22 Pelaku Judi Cap Ji Kia di Grobogan Dibekuk Polisi

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning memperlihatkan sejumlah barang bukti perjudian saat gelar perkara, Rabu (16/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning memperlihatkan sejumlah barang bukti perjudian saat gelar perkara, Rabu (16/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sebanyak 22 pelaku perjudian jenis Cap Ji Kia kembali diamankan anggota Polres Grobogan. Pelaku perjudian ini diamankan dalam kegiatan yang dilangsungkan selama sepekan terakhir.

“Total pelaku judi yang kita amankan ada 22 orang. Terdiri 20 pria dan 2 perempuan,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat gelar perkara, Rabu (16/11/2016).

Menurut Agusman, pelaku perjudian itu diamankan dari sembilan lokasi. Antara lain, di wilayah Polsek Purwodadi, Godong, Gubug, Toroh, Wirosari, Kedungjati, Karangrayung, dan Geyer.

Dalam kegiatan tersebut, anggota sempat menggerebek sarang judi Cap Ji Kia di Desa Sambung, Kecamatan Godong. Dalam penggerebekan ini, petugas berhasil mengamankan sembilan orang. “Saat kita gerebek sarang judi, bandarnya tidak ada di tempat. Informasinya, bandar ini kasih perintah anak buahnya lewat telepon, jadi jarang ada di lokasinya. Dari pengakuan pelaku yang kita amankan, mereka juga tidak tahu siapa bandarnya. Meski demikian, kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk bisa menangkap bandarnya,” tegas Agusman.

Selain pelaku, petugas juga berhasil menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, ramalan, alat tulis, kupon penjualan dan uang tunai sebanyak Rp 22 juta. Dari sekian barang bukti, ada satu yang sempat menarik perhatian kapolres. Yakni, botol plastik berisi air dan di dalamnya ada gulungan kertas yang diikatkan pada sebatang lidi.

Setelah ditanyakan pada pelaku, kertas gulungan di dalam botol itu merupakan nomor yang akan dikeluarkan. Sebelum dibuka pada jam yang sudah ditentukan, botol itu digantungkan di pohon terlebih dahulu.

Dalam sehari, judi Cap Ji Kia dibuka lima kali. Dari jam 9,11,13,15, dan 17 WIB. Kertas yang digulung dan dimasukkan dalam botol juga diganti lima kali sesuai jam buka judi.“Jadi, inilah tempat untuk menyimpan nomor judi yang akan keluar. Botol ini digantungkan di pohon dan menunggu jam bukaan judi baru dibuka,” jelasnya.

Agusman menambahkan, penangkapan pelaku berawal dari informasi warga tentang maraknya perjudian jenis Cap Ji Kia di berbagai wilayah. Petugas kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut dari informasi ini hingga akhirnya berhasil mengamankan para pelaku.“Sejauh ini, kita sudah mengamankan hampir 50 pelaku perjudian. Kami akan bersikap tegas dengan masalah perjudian yang jadi salah satu penyakit masyarakat,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Meski Banyak yang Diringkus, Penjual Judi Cap Ji Kia di Grobogan Masih Bermunculan

Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku perjudian cap ji kia di Karangrayung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku perjudian cap ji kia di Karangrayung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Meski sudah banyak yang ditangkap, penjual judi di Grobogan khususnya jenis cap ji kia seolah tidak ada habisnya. Hal ini seiring masih adanya penjual judi yang kembali dibekuk polisi, Senin (31/10/2016).

Pelaku perjudian yang diamankan kali ini bernama Mustaqim (34) yang biasa beroperasi di wilayah Kecamatan Karangrayung. Pelaku berhasil diamankan ketika hendak menjual capj ji kia di Desa Parakan.

“Penangkapan pelaku berawal dari informasi warga tentang maraknya perjudian jenis cap ji kia di Desa Parakan. Petugas kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut dari informasi ini hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning melalui Kapolsek Karangrayung AKP Sukardi.

Saat ditangkap, pelaku tidak bisa menghindar jika jadi penjual judi. Sebab, saat digeledah, polisi berhasil mendapatkan sejumlah barang bukti yang dibawa tersangka.

Barang buktinya antara lain berupa uang tunai hasil penjualan cap ji kia sebesar Rp 238.000. Kemudian, 15 lembar ramalan, beberapa bendel kupon yang sudah maupun belum terjual, alat tulis, tas kulit, dan handphone.

“Saat ini, pelaku maupun barang bukti diamankan Polsek Karangrayung. Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku yang kita amankan ini,” sambungnya.

Agusman menambahkan, pihaknya tidak akan bersikap tegas dengan masalah perjudian yang jadi salah satu penyakit masyarakat tersebut. Hal itu dibuktikan dengan sudah ditangkapnya puluhan pelaku berbagai jenis perjudian dalam beberapa bulan terakhir.

Editor : Kholistiono

Turun ke Jalan, Banser dan Ansor Dukung Aparat Keamanan Sapu Bersih Perjudian di Grobogan

Ratusan Banser dan Ansor turun ke jalan. Mereka mendukung aparat untuk menyapu bersih praktik perjudian di Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ratusan Banser dan Ansor turun ke jalan. Mereka mendukung aparat untuk menyapu bersih praktik perjudian di Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sedikitnya 500 anggota Banser dan Ansor Grobogan melakukan aksi jalan kaki sejauh 2 kilometer dari Gedung PC NU setempat hingga di depan pintu gerbang Pendapa Kabupaten, Sabtu (29/10/2016). Di sepanjang jalan yang dilalui, mereka juga membentangkan poster berukuran cukup besar di barisan terdepan.

Poster tersebut bertulisan dukungan Banser dan Ansor kepada bupati, Polri dan TNI untuk menangkal ajaran radikalisme dan praktik perjudian. Aksi itu dilakukan disela-sela pelaksanaan Konfercab Pengurus PC Ansor dan PC NU Grobogan yang digelar hari ini.

Poster tersebut selanjutnya dipasang di pagar pengaman proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi yang berada persis di seberang pintu gerbang pendapa. Usai melakukan aksinya, ratusan orang ini kemudian berjalan lagi ke masjid Baitul Makmur untuk salat zduhur dan setelah itu kembali lagi ke arena konfercab di Gedung PC NU yang berada di Kampung Jagalan, Purwodadi.

“Momen konfercab pengurus PC Ansor dan PC NU Grobogan ini kita manfaatkan untuk melakukan aksi. Kebetulan, sebagian besar pengurus maupun anggota Banser dan Ansor hadir di sini,” Kata Komandan Satkorcab Banser Grobogan M Sirajuddin.

Menurutnya, sebelumnya pihaknya sudah seringkali menggelar aksi bersama menolak paham radikalisme. Kali ini, selain seruan menolak aliran keras ditambah dengan pemberantasan praktik perjudian.

Masalah ini perlu diangkat lantaran akhir-akhir ini, kasus perjudian mulai marak lagi di wilayah Grobogan. Bahkan, praktik judi ini kabarnya sudah menjamah daerah pinggiran.

“Adanya praktik perjudian ini sangat meresahkan sekaligus memprihatinkan. Soalnya, dalam sehari judi ini bisa buka beberapa kali. Hal ini tentunya tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” tegas pria yang akrab disapa Gus Didin itu.

Didin menyatakan, sejauh ini pihaknya sangat mengapresiasi upaya pihak keamanan yang sudah berhasil menangkap puluhan penjual judi. Pihaknya, juga mendukung upaya pihak keamanan untuk menghilangkan praktik perjudian. Salah satu caranya adalah menyampaikan informasi kepada pihak keamanan jika menemukan ada praktik perjudian.

“Anggota Banser dan Ansor sudah kita minta untuk memantau kondisi disekitar tempat tinggalnya. Jika menemukan indikasi adanya perjudian atau hal lain yang mencurigakan, langsung laporkan pada pihak keamanan,” cetusnya.

Editor : Kholistiono

Selama Sepekan, 15 Pelaku Judi Cap Ji Kia di Grobogan Dibekuk Polisi

Beberapa tersangka perjudian saat gelar perkara di Mapolres Grobogan, Selasa (18/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Beberapa tersangka perjudian saat gelar perkara di Mapolres Grobogan, Selasa (18/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewCom,Grobogan – Keluhan masyarakat terhadap maraknya kasus perjudian, khususnya jenis Cap Ji Kia di wilayah Grobogan direspon pihak kepolisian setempat. Hal ini terkait dengan dibekuknya belasan pelaku perjudian di berbagai tempat.

“Total tersangka perjudian yang berhasil kita amankan ada 15 orang dan semuanya jenis judi Cap Ji Kia. Pelaku judi ini kita amankan dalam operasi pekat selama sepekan terakhir,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning didampingi Kasat Reskrim AKP Eko Adi Pramono saat gelar perkara, Selasa (18/10/2016).

Para pelaku perjudian itu ditangkap dari delapan tempat kejadian perkara (TKP). Yakni, di wilayah Polsek Purwodadi dan Polsek Gubug masing-masing ada 2 TKP.Kemudian, di wilayah Polsek Tegowanu, Tanggungharjo, Karangrayung, dan Kedungjati, masing-masing 1 TKP.

Selain 15 tersangka, sejumlah barang bukti perjudian juga berhasil diamankan. Seperti uang tunai sebanyak Rp 4.466.000, ramalan, kupon, handphone, dan alat tulis.

Menurut Agusman, para tersangka yang diamankan itu bertindak sebagai penjual dan pengepul. Setiap harinya, mereka bisa mendapatkan omzet Rp 150 sampai Rp 250 ribu tiap kali buka.

“Dari keterangan tersangka, judi  Cap Ji Kia ini dibuka lima kali dalam satu hari. Yakni, jam 9.00,11.00,13.00,15.00 dan 17.00 WIB. Para tersangka ini mengaku kalau uang penjualan itu disetorkan pada bandar judi yang ada di wilayah Demak,” katanya.

Agusman menambahkan, penangkapan pelaku perjudian itu berdasarkan laporan yang didapat dari masyarakat. Dari laporan itu, pihaknya kemudian melakukan operasi pekat untuk menindak pelaku perjudian.

Editor : Kholistiono

Polisi Bekuk 4 Penjudi Cap Ji Kia di Grobogan

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Grobogan – Aparat Polres Grobogan meringkus empat orang yang kedapatan terlibat dalam masalah perjudian jenis cap ji kia, pada Kamis (29/09/2016). Mereka ditangkap saat bertransaksi judi di sebuah pangkalan ojek di Desa Jeketro, Kecamatan Gubug.

Dari keempat pelaku ini, dua di antaranya merupakan penjual atau lebih dikenal dengan sebutan penambang. Yakni, Tri Bagas Samudra (27) dan Andi Hartanto (37). Keduanya merupakan warga Desa Pilang Wetan, Kecamatan Kebonagung, Demak.

Dua orang lainnya yang ikut ditangkap merupakan pembeli. Yakni, Suwarno (42), warga Desa Ginggangtani, Kecamatan Gubug dan Masdi (49), warga Desa Jeketro, Kecamatan Gubug.

Bersama pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti perjudian. Antara lain, uang tunai Rp 706 ribu yang merupakan omzet penjualan cap ji kia putaran keempat.

Selain itu, petugas juga mengamankan kupon rekapan judi, satu set karbon, alat tulis, tas kecil, dan dua unit HP. Kemudian, beberapa lembar ramalan judi cap ji kia ‘Eyang Soemoe’ juga disita sebagai barang bukti perjudian.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto menyatakan, penangkapan pelaku perjudian itu berkat adanya informasi dari masyarakat. Di mana, ada masyarakat yang menyebutkan jika di pangkalan ojek tersebut sejak beberapa waktu terakhir dipakai untuk bertransaksi judi.

“Dari informasi ini, kita kemudian menugaskan anggota untuk memantau lokasi tersebut selama beberapa hari. Dari pantauan yang kita lakukan, informasi masyarakat tersebut benar adanya dan akhirnya pelaku perjudian berhasil kita amankan berikut barang buktinya. Kasus ini masih kita kembangkan lebih lanjut,”  kata Agung pada wartawan.

Para pelaku perjudian itu selanjutnya akan dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian. Jika nantinya terbukti, pelaku bisa terancam hukuman paling lama hingga 10 tahun.

Editor : Kholistiono