Asyik Main Judi Capjikia, 6 Warga Ditangkap Polisi di Solo

FOTO ILUSTRASI (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Solo – Kepolisian Resor Kota Surakarta berhasil mengungkap kasus judi capjikia dengan membekuk enam pelaku. Seorang di antaranya perempuan sebagai tambang atau penjual di Jalan Pattimura, Kampung Kemlayan, Kecamatan Serengan, Solo.

Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo melalui Kapolsek Serengan Kompol Giyono di Solo, Kamis (31/8/2017)  mengatakan enam pelaku judi tersebut yakni Sangadi (29) warga Tipes Serengan Solo, Sukardi Siswomartoyo (61) warga Balakan Polokarto Sukoharjo, Sri Sanyo (62) warga Dawung Kulon Serengan Solo, Suroto (28) warga Joyotakan Serengan Solo, Yulianto (23) warga Joyotakan Serengan dan Kristiani (38) warga Dawung Tengah Serengan Solo.

Menurut Giyono, salah satu pelaku Kristiani diduga sebagai sebagai tambang Capjikia, sedang tersangka lainnya pemasang. “Kami juga berhasil menyita sejumlah barang bukti antara lain enam buah handphone, dua lembar kertas rekapan, alat tulis bolpoin, uang tunai Rp216.000,” katanya dikutip dari Antarajateng.com.

Polisi berhasil mengungkap kasus tersebut berkat adanya laporan masyarakat bahwa Jalan Pattimura Serengan Solo sering jadi arena judi capjikia. Polisi melakukan penyelidikan ke lokasi dan menemukan enam orang sedang melakukan transaksi.

“Kami langsung menangkap enam orang pelaku dan salah satunya sebagai tambang atau penjual judi capjikia, pada Rabu (30/8/2017) sekitar pukul 15.00 WIB. Keenam pelaku lasngung dibawa ke Mapolsek Serengan untuk pemeriksaan dan proses hukum,” katanya.

Oleh karena itu, untuk tersangka judi tersebut diduga melakukan tindak pidana dengan dijerat pasal 303 KUHP, tentang Perjudian, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun. Capjikia merupakan judi menggunakan kartu ceki yang hanya diambil 12 kartu dari keseluruhan kartu ceki. Salah satu kartu dipilih oleh bandar kemudian diletakkan atau dimasukkan dalam kotak tertutup kemudian digantung.

Para pejudi membeli kupon yang disediakan oleh bandar melalui agen atau tambang untuk menebak salah satu dari 12 kartu ceki, kalau beruntung akan mendapat beberapa kali lipat dari uang taruhan.

Editor : Akrom Hazami

 

Pemotor Lari saat Razia Lalu Lintas, Ternyata Isi Motornya Bikin Kaget Polisi Grobogan

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa (kiri) dan anggotanya sedang menunjukkan nota dan ramalan judi Capjiki yang berhasil diamankan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Grobogan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) kembali menggelar Operasi Simpatik di jalan Solo km 4,5, Jumat (10/3/2017). Kegiatan yang dilangsungkan di depan kantor Dishub itu awalnya berjalan lancar. Namun, menjelang waktu Jumatan, kegiatan razia sempat diwarnai aksi pengejaran terhadap pelanggar lalu lintas yang mencoba lari ke areal sawah.

Peristiwa ini bermula ketika ada pengendara motor berboncengan naik Honda Beat yang melaju dari arah selatan. Pengendara motor yang tidak pakai helm tersebut mendadak langsung putar balik begitu melihat kalau beberapa meter di depannya ada razia.

Melihat ada pelanggar, beberapa anggota polisi langsung mengejar. Ketika diminta menepi, pengendara dan pemboncengnya malah meninggalkan motornya di pinggir jalan. Selajutnya, keduanya malah berupaya lari ke areal sawah.

Lantaran curiga, anggota akhirnya mengejar pelanggar lalu lintas yang kabur. Namun, dari dua orang, hanya satu yang tertangkap. Yakni, seorang remaja berinisial Rb yang statusnya masih pelajar SMK.

Pelajar yang saat itu merupakan pembonceng selanjutnya dibawa ke halaman kantor Dishub berikut sepeda motor yang ditinggalkan di pinggir jalan. Saat diperiksa lebih lanjut, pada sepeda motor terdapat satu dus yang berisi ribuan bendel buku kecil dan ratusan lembar fotokopian.

Ketika dibuka, anggota sontak kaget. Sebab, buku kecil itu ternyata sebuah nota pembelian judi capjiki dengan label Eyang Galogosari Randublatung. Sedangkan lembaran kertas fotokopian merupakan ramalannya.

“Isinya ternyata buku nota dan ramalan judi capjiki. Jumlahnya ada ribuan. Selanjutnya, kasus ini kita limpahkan pada Satreskrim untuk ditangani lebih lanjut,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa pada wartawan.

Menurut Panji, pembonceng yang diamankan mengaku tidak tahu soal nota dan ramalan tersebut. Sebab, ia awalnya hanya diajak temannya untuk mengantarkan barang tanpa mengetahui tempat tujuannya.

Ditambahkan, motor bernomor polisi K 4371 EZ yang dipakai pengendara itu tidak dilengkapi spion. Kemudian, pajak kendaraannya sudah terlambat dan tidak dibayarkan.

Editor : Akrom Hazami

Bandar Judi Capjiki di Grobogan Diringkus

Kapolres Grobogan Agusman Gurning saat meminta keterangan Wahyudi ketika gelar perkara di mapolres setempat, Kamis (9/3/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Grobogan kembali berhasil meringkus beberapa pelaku tindak perjudian jenis Capjiki dalam waktu dan tempat berbeda, Rabu (8/3/2017). Di antara pelaku ini disebut-sebut merupakan salah satu bandarnya. Yakni, Wahyudi (51), warga Desa Depok, Kecamatan Toroh.  

Selain Wahyudi, dua orang anak buahnya ikut pula diamankan. Yakni, Slamet (41) dan Karmain (41), keduanya juga warga Desa Depok.

Di samping pelaku, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, uang tunai Rp 748 ribu, dan sejumlah ponsel. Kemudian, ada pula ramalan, kupon judi dan beragam alat tulis yang ikut diamankan.

“Ketiga pelaku judi ini kita amankan saat berada di rumahnya,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat gelar perkara, Kamis (9/3/2017) sore.

Saat ditanya Kapolres, Wahyudi mengaku, tiap hari bisa dapat omzet sekita Rp 15 juta. Dalam sehari, judi capjiki biasa buka lima putaran.

Agusman menyatakan, dalam kurun waktu Januari hingga minggu kedua bulan Maret 2017 ini, pihaknya sudah mengamankan pelaku perjudian sebanyak 29 orang. Pelaku ini diamankan dari 26 tempat kejadian perkara (TKP).

“Bulan Januari, ada 7 TKP dengan jumlah tersangka 9 orang. Kemudian, Februari ada 10 TKP dan 12 tersangka. Sementara bulan Maret ini sudah ada 11 orang yang diamankan dari 9 TKP,” jelasnya.

Para tersangka akan dijerat dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun.

Editor : Akrom Hazami

Apes! Ngumpet di Pinggir Sawah, Penjual dan Pembeli Capjiki Digerebek Polisi Grobogan

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Grobogan, meringkus tiga warga Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, yang kedapatan terlibat dalam masalah perjudian jenis Capjiki, Senin (27/2/2017). Dari tiga orang ini, dua orang di antaranya tertangkap basah saat bertransaksi judi di sebuah warung di areal persawahan di luar dusun tersebut. Masing-masing, Suyut (54), pemilik warung yang bertindak selaku penjual atau tambang dan Sukar (47), selaku pembeli.

Dari penangkapan keduanya, akhirnya muncul satu nama lagi. Yakni, Sukarman (49) selaku pengepul atau agen judi. Ketiganya, kemudian digelandang petugas ke mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Bersama pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti perjudian. Antara lain, uang tunai Rp 460 ribu yang merupakan omzet penjualan Capjiki putaran ketiga dan laba putaran kedua sebesar Rp 60 ribu. Selain itu, petugas juga mengamankan kupon rekapan judi, satu set karbon, alat tulis, dan tiga unit telepon seluler (ponsel). Kemudian, beberapa lembar ramalan judi Capjiki ‘Eyang Soemoe’ juga disita sebagai barang bukti perjudian.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto menyatakan, penangkapan pelaku perjudian itu berkat adanya informasi dari masyarakat. Ada masyarakat yang menyebutkan jika di warung pinggiran sawah tersebut sejak beberapa waktu terakhir dipakai untuk bertransaksi judi jenis Capjiki.

“Dari informasi ini, kita kemudian menugaskan anggota untuk memantau lokasi tersebut selama beberapa hari. Dari pantauan yang kita lakukan, informasi masyarakat tersebut benar adanya dan akhirnya pelaku perjudian berhasil kita amankan berikut barang buktinya. Kasus ini masih kita kembangkan lebih lanjut,” kata Agung, Selasa (28/2/1017).

Para pelaku perjudian itu selanjutnya akan dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian. Jika nantinya terbukti, pelaku bisa terancam hukuman paling lama hingga 10 tahun.

Editor : Akrom Hazami

Penjual Judi Keliling Kepergok Polisi saat Beroperasi di Grobogan

judiMuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah lebih 50 orang yang sudah diringkus namun para penjual judi di Grobogan seolah tidak ada kapoknya. Indikasinya, aparat Polres Grobogan kembali berhasil meringkus penjual judi cap ji kia di wilayah Kecamatan Kedungjati, Kamis (17/1/2017).

Penjual judi yang ditangkap diketahui bernama Eko Tristiyono alias Kolek (34), warga Desa Karanglangu. Penjual judi yang beroperasi kelilingan itu ditangkap saat mau melayani seorang pelanggannya di pinggiran jalan sekitar pukul 13.00 WIB.

Ditemukannya sejumlah barang bukti perjudian membuat pelaku ini hanya bisa pasrah saat digelandang polisi. Dari keterangan Eko, muncul satu nama yang diduga sebagai agen atau pengepul. Yakni, Uad Riyanto alias Kayut (19), warga Karanglangu.

Selanjutnya, polisi mencari keberadaannya dan akhirnya bisa menemukan Kayut di rumah orang tuanya. Saat didatangi polisi, agen judi ini kedapatan sedang merekap omset jualan judi.

Dari kedua pelaku tindak perjudian itu, petugas juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti perjudian. Antara lain, sejumlah uang tunai, ada satu unit ponsel , ramalan dan alat tulis.

Kapolsek AKP Sapto menyatakan, penangkapan pelaku berawal dari informasi warga tentang maraknya perjudian jenis cap ji kia di Desa Karanglangu. Petugas kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga akhirnya berhasil mengamankan kedua pelaku.

“Kedua pelaku kita amankan tanpa perlawanan dan kasusnya masih kita selidiki lebih lanjut. Kami akan bersikap tegas dengan masalah perjudian yang jadi salah satu penyakit masyarakat,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Penjual Judi Cap Ji Kia Grobogan Kepergok Pak Polisi Saat Hitung Keuntungan

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Nasib sial menimpa Suprapto (36) dan Prabowo (25), dua penjual judi cap ji kia di Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Saat lagi asyik menghitung laba hasil jualan kupon selama dua putaran, keduanya disergap polisi.

Kedatangan polisi yang tidak disangka-sangka itu sontak bikin kedua penjual judi itu kaget bukan kepalang. Lantaran tertangkap basah, keduanya langsung manut ketika digelandang ke Mapolres Grobogan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Informasi yang didapat menyebutkan, penangkapan kedua penjual judi itu berlangsung Rabu (18/1/2017) sekitar pukul 15.00 WIB. Lokasi penangkapan dilakukan di rumah Purnomo, warga Rowosari.

Selain kedua pelaku, petugas juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti perjudian. Antara lain, uang tunai Rp 174.000 hasil laba yang di dapat dalam putaran kedua. Kemudian, uang tunai Rp 253.000 hasil penjualan judi putaran ketiga dan keempat. Selain itu, ada satu unit ponsel, kalkulator, ramalan dan alat tulis yang disita dari kedua penjual judi tersebut.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Eko Adi Pramono menyatakan, penangkapan pelaku berawal dari informasi warga tentang maraknya perjudian jenis cap ji kia di Desa Rowosari. Petugas kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga akhirnya berhasil mengamankan kedua pelaku.

“Kami akan bersikap tegas dengan masalah perjudian yang jadi salah satu penyakit masyarakat. Selama tahun 2016 lalu, kita sudah mengamankan lebih dari 50 pelaku perjudian,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Jual Judi Togel 3 Jam Dapat Rp 2 Juta di Undaan Kudus, Simak Kisahnya

polisi-nyamar-2

Polisi meminta keterangan pelaku judi togel di Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu (11/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pelaku judi togel, Sutiyono (30) warga Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus, menceritakan pendapatannya yang wow kepada polisi setempat. Dari bisnis haramnya itu dia bisa mendapatkan uang Rp 2 juta dengan waktu kerja 3,5 jam.

Sutiyono mengatakan dia biasa beroperasi menjual judi togel setiap pukul 19.00 WIB dan ditutup pada pukul 22.30 WIB. “Biasanya yang nombok nomor bisa sampai 70 orang. Jumlah yang nombok itu bervariatif dengan minimal pembelian Rp 1.000 saja. Namun, satu orang yang nombok rata-rata bisa beli sampai lima nomor variasi,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi, Rabu (11/1/2017).

Warga yang ikut tombok judi togel tidak hanya dari dalam wilayah. Tapi juga dari daerah sekitar, bahkan dari luar Jawa.  Untuk model yang digunakan adalah dengan sistem SMS. Warga yang hendak ikut togel dapat mengirimkan SMS kepadanya beserta nominal tombokan. SMS tersebut kemudian direkap dan siap untuk diundi pemenangnya. “Pengumuman jam 23.00 WIB hasilnya sudah keluar. Makanya jam 22.30 WIB untuk ikut togel ditutup untuk persiapan undian dan juga diumumkan,” ujarnya.

Kapolsek Undaan AKP Anwar menambahkan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Pihaknya menelusuri sampai dengan bandarnya yang kini masih diburu. Dia berharap partisipasi masyarakat dalam menertibkan judi togel. “Kami pasti merahasiakan apa yang masyarakat informasi kepada kami. Dan kami akan tindaklanjuti,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Tangkap Penjudi Togel, Kapolsek Undaan Kudus Nyamar jadi Pembeli di Warung Kopi

Polisi saat memperlihatkan pelaku judi togel di Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu. (Tribratanewskudus)

Polisi saat memperlihatkan pelaku judi togel di Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolsek Undaan AKP Anwar menangkap pelaku judi togel di wilayahnya di warung kopi Desa Kalirejo, Selasa (10/1/2017) malam.

Uniknya, penangkapan pelaku judi togel dilakukan setelah kapolsek menyamar sebagai warga pada umumnya. Yakni mengenakan pakaian biasa layaknya pengunjung warung.

Anwar bergerak setelah sebelumnya mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya praktik judi togel. Begitu dicek ke lokasi, ternyata info itu benar terjadi.

“Saya datang dengan pakaian bebas ke warung yang dimaksudkan. Kemudian benar saja kalau ada kegiatan judi jenis togel,” katanya kepada MuriaNewsCom, di Undaan, Rabu (11/1/2017).

Dia bersama tiga anggota segera melabraknya dan melakukan penangkapan tukang judi togel. Pelaku adalah Sutiyono (30) warga setempat. Dari penindakan, polisi mengamankan  barang bukti uang kertas tunai berbagai pecahan sejumlah Rp 758.000, dua unit ponsel, enam lembar rekapan kupon togel serta tas kecil.

Kepada polisi, pelaku mengaku telah melakukan aksinya selama setahun terakhir. Pelaku diancam pidana melanggar Pasal 303 KUHP yang  ancaman pidananya 10 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

 

Sekdes Bugel Gantikan Posisi Kades yang Konangan Judi Dadu di Grobogan

 

Camat Godong Mundakar menyerahkan SK Bupati Grobogan pada Pj Kades Bugel Susilo Budi Wahono di Kabupaten Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Camat Godong Mundakar menyerahkan SK Bupati Grobogan pada Pj Kades Bugel Susilo Budi Wahono di Kabupaten Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni akhirnya menetapkan Sekretaris Desa Bugel, Kecamatan Godong, Susilo Budi Wahono menjadi Pejabat (Pj) kepala desa setempat. Acara penyerahan SK dilakukan Camat Godong Mundakar kepada pejabat baru, Rabu (4/1/2017).

Sebelumnya, pelayanan di desa tersebut sempat terhambat beberapa bulan. Gara-garanya, Kepala Desa Bugel Imam Setiyadi berurusan dengan hukum karena tertangkap tangan saat berjudi dadu pada Selasa (22/12/2015) lalu.

Akibat terlilit kasus ini, Imam mendapat vonis 10 bulan kurungan. Buntutnya, yang bersangkutan akhirnya diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Desa Bugel, beberapa bulan lalu.

Camat Godong Mundakar menyatakan, setelah pejabatnya kosong karena diberhentikan, sudah sempat ada stafnya yang ditunjuk jadi Pj Kades Bugel. Namun, kinerja Pj ini tidak bisa maksimal karena juga mengemban tugas di kecamatan.

“Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, Sekdes Bugel ditetapkan jadi Pj Kades biar pelayanan masyarakat bisa lebih optimal. Kinerja Sekdes Bugel selama ini cukup bagus dan saya rasa mampu mengendalikan roda pemerintahan desa karena pengalamannya sudah lama jadi perangkat,” katanya.

Acara penyerahan SK Pj Kades Bugel juga dihadiri jajaran Muspika Godong. Selain itu, anggota LPMD, BPD, Ketua RT/RW, tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Bugel juga hadir dalam kesempatan itu.

Menurut Mundakar, pejabat yang baru diminta untuk memahami tugas dan kewajibannya sesuai dengan aturan baru mengenai desa dan perangkat desa. Dalam menjalankan tugasnya, pejabat baru diminta untuk melibatkan berbagai komponen terkait, seperti LPMD dan BPD.

“Pejabat Kades ini akan mengemban amanah hingga tahun 2019, sesuai masa berakhirnya jabatan kades sebelumnya. Setiap enam bulan atau semester, kinerjanya akan kita evaluasi,” katanya.

Sementara itu, Pj Kades Bugel Susilo Budi Wahono menyatakan, meski berat namun jabatan yang diemban adalah suatu amanah yang besar harus dilaksanakan. Untuk itu, dia akan bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat dalam membangun dan memajukan desa.

Editor : Akrom Hazami

Penjudi Togel Nyamar jadi Pedagang Warung Kopi, Akhirnya Konangan Polisi di Kudus

judi-togel-o

Pelaku judi togel Shodiq ditangkap, berikut barang buktinya dan diamankan di Mapolsek Gebog, Kabupaten Kudus. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepolisian Sektor Gebog telah berhasil mengamankan pelaku judi togel, Shodiq (60), di warung kopi di Klumpit, Gebog, Kudus, Senin, (19/12/2016) malam.

Pelaku merupakan warga Desa Klumpit, RT 02 RW 05, Gebog, Kudus. Kronologi kejadian, pada Senin, saksi Heri Riyanto (35) anggota Polri warga Dersalam Bae, dan Sukamto (28) anggota Polri warga Rahtawu Gebog, menindak lanjuti laporan dari masyarakat tentang dugaan tindak pidana judi togel.

Togel dilakukan di warung kopi milik pelaku. Setiap hari, pelaku menjajakan togel dari warung kopinya. Polisi menangkap pelaku, berikut dua lembar potongan kertas rekapan bukti pasangan angka. Disertai dengan nominal uang, yang dipertaruhkan serta satu unit ponsel yang digunakan sebagai sarana pesan atau pasang angka togel.

Polisi membawa pelaku ke Polsek Gebog guna penyidikan lebih lanjut. Dengan demikian pelaku dijerat dengan Pasal yang dilanggar 303 KUHP.

Editor : Akrom Hazami

 

Asyik Berjudi Togel, Konangan Polisi di Blora

Pelaku judi Supingi saat dimintai pertanggungjawabannya di Mapolres Blora. (Polres Blora)

Pelaku judi Supingi saat dimintai pertanggungjawabannya di Mapolres Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Polres Blora mengungkap kasus judi jenis togel yang biasa beroperasi di wilayah setempat, Jumat (18/11/2016). Pelaku adalah Supingi (49) warga Dukuh Bakal RT 01/ RW 04, Desa Andongrejo, Kecamatan/Kabupaten Blora. Pelaku ditangkap saat melakukan perjudian togel dengan menggunakan taruhan uang.

Dalam penangkapan tersebut ditemukan beberapa barang bukti uang hasil penjualan togel tanggal 15-16 November 2016 sebesar Rp 876 ribu,uang hasil penjualan togel tanggal 17 November 2016 sebesar Rp 114 ribu, dua buah buku kupon togel sudah terisi, 1 buah buku kupon togel yg belum terisi, 1 lembar kertas bertuliskan angka keluar togel, 1 bandel tindasan judi togel, 1 buah bolpoin.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolres Blora guna penyidikan lebih lanjut. Kasat Reskrim Polres Blora AKP Asnanto membenarkan penangkapan tersebut. Kapolres Polres Blora AKBP Surisman mengapresiasi penangkapan tersebut, dan ucapan terima kasih kepada Satuan Reskrim Polres Blora yang telah mengungkap kasus tersebut.

AKP Asnanto, menyatakan setiap pemasang yang bermain judi online tersebut akan mendapatkan keuntungan enam kali lipat setiap pasang. Rata-rata mereka memasang nomor dua angka meski ada empat angka yang akan keluar setiap tengah malamnya. “Pelaku yang menjadi tempat pemasangan yang rata-rata kenalan teman dan tetangganya bertemu dengan bandar lewat internet. Jika pasang seribu pemasang akan dapat enam kali lipat yakni 60 ribu,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya tersebut, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

Bandar Judi Online Internasional Tertangkap di Blora

Polisi meminta keterangan kepada Bandar judi online di Mapolres Blora. (Polres Blora)

Polisi meminta keterangan kepada Bandar judi online di Mapolres Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Heri Kuswanto atau Cabuk bin Maman (29), warga Desa Gayam, RT 01 RW 02, Bogorejo, Blora yang jadi pengecer sekaligus pengepul, dan Totok Sugiarto  (24) warga Desa Nglaroh Gunung, RT 04 RW 02, Jepon, Blora(pengepul) ditangkap Polisi Blora.

Karena yang bersangkutan konangan membuka lapak judi alias jadi bandar kecil judi online melalui situs www.ttwinner.com.

Heri Kuswanto dan Totok Sugiarto ditangkap polisi, di rumah masing-masing saat sedang melayani pelanggannya yang sedang melakukan transaksi judi jenis Hongkong (HK) dan judi jenis Singapura (SGP).

Selain mengamankan tersangka Heri Kuswanto dan Totok Sugiarto, polisi juga menyita sejumlah uang tunai hasil penjualan sebesar Rp 440.000, barang bukti berupa 9 bendel rekap, 3 bolpoin warna, 2 buah HP, 2 buah tas warna hitam dan coklat, sepeda motor warna hijau tanpa pelat.

“Dari hasil penyelidikan sementara, tersangka terbukti melakukan perjudian HK dan SGP tanpa izin dengan melihat hasil keluarnya nomor melalui situs internet, situs www.ttwinner.com,” ungkap Kapolres Blora AKBP Surisman melalui Kasat Reskrimum AKP Asnanto saat gelar kasus di mapolres setempat.

Transaksi dilakukan pelaku yang menjadi bandar kecil, melalui internet. Yang mana, aktivitas judi online ini berpusat di Hongkong, Singapura dan Amerika.

“Judi jenis online, gunakan sarana IT, komputer dan alat komunikasi HP, 2 laptop dan uang tunai. Hasil pemeriksaan jaringan di luar negeri di Hongkong dan Singapura, serta ada juga di Amerika. Judi online modus lintas negara akan kami kembangkan terus dan kemungkinan ada tersangka lain,” tuturnya.

Asnanto, menyatakan setiap pemasang yang bermain judi online tersebut akan mendapatkan keuntungan enam kali lipat setiap pasang. Rata-rata mereka memasang nomor dua angka meski ada empat angka yang akan keluar setiap tengah malamnya.

“Pelaku yang menjadi tempat pemasangan yang rata-rata kenalan teman dan tetangganya bertemu dengan bandar lewat internet. Jika pasang seribu pemasang akan dapat 60 ribu,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya tersebut, polisi menjerat kedua tersangka dengan Pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

Pengepul Judi Togel Asal Grobogan Dibekuk Polisi di Rembang

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Rembang menangkap seorang pengepul judi togel asal Grobogan bersama barang bukti uang tunai sebesar Rp 10 Juta di SPBU Kiringan, Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, Selasa (26/1/2016) malam sekira pukul 22.30 WIB.

Pengepul judi togel jenis Hongkong tersebut bernama Haryono asal Dukuh Pucang Selatan, RT 01 RW 04 Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. Pelaku ditangkap ketika selesai mengambil uang taruhan di wilayah Lasem dan Rembang.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono membenarkan soal penangkapan pengepul judi togel itu. Dia menyebutkan, penangkapan berbekal informasi dari masyarakat, jika ada transaksi judi togel di SPBU.

“Informasi diterima anggota Sabhara, selanjutnya anggota langsung turun mengintai, dan ternyata benar di lokasi ada transaksi,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom, Rabu (27/1/2016).

Selain mengamankan uang tunai, polisi juga mengamankan 51 buku kupon togel 33 Semarang, tiga buku kupon colok, satu bendel bukti setoran, empat bendel rekapan togel, satu unit HP Sony Experia.

Menurutnya, pelaku ditangkap tanpa perlawanan. Namun, Eko masih enggan membeberkan soal asal-usul uang, lantaran masih mengorek keterangan pelaku.”Kami terus mengembangkan penangkapan ini. Terutama uang itu dikumpulkan dari mana saja dan akan disetor kemana,” tegas eko.

Editor : Kholistiono 

Lagi Asyik Judi Dadu Kopyok di Teras Rumah, Tiga Warga Rembang Diciduk Polisi

Judi Dadu
MuriaNewsCom, Rembang – Tiga orang warga Rembang yang lagi asyik judi dadu kopyok, digerebek oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Rembang.

Menurut informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, ketiga warga yang diciduk ialah M (41) warga Desa Waru Kecamatan/ Kabupaten Rembang, S (57) warga Desa Kaliombo Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang, dan NIL (20) warga Desa Pasedan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang.

Ketiganya digerebek ketika sedang melakukan tindak pidana perjudian menggunakan dadu di teras rumah Karno turut Desa Kaliombo Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang, Minggu (24/1/2016) sekitar pukul 15.00 WIB.

Barang bukti yang diamankan, di antaranya 6 buah mata dadu, sebuah tempurung batok, alas mata dadu yang terbuat dari seng yang diberi karet dan ban warna hitam, selembar beberan berwarna putih merah, sebuah layar berwarna biru, dan uang tunai sebesar Rp 670 ribu.

Kasubag Humas Polres Rembang, AKP Hariyanto ketika dihubungi pada Senin (25/1/2016) membenarkan adanya penangkapan tersebut. ”Benar, ketiganya ditangkap karena melakukan tindak pidana perjudian jenis dadu dengan menggunakan taruhan uang,” ungkapnya.

Menurutnya, penggerebakan tersebut dilakukan setelah ada informasi dari masyarakat. Tak menunggu lama anggota Sat Reskrim Polres Rembang langsung melakukan penggerebekan di lokasi dan menangkap tiga orang tersangka bersama barang buktinya.

”Atas perbuatannya ketiga tersangka dijerat dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara,” tandasnya.

Editor : Titis Ayu

Digerebek Polisi, Para Penjudi Sabung Ayam di Purwodadi Kalang Kabut

Polisi membawa sejumlah barang bukti yang tertinggal di area perjudian ke Mapolres. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi membawa sejumlah barang bukti yang tertinggal di area perjudian ke Mapolres. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sejumlah pelaku judi sabung ayam di Kampung Keling, Purwodadi sontak kalang kabut ketika ada gerebekan yang dilakukan beberapa anggota Satuan Sabhara Polres Gobogan, pagi tadi Senin (18/1/2016).

Begitu tahu ada polisi, para penjudi langsung melarikan diri dan meninggalkan sejumlah barangnya di lokasi. Dalam penggerebekan itu, tidak ada satupun pelaku yang berhasil diamankan.

Meski demikian, sejumlah barang bukti yang tertinggal di sana akhirnya dibawa petugas ke Mapolres. Antara lain, 4 unit sepeda motor dan dua ekor ayam aduan. Kemudian, diamankan satu kapet serta telasar plastik yang digunakan untuk arena sabung  ayam tersebut.

Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir mengatakan, penggerebekan ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya aktivitas judi sabung ayam di daerahnya. Kemudian, beberapa anggota menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan ke arena judi sabung ayam.

”Begitu dipastikan ada perjudian, polisi langsung melakukan penggerebekan. Namun, lantaran jumlah polisi terbatas, para penjudi berhasil kabur,” katanya di Mapolres Grobogan, Senin (18/1/2016). (DANI AGUS/TITIS W)

Judi, Dominasi Kasus Persidangan PN Kudus

Ilustrasi Judi

Ilustrasi Judi

 

KUDUS – Selama 2015, Pengadilan Negeri (PN) Kudus, berhasil menyelesaikan kasus persidangan yang tidak sedikit. Dari jumlah kasus yang diselesaikan, sebagian besar didominasi dengan kasus judi.

Humas PN Kudus Muh Nur Azizi, mengungkapkan, kasus judi dalam persidangan di PN Kudus, terjadi hingga 45 perkara. Padahal, dalam satu tahun itu, PN Kudus menyelesaikan 190 perkara.
”Jadi selama 2015, kasus yang kami tangani sejumlah 190 perkara. Yang paling banyak adalah kasus perjudian 45 perkara, disusul kasus pencurian yang mencapai 41 kasus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, kasus lain cenderung lebih sedikit dalam penanganan. Seperti kasus penganiayaan yang jumlahnya 18 perkara, Narkotika 17 perkara serta kasus penggelapan sejumlah 12 perkara.
Kasus lainnya, kata dia, adalah tindak pidana cukai 10 perkara, kepemilikan senjata tajam 2 perkara pemalsuan surat, pupuk bersubsidi yang juga masing-masing dua perkara.

Jumlah tersebut, kata dia juga lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Diungkapkan olehnya, pada 2014 lalu, kasus yang diselesaikan sejumlah 178 perkara. Meski demikian, pada penyelesaian kasus 2014 ada yang diselesaikan 2015. Begitu pula pada 2015 yang masih belum selesai juga ada.

”Ada 16 perkara yang belum putus. Sehingga di 2016 ini kami lanjutkan,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Sanksi Buat Oknum Kades yang Jadi Bandar Judi, Tunggu Proses Penyidikan Polisi

Ilustrasi

Ilustrasi

 

GROBOGAN – Meski sudah kedapatan tertangkap tangan saat main judi jenis dadu kopyok, namun sanksi buat Kades Bugel, Kecamatan Godong Imam Setiyadi belum bisa dijatuhkan. Pemberian sanksi baru dilakukan setelah proses hukum yang dilakukan terhadap oknum kades tersebut selesai hingga ke pengadilan.

”Untuk kasus yang menimpa Kades Bugel, kami menunggu dan menghormati proses penyelidikan yang masih berlangsung. Dengan demikian, kami juga tidak bisa mengangkat Pj Kades di sana,” kata Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti.

Menurut Daru, penangkapan yang dilakukan terhadap Kades Bugel tersebut memang menjadikan pelayanan pada masyarakat terganggu. Meski demikian, untuk sementara kendali pemerintahan di Desa Bugel dilakukan sekretaris desa.

Namun, kewenangan perangkat desa ini juga terbatas. Oleh sebab itu, untuk beberapa urusan tertentu tetap harus dilakukan kepala desa sekalipun tengah berada dalam tahanan.

Ditambahkan, selama ini kinerja Kades Bugel memang sering diadukan ke BPD setempat. Bahkan Bupati juga sudah mengirimkan surat instruksi pada Camat Godong untuk menindaklanjuti dan memberikan pembinaan pada yang bersangkutan.

Seperti diketahui, penangkapan terhadap pelaku judi dadu yang dilakukan anggota Polsek Godong ini dilakukan Selasa (22/12/2015) lalu sekitar pukul 11.15 WIB. Dari sejumlah pelaku, hanya satu orang ini yang tertangkap di lokasi kejadian.

Selain mengamankan satu pelaku yang diduga sebagai bandar judi, petugas juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, alat yang dipakai berjudi berupa batok kelapa berikut alas kayu dan mata dadu. Selain itu, ada uang tunai sebesar Rp 1.510.000 dan satu buah ponsel.

”Pelaku dan barang bukti saat ini sudah kita amankan. Pelaku ini akan kita jerat dengan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian,” kata Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto. (DANI AGUS/TITIS W)

Asik Berjudi, Oknum Kades di Grobogan Dibekuk Polisi

Oknum kades yang terlibat kasus perjudian saat gelar perkara di Mapolres Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Oknum kades yang terlibat kasus perjudian saat gelar perkara di Mapolres Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Seorang oknum kepala desa (Kades) terpaksa ditangkap polisi. Karena, Kades yang tugas di Desa Bugel, Kecamatan Godong bernama Imam Setiyadi itu kedapatan main judi jenis dadu kopyok. Akibat tindakan yang dilakukan, Kades ini terpaksa harus mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

”Penangkapan terhadap pelaku judi dadu yang dilakukan anggota Polsek Godong ini dilakukan Selasa (22/12/2015) lalu sekitar pukul 11.15 WIB. Dari sejumlah pelaku, hanya satu orang ini yang tertangkap di lokasi kejadian,” kata Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto pada wartawan saat gelar perkara, Kamis (31/12/2015).

Dijelaskan, penangkapan yang dilakukan di sekitar Pasar Ayam Godong itu bermula dari laporan warga tentang adanya aktivitas perjudian disitu. Setelah ditelusuri, memang ada permainan judi dadu yang melibatkan beberapa orang. Selanjutnya, anggota melakukan penggerebekan di lokasi perjudian.

Selain mengamankan satu pelaku yang diduga sebagai bandar judi, petugas juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, alat yang dipakai berjudi berupa batok kelapa berikut alas kayu dan mata dadu. Selain itu, ada uang tunai sebesar Rp 1.510.000 dan satu buah handphone.

”Pelaku dan barang bukti saat ini sudah kita amankan. Pelaku ini kita jerat dengan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian,” imbuh Agung. (DANI AGUS/TITIS W)

Polisi Terus Buru Bandar Togel di Rembang

Ilustrasi Togel

Ilustrasi Togel

 

REMBANG – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Rembang saat ini terus berupaya memberantas praktik perjudian toto gelap (togel) di Rembang. Disinyalir praktik haram itu masih banyak berkembang di masyarakat Rembang, namun dengan cara yang sulit dideteksi.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono mengatakan, pihaknya sedang berupaya mengungkap para bandar togel yang berada di wilayah setempat. Namun, Eko mengakui cukup kesulitan dalam memberantas judi togel, terutama menyentuh bandar togel di Rembang.

Hal itu dikarenakan, pelaku perjudian togel yang lebih protek pada aksinya.“Mereka tidak melayani pembeli di luar yang telah dikenal, sehingga polisi sulit mengecoh penjual kupon togel,” ujarnya ketika ditemui MuriaNewsCom, Kamis (3/12/2015).

Selain itu, menurutnya pengedar togel tidak melayani pembeli di tempat yang menetap, tetapi berpindah-pindah.“Meski demikian, berkat laporan atau informasi dari masyarakat, para penjual kupon togel bisa ditangkap,” tegasnya.

Seperti diketahui, Sat Reskrim Polres Rembang telah menangkap satu pelaku yang kedapatan menjual togel, pada Rabu (2/12/2015). Sebelumnya, polisi juga menggaruk MRS dan NSB dengan kasus serupa pada (22/11/2015) lalu. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Polres Rembang Kembali Bekuk Pelaku Judi Togel

Barang bukti KSW yang berupa kertas rekapan, tiga buah bolpoin, ponsel merek Nokia, dan uang tunai sebesar  Rp 87 ribu yang disita polisi. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Barang bukti KSW yang berupa kertas rekapan, tiga buah bolpoin, ponsel merek Nokia, dan uang tunai sebesar Rp 87 ribu yang disita polisi. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Aparat Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resor Rembang menangkap seorang pria paruh baya lantaran kedapatan menjual togel atau toto gelap, Rabu (2/12/2015).

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono, Kamis (3/12/2015) siang. Penjual kupon togel itu berninisial KSW (55) warga Dukuh Gayam Desa Sumberjo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang. KSW ditangkap polisi di tepi jalan dukuhan setempat ketika sedang menjalankan aksinya, Rabu (2/12/2015) kemarin sekitar pukul 14.00 WIB.

”Penangkapan tersangka bermula dari adanya informasi masyarakat yang mengaku resah dengan aktivitas penjualan togel yang dilakukan oleh tersangka,” ungkapnya.

Dalam penangkapan tersebut polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan KSW, yakni kertas rekapan, tiga buah bolpoin, ponsel merek Nokia, dan uang tunai sebesar Rp 87 ribu.

”Dalam melakukan transaksi tersangka menjual togel melalui sms dengan telepon genggam. Kendati barang bukti jumlah uang tunai kecil, namun tidak menutup kemungkinan jumlah transaksi yang dilakukan tersangka cukup besar. Saat ini tersangka masih dalam proses penyidikan,” tandasnya.

Eko memastikan, KSW merupakan pengedar kupon togel. Selain itu, Eko juga berupaya untuk mengungkap sindikat bandar togel di Rembang. KSW kini harus mendekam di sel tahanan Mapolres Rembang guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Meski Diborgol, Pelaku Judi Dadu di Gembong Sempat Kabur

Sejumlah polisi yang menyamar sebagai warga membekuk pelaku judi dadu di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong, Senin (25/5/2015) dini hari. Saat tiba di Kantor Polsek Gembong, satu pelaku sempat kabur. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Jajaran Polsek Gembong dibuat geram dengan aksi pelaku judi yang tertangkap tangan saat mengikuti judi dadu di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong, Senin (25/5/2015) dini hari.

Lanjutkan membaca

Pelaku Judi Dadu Terancam Pidana 10 Tahun Penjara

Kapolsek Gembong AKP Sugino tengah mengintrogasi ketiga pelaku judi dadu di Kantor Polsek Gembong, Senin (25/5/2015) dini hari. Ketiganya terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Jajaran Polsek Gembong berhasil menangkap tangan tiga pelaku judi dadu yang digelar di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong, Senin (25/5/2015) dini hari.

Lanjutkan membaca

Polisi Datang, Penjudi Dadu di Gembong Berhamburan

Sejumlah polisi melakukan penggrebekan terhadap pelaku judi dadu yang digelar di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong, Senin (25/5/2015) dini hari. Polisi berhasil menangkap tiga pelaku, masing-masing berinisial S (47) berperan sebagai bandar, N (65) dan A (31) diketahui sebagai penebak. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Jajaran kepolisian sektor (Polsek) Gembong berhasil membekuk pelaku judi dadu yang digelar di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong, Senin (25/5/2015) dini hari.

Lanjutkan membaca

Ada-ada Saja, Takut Dirazia Pilih Berjudi di Hutan

Kapolsek Sale AKP Isnaeni. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Aparat kepolisian sukses mengungkap modus baru aksi perjudian di kawasan hutan. Modus anyar ini terungkap setelah polisi menggerebek arena judi dadu di wilayah Hutan Ngandang Desa Sumbermulyo Kecamatan Sale, pada Minggu (17/5/2015) sore kemarin. Namun sayangnya, polisi hanya mampu menangkap seorang pelaku berinisial Shd (34) saja yang merupakan warga setempat.

Lanjutkan membaca