Mahalnya Harga Sembako di Rembang Jelang Ramadan

sembako e

Pedagang sembako menata dagangannya di Pasar Rembang. (MuriaNewsCom/Kholistiono)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Jelang Ramadan ini, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok terlihat sudah merangkak naik. Hal tersebut, diprediksi masih bakal terjadi hingga Ramadan, bahkan harganya bisa jadi lebih melejit.

Seperti halnya yang terjadi di Pasar Kota Rembang, beberapa barang kebutuhan pokok juga terlihat mengalami kenaikan. Di antaranya yang cukup menonjol adalah bawang merah yang harganya menyentuh angka Rp 40 ribu, kemudian harga bawang putih Rp 20 ribu dan telur juga Rp 20 ribu.

Khodijah, salah satu pedagang mengatakan, kenaikan harga bahan pokok memang biasa terjadi jelang Ramadan, dan hal itu biasanya berlanjut hingga jelang Lebaran Idul Fitri nanti. Bahkan, ketika jelang Lebaran, harga bisa lebih meroket.

“Ada kenaikan memang, mungkin permintaan masyarakat saat ini tinggi, dan pasokannya masih seperti biasa, sehingga secara otomatis harga naik. Seperti bawang merah itu, sudah lebih sebulan ini harganya cukup tinggi,” katanya.

Fatimah, salah seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Leteh menyatakan, dirinya tak heran lagi jika jelang Ramadan seperti ini harga sejumlah bahan pokok naik. Namun demikian, dirinya berharap, hal itu tidak terus menjadi kebiasan dan harus ada langkah dari pemerintah.

“Udah biasa ini memang, dan kita biasanya kalau harga bahan pokok lagi naik, ya agak dikurangilah porsi bumbu masaknya. Ya tinggal pandai-pandai lah kita mengatur kebutuhan dapur,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Jepara Diduga Hanya Akal-akalan Pedagang

Para pedagang menjajahkan barang dagangannya di Pasar Ratu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Para pedagang menjajahkan barang dagangannya di Pasar Ratu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara –Beberapa hari terakhir ini sejumlah barang kebutuhan pokok di Kabupaten Jepara mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga tersebut diduga merupakan siasat pedagang untuk meraup untung jelang bulan suci Ramadan yang tinggal beberapa hari lagi.

Hal itu seperti yang disampaikan Kabid Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara, Florentina Kurniawati. Menurut dia, berdasarkan pengalaman tahun lalu, Presiden RI Joko Widodo menyerukan jaminan ketersedian barang dan kestabilan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan.

Intruksi presiden itu disikapi pedagang dengan menaikan harga sebulan jelang Ramadan. Sehingga, sepekan jelang Ramadan tidak ada kenaikan harga kebutuhan pokok.

”Sebulan sebelum puasa harga sudah naik. Sehingga saat jelang puasa kesannya tidak ada kenaikan harga, karena harga-harga sudah dinaikan dulu,” ujar Florentina kepada MuriaNewsCom.

Lebih lanjut Florentina menjelaskan,  pihaknya telah melakukan pemantauan harga. Pihaknya menduga, intruksi presiden disakipi pedagang dengan mengatur strategi harga. Diketahui, harga-harga kebutuhan pokok dari pedagang besar sudah mengalami kenaikan sejak sebulan jelang Ramadan.

Akibat dari kenaikan harga sebulan jelang Ramadan, Florentina melanjutkan, pemerintah tidak dapat membuat kebijakan harga baru saat jelang Ramadan. Itu lantaran telah terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok sebelumnya.

”Karena sudah ada kenaikan harga, kami tidak bisa membabat harga. Selanjutnya dikembalikan ke pusat,” ucap Florentina.

Ditambahkan Florentina, kenaikan harga kebutuhan pokok terjadi disetiap pasar tradisional di Kabupaten Jepara. Barang kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan setiap kilogramnya seperti gula pasir, telur, cabai, dan bawang. Kenaikannya bervariasi, mulai dari Rp 500 sampai Rp 4.500.

”Meski sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, namun harga beras, jagung dan kacang-kacangan cenderung stabil,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Kepala Satpol PP: Kudus Belum Bersih dari Miras

satpol pp 2 (e)

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil. (MURIANEWS)

KUDUS – Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil mengatakan, Kudus belum bersih dari miras. Dalam setiap raza yang dilakukan ke tempat hiburan, pihaknya selalu menemukan miras. Beragam jenis miras yang diamankan, mulai dari anggur kolesmom sampai jenis bir. Dia menyimpulkan di Kudus belum bersih dari miras. Namun hal itu bisa dicegah agar tidak tambah meluas peredarannya. Lanjutkan membaca

Jelang Ramadan, Harga Beras di Pati Merangkak Naik

Sri Harni (51), pedagang beras yang beroperasi di Pasar Sleko Pati. Saat ini, harga beras di Pati melambung menjelang ramadhan. (MURIANEWS / LISMANTO)

PATI – Harga beras di sejumlah daerah di Kabupaten Pati melambung tinggi menjelang bulan Ramadan yang kurang dua pekan lagi. Salah satunya, harga berbagai jenis yang dijual di Pasar Sleko Pati.

Lanjutkan membaca