Jembatan Trembes yang Ambrol Dijanjikan Bupati Rembang Dibangun 2 Bulan

Jembatan Trembes yang ambrol dibuatkan jembatan darurat dari anyaman bambu, namun baru bisa dilewati kendaraan roda dua saja. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Jembatan Trembes yang ambrol dibuatkan jembatan darurat dari anyaman bambu, namun baru bisa dilewati kendaraan roda dua saja. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz meninjau kondisi jembatan di Desa Trembes, Kecamatan Gunem, yang ambrol, Selasa (1/3/2016). Dalam kesempatan itu, ia berjanji akan membangun kembali dengan jembatan permanen dalam dua bulan.

Menurutnya, perbaikan jembatan Trembes yang ambrol sangat mendesak agar perekonomian warga tetap berjalan normal. Meski akan dikebut dalam dua bulan, namun dari sisi kualitas konstruksinya juga akan diperkuat.

“Kontruksinya akan kami perkuat, sepanjang masih bisa dimanfaatkan maka kita manfaatkan. Karena jika menunggu perencanaan maka butuh waktu satu tahun. Insya Allah dalam waktu dua bulan selesai,” ujarnya

Untuk pembiayaan pembangunan jembatan, bupati mengungkapkan akan dibicarakan antara Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, agar tidak terjadi dobel anggaran. “Perkiraan anggaran yang diperlukan sekira Rp 400 juta hingga Rp 500 juta,” tandasnya.

Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Muyoko, Kabag Humas Setda Rembang Johan Nurwicaksono dan Kabag Administrasi Pembangunan Gantiyarto, Hafidz meninjau jembatan Trembes yang ambrol dan menyaksikan jembatan darurat.

Jembatan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda empat dengan muatan ringan, sementara saat ini jalan darurat hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Sementara untuk kendaraan muatan berat dialihkan ke jalur alternatif Songkel Mereng.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Jembatan Trembes Ambrol, DPRD Rembang Salahkan Pemkab 

Jembatan Trembes Ambol, Warga Gunem dan Pamotan Rembang Terancam Terisolasi 

Jembatan Trembes Ambrol, DPRD Rembang Salahkan Pemkab

Komisi C DPRD Rembang meninjau lokasi Jembatan Trembes yang ambrol, Senin (29/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Komisi C DPRD Rembang meninjau lokasi Jembatan Trembes yang ambrol, Senin (29/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Jembatan Trembes penghubung Kecamatan Gunem – Pamotan, ambrol pada Minggu (28/2/2016) malam, sekira pukul 23.00 WIB. Mendengar kabar tersebut, Komisi C DPRD Rembang segera meninjau lokasi guna melaksanakan tugas pengawasan.

Ketua Komisi C DPRD setempat, Widodo, mengatakan ambrolnya jembatan dikarenakan pondasi di bawah tergerus oleh derasnya air. Selain itu, ia juga menyoroti terkait perawatan jembatan yang dilakukan Pemkab Rembang.

“Saya baru dapat informasi tadi malam. Ada jembatan penghubung Gunem dan Tegal Dowo, ambrol. Tadi kami sidak, hasilnya kerusakan pondasi jembatan akibat derasnya air. Selain itu, dari pihak Pemda agak telat pemeliharaannya,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom, Senin (29/2/2016).

Dijelaskan olehnya, jembatan yang berada di Desa Trembes Kecamatan Gunem itu sudah berumur tua dan sudah waktunya untuk diperbaiki. “Jembatannya sudah lama, sudah waktunya direnovasi. Kebetulan digerogoti sama air. Jadinya, ambrol,” jelas Widodo.

Menurutnya, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang berencana untuk membuat jembatan melintang dari pohon glugu di atas jembatan ambrol. Sehingga untuk sementara waktu bisa dilewati, meskipun cukup berbahaya.

“Informasinya, rencana BPBD akan menindaklanjuti dengan beli glugu. Hari ini mau diselesaikan dengan pembuatan jembatan dari glugu. Yang terpenting, agar masyarakat tidak terisolasi,” tandasnya.

Ia menambahkan, ada usulan lain dari masyarakat setempat untuk pembuatan jembatan darurat di sebelah timur jembatan yang ambrol. “Ada usulan juga untuk membuat jembatan darurat,” tambahnya.

Pihaknya mengaku akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk sesegera mungkin membuatkan jembatan baru. “Kami akan berkoordinasi dengan DPU untuk segera menyelesaikan permasalahan ini,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami