Kecelakaan Renggut 5 Nyawa, Penangkapan Anggota DPRD Kudus karena Narkoba, dan Penutupan Karaoke

 

kaleidoskop-kudus_revMuriaNewsCom, Kudus – Ada beragam peristiwa yang terjadi di Kudus selama 2016. Tidak sedikit peristiwa itu mampu membuat geger masyarakat. MuriaNewsCom merangkum sejumlah berita untuk Anda. Berikut berita tersebut : 

  1. Kecelakaan bus di Jalan lingkar Payaman, 5 Tewas

Peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di Tikungan Bancak, Jalan Lingkar Utara Kudus, tepatnya di Desa Payaman, Kecamatan Mejobosekitar pukul 02.30 WIB Minggu (8/5/2016) pagi. Dalam kecelakaan lima orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka.

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan maut tersebut terjadi saat bus pariwisata Tiara Mas yang bernomor polisi EA 7388 A yang membawa penumpang sebanyak 40 orang warga Surabaya tersebut terguling di tingkuan Bancak, Payaman. Tepatnya berada di sebelah utara Polsek Mejobo.

Warga berada di dekat bangkai bus yang mengalami kecelakaan di jalur lingkar Payaman, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga berada di dekat bangkai bus yang mengalami kecelakaan di jalur lingkar Payaman, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Saat menyalip truk, lanjutnya, tiba-tiba bus banting setir ke kanan. Akibatnya, salah satu ban menabrak trotoar hingga membuat keseimbangan bus tak terjaga dan terguling.

Baca juga : KECELAKAAN KUDUS: 5 Orang Tewas Saat Bus Tiara Mas Terguling di Tikungan Bancak 

 

  1. Anggota DPRD Kudus Ditangkap karena Narkoba

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng memastikan bahwa Ketua Komisi C DPRD Kudus, Agus Imakudin, jadi tersangka. Setelah sebelumnya, Agus ditangkap akibat kepemilikan narkoba.

BNNP menetapkan Agus Imakudin jadi tersangka penyalahgunaan narkotika. Agus Imakudin beserta temannya, digerebek di Puri Anjasmoro, Semarang. Tepatnya pada Senin (25/7/2016). BNNP telah melakukan pemeriksaan. Hasilnya, dari tangan mereka disita satu paket kecil narkotika jenis sabu. Barang haram itu disembunyikan di dalam wadah plastik tempat pasta gigi.

Agus harus dicopot pula dari jabatannya sebagai Ketua Komisi C DPRD Kudus. Meski demikian, AI tetap berstatus sebagai wakil rakyat.

Pencopotan AI dibacakan Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus pada rapat paripurna laporan Pansus Perubahan Tata Tertib DPRD Kudus, Kamis (3/11/2016) malam. Sebab dari bukti yang dikantongi BK DPRD Kudus, AI positif terjerat narkoba.

Tersangka kepemilikan narkoba yang melibatkan anggota DPRD Kudus Agus Imakudin di kantor BNNP Jateng. (MuriaNewsCom)

Tersangka kepemilikan narkoba yang melibatkan anggota DPRD Kudus Agus Imakudin di kantor BNNP Jateng. (MuriaNewsCom)

 

Ketua BK DPRD Kudus Setia Budi Wibowo mengatakan, pihaknya hanya melakukan apa yang menjadi kewenangan BK. Karena kewenangan BK hanya sebatas pada pelanggaran kode etik dan tata tertib DPRD. Adapun pemberhentian seorang anggota DPRD sebagai anggota legislatif merupakan kewenangan pimpinan DPRD.

“Hasil penyelidikan, verifikasi, klarifikasi dan konfirmasi pihak terkait, saudara AI terbukti melanggar kode etik, tata tertib, dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. BK menjatuhkan sanksi pemberhentian AI dari pimpinan alat kelengkapan DPRD Kudus,” ujar Bowo pada rapat paripurna tersebut.

Bowo menguraikan laporan setebal delapan halaman, di antaranya proses dimulainya penyelidikan dugaan penyalahgunaan narkotika AI. Kemudian, BK memulai penyelidikan setelah mendapat aduan dari warga. Tepatnya 26 Juli 2016. Diketahui, aduan berdasarkan informasi tertangkapnya AI di tangan BNN Provinsi Jateng, (25/7/2016). Tidak hanya itu, BK membuktikannya pula dengan mendengarkan keterangan lisan teradu (AI) secara langsung.

BK juga menempuh cara dengan meminta keterangan secara langsung dua kali ke BNN Provinsi Jateng. Tepatnya pada 1 Agustus dan 13 September 2016. BK akhirnya menerima surat keterangan dari BNN atas bukti-bukti kasus yang menjerat AI. Tidak hanya itu, BK juga mempertimbangkan putusan pengadilan AI.

Ketua DPRD Kudus Masan mengatakan, pihaknya tidak ingin ada anggota DPRD yang terjerat kasus narkoba. Sebab, anggota DPRD wajib menaati kode etik dan tata tertib DPRD Kudus, termasuk menaati kewajiban dan larangan, serta memberikan teladan. “BK telah bekerja dengan baik. Penyelidikan dan dijatuhkannya sanksi tersebut diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan publik atas kinerja anggota DPRD Kudus,” ucapnya.

Baca juga : BNNP Jateng Pastikan Agus Imakudin Resmi Tersangka

 

  1. Gegernya penutupan tempat karaoke

Perda tentang keberadaan karaoke di Kudus telah melarang beroperasinya tempat hiburan tersebut. Tapi sampai kini, masih ditemukan adanya tempat karaoke yang tetap nekat beroperasi.

Hal itu disampaikan Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil. Menurutnya, Satpol PP masih melakukan operasi terkait karaoke. Dan dari hasil penindakan yang dilakukan masih dijumpai adanya karaoke yang masih nekat untuk buka.

“Harus diakui kalau masih ada karaoke yang buka. Bahkan semalam juga masih ada yang buka meski kucing- kucingan,” katanya kepada MuriaNewsCom,  Rabu (9/11/2016).

Satpol PP sudah melakukan upaya penutupan. Hal yang dilakukan adalah dengan mendatangai lokasi hiburan tiap malam. Sampai akhirnya mereka benar-benar mau menutup tempah hiburannya.Sedangkan untuk karaoke yang masih nekat buka, pihaknya sudah melakukan penyegelan paksa. Sedangkan beberapa lainya mengerti dengan menutup usahanya sendiri.

“Total karaoke ada 18 lokasi, empat di antaranya susah kami segel karena nekat buka. Beberapa lainnya mau menutup sendir,” jelasnya.

Petugas Satpol PP melakukan penyegelan tempat karaoke yang bandel alias tetap beroperasi. (MuriaNewsCom)

Petugas Satpol PP melakukan penyegelan tempat karaoke yang bandel alias tetap beroperasi. (MuriaNewsCom)

 

Dia mengatakan, upaya ke depan yang akan dilakukan masih adalah menertibkan tempat karaoke yang masih beroperasi. Hal itu akan dilakukan terus, guna memastikan perda benar benar berjalan.

“Aturannya tegak lurus, jadi kalau melarang, berarti memag di Kudus tidak boleh ada karaoke. Jadi kami akan menindaknya bahkan kalau perlu kami tongkrongi depan karaoke,” tegasnya

Insiden pembunuhan oknum TNI di salah satu tempat karaoke, beberapa hari lalu seolah menyulut emosi pemkab. Karenanya, pemerintah setempat langsung bertindak tegas akan menutup seluruh karaoke yang masih beroperasi sebelum tahun baru tiba.

Bupati Kudus Musthofa tak main-main untuk menutup tempat karaoke bandel. Musthofa bekerja sama dengan forkopinda, seperti TNI, Polri, dan Satpol PP. Apalagi ini menjelang tahun baru, Musthofa menegaskan jika Kudus harus bersih dari karaoke. “Masyarakat bisa merayakan tahun baru dengan nyaman” kata Musthofa, Kamis (29/12/2016) malam saat melakukan razia bersama pihak terkait.

Kegiatan razia dilakukan hingga Jumat (30/12/2016) dini hari. Bahkan, Musthofa akan menggelar pengajian untuk merayakan pergantian tahun. Ini merupakan penegasan religiusitas masyarakat di kota Kudus. “Aparat Satpol PP bersama dengan TNI dan Kepolisian Resor Kudus akan menutup semua tempat karaoke malam ini juga,” tambahnya.

Musthofa ingin menegakkan aturan. Yaitu Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2015 tentang hiburan malam, pub, termasuk hiburan karaoke. “Saya ingin menjaga Kudus ini kondusif dengan suasana masyarakat religi penuh persaudaraan tetap terjaga, dengan mengikuti aturan,” ujar orang nomor satu di Kudus ini.

Apa yang diupayakan bupati mendapat dukungan dari Kapolres dan Dandim 0722 Kudus serta Satpol PP sebagai penegak perda pemkab. Mereka akan turun sampai karaoke benar-benar bersih. Pihaknya telah membentuk tim. Selain dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP, juga ada Ketua DPRD, tim dari SKPD terkait termasuk Dishub dan Disbudpar, serta PPNS.

Baca jugaMusthofa Tegaskan Tempat Karaoke Bandel Kudus Wajib Tutup Sekarang juga

Editor : Akrom Hazami

 

Berikut Peristiwa Terheboh di Rembang Selama Januari 2016

1. Mapolres Rembang Digeruduk Puluhan Warga Pertanyakan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat

Puluhan warga melakukan aksi dan audiensi di Mapolres Rembang, Senin (5/1/2016). Mereka mempertanyakan tindak lanjut dugaan tindak kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian beberapa waktu silam. (MuriaNewsCom)

Puluhan warga melakukan aksi dan audiensi di Mapolres Rembang, Senin (5/1/2016). Mereka mempertanyakan tindak lanjut dugaan tindak kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian beberapa waktu silam. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Puluhan pemuda dan ibu-ibu dari tiga desa di Kecamatan Gunem, menggeruduk Mapolres Rembang, Selasa (5/12/2015). Mereka menggelar aksi dan audiensi dengan Kapolres Rembang. Tiga desa di Kecamatan gunem yang dimaksud yakni, Desa Tegaldowo, Timbrangan, dan Suntri. Warga ketiga desa itu meminta kejelasan terkait tindak lanjut kasus dugaan tindak kekerasan aparat kepolisian terhadap warga penolak pendirian pabrik semen milik PT Semen Indonesia.

2. Diduga Sopir Ngantuk Pick Up Nyungsep di Sungai, 1 Orang Tewas dan 1 Orang Luka-luka

Proses evakuasi pick up yang nyungsep di sungai di Landoh, Sulang, Rembang, Kamis (7/1/2016). Dalam insiden ini sopir tewas. (MuriaNewsCom)

Proses evakuasi pick up yang nyungsep di sungai di Landoh, Sulang, Rembang, Kamis (7/1/2016). Dalam insiden ini sopir tewas. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Diduga karena sopir mengantuk sebuah pick up terjun bebas masuk dalam sungai di dekat jembatan Desa Landoh, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Kamis (7/1/2016) pagi. Akibat insiden ini, satu orang tewas dan seorang lagi luka-luka.

3. Sopir Mengantuk, Truk Box Muatan Es Krim Hantam Trailer Muatan Semen

Kecelakaan truk box muatan es krim dan trailer muatan semen, Jumat (8/1/2016). (MuriaNewsCom)

Kecelakaan truk box muatan es krim dan trailer muatan semen, Jumat (8/1/2016). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur pantura Kecamatan Kaliori Rembang, Jumat (8/1/2016) sekitar pukul 06.30 WIB. Kali ini, terjadi di Jalan turut tanah Desa Tambakagung, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Insiden ini melibatkan Truk box muatan es krim bernomor polisi BG-8642-UN dan Trailer muatan semen bernomor polisi H-1752-AA. Truk box muatan es krim itu dikemudikan oleh Sunarto (39) warga Desa Gendon RT 03 RW 02 Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi. Meski kepala yang truk yang dikemudikannya remuk, Sunarto hanya mengalami luka ringan.

4. Gara-gara Nyamuk, Enam Nyawa Melayang

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Sepanjang 2015, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang mencatat setidaknya 544 kasus terkait demam berdarah dengue (DBD). Dari angka itu, 6 orang di antaranya meninggal dunia. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Rembang Ali Syofii, Jumat (8/1/2016). Menurutnya, DBD di Rembang selama 2015, telah membunuh setidaknya enam nyawa dari sedikitnya 544 kasus.

5. Wow! Ini Sekolah Dasar Terkaya di Rembang

Kasi Kurikulum TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Kusrini, mengatakan satu-satunya SD yang tidak menerima PIP adalah SD Islam Al Furqon, Jumat (29/1/2016). (MuriaNewsCom)

Kasi Kurikulum TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Kusrini, mengatakan satu-satunya SD yang tidak menerima PIP adalah SD Islam Al Furqon, Jumat (29/1/2016). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Satu-satunya sekolah dasar di Rembang yang tidak mau dan tidak menerima penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun anggaran 2015 adalah SD Islam Al-Furqon. Karena semua siswa di sekolah tersebut, berasal dari keluarga yang terbilang mampu secara ekonomi. Hal itu diungkapkan oleh Kasi Kurikulum TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Kusrini, kepada MuriaNewsCom. Kusrini mengatakan Dinas Pendidikan setempat, telah menyalurkan dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun anggaran 2015 kepada 374 sekolah baik negeri maupun swasta di 14 kecamatan di Kabupaten Rembang.

Editor : Titis Ayu Winarni

KALEIDOSKOP 2015 : Pilkades Serentak di Pati Catat Sejarah Baru

Pemilihan kepala desa di Kabupaten Pati pada Maret 2015 (MuriaNewsCom)

Pemilihan kepala desa di Kabupaten Pati pada Maret 2015 (MuriaNewsCom)

PATI – Sepanjang tahun 2015 ini, banyak kejadian penting yang mewarnai Kabupaten Pati, termasuk agenda pemilihan kepala desa secara serentak yang diikuti sebanyak 219 desa dari 405 desa yang ada di Kabupaten Pati.

Pilkades serentak yang diselenggarakan pada 28 Maret 2015 tersebut, merupakan kali pertama di Kabupaten Pati. Setidaknya ada 528 calon kepala desa yang mengikuti pesta demokrasi ini.
Dari 528 calon kepala desa tersebut, sebanyak 81 orang merupakan kaum hawa. Banyaknya partisipasi kaum hawa dalam mencalonkan diri sebagai kepala desa ini, merupakan catatan rekor baru di Indonesia untuk pilkades.

Banyaknya calon peserta dari kaum perempuan ini, Museum Rekor Indonesia (MURI) menganugerahkan penghargaan kepada Kabupaten Pati yang telah mencatatkan rekor pilkades dengan jumlah calon wanita terbanyak se-Indonesia. Piagam diserahkan Ketua MURI Paulus Pangka kepada Bupati Pati Haryanto.

Namun, bukan berarti penyelenggaraan pilkades serentak tersebut tanpa ada masalah. Beberapa dinamika muncul dalam proses pelaksanaan pilkades. Di antaranya yaitu, di Desa Gesengan, Kecamatan Cluwak. Di desa ini ada tiga bakal calon yang maju, yakni Sutrisno, Suyanto, dan Sunarso.

Dalam hal ini, panitia membatalkan Suyanto sebagai calon, karena alasan ijazah yang disebut tidak sah. Hal ini kemudian membuat suasana panas. Dari pendukung Suyanto maupun calon lain, sampai melakukan aksi unjuk rasa, dengan tujuan yang berbeda. Masing-masing ada yang pro dan kontra dengan keputusan panitia tersebut. Bahkan, kasus ini juga sempat masuk ke ranah hukum pidana, karen dari pihak Suyanto melaporkan panitia terkait hal ini.

Disisi lain, setelah melakukan beberapa proses, akhirnya panitia pengawas kabupaten mengeluarkan rekomendasi terhadap Bakal Calon Kades Gesengan, Kecamatan Cluwak akhirnya hasil rekomendasi itu telah keluar. Hasilnya disebutkan Panitia Pilkades Gesengan direkomendasikan agar menetapkan 3 calon .

Termasuk menetapkan Suyanto, balon kades yang sebelumnya tidak lolos. Dalam rekomendasi itu disebutkan setidaknya ada empat poin.Poin pertama disebutkan merekomendasikan panitia untuk mencabut dan membatalkan hasil penetapan Calon Kades Gesengan, Kecamatan Cluwak pada 5 Maret. Di poin kedua merekomendasikan kepada panitia pilkades untuk menetapkan tiga calon kepala desa, yakni Sutrisno, Suyanto, dan Sunarso. Selambat-lambatnya 2 X 24 jam setelah surat diterima dan melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Untuk poin ketiga, disebutkan apabila sampai dalam batas waktu seperti disebutkan nomor 2 tidak juga menetapkan kembali, maka Badan Permusyawaratan Desa agar segera mengambil langkah agar pilkades dapat tetap berlangsung.

Selanjutnya, kasus lain dalam pilkades yang mencuat adalah, gugatan kepada Pemkab pati yang dilayangkan Dasar Wibowo,salah satu Calon Kepala Desa Trikoyo, Kecamatan Jaken, yang dinyatakan kalah dalam pilkades. Dasar Wibowo mengklaim dirinyalah yang mendapatkan suara terbanyak. Dalam hal ini, dirinya dinyatakan kalah satu suara dengan calon lain.

Dalam gugatannya di PTUN Semarang, Pemkab Pati dinyatakan kalah. Kekalahan ini membuat Kades Trikoyo Tarmijan yang sudah dilantik, harus turun dari jabatannya.

PTUN Semarang memutuskan agar Surat Keputusan (SK) Bupati Pati Nomor 141.1/2562/2015 tentang Pengangkatan dan Pengesahan Tarmijan sebagai Kepala Desa Trikoyo, dibatalkan. (KHOLISTIONO)

KALEIDOSKOP POLITIK 2015 : Incumbent Tunjukkan Taringnya di Pilkada Blora

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blora (MuriaNewsCom)

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blora (MuriaNewsCom)

 

BLORA – Pada 9 Desember 2015, sebagian daerah di Indonesia melaksanakan pilkada serentak, termasuk di Kabupaten Blora.

Seperti halnya di daerah lain, tensi persaingan untuk menduduki jabatan sebagai bupati dan wakil bupati, juga berlansung sengit. Apalagi, di Blora incumbent memilih untuk berpisah dan bersaing untuk merebutkan jabatan kursi nomor 1 di Kabupaten Blora.

Di Pilkada Blora, tercatat ada tiga pasangan calon yang maju. Yakni Djoko Nugroho – Arief Rohman, Abu Nafi-M Dasum dan Kusnanto-Sutrisno. Untuk diketahui, Djoko Nugroho dan Abu Nafi merupakan incumbent.

Di pilkada ini, akhirnya pasangan Djoko-Arief dinyatakan sebagai pemenang. Dari hasil rekapituasi yang dilakukan KPU, pasangan Djoko – Arief memperoleh suara sebanyak 253.394 (51,17 %) dan sementara pasangan Abu Nafi-M Dasum memperoleh suara 207.582 (41,92 %). Sedangkan pasangan Kusnanto-Sutrisno memperoleh suara 34.205 (6,91 %).

Dalam pertarungan politik ini, Djoko – Arief berhasil menguasai suara di beberapa kecamatan. Di antaranya Kecamatan Tunjungan, Ngawen, Japah, Todanan, Jati, Kradenan, Kedungtuban, Sambong, Jiken, Jepon dan Bogorejo.

Melihat angka perolehan suara, terlihat incumbent bersaing cukup ketat. Sedangkan, pesaingnya yang bukan dari incumbent, terpaut suara cukup jauh. (KHOLISTIONO)

KALEIDOSKOP 2015 : Pati Dikepung Banjir di Awal dan Penghujung Tahun 2015

Peristiwa banjir pada Januari 2015 di Pati Utara (MuriaNewsCom/Kholistiono)

Peristiwa banjir pada Januari 2015 di Pati Utara (MuriaNewsCom/Kholistiono)

 

PATI – Tahun 2015 sudah berganti. Berbagai peristiwa di Kabupaten Pati sepanjang tahun ini menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat. Berbagai peristiwa silih berganti di tahun ini, di antaranya musibah banjir yang menerjan banjir di awal dan penghujung tahun.

Di awal tahun, tepatnya 3 Januari 2015, kawasan Pati bagian utara diterjang banjir cukup parah. Sedikitnya ada 17 desa di tiga kecamatan di Pati yang terendam banjir.

17 desa yang terendam banjir tersebar di Kecamatan Margoyoso, Tayu dan Dukuhseti. Untuk Kecamatan Margoyoso ada 4 desa yang tergenang. Sedangkan yang terparah terjadi di Desa Margotuhu dan Sumerak.

Ketinggian air yang menggenangi rumah-rumah penduduk dan jalan pada saat itu berkisar 20-50 sentimeter.

Akibat banjir tersebut, aktivitas masyarakat terganggu. Hal itu karena akses jalan yang tertutup air juga membuat masyarakat kesulitan untuk berpergian. Bahkan sejumlah kendaraan yang nekat menerjang banjir beberapa di antaranya akhirnya mogok dan harus dituntun.

Bahkan, beberapa fasilitas juga ada yang mengalami kerusakan. Seperti jembatan yang terletak di antara Desa Margoyoso dan Margotuhu rusak dan nyaris putus. Adapun tanggul di Desa Sumerak, Kecamatan Margoyoso juga jebol.

Bencana banjir juga terjadi di penghujung tahun ini. Sedikitnya ada dua kecamatan di Kabupaten Pati, bagian selatan dilanda banjir bandang, pada Sabtu (12/12/2015). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun banjir menyisakan lumpur di permukiman dan jalan.

Kecamatan yang diterjang banjir adalah Kecamatan Kayen dan Sukolilo. Beberapa desa terendam akibat kejadian tersebut.

Kemudian, musibah lain di penghujung November 2015 juga terjadi di Pati bagian timur. Tepatnya di Desa Trikoyo dan Boto, Kecamatan Jaken, Pati. Ratusan rumah yang berada di desa tersebut mengalami kerusakaan akibat diterjang angin lisus. Total ada 627 rumah yang mengalami kerusakan setelah dihajar lisus selama 15 menit.Dari ratusan rumah yang rusak, dua di antaranya rumah roboh dan rata dengan tanah.

Di Desa Trikoyo, tercatat ada 450 rumah yang menjadi korban keganasan lisus. Sementara di Desa Boto ada 175 rumah yang menjadi korban. (KHOLISTIONO)

Kaleidoskop : Yang Bikin Geger Grobogan di 2015

GROBOGAN – MuriaNewsCom mengulas beberapa kejadian heboh di Kabupaten Grobogan selama 2015. Hal ini menjadi pengingat, evaluasi, serta yang jelek diharapkan tidak terjadi di tahun depan. Berikut di antaranya:

1. Macan Gegerkan Bandungsari

Kabar munculnya hewan buas sejenis harimau di Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, Grobogan, 11 September 2015. Hasil penelitian dari tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah awal Agustus, hewan buas yang muncul itu ditengarai adalah macan tutul. Hal itu berdasarkan dari hasil cetakan yang dilakukan pada bekas tapak kaki yang ditemukan di pinggiran Dusun Sendangsuro.

MuriaNewsCom

MuriaNewsCom

2. Fosil Ditemukan di Banjarejo
Temuan barang langka berupa tulang berbentuk kepala kerbau di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, hampir mewarnai selama 2015. Bahkan, hal ini telah ditindaklanjuti pihak terkait.

Termasuk, salah satu fosil telah diperlihatkan ke Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Agar secepatnya mendapatkan perhatian yang baik.

MuriaNewsCom

MuriaNewsCom

3. Pesta Demokrasi Pilkada
Pilkada Grobogan diadakan 9 Desember 2015. paslon Sri Sumarni-Edy Maryono mendapat perolehan suara akhir sebanyak 505.507 suara. Sedangkan pesaingnya, paslon Icek Baskoro-Sugeng Prasetyo memperoleh 186.401 suara.

MuriaNewsCom

MuriaNewsCom

4. Banjir lumpuhkan akitivitas
Bencana banjir terjadi pada 14 Desember 2015. Akibatnya, jalur Purwodadi-Pati terputus sementara karena ada banjir sekitar di pertigaan Ketapang, di depan Kantor Kecamatan Grobogan.

Banjir merendam rumah warga di beberapa desa. Tidak ada korban dalam kejadian itu.
(AKROM HAZAMI)

MuriaNewsCom

MuriaNewsCom

Kaleidoskop : Kejadian Heboh 2015 Kudus

KUDUS – MuriaNewsCom mengulas beberapa kejadian heboh di Kabupaten Kudus selama 2015. Hal ini menjadi pengingat, evaluasi, serta apa-apa yang harus diperhatikan supaya tidak terjadi di tahun depan. Berikut di antaranya:

1. Kebakaran Bus
PO Sinar Mandiri, terbakar di jalur Kudus-Pati, (26/8/2015). Bus terbakar akibat korsleting kelistrikan kendaraan. Kejadian membuat geger warga, karena mereka berduyun-duyun melihat ke lokasi kejadian. Kecelakaan berakibat kemacetan panjang.

Kronologinya, kebakaran terjadi karena korslet pada listriknya. Waktu sudah menepi, sopir mencoba memadamkan dengan membuka cup mobil dan bagasi. Namun semuanya terlambat lantaran api sudah membesar, sehingga sopir memilih menyelamatkan diri.

Jpeg

MuriaNewsCom

2. Masalah Waduk Logung
Kasus pembebasan lahan Waduk Logung antara warga berdampak dengan pemkab. Yakni pemkab telah siap membayar ganti rugi tanah sesuai keputusan Pengadilan Tinggi. Bahkan ketika putusan sama dengan PN juga siap untuk membayarnya. Ini terjadi pada 2 September 2015

3. Gejolak Eksploitasi Air Gunung Muria
Gejolak pengekploitasian air gunung Muria terjadi di Kudus. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jateng, sulit menangani eksploitasi air pegunungan di wilayah Muria. Meski sudah diketahui hanya sebagian kecil saja yang memiliki izin, namun pihaknya tidak dapat berbuat lebih.
Dari 21 depo air pegunungan, hanya tiga depo saja yang sudah mengantongi izin. Sedangkan sisanya tidak memilki. Hanya penindakan juga tidak dapat dilakukan karena bukan kewenangan mereka. Ini mengemuka lagi pada September 2015.

4. Lereng Muria jadi Tambang Ilegal Galian C
Lereng muria, tepatnya di Desa Menawan Kecamatan Gebog, terjadi penambangan galian C. Parahnya, penggalian galian C tersebut sudah berlangsung selama beberapa tahun, Senin (9/9/2015).

Aktivitas penambangan tidak banyak yang tahu. Diprediksi, penambangan ilegalnya sudah berjalan selama lima tahunan.

MuriaNewsCom

MuriaNewsCom

5. Pembuangan Bayi Sehat nan Lucu
Petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudus, dikejutkan dengan pengantar bayi di rumah sakit. Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut panjangnya 44 cm dengan berat 200 gram. Kejadian ini terjadi sekitar 9 September 2015.

MuriaNewsCom

MuriaNewsCom

6. Mahasiswa UMK Jatuh dari Lift
Jatuhnya mahasiswa Fakultas Teknik UMK, disebabkan dengan adanya lift yang masih rusak terjadi pada 8 Oktober 2015. Nama mahasiswa itu adalah Mahrus Faruq Maulana.
Kejadian ini membuat masyarakat Kudus menjadi geger. Mengingat, mereka penasaran dengan kejadian itu.

7. Pasangan ABG Naik Mobil Ugal-ugalan, Dikejar 50 Polisi
Sepasang anak baru gede (ABG) membuat puluhan anggota kepolisian dari Polres Kudus, kewalahan. Pasangan ini mengajak puluhan petugas itu, kejar-kejaran layaknya film Hollywood, seperti Fast and Furious, pada Jumat (18/9/2015).

MuriaNewsCom

MuriaNewsCom

8. Kebakaran hutan di kawasan Pegunungan Muria
Hutan yang masuk Kabupaten Kudus, terjadi sejak Minggu (27/9/2015) malam, diduga akibat puntung rokok yang dibuang secara sembarangan oleh pendaki gunung. (AKROM HAZAMI)

Apa Saja Peristiwa Fenomenal di Rembang Selama 2015? Simak yang Berikut Ini

REMBANG – Banyak peristiwa unik, menarik, sekaligus menghebohkan yang terjadi selama 2015 di Rembang. Berikut redaksi MuriaNewsCom merangkumnya.

1. Peristiwa 03 Januari
Sopir Angkutan Umum Tolak Turunkan Tarif

Sejumlah sopir angkutan umum di wilayah Rembang menolak menurunkan tarif. Padahal pemerintah telah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sejak Kamis (1/1) pukul 00.00 WIB. Untuk premium dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.600 per liter, sedangkan solar turun menjadi Rp 7.250 per liter dari harga semula Rp 7.500 per liter.

2. Peristiwa 10 Februari
Pemkab Abaikan Aksi Tutup Mulut Kepala Desa

Pemkab Rembang mengabaikan aksi tutup mulut sejumlah kepala desa di Kecamatan Pamotan yang dilakukan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Pasalnya aksi tersebut dinilai tidak berpengaruh dalam penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2016. Sebab upaya aksi tutup mulut itu dilakukan para kepala desa dengan substansi yang tidak berkaitan dengan Musrenbang.

3. Peristiwa 03 Maret
Warga Sendang Mulyo Blokir Jalan Pabrik Pokphand

Sejumlah warga Desa Sendang Mulyo Kecamatan Gunem memblokir akses masuk menuju pabrik pembibitan ternak ayam milik PT Charoen Pokphand Indonesia di wilayah setempat pada Sabtu (7/3) sekitar pukul 09.00 WIB. Sebuah batu besar berdiameter berukuran dua meter diletakkan warga di tengah jalan agar kendaraan pabrik tidak bisa melintas.

4. Peristiwa 3 April
TPI Sarang Rusak Dihajar Lesus

Proses Lelang Mandek, 3 Pedagang Luka-luka

Atap bangunan TPI Sarang di Desa Sarang Meduro dilaporkan rusak parah akibat dihajar angin puting beliuang, Jumat (3/4) siang sekitar pukul 13.30, kemarin. Itu terjadi saat hujan disertai angin mengguyur wilayah Rembang bagian timur tersebut.

5. Peristiwa 21 Mei
Festival “Nglelet” di Rembang

Sebagai wujud kepedulian dalam nguri-nguri kebudayaan lokal yang ada di Kabupaten Rembang, manajemen murianews.com bekerja sama dengan PR Sukun berencana menggelar Festival “Nglelet” kopi, di kompleks Dampo Awang Beach (DAB) Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang pada Sabtu (23/5/2015). “Nglelet” atau bisa juga disebut juga dengan sebutan melukis rokok dengan ampas kopi ini merupakan kebiasaan khas warga Kota Garam.

MuriaNewsCom

MuriaNewsCom

6. Peristiwa 26 Juni
Bupati Rembang Anggap Kebijakan 5 Hari Sekolah Merugikan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo telah mengeluarkan surat edaran tentang kebijakan lima hari sekolah di Jateng. Namun Pemkab Rembang menolak kebijakan tersebut, karena dianggap akan berdampak pada terganggunya pendidikan diniyah siswa di Kota Garam.

7. Peristiwa 10 Juli
15 Desa di Rembang Sulit Cari Air Bersih

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang mulai bersiap menyalurkan bantuan air bersih. Sebab sudah ada 15 desa yang tersebar di empat kecamatan yang mulai dilanda bencana kekeringan di musim kemarau tahun ini.

MuriaNewsCom

MuriaNewsCom

8. Peristiwa 21 Agustus
Belasan Hektare Tebu di Rembang Hangus Dilalap Api

Kekeringan yang melanda Kabupaten Rembang, selain membuat warga kesulitan air, juga membuat petani menelan kerugian. Pasalnya, belasan hektare lahan tebu ikut hangus terbakar.

9. Peristiwa 24 September
Ada Hewan Kurban Berbakteri Ditemukan di Rembang

Sejumlah hewan kurban di Kabupaten Rembang ditemukan mengandung bakteri. Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan tim pemnatau kesehatan yang disebar pemkab setempat di sejumlah tempat pemotongan hewan kurban, Kamis (24/9/2015).

10. Pilkada Serentak 9 Desember
Pada tanggal itu, Rembang menyelenggarakan Pilkada serentak

Ada tiga pasangan calon. Yakni pasangan nomor 1 Hamzah-Ridwan. 2. Pasangan nomor 2 Sunarto-Kuntum, serta pasangan nomor 3 Hafiz-Bayu. Pasangan nomor 3 menjadi pemenangnya.

MuriaNewsCom

MuriaNewsCom

11. Peristiwa 28 Desember
Pemkab Rembang Fokus Tingkatkan Kualitas Air untuk Bisa Raih Adipura

Tahun 2015 ini, Rembang kembali gagal meraih penghargaan bergengsi Adipura. Namun, pada tahun depan Rembang menargetkan dapat meraih Adipura. Untuk bisa mencapai hal itu, Pemerintah Kabupaten Rembang akan memprioritaskan terkait peningkatan kualitas air. (TITIS W)

Berikut Peristiwa Fenomenal di Jepara Selama 2015 Versi MuriaNewsCom, Apa Saja?

JEPARA – Banyak peristiwa unik, menarik, sekaligus menghebohkan yang terjadi selama 2015 di Jepara. Baik memberikan pembelajaran, maupun berupa informasi penting. Berikut redaksi MuriaNewsCom merangkumnya.

1. Peristiwa pada 24 Januari
Papepung Keberatan Penutupan Karaoke
Paguyuban Pengusaha Pungkruk (Papepung) merasa keberatan dengan keputusan bupati, yang berencana menutup semua usaha karaoke di Kabupaten Jepara, termasuk di Pungkruk.

2. Peristiwa 28 Februari
Toko Modern Membeludak
Wacana pembatasan toko modern yang dikeluarkan Wakil Bupati Jepara Subroto, sampai saat ini belum dilakukan. Bahkan, dari tahun ke tahun keberadaan toko modern semakin membleudak.

3. Peristiwa 10 April
Bupati Ajak Instrospeksi, Upacara Peringatan HUT ke-466 Jepara

Puncak peringatan Hari Jadi ke-466 Jepara dilaksanakan dengan upacara peringatan di Alun-alun Jepara, dan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi bertindak sebagai inspektur upacara, Jumat (10/4).

4. Peristiwa 15 Oktober 2015
Tempat Karaoke Pungkruk dibongkar

Pembongkaran tempat karaoke Pungkruk bikin histeris penghuni. Pengusaha karaoke di
Pungkruk, Desa Mororejo, Mlonggo tak kuasa menahan tangis. Bahkan ada
di antara mereka yang langsung jatuh pingsan.

MuriaNewsCom

MuriaNewsCom

5. Peristiwa 23 Oktober 2015
Gempa Jepara

Gempa terjadi pada Jumat (23/10/2015), sekitar pukul 01.10.20 WIB, di kawasan Semenanjung Muria, Pati, Jepara dan sekitarnya berupa gempat bumi tektonik.

Gempa bumi berkekuatan 5,0 SR ini berpusat di koordinat 6,39 Lintang Selatan dan 110,91 Bujur Timur. Tepatnya pada jarak 26 kilometer arah timur laut kota Jepara pada kedalaman 14 kilometer.

Istimewa

Istimewa

6. 02 Mei
Warga Karimunjawa Masih Dihantui Gelap

Masalah krisis listrik di Jepara belum usai. Selama dua hari terakhir, Pulau Karimunjawa gelap Gulita. Hal ini disebabkan, adanya kerusakan pada komponen listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Karimunjawa.

7. 12 Juni
Perburuan Kimo Meningkat Jelang Lebaran, Polair Jepara Perketat Patroli

Kasus penangkapan ikan maupun biota laut yang dilindungi, cukup banyak di Jepara. Bahkan, salah satu biota laut yakni Kimo, menjadi salah satu buruan yang paling sering dicari nelayan.

8. 10 Juli
Truk Angkut Mebel Senilai Ratusan Juta di Jepara Ludes Terbakar

Truk pengangkut mebel bernomor polisi B 9153 QK, Jumat (10/7/2015) ludes terbakar. Mebel yang sedianya akan dikirim ke Jakarta itu terbakar saat truk melintas di jalan Jepara – Kudus, Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan, Jepara, dini hari.

9. 17 Agustus
Merah Putih Sepanjang Setengah Kilometer Dikibarkan Warga Kaliombo Jepara

Warga Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, memiliki cara tersendiri dalam memperingati Hari Kemerdekaan. Warga di desa itu bersama-sama mengibarkan bendera merah putih, yang panjangnya mencapai setengah kilometer atau 500 meter.

10. 24 September
Indahnya Toleransi, Warga Non-Muslim di Jepara Juga Kebagian Daging Kurban

Rasa toleransi beragama di Kabupaten Jepara, cukup tinggi. Hal ini setidaknya diperlihatkan umat Islam di Dukuh Puring, Desa Jerukwangi, Kecamatan Bangsri, Jepara, yang membagi kebahagiaan Idul Adha dengan warga nonmuslim.

11. 30 Desember
Ini Bocoran Aturan Karaoke dan Rumah Pijat di Jepara

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara saat ini masih getol ingin membatasi peluang terjadinya kemaksiatan di Kota Ukir. Saat ini tempat karaoke yang dituding menjadi salah satu tempat peredaran Miras dan prostitusi terselubung akan diatur dengan ketat. Selain itu tempat atau panti pijat juga demikian. Keduanya tengah digodok oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara untuk menjadi aturan yang jelas dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). (TITIS W)