Dapati Aktivitas Perjudian, Segera Laporkan ke Polres Kudus

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus memastikan bakal menindak tegas bagi pelaku perjudian. Penindakan tegas dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku, termasuk segala jenis perjudian.

Hal itu diutarakan KBO Reskrim Kudus Ipda Heri Purwanto. Menurutnya sudah menjadi tugas kepolisian untuk meringkus pelaku yang meresahkan masyarakat, misalnya kasus judi togel.

”Dalam kasus perjudian, pelaku dapat dikenakan Pasal 303 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Meski ancaman hukuman berat, namun masih saja ada oknum yang nekat melakukannya. ”Peran aktif masyarakat juga sangat kita harapkan. Khususnya bagi yang meresahkan masyarakat, misalnya kasus perjudian,” harapnya.

Masyarakat menjadi harapan polres dalam melaporkan kasus di sekelilingnya. Seperti halnya jika melihat sekolompok orang atau aktivitas perjudian, maka dapat langsung melaporkan kepada petugas. Dengan adanya laporan atau informasi masyarakat, maka petugas memastikan menindak lanjuti. Sehingga penggerebekan dan penindakan dapat dilaksanakan.

Biasanya, kata dia, terungkapnya kasus perjudian kerap kali diawali dari laporan masyarakat. Selain laporan masyarakat, Polres setempat di sembilan kecamatan di Kudus juga aktif melakuan patroli atau pemantauan. ”Dengan demikian maka lebih besar pula peluang menghentikan kasus perjudian,” katanya.

Ia menambahkan, selain patroli, Babinkamtibmas juga dilibatkan dalam menjaga ketentraman masyarakat. Termasuk juga melaporkan dan menangani perkara perjudian. Kasus judi pada tahun baru terungkap satu kasus, yakni judi jenis togel. Penindakan dilakukan pada 3 Januari lalu di daerah yang terdapat di Kecamatan Kaliwungu.

Editor : Titis Ayu Winarni

Sanksi Buat Oknum Kades yang Jadi Bandar Judi, Tunggu Proses Penyidikan Polisi

Ilustrasi

Ilustrasi

 

GROBOGAN – Meski sudah kedapatan tertangkap tangan saat main judi jenis dadu kopyok, namun sanksi buat Kades Bugel, Kecamatan Godong Imam Setiyadi belum bisa dijatuhkan. Pemberian sanksi baru dilakukan setelah proses hukum yang dilakukan terhadap oknum kades tersebut selesai hingga ke pengadilan.

”Untuk kasus yang menimpa Kades Bugel, kami menunggu dan menghormati proses penyelidikan yang masih berlangsung. Dengan demikian, kami juga tidak bisa mengangkat Pj Kades di sana,” kata Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti.

Menurut Daru, penangkapan yang dilakukan terhadap Kades Bugel tersebut memang menjadikan pelayanan pada masyarakat terganggu. Meski demikian, untuk sementara kendali pemerintahan di Desa Bugel dilakukan sekretaris desa.

Namun, kewenangan perangkat desa ini juga terbatas. Oleh sebab itu, untuk beberapa urusan tertentu tetap harus dilakukan kepala desa sekalipun tengah berada dalam tahanan.

Ditambahkan, selama ini kinerja Kades Bugel memang sering diadukan ke BPD setempat. Bahkan Bupati juga sudah mengirimkan surat instruksi pada Camat Godong untuk menindaklanjuti dan memberikan pembinaan pada yang bersangkutan.

Seperti diketahui, penangkapan terhadap pelaku judi dadu yang dilakukan anggota Polsek Godong ini dilakukan Selasa (22/12/2015) lalu sekitar pukul 11.15 WIB. Dari sejumlah pelaku, hanya satu orang ini yang tertangkap di lokasi kejadian.

Selain mengamankan satu pelaku yang diduga sebagai bandar judi, petugas juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, alat yang dipakai berjudi berupa batok kelapa berikut alas kayu dan mata dadu. Selain itu, ada uang tunai sebesar Rp 1.510.000 dan satu buah ponsel.

”Pelaku dan barang bukti saat ini sudah kita amankan. Pelaku ini akan kita jerat dengan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian,” kata Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto. (DANI AGUS/TITIS W)

Asik Berjudi, Oknum Kades di Grobogan Dibekuk Polisi

Oknum kades yang terlibat kasus perjudian saat gelar perkara di Mapolres Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Oknum kades yang terlibat kasus perjudian saat gelar perkara di Mapolres Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Seorang oknum kepala desa (Kades) terpaksa ditangkap polisi. Karena, Kades yang tugas di Desa Bugel, Kecamatan Godong bernama Imam Setiyadi itu kedapatan main judi jenis dadu kopyok. Akibat tindakan yang dilakukan, Kades ini terpaksa harus mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

”Penangkapan terhadap pelaku judi dadu yang dilakukan anggota Polsek Godong ini dilakukan Selasa (22/12/2015) lalu sekitar pukul 11.15 WIB. Dari sejumlah pelaku, hanya satu orang ini yang tertangkap di lokasi kejadian,” kata Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto pada wartawan saat gelar perkara, Kamis (31/12/2015).

Dijelaskan, penangkapan yang dilakukan di sekitar Pasar Ayam Godong itu bermula dari laporan warga tentang adanya aktivitas perjudian disitu. Setelah ditelusuri, memang ada permainan judi dadu yang melibatkan beberapa orang. Selanjutnya, anggota melakukan penggerebekan di lokasi perjudian.

Selain mengamankan satu pelaku yang diduga sebagai bandar judi, petugas juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, alat yang dipakai berjudi berupa batok kelapa berikut alas kayu dan mata dadu. Selain itu, ada uang tunai sebesar Rp 1.510.000 dan satu buah handphone.

”Pelaku dan barang bukti saat ini sudah kita amankan. Pelaku ini kita jerat dengan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian,” imbuh Agung. (DANI AGUS/TITIS W)

Polisi Akan Tingkatkan Razia Perjudian di Wedarijaksa dan Trangkil Pati

Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum memberi keterangan di depan awak media. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum memberi keterangan di depan awak media. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Aktivitas judi di wilayah Kecamatan Wedarijaksa dan Trangkil, Pati sudah meresahkan masyarakat. Hal itu yang akan diantisipasi jajaran Polsek Wedarijaksa menjelang tahun baru.

”Perjudian itu penyakit masyarakat. Selain meningkatkan operasi minuman keras, kami juga akan tingkatkan razia perjudian menjelang tahun baru nanti. Jangan sampai malam tahun baru malah digunakan untuk begadang dengan melakukan judi,” kata Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum saat ditanya MuriaNewsCom, Rabu (30/12/2015).

Ia menambahkan, pihaknya sudah banyak mendapatkan informasi dari masyarakat terkait maraknya perjudian di sejumlah daerah. Karena itu, perjudian dan miras menjadi target utama dalam pengamanan tahun baru yang berpotensi meresahkan masyarakat.

”Kami sudah mengamankan tiga tersangka dalam kasus perjudian pada Senin, 28 Desember 2015 kemarin. Satu tersangka berhasil kabur dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Kami akan terus memburu dan tidak membiarkan perjudian merebak di wilayah hukum kami,” pungkasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Polisi Tangkap Tangan Pelaku Judi Remi di Trangkil Pati

Kapolsek Wedarijaksa AKP R Sulistyaningrum saat memberikan keterangan di depan awak media. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Wedarijaksa AKP R Sulistyaningrum saat memberikan keterangan di depan awak media. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Jajaran Polsek Wedarijaksa berhasil mengangkap tangan tiga pelaku judi remi di Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil, Pati. Mereka diamankan, setelah melakukan judi jenis remi di sebuah tanah karas milik Giyono.

Dari hasil tangkap tangan tersebut, petugas kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Yaitu uang tunai sebesar Rp 1,2 juta dan satu set kartu remi warna hijau.

”Kami mendapatkan informasi dari masyarakat, kemudian kami melakukan penyelidikan. Setelah itu, kami melakukan penggerebekan. Perjudian di wilayah Wedarijaksa dan Trangkil memang sudah meresahkan. Karena itu, kami terus gencarkan razia,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP R Sulistyaningrum kepada MuriaNewsCom, Rabu (30/12/2015).

Ketiga tersangka yang diamankan petugas kepolisian, antara lain MAM (26), S (37) dan M (43). Ketiganya merupakan warga Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil.

”Dari tangan S, kami berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 800 ribu sebagai uang modal dan uang kemenangan, uang Rp 200 ribu sebagai uang tengahan, dan satu set kartu remi warna hijau. Sedangkan dari tangan MAM, kami amankan Rp 200 ribu sebagai uang sisa modal,” pungkasnya. (LISMANTO/TITIS W)