KH. Abdul Hamid Suyuti Pimpin Jam’iyyah Manaqib Nurul Huda 5 Tahun ke Depan

Para peserta muktamar Jam'iyyah Manaqib Nurul Huda saat mengikuti jalannya acara. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Para peserta muktamar Jam’iyyah Manaqib Nurul Huda saat mengikuti jalannya acara. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Muktamar Jam’iyyah Manaqib Nurul Huda kelima di Gedung JHK Kudus berakhir, Sabtu (4/6/2016). KH Abdul Hamid Suyuti terpilih menjadi pemimpin baru menggantikan H. Surandim Ahmad.

Ketua panitia Muktamar Mahmud mengatakan, sebenarnya ada dua calon yang berhasil lolos dalam penjaringan untuk memimpin Jamiiyyah Manaqib Nurul Huda. Yakni H. Noor Cipto dan KH. Abdul Hamid Suyuti.

Setelah dilakukan pemilihan, KH Abdul Hamid Suyuti yang mendapatkan 76 suara kalah suara dengan H Noor Sucipto yang mendapat 99 suara. Hanya, setelah diumumkan, H. Noor Sucipto memilih mengundurkan diri.

”Beliau (H. Noor Sucipto) mundur. Otomatis KH. Abdul Hamid Suyuti berhak memangku jabatan pimpinan  Jam’iyyah Manaqib Nurul Huda selama periode 2016-2021,” katanya.

Mahmud menyebutkan, dalam memilih pimpinan baru memang tak semua jamaah diberikan hak memilih. Melainkan hanya dilakukan perwakilan saja. Selebihnya jamaah yang ada hanya bertindak sebagai pemantau saja.

”Yang bisa memilih hanya satu orang dari masing masing kelompok jam’iyyah yang ada di Indonesia. Sedangkan undangan atau anggota lainnya sebagai pemantau,” ungkapnya.

Meski begitu, hasil Muktamar bisa diterima oleh semua jamaah. Baik jamaah dari Kudus ataupun Jawa Tengah dengan jamaah di Luar Jawa bersedia dan tak mempermasalahkan kepemimpinan KH. Abdul Hamid Suyuti.

Editor: Supriyadi

Ribuan Jamaah Thoriqoh  se Jateng-DIY Banjiri JHK Kudus, Ada Apa?

Ribuang anggota Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyah memadati JHK Kudus, Sabtu (7/5/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ribuang anggota Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyah memadati JHK Kudus, Sabtu (7/5/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 1.082 anggota Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyah se Jawa Tengah dan daerah Istimewa yogyakarta (DIY) memadati Gedung Jam’iyatul Hujaj Kudus (JHK), Sabtu (7/5/2016). Ribuan anggota jamaah tersebut sengaja menggelar silaturahmi sekaligus menggelar pertemuan rutin sesama jamaah thoriqoh yang biasa digelar 6 bulan sekali.

Panitia kegiatan manaqib qubro, Bahtsul Masail dan Istighosah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyah se Jateng-DIY Saifudin mengatakan, kegiatan ini digelar selama 6 bulan sekali secara berkeliling dari kabupaten ke kabupaten.

”Bulan ini kebetulan Kudus yang punya hajat. Jadi kami memilih JHK untuk menampung jamaah,” katanya.

Selain acara silaturahmi, acara kali ini juga akan diagendakan sidang anggota dan istighosah. Hal tersebut diharapkan mampu memberi semangat spiritual bagi setiap anggotanya.

”Dalam sudang anggota, terdapat beberapa komisi. Di antaranya sidang komisi A yang membidangi kegiatan organisasi, sidang komisi B yang membidangi bahtsul masail, dan sidang komisi C yang akan membidangi Muslimat thoriqoh,” ujarnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, kegiatan yang dihadiri oleh tokoh ulama Kudus KH. Ulinnuha Arwani, KH. Ulil Albab Arwani, SKPD pemerintah Kudus, Ketua NU Kudus, hingga menteri Marwan Jafar diharapkan dapat memberikan rasa saling harmonis di anatara jamaah thoriqoh maupun pihak pejabat.

”Untuk kegiatan ini di Kudus memang baru pertama kali ini. Memang acara semeperti ini diadakan secara bergiliran di kabupaten yang ada di Jawa Tengah maupun Yogyakarta. Selain itu, sebelum di Kudus, enam bulan yang lalu sudah digelar di kabupaten Purworejo,” ujarnya.

Editor: Supriyadi