Kerusakan Pilar Jembatan Karanglangu Grobogan Bakal Segera Ditangani

Tampak tiang penyangga jembatan yang tergerus banjir di Desa Karanglangu, Kedungjati, Minggu (26/2/2017) sore. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Hampir putusnya salah satu pilar penyangga jembatan di Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati akan segera ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan. Rencananya, kondisi pilar jembatan akan ditangani secara darurat terlebih dahulu.

Kepala Dinas PUPR Subiyono menyatakan, pilar jembatan akan ditangani secara darurat. Nantinya, pilar akan disangga dengan batang kayu. Tujuannya supaya fondasi jembatan tidak melengkung.

“Dalam minggu ini, penanganan darurat akan kita kerjakan. Dana penanganan darurat kami harapkan bisa diambil dari pos tak terduga pada bagian kebencanaan,” ungkapnya.

Menurutnya, setelah dapat kabar kerusakan pilar jembatan, pada Minggu (26/2/2017) sore, dia dan beberapa stafnya langsung meninjau lokasi. Kebetulan, posisi sungai saat itu sedang surut sehingga bisa memeriksa hingga kondisi fondasi jembatan.

“Dari peninjauan lokasi, kerusakan memang cukup parah sehingga harus segera ditangani. Untuk menjaga umur jembatan, truk sementara dilarang melintas. Kalau mobil pribadi dan sepeda motor masih boleh jalan,” tegas mantan Kadinas Pengairan itu.

Disinggung soal perbaikan jembatan secara permanen, Subiyono menyatakan, untuk saat ini belum bisa dilakukan. Sebab, dana perawatan jalan dan jembatan yang ada dinilai tidak mencukupi untuk memperbaiki tiang penyangga tersebut.

“Untuk perbaikan permanen akan kita usulkan anggarannya pada perubahan ABPD mendatang. Sementara, penanganan darurat dulu,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Akhirnya Jembatan Banyu Semurup Rahtawu Kudus Dibenahi

Warga saat mengamati jembatan Banyu Semurup Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga saat mengamati jembatan Banyu Semurup Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Bina Marga, Pengairan, Energi Sumber Daya Mineral (BPESDM) Kudus akhirnya membenahi Jembatan Banyu Semurup Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog,  Pembenahan jembatan yang nyaris ambrol itu, menggunakan anggaran pemeliharaan rutin dinas.

Kepala Dinas BPESDM Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, pembenahan yang dilakukan tidak didirikan bangunan secara utuh. Hal itu menyangkut pembiayaan yang terbatas dari anggaran pemeliharaan secara rutin itu.

“Diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 200 juta. Pembangunan tidak dapat dilakukan secara total. Kami hanya akan membongkar bagian atas jembatan, dan mengganti dasaran kayu dengan besi,” katanya kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Selasa (13/12/2016).

Selain itu, kata Sam’ani, bagian atas jembatan juga bakal dicor beton. Kemudian,  untuk memperkuat dinding jembatan,  tiang jembatan yang retak juga akan dibenahi. Pelaksanaan pembongkaran jembatan, lanjutnya, sudah dimulai Minggu (11/12/2016). Perbaikan diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan, lantaran lokasi yang berada di atas dan juga pembangunan yang tak seluruhnya.

Pembongkaran dilakukan pada separuh jembatan, sedang sisi lain digunakan untuk akses satu- satunya menuju Desa Rahtawu. Akses itu dipakai masyarakat agar tetap bisa lalu lalang.

Jembatan Banyu Semurup memiliki panjang 10 meter, lebar 6 meter dan melintang di atas sungai berkedalaman sekitar 15 meter. Jembatan dibangun sekitar tahun 1970-an , memiliki kondisi di salah satu jalan ujung jembatan  berlubang dengan diameter sekitar 40 cm dan berpotensi semakin melebar. Selain itu salah satu pilar sudah mulai muncul retakan dan bagian lain tergerus air.

“Kami tak bisa membiarkan kondisi semacam itu berlangsung lama. Sebab kondisinya akan semakin membahayakan jika tak segera ditangani dan dampaknya akan semakin besar,” ujarnya.

Dengan perbaikan sementara yang dilakukan, akan mampu menambah usia jembatan hingga 10 tahunan. Hal itu dianggap lebih baik, ketimbang jembatan dibiarkan tanpa penanganan.  Sebagaimana diketahui, jembatan Banyu Semurup  alokasikan sekitar Rp 2 miliar melalui APBD 2017. Hanya anggaran tidak bisa disetujui sehingga pembangunan tidak bisa dilakukan. Padahal kini jembatan mulai bolong dan keropos.

Editor : Akrom Hazami

Jembatan Hancur Diterjang Arus Sungai, Ini Keinginan Warga Jekulo Kudus

Warga beraktivitas di pinggir bekas jembatan di Desa/Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga beraktivitas di pinggir bekas jembatan di Desa/Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu jembatan di Desa/Kecamatan Jekulo, Kudus, hingga kini masih dibiarkan rusak. Akses penting warga itu rusak diterjang saat arus sungai meluap, 2013 lalu. Hingga kini, fondasi dan puingnya masih tersisa.

Subandi, seorang warga setempat mengatakan, masyarakat berharap agar jembatan diperbaiki. Mengingat akses tersebut menjadi penghubung wilayah Jekulo Kauman dengan Jekulo seberang. “Kami berharap pemerintah dapat membantu. Semoga bisa segera dibangunkan jembatan baru agar masyarakat terbantu,” katanya kepada MuriaNewsCom, Selasa (29/11/2016).

Menurutnya, warga telah beberapa kali menyampaikan hal itu saat bertemu dengan pejabat pemkab setempat. Tapi sampai kini, keinginan warga belum juga terealisasi. Meski demikian, mereka tetap mempunyai harapan jika jembatan bisa dibangun dengan konstruksi lebih kokoh.

Selain jembatan, warga juga berharap adanya pembangunan talut di sepanjang bantaran sungai. Hal itu untuk mengamankan permukiman, agar tidak mudah tergerus oleh banjir.

Suyanto, warga lain mengatakan, banjir besar tidak lagi melanda sejak tiga tahun terakhir. “Kalau banjir bisa sampai satu meter. Air sampai masuk rumah warga. Saat ini, kami tetap khawatir jika hujan deras tiba. Warga waswas,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Ternyata Jembatan Banyu Semurup Rahtawu Kudus Dibiarkan Rusak dan Makan Korban

Warga melintasi Jembatan Banyu Semurup, di Desa Rahtawu, Gebog, Kudus, yang mengalami kerusakan parah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga melintasi Jembatan Banyu Semurup, di Desa Rahtawu, Gebog, Kudus, yang mengalami kerusakan parah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Jembatan Banyu Semurup, yang terdapat di Desa Rahtawu, Gebog, Kudus, rusak. Bahkan kondisi itu dimungkinkan akan berlangsung lama. Mengingat, pemerintah belum menganggarkan untuk perbaikan.

Kadinas Bina Marga Pengairan Energi dan SDM Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah mengusulkan agar dibangunkan jembatan baru. Namun setelah dibahas tidak disetujui sehingga tidak bisa didirikan jembatan baru.

“Padahal kondisinya sangat memprihatinkan. Sehingga seharusnya dapat disetujui, sebab memang sifatnya sangat mendesak,” katanya kepada MuriaNewsCom, Senin (28/11/2016).

Menurutnya, usulan yang diajukan dulu dalam pembangunan adalah Rp 2 miliar. Rencana awal, jembatan masih menggunakan besi yang menopang dan tinggal ditambah konstruksi saja. Hanya, karena rencana dicoret, maka rencana tidak dapat dijalankan.

Konsidi jembatan, kata dia, memang membutuhkan penanganan yang segera. Selain bagian atas jembatan, bagian lain juga mendesak adalah pada fondasi yang terbuat dari batu. Fondasinya perlahan tergerus air sungai, yang mana membuat tidak kokoh lagi

“Kalau ada yang lewat pasti goyang jembatannya. Apalagi kalau yang lewat mobil pasti bergoyang. Dan itu dapat memperpendek usia jembatan,” ungkapnya.

Jika dilihat jembatan mungkin hanya bertahan beberapa bulan saja. Meskipun kemungkinan sampai setahun bisa. Namun melihat banyaknya yang menggunakan berdampak pada kondisi yang berbahaya.

Editor :  Akrom Hazami

Jembatan Banyu Semurup Rahtawu Kudus Membahayakan

Warga berada di jembatan yang rusak di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di jembatan yang rusak di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Jembatan Banyu Semurup, yang terdapat di Desa Rahtawu, Gebog, Kudus mengalami kondisi yang memprihatinkan. Hal itu karena permukaan jembatan sudah berlubang dan beberapa titik sudah membahayakan.

Kades Rahtawu Sugiyono mengatakan, jembatan sudah rusak cukup parah. Beberapa titik sudah berlubang dan beberapa lokasi juga keropos. Bahkan ada juga struktur jembatan yang lapuk. “Sudah mengkhawatirkan jembatannya.  Sudah rusak dan membutuhkan penanganan segera,” katanya kepada MuriaNewsCom, Senin (28/11/2016).

Menurutnya, jembatan tersebut sudah berusia 40 tahun lebih. Selain itu, jembatan juga menjadi satu-satunya akses menuju lokasi rintisan desa wisata Rahtawu. Dijelaskan, kalau beberapa waktu yang lalu lubang yang berada di jembatan sempat ditutup dengan drum. Namun, malah tertabrak pengguna jalan yang melintas.

Oleh pihak desa, kemudian drum bekas tersebut diambil kembali  “Kalau jatuh ke sungai malah bahaya. Soalnya ketinggian jembatan ini mencapai 15 meter, jadi membahayakan,” ujarnya.

Dia menambahkan, jembatan hanya menggunakan pilar besi dan dilapisi dengan kayu. Kemudian, kayu yang menutupi jembatan dilapisi dengan aspal. Namun kayu sudah lapuk. “Kami dan warga berharap mudah-mudahan dapat diperbaiki secepat mungkin. Agar jembatan kembali nyaman dan tidak memakan korban,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami