC Express Bahari 9C yang menggantikan kapal yang lama, yang diklaim lebih cepat sampai ke Karimunjawa. Namun Syahbandar Jepara mengatakan jika kualitasnya tidak jauh berbeda dengan yang lama. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruzzaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Armada Kapal Motor Cepat (KMC) Express Bahari yang melayani pelayaran rute Jepara-Karimunjawa diganti dengan yang lebih muda.

Meski pihak operator kapal, yakni PT Sakti Inti Makmur (SIM), mengklaim bahwa armada baru dengan tipe 9C tersebut jauh lebih baik dibanding tipe sebelumnya yakni 2C, namun pihak Syahbandar Jepara menilai kualitasnya tak jauh berbeda.

Kepala Syahbandar Jepara Suripto mengemukakan, berdasarkan pantauan di lapangan, armada baru pada Kapal Motor Cepat (KMC) Express Bahari tidak berbeda jauh dari armada sebelumnya.

”Misalnya untuk soal kecepatan kapal. Dalam teorinya memang kapal baru Express Bahari 9C mampu menempuh pelayaran dari Jepara ke Karimunjawa dengan waktu 1,5 jam saja. Tetapi dalam praktiknya ternyata lebih. Bahkan sampai 2 jam,” ujar Suripto, Jumat (8/4/2016).

Menurut dia, KMC Exress Bahari 9C memang dapat menempuh pelayaran Jepara-Karimunjawa dalam waktu 1,5 jam. Namun dengan waktu tempuh itu, penumpang menjadi tidak nyaman lantaran kerasnya guncangan.

”Waktu tempuh amannya memang 1 jam 45 menit, sampai 2 jam. Jika kurang dari itu, maka goncangan sangat keras. Dan tentu saja penumpang menjadi tidak nyaman,” katanya.

Dia juga mengatakan, klaim peningkatan pelayanan pada penumpang sah-sah saja. Hanya saja, harus disesuaikan dengan fakta di lapangan. Karena jika klaim dengan fakta tak sesuai, itu akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

”Boleh mengklaim seperti apa. Tapi harus dilihat kondisi riilnya seperti apa. Jadi tidak asal mengeluarkan klaim,” katanya.

Sebelumnya, PT SIM mengganti kapalnya yang biasa melayani pelayaran Jepara-Karimunjawa, yakni KMC Express Bahari 2C, dengan kapal yang lebih baru. Yaitu KMC Express Bahari 9C. Pergantian itu dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan pada penumpang.

Editor: Merie