Kantor BPN Pati Pun Ikut Digeledah Tim Saber Pungli, Apa Hasilnya?

Polisi yang tergabung dalam Tim Saber Pungli memeriksa dokumen di loket pelayanan Kantor BPN Pati, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pati juga digeledah polisi bersama Tim Saber Pungli Pati, Rabu (30/8/2017). Penggeledahan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat yang menyebut ada indikasi pungutan di sana.

“Informasi yang kami terima dari masyarakat, ada pungli di Kantor BPN Pati. Kami langsung mendatangi kantor tersebut dan melakukan penggeledahan di loket-loket pelayanan masyarakat,” kata Ketua Tim Saber Pungli Pati Kompol Sundoyo.

Dari hasil penggeledahan, polisi tidak menemukan adanya indikasi pungli. Pelayanan di BPN Pati diakui sudah berjalan sesuai dengan prosedur dan administrasi.

Tak hanya penggeledahan dokumen, polisi juga bertanya kepada sejumlah pengunjung yang sedang mengurus di BPN Pati. Mereka mengaku tidak ada pungli di sana.

Namun, Kompol Sundoyo melihat papan pengumuman prosedur pengurusan di BPN Pati tidak begitu jelas. Karena itu, ia meminta kepada Kepala BPN Pati untuk memasang agar masyarakat tahu.

Baca juga : Edaan…Makelar di Pelabuhan Juwana Ini Bahkan Punya Kantor Khusus

Menanggapi hal itu, Kepala BPN Pati Yoyok Hadimulyo Anwar akan segera melakukan evaluasi penempatan poster prosedur pengurusan di BPN Pati. “Sebetulnya sudah ada, tapi kami kesulitan mau menempel di mana, nanti akan kami benahi,” kata Yoyok.

Penggeledahan di Kantor BPN Pati sempat membuat banyak pegawai dan pengunjung kaget. Namun, pegawai mempersilakan untuk melakukan pemeriksaan, setelah Kompol Sundoyo mengenalkan diri sebagai Tim Saber Pungli.

Editor : Ali Muntoha

Edan…Makelar di Pelabuhan Juwana Ini Bahkan Punya Kantor Khusus

Tim Saber Pungli mendatangi makelar yang beroperasi di sebelah Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tim Saber Pungli Kabupaten Pati yang dipimpin Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menemukan makelar yang mangkal di kawasan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana, Rabu (30/8/2017).

Makelar tersebut memiliki kantor yang jaraknya hanya beberapa meter dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana. Saat ditanya petugas, dia mengenalkan diri dengan nama Kliwon.

Namun, setelah dicecar petugas, dia baru mengaku bila namanya Karyanto. Di kantor tersebut, Karyanto melayani berbagai macam pengurusan surat.

Salah satu pelayanan yang diberikan, antara lain SIUP, SIPI, surat laut, pengesahan surat ukur internasional, sertifikat garis muat, balik nama gros akte, dan halaman tambahan. Sayangnya, tidak ada pengunjung yang menggunakan jasanya saat Tim Saber Pungli memeriksanya.

Saat ditanya apakah Karyanto menyetor sejumlah uang kepada pegawai Kantor Pelabuhan Juwana untuk memuluskan profesinya sebagai makelar, dia hanya tersenyum dan tidak menjawabnya. Kompol Sundoyo lantas memerintahkan anggota Tim Saber Pungli untuk melakukan investagasi lebih lanjut.

“Kami memerintahkan kepada tim deteksi untuk melakukan investasi lebih lanjut apakah ada jaringan makelar yang melibatkan pegawai kantor pelabuhan. Sebab, kami menemukan adanya prosedur pengurusan surat di kantor pelabuhan yang sengaja tidak transparan,” ungkap Kompol Sundoyo.

Baca juga : Kantor Pelabuhan Juwana Digeledah Tim Saber Pungli

Menurutnya, informasi prosedur pengurusan surat ada indikasi dibuat tidak transparan, agar menggunakan jasa makelar yang sudah bekerja sama dengan pegawai. Hanya saja, pihaknya belum menemukan bukti yang menguatkan indikasi tersebut.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurus surat-surat di kantor pelabuhan secara langsung, tanpa menggunakan jasa perantara. Bila sudah mengurus surat di kantor secara langsung tapi ada pungutan, dia meminta kepada masyarakat untuk tidak segan melaporkan kepada Tim Saber Pungli di Mapolres Pati.

“Pegawai sudah digaji negara. Kalau masih saja melakukan pungutan kepada masyarakat, artinya mereka menghianati negara. Ini harus diberantas sampai akar-akarnya,” tandas Kompol Sundoyo.

Editor : Ali Muntoha

Kantor Pelabuhan Juwana Digeledah Tim Saber Pungli

Tim Saber Pungli mendatangi Kantor Unit UPP Kelas III Juwana untuk pemeriksaan adanya dugaan pungli, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana diperiksa Tim Saber Pungli, Rabu (30/8/2017). Semua ruangan digeledah dan diperiksa.

Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Pati Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, pemeriksaan Kantor UPP Kelas III Juwana tersebut melibatkan semua unsur, dari polisi, TNI, pemkab, propam, dan inspektorat.

“Ada laporan dari masyarakat yang menyebutkan adanya indikasi pungutan liar di sana. Laporan itu kami tindak lanjuti dengan memeriksa seluruh ruangan untuk menemukan barang bukti,” kata Kompol Sundoyo.

Belasan petugas Tim Saber Pungli yang datang, langsung masuk ke berbagai ruangan untuk memeriksa berkas-berkas. Sasaran utama yang diperiksa paling awal adalah ruang pelayanan umum.

Di ruangan itu, Tim Saber Pungli mencium adanya prosedur penerbitan sertifikat kelayakan pada Kantor UPP Juwana yang tidak transparan. Hanya saja, pihaknya tidak menemukan adanya pelanggaran administrasi yang menunjukkan adanya pungli.

“Soal transparansi prosedur pelayanan masyarakat masih kurang. Tapi secara keseluruhan sudah sesuai dengan ketentuan administratif,” tambahnya.

Dia meminta kepada pegawai Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana untuk melengkapi tata cara prosedur pelayanan sesuai dengan aturan.

Dengan demikian, masyarakat bisa paham dengan mudah prosedur pengurusan di UPP Juwana.

Editor : Ali Muntoha

Mantan Intelijen Kodim Pati Ungkap Kondisi Indonesia 10 Tahun Mendatang

Kapten Inf Yahudi saat mamaparkan kondisi Indonesia sekarang dan kemungkinannya yang terjadi pada 10 tahun mendatang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Mantan Perwira Seksi (Pasi) Intel Kodim 0718/Pati yang saat ini menjabat sebagai Danramil Juwana Kapten Inf Yahudi mengungkap kondisi Indonesia pada 10 tahun mendatang. Hal itu disampaikan dalam berbagai forum kebangsaan di sejumlah daerah.

Apa yang disampaikan Kapten Inf Yahudi bukan prediksi, apalagi ramalan. Dia mengungkapkan sesuai dengan analisis intelijen yang didasarkan pada kondisi Indonesia saat ini.

“Penjajahan yang terjadi di Indonesia sekarang ini adalah proxy war, perang tanpa bentuk, tanpa pasukan. Penjajah pasang mata-mata, politik dikacaukan, ekonomi dikacaukan, berbagai aspek dibeli,” katanya.

Semua aspek dikacaukan dengan tujuan agar kondisi Indonesia tidak stabil. Negara-negara lain juga disebut menanamkan pengaruhnya untuk merebut sumber daya alam (SDA) Indonesia yang begitu melimpah.

Berbagai “ranjau” yang ditebar untuk mengacaukan Indonesia itu memiliki ragam bentuk, dari narkoba yang merusak generasi bangsa, konflik politik yang mengguncang stabilitas nasional, terorisme dan kelompok radikal, hingga isu bangkitnya komunisme.

“Indonesia adalah negara equator, negara subur. Sepuluh tahun ke depan, negara yang tidak punya alam akan berbondong-bondong ke negara-negara equator untuk merebut SDA,” terangnya.

Dari data intelijen yang disampaikan, Indonesia akan menentukan nasibnya pada 28 tahun mendatang. Dia akan menjadi negara emas dan berjaya atau negara gagal yang penuh dengan kekacauan.

Karena itu, dia meminta kepada masyarakat untuk ikut bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan NKRI, tidak mudah terprovokasi untuk memusuhi saudara sendiri. Serta mengawasi generasi emas bangsa dari budaya asing, narkoba, serta perilaku tawuran antarpelajar.

“Maka, Indonesia saat ini perlu kita perjuangkan kembali. Masalah-masalah yang timbul jangan sampai membuat NKRI terpecah. Ini menyangkut nasib dan masa depan kita bersama,” tandas Kapten Inf Yahudi.

Editor : Ali Muntoha

Dini Hari Tadi, Ratusan Jemaah Haji Pati Kloter 89 Bertolak ke Tanah Suci

Calon jemaah haji Pati kloter 89 berada di Halaman Kantor Setda Pati, sebelum bertolak ke Tanah Suci, Rabu (23/8/2017) dini hari. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 353 calon jemaah haji dari Pati Kloter 89 bertolak ke Tanah Suci dari Halaman Kantor Setda Kabupaten Pati, Rabu (23/8/2017) dini hari.

Mereka berasal dari Kecamatan Tlogowungu, Gabus, Winong, Tambakromo dan Jakenan. Delapan armada bus diterjunkan yang dikawal satu unit ambulans, satu voorijder, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Sejumlah pejabat yang hadir dalam agenda pemberangkatan, antara lain Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, Wakapolres Pati Kompol Nyamin, Kepala Kemenag Pati Mundzakir, dan Ketua MUI Pati KH Abdul Mudjib Sholeh.

“Tahun ini, ada 1.665 warga yang menjadi calon jemaah haji. Mereka dibagi menjadi enam kloter pemberangkatan, kemarin kloter 88 sudah berangkat. Ini kloter 89 yang berangkat,” kata Mundzakir.

Sementara itu, Haryanto dalam sambutannya memberikan pesan kepada calon jemaah untuk disiplin, kompak dan saling kerja sama dalam menjalankan ibadah haji. Sesama jemaah diharapkan bisa saling membantu.

Haryanto yang baru saja dilantik sebagai Bupati Pati juga memohon doa kepada calon jemaah agar Kabupaten Pati selalu diberikan rasa aman, damai, dan kondusif. Sebab, doa para jemaah haji di Tanah Suci sangat mustajab.

Editor : Ali Muntoha

Kejari Pati 6 Kali ‘Ping Pong’ Berkas Kasus CIMB Niaga, Kenapa?

Korban CIMB Niaga melakukan aksi long march menjemput keadilan sepanjang 25 km pada akhir 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati sudah enam kali mengembalikan berkas kasus dugaan tindak pidana perbankan yang dilakukan oknum Bank CIMB Niaga kepada polisi. Hal itu disampaikan kuasa hukum korban, Nimerodi Gulo, Selasa (22/8/2017).

“Terakhir, Kejari Pati meminta polisi membuktikan pemalsuan sertifikat rumah tanah ganda. Yang kami tuntut adalah kejahatan perbankan karena CIMB Niaga lalai, jaksa malah meminta polisi membuktikan pemalsuan sertifikat. Ini di luar tuntutan. Ada apa dengan jaksa,” ungkap Gulo kesal.

Menurut Gulo, kasus tersebut sudah jelas karena CIMB Niaga terbukti lalai dan melanggar pasal 49 ayat 2 huruf b UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Penetapan tersangka kepada oknum CIMB Niaga juga sudah dilakukan polisi.

Bukti-bukti yang disodorkan juga dianggap sudah cukup. Seperti bukti kredit yang dicairkan dan adanya prinsip ketidakhati-hatian dari pihak perbankan. Tim kredit CIMB Niaga diduga sengaja mencairkan kredit dengan membuat surat palsu, kendati Tim Appraisal CIMB Niaga sudah mewanti-wantinya.

“Kasus ini sudah jelas, tapi jaksa sengaja mengaburkan kasus. Dari kacamata hukum, mestinya sudah P 21 (lengkap), karena unsur-unsur pidana perbankan sudah terpenuhi. Anehnya, jaksa sudah memberikan catatan kepada polisi untuk dilengkapi, begitu dilengkapi, dikasih catatan lagi. Begitu terus sampai enam kali. Ini jelas membuktikan Kejari Pati tidak profesional,” tuding Gulo.

Sebelumnya diberitakan, Mashuri Cahyadi membeli sertifikat tanah yang dilelang CIMB Niaga melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang. Namun, dia tidak bisa menguasai tanah yang dibelinya, karena ternyata bersertifikat ganda.

Sertifikat yang dibeli Mashuri dari lelang atas nama Kuswantoro, sedangkan sertifikat lainnya atas nama Sunoto. Meski Tim Appraisal CIMB Niaga disebut sudah memperingatkan masalah tersebut, tetapi Tim Kredit CIMB Niaga diduga nekat membuat surat keterangan yang menyebut Sunoto hanya menyewa.

Setelah dicek laboratorium oleh pihak kepolisian, surat keterangan sewa tersebut adalah palsu. Artinya, Gulo mengganggap Tim Kredit CIMB Niaga sudah melakukan rekayasa agar utang dengan agunan tanah tersebut dicairkan.

“Surat yang ternyata palsu itu dibuat untuk menangkis nasehat dari tim appraisal. Tampak dengan jelas ada kesengajaan untuk mencairkan kredit, meski tim appraisal tahu itu bermasalah karena sertifikatnya ganda. Lagipula, semestinya posisi surat keterangan tidak bisa mengalahkan sertifikat asli Sunoto,” imbuhnya.

Dia berharap, Kejari Pati bisa bekerja secara profesional dan tidak melakukan “ping pong” berkas kasus yang dilimpahkan dari polisi. Sebab, kasus itu sudah bergulir ke polisi sejak 26 Mei 2015 hingga sekarang.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Pati menolak bertemu dengan wartawan. Alasan yang disampaikan petugas keamanan, ia sedang melakukan pemeriksaan.

Editor : Ali Muntoha

Harga Ketela Naik Rp 1.450, Denyut Ekonomi Petani dan Industri Tapioka di Pati Mulai Bergeliat

Suasana di industri kecil menengah (IKM) tapioka di Ngemplak, Margoyoso yang kembali bergeliat setelah harga ketela naik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Petani dan penggiling ketela di Pati sujud syukur setelah komoditas ketela mulai merangkak naik dari Rp 600 per kg menjadi Rp 1.450 per kg. Hal itu disampaikan Khoirul Umam, salah satu penggiling ketela di kawasan Ngemplak, Margoyoso, Pati.

“Kami sujud syukur karena harga ketela mulai naik. Sebagai penggiling, kami tentu akan menaikkan harga beli ketela sesuai dengan harga pokok produksi (HPP), karena harga ketela disesuaikan dengan kenaikan harga tepung tapioka,” ujar Umam, Sabtu (19/8/2017).

Menurutnya, kenaikan harga singkong akan menghidupkan kembali para petani, pekerja, karyawan hingga pengusaha yang bekerja di penggilingan tapioka. Sebab, petani sempat mogok dan tidak mau menjual singkongnya saat harganya anjlok beberapa waktu lalu.

Akibatnya, beberapa mesin penggiling sempat berhenti beroperasi. Karena itu, dia berharap agar permintaan tapioka terus meningkat dengan harga yang layak, sehingga akan menghidupkan kembali mesin-mesin yang berhenti beroperasi.

Saat ini, harga singkong tanpa milih sudah mencapai Rp 1.350 per kilogram. Sementara singkong super yang biasa digunakan untuk ekspor kerupuk udang lebih besar Rp 100, yakni Rp 1.450 per kilogram.

Terkait dengan pemotongan terhadap harga barang atau rafaksi, dia memastikan sudah sesuai kesepakatan dan aturan yang saling menguntungkan. Rafaksi yang dilakukan mengacu pada kotoran yang menempel pada ketela, termasuk berat keranjang yang dibawa.

“Kalau ada yang bilang rafaksi tidak sesuai, itu tidak benar. Karena sudah ada kesepakatan. Rafaksi dihitung dari kotoran yang menempel pada ketela dan berat keranjang. Jadi ada aturan mainnya,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Bupati Pati Bingung Dikabarkan jadi Korban Penipuan Swissindo

Bupati Pati Haryanto. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto dikabarkan terkena penipuan berkedok voucher human obligation dan biaya peningkatan kesejahteraan hidup yang mengatasnamakan UN-Swissindo.

Kabar itu bersumber dari Direskrimsus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Lukas Akbar dalam sebuah pemaparan di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah, Rabu (16/8/2017).

Namun, Haryanto justru tidak mengetahui apa itu UN-Swissindo. Dia juga tidak tahu tentang kabar tentang penipuan yang mencatut namanya.

“Apa itu UN-Swissindo. Saya malah tidak tahu. Itu diklarifikasi ya,” ujar Haryanto saat ditemui MuriaNewsCom, usai menghadiri upacara penyerahan remisi umum narapidana di Lapas Kelas II B Pati, Kamis (17/8/2017).

Sebelumnya, Kombes Pol Lukas Akbar menyebut Bupati Pati Haryanto mejadi salah satu korban penipuan yang mengatasnamakan UN-Swissindo. Saat ini Ditreskrimsus Polda Jateng tengah melakukan penelurusan, termasuk kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian itu.

Baca juga : Bupati Pati Juga Diduga Kena Tipu Swissindo

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menyebut ada sekitar 30 warga Pati yang terkena penipuan UN-Swissindo. Mereka membayar sejumlah uang untuk menjadi anggota UN-Swissindo.

Korban dijanjikan mendapatkan fasilitas berupa pelunasan hutang ke enam prime bank, seperti Mandiri, BNI, BRI, BCA, Danamon, dan CIMB Niaga. Namun, surat kuasa yang diberikan kepada anggota untuk melunasi hutang di bank dipastikan pihak OJK sebagai bentuk penipuan.

Editor : Ali Muntoha

Stok Blanko Habis, Pembuatan E-KTP di Pati Tersendat

Sejumlah warga tengah mengurus kependudukan di Kantor Disdukcapil Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Lebih dari 27.000 warga Pati terpaksa belum memiliki E-KTP baru, lantaran stok blanko habis. Mereka harus bersabar menunggu hingga material untuk pembuatan E-KTP tersedia.

Riyanto, seorang warga Kayen yang hendak mengurus E-KTP karena pindah ke kawasan Sukoharjo, Margorejo mengeluhkan kondisi tersebut. Sejak April 2017 mengurus, sampai saat ini belum bisa mendapatkan E-KTP.

“Agustus 2017 ini saya cek lagi ke Kantor Kecamatan Margorejo, diminta untuk menunggu hingga Januari 2018. Itupun kata petugas belum ada kepastian, cuma diminta datang awal 2018,” ungkap Riyanto, Kamis (17/8/2017).

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pati Dadik Sumarji membenarkan adanya ketersendatan pembuatan E-KTP, karena ketersedian blanko terbatas. Saat ini, sudah lebih 27.000 warga yang sudah mengikuti rekam tapi belum dicetak.

Padahal, pihaknya mendapatkan material E-KTP sebanyak 10.000 pada April 2017 dan 26.000 blanko pada Mei 2017. Total blanko sebanyak 36.000 itu sudah digunakan untuk cetak, sehingga ketersediaan sekarang habis.

Pada Juni 2017, dia juga sudah melakukan kunjungan ke Jakarta dan mendapatkan tambahan blanko sebanyak 6.000. Terakhir, Disdukcapil mendapatkan tambahan 2.000 bersamaan dengan penambahan kuota di delapan kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Hanya saja, berbagai penambahan kuota itu ternyata masih belum mencukupi untuk kebutuhan pembuatan E-KTP di Kabupaten Pati. Untuk saat ini, dia memprioritaskan kepada warga yang sama sekali belum punya E-KTP.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya memberikan surat keterangan sementara yang fungsinya sama dengan E-KTP. Namun, kelemahannya, surat sementara yang terbuat dari kertas diakui mudah rusak.

“Warga yang butuh KTP untuk keperluan administrasi, kami buatkan surat keterangan sementara. Meski memang mudah rusak karena terbuat dari kertas biasa, kami meminta harap maklum karena ini kendalanya dari pusat,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Pemuda di Pati Tewas Terbenam di Sawah Bersama Motornya

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di areal persawahan Desa Karangwage, Trangkil, Pati, Rabu (16/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pemuda bernama Agus Supartono (17), warga Tanjungrejo RT 20 RW 5, Margoyoso, Pati, ditemukan meninggal dunia di areal persawahan Desa Karangwage, Trangkil, Pati, Rabu (16/8/2017).

Korban ditemukan dalam keadaan telungkup bersama dengan sepeda motornya, Jupiter Z bernopol K 6661 BH. Adapun kepala korban dalam posisi terbenam ke dalam lumpur sawah.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim medis, korban meninggal dunia delapan jam sejak ditemukan pada pukul 06.30 WIB. Korban mengalami pendarahan pada hidung dengan kondisi lidah menjulur dan tergigit.

“Korban meninggal dunia karena terbenam dalam lumpur dan mengalami afiksasi. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh korban,” ungkap salah satu tim medis, dr Wahyu Setyawarni.

Pihak kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menyimpulkan, korban mengalami kecelakaan. Saat terjatuh, posisi kepala terendam lumpur sehingga tidak bisa bernapas.

Sejumlah barang milik korban yang ditemukan di TKP, antara lain uang tunai Rp 100 ribu, telepon seluler warna hitam, sepeda motor, dan sandal merek Carvil. Penemuan mayat tersebut sempat menjadi tontonan warga setempat.

Editor : Ali Muntoha

Dishub Diminta Tertibkan Truk Tebu di Jalan Ronggokusumo Pati

Truk tebu yang terguling di kawasan Jalan Ronggokusumo, Kajen, Margoyoso, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati diminta untuk menertibkan truk tebu yang melintas di Jalan Ronggokusumo, Kajen, Margoyoso, Pati.

Kawasan jalan tersebut terbilang padat lalu lintas. Ada banyak sekolah dan pusat perbelanjaan di sana, sehingga kerap dijadikan lalu lalang para siswa dan penduduk.

“Jalan Ronggokusumo tidak layak dilewati truk tebu. Selama ini warga sudah banyak yang mengeluhkan, tapi polisi dan dinas terkait tidak tanggap terhadap masalah tersebut,” ujar warga setempat, Sunarto, Senin (14/8/2017).

Dalam sejumlah kasus, truk tebu yang melintas di jalan tersebut menabrak kabel hingga tebu yang jatuh berceceran. Terakhir, truk tebu terguling di jalan yang menghubungkan Jalan Pati-Tayu dan Jalan Juwana-Tayu tersebut.

Praktis, jalan kecil yang menjadi akses dengan padat penduduk tersebut macet. Karena itu, dia meminta kepada polisi dan dinas terkait untuk tegas mengatur truk tebu.

“Ini kan kawasan padat penduduk, banyak lembaga pendidikan dan pusat perbelanjaan. Ada jalan lain yang bisa dilalui, tapi kenapa sopir truk tebu memilih untuk lewat sini,” keluhnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dishub Pati Tri Haryama mengaku akan meninjau lokasi tersebut. Pihaknya akan berkomunikasi dengan para pihak untuk melakukan penertiban.

“Kami akan tinjau terlebih dahulu. Setelah itu, nanti akan saya komunikasikan dengan para pihak,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Menghipnotis Karyawan Toko HP di Pati, 4 Warga Iran Dibekuk di Polisi

Kawanan penipu berkewarganegaraan Iran yang ditangkap polisi karena menipu di kawasan Juwana, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Empat warga kenegaraan Iran terpaksa harus dibekuk petugas kepolisian, setelah melakukan penipuan dengan cara hipnotis di sejumlah toko handphone di kawasan Juwana, Pati.

Mereka adalah Bizan (52), Farhad (26), Farzad (31) dan Zhaleh (49). Keempatnya dibekuk petugas saat berada di Hotel Fave Rembang.

Satu dari empat komplotan penipu tersebut merupakan perempuan. Mereka menggasak sejumlah barang berharga seperti handphone, setelah berhasil menghipnotis karyawan yang menjaga toko.

“Modus operandi yang dilakukan dengan cara membuat karyawan toko tidak sadarkan diri. Metode yang dilakukan hipnotis. Setelah karyawan tidak sadarkan diri, barang-barang dibawa kabur,” ungkap Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Senin (14/8/2017).

Korban pertama adalah Adi Sulistya, pemilik konter HP Pusat Phone di Desa Pajeksan, Juwana dengan kerugian ditaksir sekitar Rp 5 juta. Sementara korban kedua, Kasmijah pemilik konter di kawasan Pasar Porda Juwana yang mengalami kerugian hingga Rp 16 juta.

Adi Sulistya membeberkan, awalnya kasus tersebut terungkap setelah ia mendapatkan telepon dari Nurika, salah satu karyawannya. Nurika mengaku tidak sadarkan diri, setelah berbincang dengan komplotan penipu tersebut.

Setelah sadar, barang-barang yang ia jual raib. “Setelah mendapatkan informasi itu, saya langsung melapor polisi,” tuturnya.

Pihak kepolisian yang berhasil menangkap kawanan penipu juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit mobil Avanza B 1904 PIA yang digunakan pelaku dan uang Rp 17,3 juta yang diduga hasil tindak kejahatan.

Editor : Ali Muntoha

Maling Kotak Amal di Makam Ronggo Kusumo Ngemplak Pati Diburu Polisi

Rekaman CCTV yang diamankan polisi menunjukkan maling tengah mendekati kotak amal, sebelum membawanya kabur. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati tengah memburu maling kotak amal di makam Kiai Cilik, kompleks makam Syeh Ronggo Kusumo, Ngemplak, Margoyoso yang sempat terekam CCTV pada Senin (7/8/2017) lalu.

Rekaman berdurasi sekitar 78 detik tersebut menunjukkan, seorang maling terlihat memantau kondisi di sekitar sebelum melancarkan aksi dengan menggondol kotak amal. Beberapa kali maling terlihat mondar-mandir.

“Pelaku tunggal terlihat jelas memantau situasi di sekitarnya. Setelah kondisinya dipastikan kosong, pelaku membawa kotak amal yang berada di teras,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Kamis (10/8/2017).

Saat ini, pihaknya mengamankan rekaman CCTV tersebut untuk keperluan penyelidikan. Polisi juga sudah meminta keterangan dari berbagai saksi untuk melakukan perburuan pelaku.

“Kotak amal yang berhasil dibawanya kemudian dibuang di areal persawahan kawasan Desa Margoyoso, setelah uangnya diambil. Kami akan segera menangani kasus ini,” tuturnya.

Akibat pencurian tersebut, pengelola makam diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 4 juta. Sementara pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Editor : Ali Muntoha