43 Kades Baru di Rembang Dapat Pembekalan

43 kepala desa baru di Rembang mendapatkan pembekalan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sebanyak 43 kepala desa hasil pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tanggal 30 November 2016 lalu, mendapatkan pembekalan dari Pemkab Rembang, yang berlangsung di lantai IV Kantor Bupati Rembang, Rabu (22/3/2017).

Dalam kegiatan ini, kades mendapatkan beragam materi. Di antaranya . manajemen pemerintahan desa, pengawasan pemerintahan desa, pengelolaan keuangan desa, pemberdayaan masyarakat desa dan penyusunan produk hukum desa.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan, sekarang desa mendapat kucuran dana rata-rata Rp 1 miliar lebih per tahun. Untuk itu, kualitas sumber daya manusianya  harus terus ditingkatkan, agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

“Sebenarnya sudah kita beri pembekalan secara umum sebelumnya. Tapi untuk kegiatan kali ini lebih mendalam, karena di sini ada materi pengawasan dan pemberdayaannya,” ujarnya.

Selanjutnya Hafidz juga mengingatkan, bahwa kades tidak boleh hanya mengetahui salah satu undang-undang yang mengatur. Tetapi kades juga harus mempelajari peraturan turunannya seperti peraturan pemerintah (PP), peraturan daerah (perda) dan peraturan bupati (perbup) agar tidak menimbulkan masalah.

Bupati menambahkan, terkait keuangan desa, kades tidak boleh beranggapan uang yang diterima desa adalah urusan kades. Tetapi uang tersebut menjadi tanggung jawab kades yang harus dipertanggungjawabkan.“Kami sampaikan bahwa kita harus punya pemikiran dan komitmen terhadap desa, jangan sampai punya pemikiran uang yang ada di desa ini milik atau urusan kades. Realisasi dana tersebut harus ada prosedurnya,jangan sampai ada masalah di kemudian hari,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa Waru, Daryono, mengatakan, pembekalan tersebut sangat penting bagi kades baru. Materi yang diberikan bisa menjadi pedoman baginya untuk menjalankan roda pemerintahan di desa.

Editor : Kholistiono

Kades Baru di Rembang Diwejang Bupati Agar Akur dengan BPD

 Pembekalan terhadap kepala desa di Lantai IV Kantor Bupati Rembang, Kamis (29/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pembekalan terhadap kepala desa di Lantai IV Kantor Bupati Rembang, Kamis (29/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 43 kepala desa (Kades) baru di Rembang mengikuti pembekalan yang digelar oleh Pemda Rembang di Lantai IV Kantor Bupati Rembang, pada Kamis (29/12/2016).

Dalam kesempatan itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengingatkan agar kepala desa menjalankan tugasnya dengan maksimal dan melakukan koordinasi dengan semua pihak, khususnya Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

“Kades tidak boleh bekerja semaunya. Dalam melaksanakan tugas, harus memenuhi ketentuan perundang-undangan. Dan yang paling penting, harus bisa menggandeng semua pihak, khususnya BPD,” ujar Hafidz.

Bupati juga mengingatkan, agar kades tak mengentengkan para BPD. Sebab BPD merupakan mitra kerja para kades selain perangkat desa lainnya.Dengan begitu, diharapkan pembangunan maupun pemerintahan desa bisa berjalan dengan baik.

Sementara itu Sekda Rembang Subakti menyampaikan, dalam pembekalan tersebut, kades yang baru dilantik beberapa hari lalu dibekali beragam materi, di antaranya cara membuat RKPDes, RPJMdes serta  APDes.

“Itu semua merupakan implementasi visi dan misi kepala desa. Visi dan misi itu, nantinya dicantumkan dalam RKPDes, RPJMDes maupun APBDes dan nantinya diimplementasikan secara riil,” ungkapnya.

Terpisah, Kepela Desa Gowak Suprapto mengatakan, imbauan bupati dan sekda akan selalu diingat dan dijalankan. “Koordinasi dengan perangkat desa, BPD dan tokoh lainnya sangat perlu. Sebab mereka nantinya akan bisa memberikan usulan, masukan dan kritikan yang membangun,” katanya.

Editor : Kholistiono

Buktikan Janji Kalian

Kholistiono cak.kholis@yahoo.co.id

Kholistiono
cak.kholis@yahoo.co.id

PENDAPA Museum RA Kartini Rembang menjadi saksi sejarah dilantiknya 43 pemimpin baru yang bakal mengemban tugas menjalankan roda pemerintahan di 43 desa di Kabupaten Rembang.

Mereka ini merupakan hasil produk demokrasi yang dipilih oleh rakyat untuk memimpin mereka dalam jangka waktu enam tahun ke depan. Untuk itu, pelantikan ini merupakan awal bagi mereka untuk merealisasikan janji yang telah disepakati dengan warganya.

Bupati pun mewanti-wanti kepada kades terpilih untuk bisa menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai pemimpin desa dengan maksimal. Mereka yang baru dilantik juga diharapkan bisa menjadi pemimpin yang amanah, bisa mengayomi warganya dan jangan sesekali untuk berani menyelewengkan dana desa dengan tujuan mengembalikan modal ketika kampanye.

Berani mencalonkan diri sebagai kepala desa, itu artinya, berani juga menerima konsekuensinya. Termasuk di antaranya adalah pengorbanan materi, tenaga maupun pemikiran. Untuk itu, konsekuensi tersebut, seharusnya sudah dipikirkan sejak awal ketika akan mencalonkan diri sebagai kades.

Dengan begitu, kades terpilih tidak ada upaya untuk mengembalikan modal kampanye dari “bisnis anggaran desa.”

Bahkan, bupati telah memilihkan hari yang dinilai dengan syarat filosofi dan makna. Hari Jumat Kliwon, dinilai merupakan hari baik untuk melakukan pelantikan. Diharapkan, pemimpin baru ini bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Kini saatnya, para kepala desa merealisasikan janji kampanyenya. Para kades terpilih tidak boleh terlalu berlama-lama dana euphoria kemenangan. Sudah saatnya bekerja, dan memastikan rakyat merasakan kehadiran pemimpin dan pelayanan pemerintahan desa dalam kehidupan sehari-hari.

Ada yang perlu menjadi catatan bagi kepala desa yang baru saja dilantik kemarin. Berjalan dalam koridor aturan yang telah ditetapkan pemerintah tentulah harus diikuti. Pun demikian, tak kalah penting adalah, bagaimana sang pemimpin bisa melakukan inovasi pelayanan terhadap masyarakat yang sesuai dengan perkembangan zaman dan tidak bertentangan dengan norma serta kearifan lokal (local wisdom).

Seorang kepala desa dituntut untuk bisa mengiringi era tekonologi seperti sekarang ini. Sehingga, pola kinerja pemerintahan desa yang terkadang dan dimungkinkan masih cukup banyak yang menggunakan sistem manual, secara perlahan bisa menggunakan teknologi.

Seorang pemimpin masa kini, tak hanya dituntut untuk bisa memimpin rapat dan mengisi acara di pelbagai pertemuan RT atau RW, namun, lebih dari sekadar itu.

Meski levelnya desa, namun, inovasi tak boleh mati dari hanya karena kendala ketidaktahuan perkembangan teknologi. Kades tidak boleh lagi gagap teknologi (gaptek). Kades harus bisa menyesuaikan era kepemimpinannya.

Setidaknya, dengan memanfaatkan teknologi, potensi yang ada di desa yang dipimpinnya tersebut dapat dieksplore dan dikembangkan secara maksimal. Misalkan saja, potensi wisata, sumber daya alam ataupun pengembangan UMKM yang ada di desa setempat.

Pun demikian, pelayanan terhadap masyarakat juga dapat memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini. Bisa saja, pengurusan administrasi di tingkatan desa, nantinya sudah bisa menggunakan sistem elektronik. Selain memudahkan warga, hal tersebut juga bisa meminimalisasi adanya pungutan liar.

Dengan hal itu pula, kades juga memiliki tugas penting lainnya, yakni pengembangan sumber daya manusia dan juga peningkatan ekonomi masyarakat. Dua hal ini, menjadi kunci penting dalam mewujudkan desa yang maju dan sejahtera.

Akhirnya, selamat bertugas untuk kepala desa yang baru dilantik. Rakyatmu sudah menunggu bukti dari janji kalian. Saatnya bekerja, saatnya melayani warga dan saatnya berinovasi. (*)

Bupati Peringatkan Kades Terpilih Agar Tidak Selewengkan Dana Desa untuk Kembalikan Modal Kampanye

Bupati Rembang Abdul Hafidz melakukan pelantikan terhadap 43 kepala desa terpilih, Jumat (16/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz melakukan pelantikan terhadap 43 kepala desa terpilih, Jumat (16/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz melantik 43 kepala desa terpilih hasil pemilihan kepala desa (pilkades) pada 30 November lalu. Pelantikan kades terpilih ini dilakukan di Pendopo Museum RA Kartini Rembang, Jumat (16/12/2016).

Dalam kesempatan tersebut, bupati memperingatkan, agar kades terpilih tidak terjerumus untuk menyelewengkan dana desa. Apalagi, sekarang, pemerintah desa mendapatkan kucuran dana dari pemerintah yang jumlahnya miliaran.

“Gunakan dana sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai ada niatan menyelewengkan anggaran untuk mengembalikan modal, ketika mencalonkan diri menjadi kepala desa. Jangan sampai terjadi hal seperti itu,” ujarnya.

Apalagi, katanya, saat ini presiden sudah berkomitmen untuk membasmi pungutan liar. Di Rembang sendiri, menurutnya, saat ini juga sudah dibentuk tim sapu bersih (saber) pungli, yang jumlahnya sekitar 60 orang.

Lebih lanjut bupati meminta, agar kades yang baru saja dilantik, nantinya bisa bekerja sama dengan perangkat desa, khususnya BPD. Sebab, mereka merupakan kunci keberhasilan kepala desa dalam menjalankan program-program desa. Pun demikian, kades terpilih juga diminta untuk menjaga hubungan baik pesaing di pilkades lalu.

Sementara itu, Kades Goa terpilih Suprapto mengatakan, akan berkonsolidasi dengan berbagai elemen di desa. Di antaranya perangkat desa dan BPD. Setelah itu, akan segera meningkatkan performa pelayanan terhadap masyarakat.

“Mengenai anggaran desa peruntukannya untuk apa saja, tentunya kita juga akan memahami, mencermati dengan pengelolaan terdahulu. Bila ada yang bagus ya diteruskan. Tapi yang paling penting adalah meningkatkan kinerja dengan baik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan, jika pelantikan sengaja dilakukan pada Jumat Kliwon. Hal itu, bukan karena tanpa alasan. “Jumat Kliwon ini sebagai tanda, pempimpin tersebut bisa beraktivitas, kemampuan dan berfikir luas. Sehingga nantinya pemimpin ini diharapkan bisa merangkul semua kalangan,” kata Hafidz.

Hal ini juga memiliki makna mempunyai sifat sejuk, terutama dalam berbicara, tepat janji, mudah mempengaruhi orang banyak, pandai mencari teman, mempesona dan ceria. Sehingga, saat mempimpin nanti, tidak mempunyai sikap pemarah.

Editor : Kholistiono

Hati-hati Pak Kades di Rembang, Siap-Siaplah Dievaluasi !

Subakti, Asisten I Sekda Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Subakti, Asisten I Sekda Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mulai menyiapkan rencana untuk monitoring dan evaluasi (Monev) kepada setiap desa. Namun rencana ini baru akan dimulai setelah momen peringatan Hari Kemerdekaan RI. Monev dinilai penting untuk mengetahui seberapa jauh penyerapan dana yang telah diterima oleh setiap desa.

Subakti, Asisten I Sekda Rembang mengatakan selain alokasi dana desa (ADD), desa juga mendapatkan dana transfer dari Pusat, dana bagi hasil pajak dan retribusi, serta bantuan dari provinsi.

Semua alokasi itu dikerjakan dan dipertanggungjawabkan dalam satu tahun. Sebelumnya, desa lebih berkutat dengan ADD dan bantuan provinsi. Dia mengakui, belum melakukan Monev terhadap progres pelaksanaan dana yang diterima desa.

”Kita belum kita lakukan monev, namun kita jadwalkan setelah peringatan ulang tahun Kemerdekaan RI. Sebab Monev itu penting untuk dasar kami melakukan pembahasan anggaran di APBD Perubahan. Karena dana-dana itu mesti kita anggarkan. Soal terserap seluruhnya atau tidak, kami harus optimistis dengan memberikan dorongan dan bimbingan yang lebih intens,” ujar Subakti, Jumat (14/8/2015). (AHMAD FERI/AKROM HAZAMI)