Bak Film Laga, Istrinya Dijambret, Suami Kejar Pelaku Sampai Ampun-Ampun di Grobogan

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano juga memberikan penghargaan pada pasangan suami istri pemberani, Warsidi (35) dan Fina Nuryanti (32), warga Desa Bugel, Kecamatan Godong. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pasangan suami istri pemberani, Warsidi (35) dan Fina Nuryanti (32), warga Desa Bugel, Kecamatan Godong, Grobogan, ini patut diacungi jempol. Mereka berhasil mengejar pelaku penjambretan.

Peristiwa penjambretan itu terjadi saat Warsidi yang berboncengan dengan istrinya melintas di jalan raya Godong-Semarang. Tepatnya, masuk wilayah Desa Ketitang, Kecamatan Godong sekitar pukul 09.45 WIB.

Saat melaju dari arah barat menuju Godong, tiba-tiba ada dua orang pengendara motor Yamaha Vixion yang mendekat. Setelah itu, orang yang membonceng mendadak menyambar kalung yang dikenakan Fina. Begitu dapat kalung yang diincar, pelaku langsung berusaha kabur ke arah Purwodadi.

Melihat penjahat kabur, Warsidi berusaha mengejar dan Fina terus berteriak minta tolong warga. Beberapa saat kemudian, Warsidi akhirnya berhasil mendekati motor pelaku. Setelah itu, motor pelaku ditendang sekuat tenaga.

Tindakan ini mengakibatkan pelaku terjatuh dari motornya. Sebelum berhasil kabur lagi, kedua penjahat itu akhirnya berhasil diringkus polisi dibantu warga sekitar

Atas sikap beraninya, Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano memberikan apresiasi khusus pada pasangan suami istri pemberani itu.

Penghargaan itu diberikan karena aksi yang dilakukan suami istri ketika jadi korban penjambretan beberapa hari lalu. Berkat keberaniannya, dua pelaku penjambretan akhirnya bisa diamankan berikut hasil kejahatan, berupa kalung emas yang dipakai Fina.

“Tindakan yang dilakukan bapak dan ibu ini patut kita apresiasi. Berkat keberaniannya, pelaku kejahatan itu akhirnya bisa ditangkap. Begitu juga dengan kalungnya juga bisa diamankan,” kata Satria, usai menyerahkan penghargaan sejumlah uang tunai pada suami istri pemberani itu.

Menurut Satria, pelaku penjambretan itu diketahui merupakan warga Demak. Yakni, Kasmiran alias Tukul (32), Warga Kecamatan Karangawen, dan Nyoto Priyono alias Muntu (29), warga Kecamatan Mranggen.

“Dalam proses penyidikan, kedua pelaku ternyata pernah melakukan aksi serupa di wilayah Kecamatan Godong. Yakni, pada bulan Maret dan Juli tahun 2017,” imbuh Kasat Reskrim AKP Suwasana. 

 

Editor : Akrom Hazami

Kapolsek Gebog: Tak Ada Laporan Korban Jambret yang Masuk ke Polisi

ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolsek Gebog AKP Muhaimin mengaku belum ada laporan yang masuk kepada petugas terkait korban jambret di kawasan Gebog. 

Hanya, untuk kabar adanya jambret, pihaknya pernah mendengar sekitar dua bulan lalu dari warga. Saat itu, seorang ibu mengendarai motor malam hari di kawasan Kuburan Manisan atau timur SMP BP Gebog.

Saat itulah ada pelaku jambret yang menggeber motornya lalu mengambil tas yang dibawa ibu tersebut. 

“Tapi tak ada laporan, saya juga tahu dari orang lain. Untuk itu kami meminta masyarakat dapat melaporkan atau memberi informasi kepada kami. Jadi akan langsung kami tindaklanjuti,” ucapnya.

Baca Juga : Alamak, Jambret Bermobil Juga Incar Perhiasan Ibu-ibu di Kudus

Apalagi, pihak Polsek Gebog juga sudah rutin berpatroli untuk mengamankan warga. Khususnya patroli di malam hari yang dijalan sepi.

Meski begitu, ia meminta masyarakat lebih aktif untuk melapor ke polisi jika menjadi korban tindak kejahatan. Apapun laporan yang diberikan, àkan diterima dengan senang hati dan dipastikan akan ditindaklanjuti.

“Meski laporan yang diberikan belum jelas, kami sangat berterimakasih kepada masyarakat yang lapor. Jadi jika ada kabar apapun dimasyarakat khususnya yang meresahkan dapat langsung atau minimal memberikan informasi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Alamak, Jambret Bermobil Juga Incar Perhiasan Ibu-ibu di Kudus

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Selain jambret bermodus teguran ban kempes, jambret bermobil juga bergentayangan di Kecamatan Gebog. Meski terbilang cukup unik, jambret bermobil ini mengincar perhiasan ibu-ibu yang tengah melintas di jalanan sendiri.

Seperti diungkapkan Dian Savitri (27) warga Desa Besito RT 4 RW 3, Kecamatan Gebog. Sekitar dua pekan lalu, tak jauh dari rumahnya terdapat seorang ibu yang menjadi korban jambret bermobil. Saat itu, sang ibu sedang melaju di kawasan sepi sepulang dari Pasar Besito.

“Saat kejadian siang hari. Saat itu ibunya sedang membawa motor ke arah timur yang lokasinya agak sepi. Tiba-tiba ada mobil yang menyelip dan menjambret kalung ibu tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom

Pihaknya tak tahu persis kabar selanjutnya ataupun alamat ibu yang menjadi korban jambret bermobil tersebut. Yang diketahui, kabar tersebut langsung menjadi perbincangan kalangan masyarakat hingga kini.

Baca Juga : Gunakan Modus Baru, Jambret di Kudus Incar Ibu-ibu Pengguna Motor Metic

Akibat hal tersebut, warga was-was mengenakan barang berharga. Mereka khawatir jika pengalaman yang menimpa ibu korban jambret akan terjadi pada warga sekitar.

Tak hanya di Besito, kawasan Jurang juga terdengar kabar adanya aksi penjambretan. Hal itu disampaikan Harianto, warga Jurang. Pekerja swasta itu menyebut kalau kawasan Jurang beberapa kali terjadi kasus jambret. Namun pihaknya tak tahu secara langsung, melainkan dari cerita masyarakat setempat.

“Mendengar hal tersebut agar lebih hati-hati saja. Khususnya saat jalanan sepi harus lebih kencang karena biasanya jambret beraksi di tempat yang sepi,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Gunakan Modus Baru, Jambret di Kudus Incar Ibu-ibu Pengguna Motor Metic

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Kabupaten Kudus, khususnya Kecamatan Gebog dibikin resah dengan aksi jambret yang mengincar ibu-ibu pengguna motor matic. Selain sudah terjadi beberapa kali, aksi penjambretan ini terkesan dilakukan dengan rapi dengan melibatkan banyak orang.

Dari informasi yang beredar, aksi penjambretan sebenarnya tak dilakukan dengan cara konvensional lagi. Mereka menggunakan trik teguran ban kempes yang melibatkan empat orang, yakni dua laki-laki dan dua orang perempuan.

Dalam modus ini, dua perempuan yang saling berboncengan bertugas menegur ibu-ibu pengguna matic yang menyimpan dompet atau handphone di gendongan depan bawah setang. Teguran biasanya berkaitan dengan ban kemps. Misalkan saja “Bu, ban belakang kempes”.

Setelah itu, sang ibu yang panik akan berhenti dan menengok kebelakang. Di sinilah dua laki-laki yang sudah membuntuti dari belakang melancarkan aksinya sebagai eksekutor untuk mengambil bahan berharga di gendongan.

Hariyanto, salah watu warga Desa Jurang, Kecamatan Gebog mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Bahkan, dari kabar yang beredar di masyarakat sudah banyak kasus penjambretan bermodal teguran ban kemps yang terjadi di Gebog.

”Dua pekan lalu, kabarnya juga ada dua yang dijambret dengan modus itu. Malah sampai ada tiga korban. Lokasinya kalau tidak salah di Jalan Sukuntex,” katanya.

Selain itu, di Jalan Gondosari kabarnya juga ada tujuh orang yang kejambret. Hanya saja, ia tak tahu pasti kebenarannya. Akan tetapi kabar tersebut sudah beredar luas dan semakin membuat masyarakat was-was.

”Di grup-grup WhatsApp juga banyak beredar. Karena itu, ada kekhawatiran dari masyarakat. Istri saya sendiri ketakutan. Ia pun pilih menyimpan hp dan dompet di saku daripada di gendongan ataupun tas,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

2 Penjambret yang Kerap Resahkan Warga Solo Ditangkap 

Dua pelaku penjambretan mempertanggungjawabkan perbuatannya di Mapolresta Surakarta. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Solo – Polresta Surakarta menangkap dua orang penjambret spesialis penumpang mobil. Keduanya adalah Nur Kholik (37) dan Bagas Mardiyansah (20) yang ditangkap di rumah masing-masing di desa yang sama, Tlobong RT 01 RW 09, Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Penangkapan dilakukan pada Kamis (17/8/2017) pagi.

Kasatreskrim Polresta Surakarta, Kompol Agus Puryadi, kepada wartawan saat gelar perkara di Mapolresta Surakarta, Jumat (18/7/2017) pagi mengatakan, kedua pelaku diketahui kerap beraksi di wilayah Solo. Dari pendataan polisi, pelaku telah beraksi di delapan tempat. Biasanya, keduanya naik sepeda motor Vixion berboncengan. Dengan Bagas selaku eksekutor aksi.

Polisi menyita dua sepeda motor dari pelaku, yaitu sepeda motor Smash AD 6323 MT yang dibeli dari hasil jambret dan Vixion AD 2174 OV yang merupakan kendaraan dipakai untuk operasi. Polisi juga menyita STNK sebanyak enam unit kendaraan. Ada juga tiga unit ponsel dompet, sarung, kaos, dan jaket. “Kami sedang memeriksa kasus ini,” katanya.

Saat penangkapan di rumah pelaku, aparat terpaksa menyarangkan timah panas ke kaki Kholik. Sebab Kholik kedapatan berontak. Hal ini tampak saat Kholik dihadirkan dalam gelar perkara. Kholik berjalan dengan pincang, serta kakinya bagian kanan terlihat diperban.

Pengakuannya, kedua beraksi sejak tiga bulan. Pelaku menjambret tas korban yang mau masuk mobil. Jumlah yang didapat dari korban paling banyak sekitar Rp 2 juta. Uang hasil jambret dipakai untuk memenuhi kebutuhan seperti membeli sepeda motor, ponsel, dan lainnya. Kini keduanya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan hukuman penjara maksimal tujuh tahun.

Polisi mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap aksi kejahatan yang sewaktu-waktu terjadi. Terlebih wilayah Solo yang sekarang kondisinya semakin padat.

Editor : Akrom Hazami

Terjatuh dari Motor saat Beraksi, Jambret di Jepara Nyaris Tewas Dihajar Massa

Ompong, jambret yang nyaris tewas dihajar massa saat beraksi di Jalan Raya Bulungan-Lebak, tepatnya di RT 8 RW 5, Desa Bulungan, Kecamatan Pakis Aji, Jumat (24/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Seorang ibu rumah tangga bernama Yatmi (60) warga Desa Bulungan RT 8 RW 5 Kecamatan Pakis Aji, Jepara, menjadi korban penjambretan. Pelakunya adalah Hasim Ashari alias Ompong (38) Warga Desa Nalumsari RT 4 RW 1 Kecamatan Nalumsari,Jepara.

Peristiwa penjambretan ini terjadi pada Jumat (24/2/2017) sekitar pukul 07.00 WIB, di Jalan Raya Bulungan-Lebak, tepatnya di RT 8 RW 5, Desa Bulungan, Kecamatan Pakis Aji. Namun, pelaku berhasil ditangkap oleh warga dan kini diamankan polisi. Bahkan, pelaku sempat dihajar massa hingga babak belur.

Kapolsek Pakis Aji AKP Mardi mengatakan, kronologi penjambretan tersebut bermula ketika korban mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit K 4945 JC dari arah Pasar Lebak menuju rumah. Ketika sampai tempat kejadian perkara (TKP), yakni di sebuah gang dekat rumah korban, tiba-tiba korban dipepet pelaku  yang mengendarai sepeda motor Honda Verza. Tak hanya itu, pelaku kemudian juga menarik kalung yang dikenakan korban.

“Saat itulah, korban terjatuh karena terkejut. Tetapi, ternyata pelakupun ikut terjatuh. Kemudian, korban berteriak minta tolong, dan melihat itu, pelaku kemudian berusaha bangun untuk melarikan diri. Namun sayang, sepeda motornya tak berhasil dihidupkan,” ujar Kapolsek.

Karena sepeda motornya tak mau dihidupkan, kemudian, pelaku berlari untuk menyelematkan diri. Namun sayang, warga yang mendengar teriakan korban meminta tolong, langsung mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya, yang kemudian dihajar beramai-ramai.

Oleh warga, kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi. Korban yang saat itu sudah babak belur, dibawa ke Puskesmas Pakis Aji untuk mendapatkam perawatan dan selanjutnya dibawa ke Polsek Pakis Aji.

”Barang bukti yang kami amankan adalah sepeda motor Honda Verza milik pelaku dan kalung emas 10 gram milik korban yang dirampas pelaku. Pelaku ini, diketahui residivis yang baru keluar dari Lapas Kudus pada Nopember 2016 lalu,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Tempat Kos Jambret Digerebek di Plangitan Pati

Petugas Polsek Winong menggeledah tempat kos-kosan di Plangitan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Polsek Winong menggeledah tempat kos-kosan di Plangitan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Seorang jambret berinisial S (41) asal Desa Kudur, Kecamatan Winong, Pati berhasil dibekuk polisi karena menjambret ponsel milik Fini Nurajiyah, warga Desa Wuwur, Gabus di SPBU Kayen, Sabtu (2/4/2016).

Setelah ditangkap, pelaku mengaku pernah menjambret dompet di SBPU Kayen dan mencuri laptop merek Samsung di depan Toko Indomaret Winong pada 15 Maret 2016 lalu. “Dari hasil pengembangkan, kami melakukan penggeledahan rumah yang menjadi tempat kos pelaku,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Senin (4/4/2016).

Penggeledahan yang dipimpin Kapolsek Winong AKP Puji Raharjo didampingi Wakapolsek Ipda Afandi tersebut melibatkan empat personel dari Polsek Winong, tiga personel dari Unit Reskrim dan satu intel. “Dari hasil penggeledahan, kami berhasil mengamankan satu unit laptop warna hitam merek Samsung dan satu buah tas warna hitam,” ungkap Puji.

Tak hanya itu, barang bukti berupa satu buah jaket merek Nike Elite warna oranye juga diamankan. Selanjutnya, pelaku dan barang bukti digelandang ke Mapolsek Winong untuk penyidikan lebih lanjut.

“Penggeledahan berlangsung lancar. Kegiatan ungkap kasus ini hasil pengembangan dari tertangkapnya S sebagai pelaku penjambretan di depan Indomaret Winong. Kami berharap kepada semua warga untuk berhati-hati dalam membawa barang berharga dan selalu waspada,” pesannya.

Editor : Akrom Hazami

Seorang Karyawati Bank di Rembang Dijambret Hingga Tabrak Tiang Listrik dan Kios Bensin

Ilustrasi Jambret

Ilustrasi Penjambretan

 

REMBANG – Seorang karyawati sebuah Bank di Rembang menjadi korban penjambretan di Jalan Rembang-Blora Km 3 turut tanah Desa Kedungrejo, Kecamatan Rembang, Senin (4/12/2015 ) malam.

Karyawati malang tersebut diketahui bernama Nani Sara Yuanita (27) warga RT 01 RW 04 Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Akibat penjambretan yang dilakukan kepadanya, Nani tidak hanya kehilangan tasnya saja. Bahkan, dia terpaksa dilarikan ke rumah sakit lantaran terjatuh dari sepeda motornya dan luka parah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, kejadian bermula ketika Nani pulang dari Rumah Sakit Islam Arofah Rembang seusai menjenguk Ayahnya yang sakit dan dirawat di rumah sakit yang berada di Jalan Pantura Tritunggal Kecamatan Rembang. Saat itu, Nani mengendarai sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi K 4586 SM, sekitar pukul 21.30 WIB.

Ketika melintas di tikungan jalan Rembang – Blora di Desa Kedungrejo, tiba- tiba Nani dipepet oleh dua orang pelaku yang berboncengan mengggunakan sepeda motor RX King. Begitu sudah dekat, salah satu pelaku berusaha merebut tas milik korban.

Aksi tarik-menarik tas akhirnya tidak bisa dihindari. Namun nahas bagi korban, ketika sedang mempertahankan tasnya tiba-tiba sepeda motor yang dikendarainya tak terkendali. Sehingga keluar dari badan jalan lalu menabrak tiang telpon dan kios bensin yang berada di tepi jalan.

Melihat korban sasarannya tak berdaya karena mengalami luka serius, pelaku segera menghampiri korban dan mengambil tasnya. Kemudian segera tancap gas, kabur menuju ke arah selatan. Korban hanya bisa berteriak meminta tolong.

Mendengar teriakan korban, warga sekitar lokasi dan pengendara yang melintas langsung memberikan pertolongan dengan membawa korban ke RSUD Soetrasno Rembang. Sementara pelaku sudah tidak terkejar.

Kapolsek Kota Rembang AKP Urip Prihadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut penuturannya, pihak kepolisian saat ini masih memburu pelaku yang diduga kabur ke arah Blora.

”Begitu kami mendapat informasi dari masyarakat, bersama tim dari Polres Rembang, kami segera melakukan pengejaran terhadap pelaku. Namun hingga saat ini belum tertangkap. Kami masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini,” jelasnya ketika dihubungi MuriaNewsCom, Selasa (5/12/2015). (AHMAD WAKID/TITIS W)

Nekat Jambret, Dua Pelajar Nyaris Babak Belur

Ilustrasi

Ilustrasi

 

REMBANG – Dua pelajar nyaris babak belur dihajar warga karena tertangkap basah seusai menjambret di Jalur Sedan-Pamotan, Desa Pacing, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Senin (14/12/2015).
Menurut informasi yang dihimpun, keduanya, yakni AF (18) Warga Pragen Pamotan dan B (17) Warga Kalipang Sarang. Keduanya masih duduk di bangku sekolah kelas XII di SMK Negeri Sedan. Sedangkan korban mereka adalah Lia Jaiyiddatun Nikmah (20) Warga Desa Mrayun, RT 06 RW 06 Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang.

Kedua penjambret ini tergolong nekat, pasalnya mereka melancarkan aksinya di siang bolong sekira pukul 12.30 WIB. Sepulang sekolah keduanya janjian bertemu di SPBU Karas. Begitu sudah mendapat target korban yang akan dijambret, mereka segera membuntutinya dan melancarkan aksinya di tempat sepi.

Namun, nasib baik tak memihak mereka. Setelah berhasil menjambret tas milik korban, mereka dikejar oleh warga yang mendengar teriakan korban. Meski sempat mengecoh warga yang mengejar, namun akhirnya kedua pelajar itu tertangkap. Beruntung, keduanya segera diserahkan di Polsek setempat.

Kapolsek Sedan AKP Joko Purnomo mengatakan pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti. ”Kami amankan satu unit Yamaha Mio milik pelaku dan satu tas berisi antara lain uang tunai Rp 80 ribu dan kartu identitas milik korban,” ungkapnya, Selasa (15/12/2015).

Sedangkan kedua pelajar tersebut, lanjut Joko, diperbolehkan pulang setelah diperiksa dengan didampingi masing-masing orang tuanya. Meski mereka masih boleh sekolah, tetapi proses hukumnya tetap berjalan.
”Karena pelakunya masih berstatus pelajar dan masih di bawah umur, maka penanganannya dilakukan secara lebih kooperatif. Namun setiap hari, keduanya wajib lapor ke Polsek Sedan,” tandasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Penjambret Diancam Hukuman 8 Tahun Penjara

Dua penjambret dengan wajah lebam digiring polisi masuk ke Polsek Pecangaan usai dihakimi massa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Dua penjambret dengan wajah lebam digiring polisi masuk ke Polsek Pecangaan usai dihakimi massa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Dua penjambret yang dihajar massa hingga babak belur di Desa Pulodarat, Kecamatan Pecangaan terancam hukuman pidana 8 tahun penjara. Pasalnya, mereka dikenakan pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan.

Hal itu disampaikan Kapolsek Pecangaan AKP Bajuri. Menurutnya, kedua pelaku yakni Sugeng Hadi alias Bendel (43), warga RT 15 RW 2 Desa Pulo Darat, Kecamatan Pecangaan dan Sugeng Widodo (35), warga RT 4 RW 1 Desa Singorojo, Kecamatan Mayong bekerja sama melakukan pencurian dengan kekerasan.

”Kami kenakan pasal pencurian dan kekerasan atau curas, pasal 365 pidana,” ujar Bajuri kepada MuriaNewsCom.

Lebih lanjut dia mengemukakan, satu pelaku yakni Sugeng Widodo (35) merupakan pelaku jambret kawakan alias sudah keluar masuk penjara. Sebelum menjalankan aksinya di Desa Pulodarat, dia sekitar tiga bulan sebelumnya baru keluar dari rumah tahanan di Kabupaten Kudus.

”Dari pengakuan pelaku seperti itu, sedangkan pelaku Sugeng Hadi baru pertama kali,” katanya.

Korban yang juga pemilik warung mie ayam dan bakso, Suharti (54) menceritakan, mulanya ada pembeli di warungnya, kemudian pelaku datang dengan berboncengan. Satu pelaku masih di atas motor dan satu lagi masuk ke warung.

”Tiba-tiba, saat saya mau melayani pembeli, pelaku yang masuk mendorong saya dan mengambil kalung emas yang saya pakai. Saya didorong sampai jatuh dan berteriak minta tolong,” kata Suharti. (WAHYU KZ/TITIS W)

Satu Pelaku Jambret Ternyata Keluar Masuk Penjara

Dua pelaku jambret dimasukkan sel di mapolsek Pecangaan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Dua pelaku jambret dimasukkan sel di mapolsek Pecangaan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kapolsek Pecangaan AKP Bajuri menjelaskan, pihaknya telah mengamankan dua pelaku jambret di Desa Pulodarat Kecamatan Pecangaan. Keduanya adalah Sugeng Hadi alias Bendel (43), warga RT 15 RW 2 Desa Pulo Darat, Kecamatan Pecangaan dan Sugeng Widodo (35), warga RT 4 RW 1 Desa Kecamatan Mayong.

Ternyata, satu pelaku yakni Sugeng Widodo (35) merupakan pelaku jambret kawakan alias sudah keluar masuk penjara. Sebelum menjalankan aksinya di Desa Pulodarat, dia sekitar tiga bulan sebelumnya baru keluar dari rumah tahanan di Kabupaten Kudus.

”Tiga bulan lalu saya keluar dari tahanan, dengan kasus yang sama,” kata Widodo dalam pengakuannya kepada MuriaNewsCom.

Dia mengaku, melakukan aksinya karena ingin mendapatkan uang untuk bersenang-senang. Tampilan dengan badan bertato menunjukkan bahwa dia sebagai seorang preman.

Berbeda dengan Sugeng Hadi (43). Dia mengaku baru pertama kali ini melakukan penjambretan. Namun, nasib apes menimpanya karena belum sampai menikmati hasil kejahatannya, tapi sudah dihajar massa. ”Saya baru pertama kali ini, karena terdesak kebutuhan ekonomi,” aku Hadi.

Kapolsek Pecangaan AKP Bajuri mengatakan, bahwa peran dari Sugeng Hadi mengantarkan Sugeng Widodo yang melakukan aksi di warung mie ayam dan bakso milik Suharti. Sugeng Hadi yang menunggu di atas sepeda motor. (WAHYU KZ/TITIS W)

Ini Kronologi Lengkap Penjambretan di Pecangaan

Sejumlah warga berkumpul ingin mengetahui cerita kasus penjambretan yang dialami pemilik warung mie ayam dan bakso di Desa Pulodarat Pecangaan

Sejumlah warga berkumpul ingin mengetahui cerita kasus penjambretan yang dialami pemilik warung mie ayam dan bakso di Desa Pulodarat Pecangaan

 

JEPARA – Dua penjambret di warung mie ayam dan bakso di Desa Pulodarat, Kecamatan Pecangaan, Jepara, babak belur dihajar massa. Beruntung aparat segera mengamankan pelaku sebelum massa menghabisi pelaku.

Berikut kronologi lengkap penjambretan yang dilakukan dua orang bernama Sugeng Hadi alias Bendel (43), warga RT 15 RW 2 Desa Pulo Darat, Kecamatan Pecangaan dan Sugeng Widodo (35), warga RT 4 RW 1 Desa Kecamatan Mayong.

Korban yang juga pemilik warung mie ayam dan bakso, Suharti (54) menceritakan, mulanya ada pembeli di warungnya, kemudian pelaku datang dengan berboncengan. Satu pelaku masih di atas motor dan satu lagi masuk ke warung.

”Tiba-tiba, saat saya mau melayani pembeli, pelaku yang masuk mendorong saya dan mengambil kalung emas yang saya pakai. Saya didorong sampai jatuh dan berteriak minta tolong,” ujar Suharti kepada MuriaNewsCom.

Lebih lanjut dia menceritakan, setelah pelaku melakukan perampasan, langsung keluar dan naik sepeda motor bernopol K 5811 JQ yang masih dikendarai pelaku lainnya. Kemudian saking gugupnya, kendaraan jatuh dan dihadang warga, akhirnya di hajar oleh massa.

Kapolsek Pecangaan AKP Bajuri membenarkan cerita korban tersebut. Pihaknya berhasil mengamankan pelaku dalam kondisi babak belur usai dihajar massa. Beruntung pihaknya datang sebelum pelaku dihajar sampai tewas lantaran amarah massa yang sudah memuncak. (WAHYU KZ/TITIS W)

Polisi Akui DPO Adalah Jambret Profesional

Petugas Polsek Kaliwungu menunjukkan DPO Polres Kudus Suprapto alias To (40) yang berhasil dibekuk petugas di rumah mertuanya. (MURIANEWS/FAISOL HADI)

Petugas Polsek Kaliwungu menunjukkan DPO Polres Kudus Suprapto alias To (40) yang berhasil dibekuk petugas di rumah mertuanya. (MURIANEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Kapolsek Kaliwungu, AKP Sardi, mengatakan berdasarkan pengakuan tersangka, Mundu dan To, selama 2015 ini keduanya sudah tiga kali beraksi. Dari kegiatannya tersebut keduanya tak segan untuk melukai korban. Atas tindakannya tersebut, kedua tersangka dikategorikan sebagai spesialis jambret. Lanjutkan membaca