Percaya atau Tidak, Busana Anggun Buatan Warga Pati Ini Didesain dari Koran Bekas

uplod jam 11.30 gaun koran(e)

Novi Widya Ardani mengenakan gaun yang terbuat dari koran bekas buatan Sri Wahyuni, pensiunan guru asal Kelurahan Kalidoro, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Siapa sangka, bila busana anggun yang terkesan elegan dan mahal bukan berarti dari bahan-bahan mewah. Seperti yang dikenakan Novi Widya Ardani, warga Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati Kota.

Busanaya ternyata berasal dari koran bekas. Busana itu dipakai di atas panggung dengan meliuk-liuk seperti model papan atas. Bulatan-bulatan kecil berbentuk kipas tampak apik melapisi setiap bagian tubuh Novi.

Sri Wahyuni, desainer baju dari koran bekas itu mengatakan, ide itu muncul setelah melihat banyaknya koran yang menumpuk. Bertepatan dengan diadakannya suatu lomba fashion show berbahan barang tak terpakai, Wahyuni mencoba untuk merancang baju dari koran bekas.

“Gaun dari koran bekas itu saya buat bersama menantu saya. Butuh koran sekitar 2 kilogram untuk membuat satu gaun. Harus telaten karena memang butuh waktu yang cukup lama. Satu baju bisa memakan waktu dua hingga tiga minggu,” ujar Wahyuni, Selasa (26/4/2016).

Pada bagian dada hingga pinggang ditutupi kertas tebal yang kemudian dilapisi koran. Selebihnya, busana itu dibentuk dari ratusan kipas-kipas kecil dipasang hingga membentuk busana lengkap.

“Pada bagian bawah sengaja dilebihkan satu meter, karena busana ini bermodel seperti gaun pengantin. Sesuai dengan kesepakatan ibu-ibu PKK, gaun itu rencananya akan dipajang di balai desa atau bank sampah di desa setempat. Bila ada yang berminat, kita akan produksi lagi,” kata pensiunan guru ini.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Unik, Warga Kalidoro Pati Gelar Fashion Show Busana Daur Ulang Sampah

Busana Daur Ulang Sampah Kreasi Ibu-ibu Kalidoro Pati Bakal Dikomersialkan

Jpeg

Busana-busana daur ulang dari sampah hasil kreasi ibu-ibu Kelurahan Kalidoro dipakai dalam acara fashion show peringatan Hari Kartini di Taman Kalidoro. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Busana daur ulang dari pemanfaatan sampah di Desa Kalidoro, Kecamatan Pati Kota, rencananya akan dikomersialkan. Produk hasil kreasi ibu-ibu di kelurahan tersebut bakal diproduksi menjadi baju-baju siap pakai.

Sayangnya, upaya mereka untuk menjadikan busana daur ulang sebagai produk siap pakai terkendala dana. “Ini peluang bisnis yang menjanjikan. Namun, kami masih terkendala dana. Karena itu, kita siap bekerja sama dengan investor yang akan menanamkan saham untuk membuat produk busana daur ulang,” ujar Sri Widowati, warga Kelurahan Kalidoro kepada MuriaNewsCom, Senin (25/4/2016).

Ia berharap agar sampah-sampah menumpuk yang selama ini menjadi momok bagi masyarakat justru bisa menghidupi. Sampah yang identik dengan barang tak laik pakai yang harus dimusnahkan, diharapkan berubah menjadi barang mahal yang dapat meningkatkan ekonomi warga.

“Awalnya, kita ingin peduli lingkungan dengan melakukan program 5R, yaitu reduce, reuse, recycle, replace, dan replant. Nah, busana daur ulang itu sebetulnya menyangkut reuse (menggunakan kembali) dan recycle (mendaur ulang),” ujar Widowati.

Setelah sejumlah busana daur ulang sampah berhasil dibuat, mereka kemudian berpikir untuk melakukan komersialisasi dengan menjual produk tersebut. Dengan begitu, sampah yang biasanya dibakar menjadi energi tak terpakai justru bisa mendatangkan pundi-pundi uang.

Upaya itu mendapatkan dukungan dari Lurah Kalidoro, Sri Hartati. Ia berharap besar agar sampah-sampah yang disulap ibu-ibu Kalidoro menjadi busana cantik bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Editor : Akrom Hazami
Baca juga :

Unik, Warga Kalidoro Pati Gelar Fashion Show Busana Daur Ulang Sampah

Unik, Warga Kalidoro Pati Gelar Fashion Show Busana Daur Ulang Sampah

uplod jam 9 (e).jpg

Sejumlah model-model cilik dari Kelurahan Kalidoro peragakan ragam busana daur ulang dari pemanfaatan sampah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kreatif. Begitu kata yang laik disematkan untuk ibu-ibu di Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati Kota. Mereka berhasil menyulap sampah-sampah menjadi busana bernilai ekonomi tinggi.

Untuk memamerkan beragam karya busana yang dibuat dari sampah, mereka menggelar fashion show bertajuk “Dengan Semangat Kartini Kita, Ciptakan Kartini-Kartini Muda yang Tangguh dan Peduli Lingkungan.”  Belasan karya busana daur ulang yang dikenakan para “kembang desa” itupun berhasil membuat penonton tercengang.

Ketua Panitia Fashion Show, Sri Widowati mengatakan, busana daur ulang itu dibuat dari pemanfaatan barang-barang bekas tak terpakai seperti koran, botol air mineral, tutup air mineral, bungkus plastik detergen, kain perca sisa hajatan, kardus, dan beragam barang tak terpakai lainnya.

“Ada 13 peserta yang ikut dari warga Kelurahan Kalidoro sendiri. Mereka jadi model untuk memperagakan busana daur ulang kreasi ibu-ibu Kelurahan Kalidoro. Saat ini, kami tengah mencari investor. Siapa tahu ada yang mau menanam saham untuk bisnis busana daur ulang,” ujar Sri kepada MuriaNewsCom, Senin (25/4/2016).

Sementara itu, Sri Hartati, Lurah Kalidoro mengaku bangga dengan hasil kreasi ibu-ibu yang mampu menciptakan busana daur ulang dengan hasil yang menakjubkan. Hal itu diharapkan bisa mengurangi sampah dan menyulapnya menjadi barang dengan nilai ekonomi tinggi.

“Sampah sudah menjadi dilema masyarakat. Sampah menjadi penyebab banjir, polusi tanah, polusi udara dan dampak negatif lainnya. Karena itu, kita bertekad untuk memanfaatkan sampah sebagai wujud kami peduli pada lingkungan. Terlebih, sampah justru bisa membuka peluang usaha baru bagi masyarakat karena bernilai ekonomi tinggi,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami