Jeruk Siam Blora Akan Diikutkan di Festival Jeruk di Malang

jeruk

Panen jeruk siam di Desa Tanggel, Kecamatan Randublatung, Blora. (Humas Pemkab Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora – Desa Tanggel, Kecamatan Randublatung, Blora mempunyai buah potensial. Yaitu jeruk siam.

Hasil petani itu akan diikutkan dalam kegiatan di Malang, Jawa Timur, pada 4 Agustus 2016. Diharapkan, keberadaan jeruk siam di Malang akan menambah varietas produk sejenis, secara nasional.

Kepala Dintanbunakikan Kabupaten Blora Reni Miharti juga menyampaikan bahwa Desa Tanggel memiliki potensi jeruk siam yang luar biasa, yang mana hal ini harus mendapatkan perhatian dan dukungan dari Pemerintah Daerah dan Kementerian Pertanian.

“Pada tanggal 4 Agustus besok, jeruk siam dari Desa Tanggel akan kita ikutkan pada Festival Jeruk di Malang. Kami berharap, potensi ini mendapat perhatian dan dukungan dari Kementerian Pertanian, sehingga ke depan jeruk siam akan lebih dikenal luas tentunya dengan kualitas yang lebih baik”, ujarnya.

Selama ini, para petani mendapatkan bibit jeruk siam dari Purworejo dengan harga Rp. 5.000 per batang dan dapat dipanen setelah 4 tahun.

Sebelumnya, Bupati Blora Djoko Nugroho melakukan panen raya jeruk siam di Desa Tanggel. Pemerintah Kabupaten Blora akan memberikan dukungan penuh kepada para petani jeruk siam di Desa Tanggel.

“Nanti akan kita buatkan cekdam, infrastruktur jalan juga akan kita perbaiki. Selain itu, juga akan kita berikan pelatihan kepada para petani jeruk se-Kabupaten Blora”, ujarnya.

Camat Randublatung, Djoko Budiono bahwa di desa itu terdapat sekitar 100 Ha kebun jeruk siam yang dikelola oleh 150 petani. “Perawatan jeruk siam tergolong cukup sulit, karena mudah terserang virus dan harus rajin diperiksa,” kata Budiono.

Salah satu pemilik kebun jeruk, Samudi menuturkan bahwa jeruk siam di Desa Tanggel pernah mengalami masa jaya pada akhir 90-an. Namun pada tahun 2002, wabah virus melanda dan merusak semua tanaman jeruk di desa itu. Sejak wabah itu, Samudi, yang kini memiliki kebun seluas 2 Ha, kembali memulai tanam jeruk siam pada tahun 2007.

Normalnya, jeruk siam dipanen 1 kali dalam 1 tahun, dengan volume 25-30 ton setiap 1 Ha-nya. Namun tahun ini banyak petani yang mengalami gagal panen karena faktor cuaca.

“Tahun ini perkiraan kita hanya panen sekitar 8 kuintal, padahal tahun lalu panen bisa mencapai 30 ton. 1 bulan setelah berbunga, tanaman jeruk kekurangan air karena tidak ada hujan. Setelah itu hujan deras turun tanpa henti selama berbulan-bulan”, keluh Samudi.

Editor : Akrom Hazami