Duh…Gara-gara Main Judi, Jabatan Pak Kades Pun Dicopot

 Judi-Dadu-1

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Gara-gara terlibat kasus perjudian, Imam Setiyadi akhirnya diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Desa Bugel, Kecamatan Godong. Pemberhentian itu dilakukan setelah adanya keputusan pengadilan yang menjatuhkan vonis 10 bulan kurungan terhadap Imam.

Kabag Pemerintah Desa Daru Wisakti ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan pencopotan jabatan oknum kades tersebut. Tindakan itu dilakukan karena Imam Setiyadi sudah terbukti melanggar hukum.

Menurutnya, sesuai aturan, seorang kades yang tersangkut masalah hukum dengan ancaman hukuman di atas lima tahun akan diberhentikan dengan tidak hormat. Pemberhentian ini tidak melihat dari berapapun vonis yang dijatuhkan.

“Jadi, meski divonis beberapa bulan, seorang oknum kades bisa diberhentikan. Dengan catatan, ancaman hukuman pada kasus yang dilakukan di atas lima tahun. Seperti, kasus perjudian ini dikenakan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukumannya lebih lima tahun. Hal ini hendaknya bisa jadi pelajaran buat kades lainnya agar jangan melanggar hukum,” jelasnya.

Untuk mengisi kekosongan, sudah ditunjuk seorang Pj Kades Bugel yang diambilkan dari pegawai Kecamatan Godong. Diambilkannya Pj dari pegawai kecamatan itu disebabkan di Desa Godong kebetulan hanya tinggal memiliki dua perangkat desa saja. Pj kades ini nantinya akan melaksanakan tugas-tugas dari kepala desa.

Menurut Daru, penangkapan yang dilakukan terhadap Kades Bugel lantaran kasus judi tersebut memang menjadikan pelayanan pada masyarakat terganggu. Meski demikian, selama ditahan, untuk sementara kendali pemerintahan di Desa Bugel dilakukan sekretaris desa.

Namun, kewenangan perangkat desa ini juga terbatas. Oleh sebab itu, untuk beberapa urusan tertentu tetap harus dilakukan kepala desa sekalipun tengah berada dalam tahanan.

Seperti diketahui, penangkapan terhadap pelaku judi dadu yang dilakukan anggota Polsek Godong ini dilakukan Selasa (22/12/2015) lalu sekitar pukul 11.15 WIB. Dari sejumlah pelaku, hanya satu orang ini yang tertangkap di lokasi kejadian.

Selain mengamankan satu pelaku yang diduga sebagai bandar judi, petugas juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, alat yang dipakai berjudi berupa batok kelapa berikut alas kayu dan mata dadu. Selain itu, ada uang tunai sebesar Rp 1.510.000 dan satu buah handphone.

Editor : Kholistiono

Puasa malah Berjudi, 18 Orang Ini Dipenjara di Mapolres Grobogan

Kasat Reskrim Polres Grobogan Agung Aryanto (kiri) dan anggotanya menunjukkan barang bukti perjudian. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasat Reskrim Polres Grobogan Agung Aryanto (kiri) dan anggotanya menunjukkan barang bukti perjudian. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Polres Grobogan berhasil mengamankan belasan warga yang kedapatan tengah berjudi. Mereka ini diamankan dalam lokasi dan waktu yang berlainan.

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning mengatakan, jumlah tersangka yang diamankan totalnya ada 18 orang. Rinciannya, 12 orang diamankan karena terlibat judi jenis domino, lima orang terlibat judi biliar dan satu orang ditangkap karena judi togel online.

Para penjudi itu diamankan dari beberapa lokasi. Antara lain di Desa Warukaranganyar, Kecamatan Purwodadi, pangkalan pasir di batas kota Danyang, dan terminal bus Purwodadi.

“Ketiga lokasi itu dipakai untuk judi jenis domino. Dari tiga TKP tersebut diamankan 12 pelaku,” kata kapolres melalui Kasat Reskrim AKP Agung Aryanto saat gelar perkara di Mapolres Grobogan, Rabu (8/6/2016).

Selanjutnya, satu penjual judi togel online diamankan di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Ngaringan. Kemudian, lima penjudi biliar diamankan dari wilayah Polsek Godong.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga berhasil menyita sejumlah barang bukti perjudian. Antara lain, ponsel, kartu ATM, kupon, kartu domino, tikar, dan sejumlah uang tunai.

“Untuk pelaku judi billiar belum diserahkan karena masih diperiksa di Polsek Godong. Para pelaku akan kita jerat dengan pasal 303 KUHP,” kata Agung.

Editor : Akrom Hazami

 

4  Penjudi di Grobogan Diringkus Bersama Kertas Rekapannya

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Aryanto (baju batik) saat memperlihatkan keempat tersangka dan barang bukti perjudian yang berhasil diamankan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Aryanto (baju batik) saat memperlihatkan keempat tersangka dan barang bukti perjudian yang berhasil diamankan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Grobogan mengamankan empat pelaku kasus judi sepanjang Januari 2016. Keempat pelaku ini diringkus dalam empat lokasi yang berbeda.

Pelaku pertama yang diamankan adalah Surahmin alias Min Boy, 52, warga Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari. Pelaku judi jenis togel ini diciduk petugas Jumat (8/1/2016). Bersama berlaku, petugas juga mengamankan uang tunai Rp 158 ribu, 1 buah ponsel, kertas rekapan penjualan dan ramalan.

Satu orang pelaku judi lagi, yakni, Suparman alias Topan alias Setop, 56, diamankan Kamis (14/1/2016). Penjual judi Hongkong ini ditangkap ketika berada di sebuah warung di Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan. Selain pelaku, petugas juga menyita uang Rp 210 ribu, rekapan pembeli dan satu unit sepeda motor sebagai barang bukti.

Selanjutnya, Edi Suparno, 49, warga Kelurahan/Kecamatan Wirosari menjadi pelaku judi ketiga yang diamankan petugas, Selasa (26/1/2016). Bersama pelaku judi togel ini, petugas juga mengamankan satu unit sepeda motor, kertas rekap dan ramalan. Selain itu, uang kertas senilai Rp 257 ribu dan uang logam sejumlah Rp 9.100 ikut disita jadi barang bukti.

Pelaku perjudian keempat yang diamankan adalah Supriyono alias Sathim, warga Lingkungan Porong, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi. Pria 28 tahun itu dicokok lantaran ditengarai menjadi penjual judi jenis Cap Ji Ki melalui yang dipasarkan melalui layanan SMS. Bersama pelaku, petugas mengamankan lima unit ponsel, kertas rekapan pembeli dan uang Rp 62 ribu.

“Jadi keempatnya kita amankan dalam waktu berlainan dan lokasinya juga beda-beda. Kepada para tersangka ini kita jerat dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun,” kata Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Aryanto jumpa pers dengan wartawan, Jumat (5/1/2016).

Editor : Akrom Hazami

Baca terkait : Pengepul Judi Togel Asal Grobogan Dibekuk Polisi di Rembang

Lagi Asyik Judi Dadu Kopyok di Teras Rumah, Tiga Warga Rembang Diciduk Polisi

Digerebek Polisi, Para Penjudi Sabung Ayam di Purwodadi Kalang Kabut

Digerebek Polisi, Para Penjudi Sabung Ayam di Purwodadi Kalang Kabut

Polisi membawa sejumlah barang bukti yang tertinggal di area perjudian ke Mapolres. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi membawa sejumlah barang bukti yang tertinggal di area perjudian ke Mapolres. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sejumlah pelaku judi sabung ayam di Kampung Keling, Purwodadi sontak kalang kabut ketika ada gerebekan yang dilakukan beberapa anggota Satuan Sabhara Polres Gobogan, pagi tadi Senin (18/1/2016).

Begitu tahu ada polisi, para penjudi langsung melarikan diri dan meninggalkan sejumlah barangnya di lokasi. Dalam penggerebekan itu, tidak ada satupun pelaku yang berhasil diamankan.

Meski demikian, sejumlah barang bukti yang tertinggal di sana akhirnya dibawa petugas ke Mapolres. Antara lain, 4 unit sepeda motor dan dua ekor ayam aduan. Kemudian, diamankan satu kapet serta telasar plastik yang digunakan untuk arena sabung  ayam tersebut.

Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir mengatakan, penggerebekan ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya aktivitas judi sabung ayam di daerahnya. Kemudian, beberapa anggota menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan ke arena judi sabung ayam.

”Begitu dipastikan ada perjudian, polisi langsung melakukan penggerebekan. Namun, lantaran jumlah polisi terbatas, para penjudi berhasil kabur,” katanya di Mapolres Grobogan, Senin (18/1/2016). (DANI AGUS/TITIS W)