Pencabulan, Penutupan Karaoke, Hingga Hebohnya Netizen Soal Mobil Bupati Pati yang Dibuat Acara Mantenan

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Pati – Beragam peristiwa terjadi di Kabupaten Pati selama 2016. Mulai dari kasus pencabulan, penutupan karaoke dan beragam peristiwa lainnya. Berikut ini di antara peristiwa ngehits  selama 2016 di Kabupaten Pati.

 

29 Februari

Mobil Bupati Pati Dibuat Acara Mantenan Bikin Geger

Netizen dihebohkan dengan sebuah unggahan foto dari akun Ika Pus Pita yang memperlihatkan mobil dinas Bupati Pati plat merah bernomor polisi K 1 A yang digunakan untuk acara mantenan di Kebumen.

Ngantene wae numpak mobile bupati marak kebumen… ben rejekine iso kyk bupati… amin,” tulis Ika Pus Pita yang artinya, “Pengantinnya saja naik mobilnya bupati menuju Kebumen. Supaya rezekinya bisa seperti Bupati. Amin.”

Sontak, postingan itu menuai hujatan dari netizen. Beragam komentar dilayangkan kepada Ika Pus Pita. “Ini namanya pelanggaran mobil dinas kok dipakai lamaran,” komentar akun Nursang.

Capture foto postingan dari pemilik akun Ika Pus Pita yang bikin geger netizen. (Facebook)

Capture foto postingan dari pemilik akun Ika Pus Pita yang bikin geger netizen. (Facebook)

Komentar senada dilontarkan akun Sri Rejeki. “Lha kok pakai mobil itu sih dik Ika. Kok tidak pakai mobilnya sendiri”.

Yang paling membuat netizen geram, Ika Pus Pita justru membalas komentar: “Lha kenapa pada sewot. Yang punya saja, diam aja kok,” tulisnya.

24 Februari 

Penjual Nasgor di Pati Ditangkap Polisi Karena Cabuli ABG 

Seorang penjual nasi goreng bernama Anggit yang merupakan warga Kecamatan Pati terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian, lantaran diduga mencabuli remaja di bawah umur berinisial DW (17) asal Kecamatan Margorejo.

Pelaku dibekuk petugas Polres Pati, lantaran membawa remaja itu hingga berhari-hari dan dicabuli berkali-kali. Padahal, pelaku dan korban awalnya hanya berkenalan melalui handphone.

Pelaku terancam dijerat Pasal 81 ayat 2 Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman kurungan penjara antara 5 hingga 15 tahun.

 16 Maret

 Seorang Modin di Pati Diduga Lakukan Tindakan Asusila Terhadap18 Bocah

Seorang modin berinisial MS (57), warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati diduga melakukan pelecehan seksual pada 18 bocah. Hal itu dilakukan dalam kurun waktu empat tahun.

Dari informasi yang dihimpun, pelaku dipecat jabatannya sebagai modin I di desanya akibat aksi bejatnya itu. Aksi itu terbongkar pada Maret ini, setelah salah satu orangtua korban kaget dengan pengakuan anaknya yang tidak mau diajak bermain “burung” dengan sang modin.

Sebut saja Dewa (bukan nama sebenarnya). Bocah laki-laki ini mengaku acapkali diminta untuk memenuhi hasrat sang modin yang menjadi guru ngajinya itu. Sontak, pengakuan Dewa menyulut emosi warga.

Sudah ada lima orang yang menjadi korban dari aksi bejat sang modin dalam kurun waktu 2016. Sementara itu, warga setempat menyatakan bila korban bisa mencapai 18 anak.

6 Oktober

Cabuli Bocah 11 Tahun, Pemuda Pengangguran di Pati Dibekuk Polisi

Seorang pemuda pengangguran berinisial R (21), warga Kecamatan Margoyoso,Pati  terpaksa berurusan dengan polisi karena diduga mencabuli seorang bocah berusia 11 tahun yang tak lain tetangganya sendiri. R ditangkap polisi, Kamis (06/10/2016).

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (06/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (06/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Penangkapan terhadap pelaku dilakukan, setelah kerabat bocah melaporkan kepada polisi. Terlebih, dari hasil visum, ada bekas ciuman pada salah satu bagian tubuh korban. Selain itu, korban mengaku dipaksa melucuti baju dan diraba pada bagian alat vital.

 

 

21 Janurari

Pengusaha Karaoke PTUN-kan Pemkab Pati

Sedikitnya ada tujuh pengusaha karaoke yang mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, lantaran perpanjangan izin karaoke tidak diberikan Pemkab Pati.

Kuasa Hukum Pengusaha Karaoke Nimerodi Gulo mengatakan, pihaknya sudah mengajukan perpanjangan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP). Sayangnya, pejabat Pemkab Pati tidak meresponsnya hingga akhirnya gugatan dilayangkan ke PTUN Semarang.

“Gugatan ini sudah kita lakukan pada 21 Januari 2016 lalu, karena pejabat Pemkab Pati tidak memberikan respons terkait izin perpanjangan karaoke yang kami ajukan. Ini sudah melewati enam kali persidangan. Besok Selasa (23/2/ 2016) tinggal putusan dari majelis hakim,” ujar Gulo.

24 Februari

Hasil Putusan PTUN Semarang Soal Izin Karaoke di Pati

Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang memutuskan perkara izin karaoke di Pati yang diajukan sejumlah pengusaha karaoke.

Dari dua perkara yang diajukan kuasa hukum, satu perkara diputuskan agar Pemkab Pati segera memberikan izin karaoke. Sementara itu, satu perkara lainnya diputuskan supaya Pemkab Pati tidak memberikan izin karaoke.

Tempat karaoke yang gugatannya diterima Hakim PTUN Semarang, antara lain Star King, CJ Karaoke, dan Romantika. Sedangkan tempat karaoke yang gugatannya ditolak Hakim PTUN Semarang, di antaranya Las Vegas, MDK Karaoke, Permata, dan The Boss.

Dengan putusan itu, Pemkab Pati wajib menerbitkan perpanjangan karaoke terhadap Star King, CJ dan Romantika, tetapi tidak menerbitkan perpanjangan izin untuk Las Vegas, MDK Karaoke, Permata, dan The Boss.

4 Maret

Penutupan Karaoke di Pati

Ada nuansa yang berbeda dari penegakan Perda yang dilakukan Satpol PP Pati kali ini. Kendati sempat tersandera berbulan-bulan tak bisa melakukan eksekusi tempat karaoke yang melanggar Perda, tetapi kali ini mereka menunjukkan kebolehannya.

Puluhan personel Satpol PP dikerahkan untuk menutup operasional karaoke Las Vegas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Puluhan personel Satpol PP dikerahkan untuk menutup operasional karaoke Las Vegas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pada Jumat (4/3/2016) dalam waktu 2,5 jam saja, mereka yang didampingi polisi dan TNI berhasil menyegel sepuluh tempat karaoke yang dinilai bertentangan dengan Perda.

Kesepuluh tempat karaoke yang berhasil disegel, antara lain Karaoke Marimar, Koplak, Natalia, Mars, Maestro, Meteor, Mutiara, Natalia, Ratu dan Las Vegas. Tempat itu berhasil disegel, setelah sempat terlibat saling dorong dengan karyawan dan wanita pemandu karaoke.

Editor : Kholistiono