Puasa jadi Wahana untuk Ajarkan Agar Tidak Berpura-pura

Ribuan anak-anak yatim atau piatu mendatangi undangan buka puasa bersama Pura Group, di Gedung JHK Kudus. (ISTIMEWA)

Ribuan anak-anak yatim atau piatu mendatangi undangan buka puasa bersama Pura Group, di Gedung JHK Kudus.
(ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Momen puasa tahun ini, diharapkan bisa menjadi kesempatan bagi semua orang, untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Hal itu disampaikan Presiden Direktur Pura Group Y Moeljono Soebijanto, saat buka puasa bersama dengan ribuan anak yatim, di Gedung JHK Kudus. ”Harapannya bahwa puasa merupakan wahana mendidik disiplin dan kejujuran. Tidak perlu berpura-pura, namun jujur dalam semua hal,” jelasnya.

Didampingi Manager General Affair Pura Group Iwan Wijaya, Moeljono mengatakan bahwa puasa diharapkan bisa menjadi diri pribadi seseorang, menjadi pribadi yang berkualitas.

”Hal ini untuk mendorong kita semua agar dapat menghadapi kehidupan yang lebih kompetitif. Sehingga ke depannya, akan bisa menjadikan kehidupan yang lebih baik lagi,” paparnya.

Pura Group sendiri membagikan 6.000 bingkisan dan menyantuni 1000 anak yatim. Yang terdiri dari 24 yayasan yatim piatu yang tersebar di Kabupaten Kudus. Serta anak-anak yatim atau piatu dari karyawan, yang semuanya berjumlah kurang lebih 1.000 anak.

Acara ini sendiri, merupakan agenda rutin di Pura Group, dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan. Ini sebagai bentuk bentuk kepedulian perusahaan terhadap anak yatim dan piatu di wilayah Kabupaten Kudus.

Hadir dalam kesempatan itu, para kiai-kiai sepuh yang ada di Kudus ini. Ditambah jajaran Forkopimda Kudus bersama tamu undangan lainnya. Semuanya berbaur menjadi satu dalam suasana yang khidmat.

Selain buka bersama dan santunan anak yatim ini, Pura Group juga memberikan paket bingkisan kepada warga sekitar perusahaan, yang berjumlah 6.000 paket bingkisan.

Semuanya tersebar di wilayah pabrikan Pura Group berdiri. Seperti wilayah Kecamatan Jati, Kecamatan Kota, dan wilayah Kecamatan Jekulo. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat Kudus yang sudah berkiprah bersama perusahaan itu sendiri.

”Semoga perusahaan tetap bisa bermanfaat bagi semua pihak. Serta bisa menjalin dan mempereat tali silahturrahmi. Semoga acara ini juga menjadi berkah bagi kita semua,” imbuh Moeljono.

Editor: Merie

 

 

Antisipasi Kejadian di Wilayah pada Bulan K3 Pura Group

Karyawan Pura Group Kudus sedang membersihkan lingkungan sekitar perusahaan, yang menjadi salah satu dari evaluasi kegiatan K3 tahun 2015. ISTIMEWA

Karyawan Pura Group Kudus sedang membersihkan lingkungan sekitar perusahaan, yang menjadi salah satu dari evaluasi kegiatan K3 tahun 2015. ISTIMEWA

 

MuriaNewsCom, Kudus – Evaluasi Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2015 di lingkungan Pura Group Kudus, dimaksudkan untuk mencegah terjadinya berbagai kemungkin negatif yang bisa saja terjadi.

Manager General Affair Pura Group FA Iwan Wijaya mengatakan, dalam mengisi bulan K3 tahun 2015, Pura Group memang melaksanakan berbagai kegiatan.

”Ini sebagai tindak lanjut evaluasi tahunan penerapan K3 di perusahaan. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi safety ridding, pemasangan rambu-rambu lalu lintas dan pengecatan zebra cross di sekitar perusahaan,” jelasnya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/1/2016).

Kegiatan lainnya adalah seminar kesehatan atas pencegahan dan penanganan dini terhadap penyakit-penyakit yang sekarang baru menjadi trend di masyarakat. Misalnya saja kanker servixs dan kanker payudara.

”Termasuk kita juga adakan lomba penanggulangan kebakaran, pelatihan penanganan terror, dan pembersihan lingkungan sekitar perusahaan,” jelasnya didampingi Humas Noor Faiz.

Menurut Iwan, hal tersebut dilakukan, sebagai pelaksanaan evaluasi K3 Tahhun 2015. Serta untuk mengingatkan dan antisipasi dini terhadap berbagai kejadian, yang mungkin bisa terjadi.

”Di antaranya masih banyaknya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya oleh karyawan, rawan dan maraknya penyakit kaum ibu. Karena jumlah karyawan di Pura juga banyak,” katanya.

Termasuk juga antisipasi penyakit musiman. Salah satunya demam berdarah dengue (DBD), antisipasi penanganan terhadap kemungkinan yang bisa terjadi seperti teror, dan sebagainya.

Iwan menambahkan, dengan adanya kegiatan seperti di atas, diharapkan segenap karyawan dapat lebih waspada. Termasuk melakukan antisipasi dini terhadap kejadian-kejadian yang mungkin bisa terjadi.

”Baik untuk diri sendiri maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat,” imbuhnya.

Editor: Merie