Pemuda Asal Jakarta Dibekuk Polisi Usai Menjambret Tas Milik Warga Wedarijaksa Pati

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pemuda asal Kalideres, Jakarta Barat, Ahmad Faki (21) diamankan warga setelah menjambret tas milik Dewi Murni (35), warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa di Jalan Pati-Tayu, Dukuh Luboyo, Desa Bumiayu, Wedarijaksa, Minggu (22/1/2017).

“Pelaku sudah mengincar korban saat bersepeda dari Stadion Joyokusumo Pati. Pada saat sampai di Jalan Pati-Tayu, Dukuh Luboyo, Desa Bumiayu, Wedarijaksa, pelaku langsung mendekati korban yang saat itu bersama temannya, Titik Muslimah,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum, Senin (23/1/2017).

Nasib sial menimpa pelaku, karena terjatuh saat hendak menjambret tas milik korban. Sebab, tas korban dalam posisi terkait dengan stang sepeda. Sontak, keduanya terjatuh, sedangkan teman korban langsung berteriak dan mengamankan pelaku bersama dengan warga.

“Sempat terjadi aksi saling tarik antara korban dan pelaku. Akibatnya, keduanya jatuh saling bertindihan. Melihat korban jatuh, Titik dan warga bersama-sama mengamankan pelaku di rumah salah satu warga,” tutur AKP Rochana.

Warga setempat kemudian menghubungi petugas Polsek Wedarijaksa. Polisi yang tiba langsung membekuk pelaku dan membawanya ke Mapolsek Wedarijaksa untuk diproses hukum. Sejumlah barang bukti yang disita, antara lain tas dompet berisi uang tunai sebesar Rp 84 ribu, dua unit telepon genggam.

Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam tanpa nomor polisi yang digunakan pelaku untuk menjambret. Pelaku dan barang bukti diamankan untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Editor : Kholistiono

Motor Jambret Asal Wedarijaksa Pati Ini Disulap Mirip Motor Kades Bumiayu

Dua pelaku jambret (tengah) menunjukkan sepeda motor Vario Techno 125 PGM FI warna merah dengan plat nomor yang sudah dipalsukan seperti kendaraan milik kades Bumiayu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Dua pelaku jambret (tengah) menunjukkan sepeda motor Vario Techno 125 PGM FI warna merah dengan plat nomor yang sudah dipalsukan seperti kendaraan milik kades Bumiayu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ada-ada saja kelakuan dua jambret asal Desa Wedarijaksa berinisial MK (24) dan S (19) ini. Sepeda motor Vario Techno 125 PGM FI yang digunakan untuk menjambret disulap mirip dengan sepeda motor milik Karyadi (38), Kepala Desa Bumiayu, Wedarijaksa.

Dua sepeda motor tersebut memiliki warna dan spesifikasi yang sama, termasuk plat nomor. Pelaku jambret sengaja memalsukan plat nomor untuk mengelabuhi korban ketika melancarkan aksinya. Padahal, Kades Bumiayu ketika dikonfirmasi mengaku tidak kenal dengan para pelaku.

“Pelaku memang bekerja di bengkel yang berada desa saya. Kemungkinan dia melihat sepeda motor saya yang mirip motornya dan mengingat-ingat plat nomor saya, sehingga dia membuat duplikat dengan plat K 3123 AU kepunyaan saya untuk mengelabuhi korban ketika melancarkan aksinya,” kata Karyadi saat dimintai keterangan MuriaNewsCom, Kamis (13/10/2016).

Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum mengatakan, sepeda motor vario milik pelaku sebetulnya berplat nomor B 6192 GOZ. Namun, plat nomor tersebut sengaja diganti pelaku untuk mengelabuhi korban jambret ketika berupaya mengingat-ingat plat nomor sepeda motor pelaku.

Mengetahui hal tersebut, pihaknya memanggil Kades Bumiayu untuk dimintai keterangan. “Pelaku jambret mengaku duplikat itu atas seizin kades, sedangkan kades mengaku  tidak kenal dengan pelaku. Dari hasil penyelidikan, pelaku memang sengaja memalsukan plat nomor untuk melancarkan aksinya,” kata AKP Rochana.

Kedua pelaku juga mengaku selalu menjalankan aksinya secara berpasangan sebanyak tiga kali. Dari tiga kali berupaya menjambret, satu kali gagal saat hendak menjambret di kawasan Desa Wedarijaksa. Keduanya saat ini mendekam di ruang tahanan Mapolsek Wedarijaksa dan dijerat Pasal 363 ayat 4E KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

Baca juga : Penjambret asal Wedarijaksa Pati Dibekuk Polisi

Editor : Kholistiono

Penjambret asal Wedarijaksa Pati Dibekuk Polisi

Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum (kiri) tengah menginterogasi dua pelaku jambret yang ditahan di Mapolsek Wedarijaksa, Kamis (13/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum (kiri) tengah menginterogasi dua pelaku jambret yang ditahan di Mapolsek Wedarijaksa, Kamis (13/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dua  penjambret asal Desa Wedarijaksa berinisial MK (24) dan S (19) terpaksa mendekam di ruang tahanan Polsek Wedarijaksa, karena menjambret smartphone Apri Setiawan (16), pelajar asal Desa Sidomukti, Margoyoso, Rabu (12/10/2016) malam.

Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum mengatakan, pelaku melancarkan aksinya di kawasan jalan perkampungan Desa Ketanen, depan SMPN 1 Trangkil. Beruntung, aksi kedua jambret tersebut berhasil digagalkan korban dan warga setempat.

“Sekitar pukul 19.30 WIB, korban hendak pulang ke rumahnya, perjalanan dari Desa Karanglegi menuju Desa Ketanen. Sampai di TKP, korban yang mengendarai sepeda motor pelan-pelan kemudian dibarengi dua pelaku. Smartphone yang dibawa korban kemudian dirampas pelaku,” ungkap AKP Rochana, Kamis (13/10/2016).

Setelah merebut smartphone korban, pelaku berusaha melarikan diri ke arah Jalan Raya Pati-Tayu. Korban kemudian melakukan pengejaran sembari berteriak jambret. Sontak, warga setempat ikut mengejar dan kedua jambret berhasil ditangkap.

“Kami yang mendapatkan laporan dari warga langsung menuju TKP. Para pelaku kami amankan di Mapolsek Wedarijaksa. Kami juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu smartphone merek Samsung Galaxy S5 warna hitam. Kami juga mengamankan sepeda motor yang digunakan pelaku untuk menjambret,” imbuhnya.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat 4E KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Kedua pelaku yang nyaris dihakimi massa dan kini mendekam di ruang tahanan Mapolsek Wedarijaksa tersebut terancam dengan pidana penjara maksimal tujuh tahun.

Sementara itu, kerugian korban akibat aksi jambret tersebut mencapai Rp 7,15 juta. Kerugian tersebut dihitung dari harga beli smartphone yang harganya mencapai Rp 7,15 juta. “Untuk sementara, smartphone diamankan sebagai barang bukti,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Waspada, Jambret di Pati Incar Pengendara Wanita pada Malam Hari

 Kodok tengah memberikan keterangan kepada petugas kepolisian di Mapolsek Margoyoso, setelah dibekuk karena menjambret pengendara di kawasan Ngemplak Kidul. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Kodok tengah memberikan keterangan kepada petugas kepolisian di Mapolsek Margoyoso, setelah dibekuk karena menjambret pengendara di kawasan Ngemplak Kidul. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Warga Dukuh Sikerik, Desa Grogolan, Dukuhseti yang diketahui berinisial AS (19) alias Kodok diinterogasi penyidik di Mapolsek Margoyoso, Senin (11/7/2016). Dia berurusan dengan polisi, setelah berupaya menjambret pengendara di Jalan Pati-Tayu, Desa Ngemplak Kidul, Kecamatan Margoyoso.

Dalam keterangannya, Kodok mengaku sudah menjambret tiga kali pada 8, 9 dan 10 Juli 2016 setelah Hari Raya Idul Fitri. Penjambretan dilakukan di sejumlah daerah seperti Pakis, Trangkil, dan Margoyoso.

Satu kali gagal di Trangkil, satu kali berhasil merampas gadget dan uang di Pakis, dan terakhir di Margoyoso yang hampir saja dihakimi massa. “Uangnya kami gunakan untuk jajan dan gadget dipakai sendiri,” tutur Kodok.

Ketika beroperasi, Kodok dan kawannya, S (23) alias Ogros mengincar pengendara perempuan sendirian yang berkendara pada lama hari. Tempat yang menjadi sasaran empuk biasanya jalan yang sepi dari keramaian.

“Sasaran kami adalah perempuan yang berkendara sendirian pada malam hari dengan kondisi jalanan yang sepi. Kami biasanya langsung tancap gas untuk memepet kendaraannya dan merampas tas yang dibawanya,” ucap Kodok.

Atas perbuatannya, Kodok dan temannya, Ogros yang berhasil kabur terancam dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 ke 4e KUHP karena melakukan pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan. “Kami akan buru Ogros supaya bisa diproses secara hukum,” kata Kapolsek Margoyoso AKP Sugino.

 

Editor : Kholistiono

 

Begini Residivis Beraksi Jambret di Perempatan Maling Mati Juwana

jambret 2 e

Pelaku jambret asal Karanglegi, Trangkil diamankan di Mapolsek Juwana karena menjambret di Perempatan Maling Mati Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – NY (33), warga Karanglegi, Trangkil kembali berurusan dengan polisi setelah melakukan penjambretan di traffict light Perempatan Maling Mati, Juwana, Senin (20/6/2016) lalu.

Padahal, NY tercatat pernah mendekam di penjara lantaran terlibat kasus pencurian sepeda motor. Namun, NY tak pernah kapok dan kembali melakukan tindak kejahatan dengan menjambret.

Kepada polisi, NY mengaku aksi jambret dilancarkan saat lampu merah menyala. Pelaku yang berboncengan mendekatkan sepeda motornya ke samping kanan sepeda motor korban, yakni Sri Hartini (50), pegawai asuransi asal Langenharjo, Juwana.

“Saat itu, korban menuju Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Bajomulyo. Dalam tas itu, ada uang tunai senilai Rp 8 juta, dua buah dompet kulit, telepon genggam, satu bendel kuitansi bukti pembayaran, dan polis asuransi,” tutur Kapolsek Juwana AKP Sumarni kepada MuriaNewsCom, Rabu (29/6/2016).

Uang Rp 8 juta tersebut kemudian dibagi untuk kedua pelaku, yakni NY dan satunya AM (40) yang saat ini masih buron. Telepon genggam warna putih dibawa AM, sedangkan barang lainnya, termasuk tas dibuang ke sungai.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Penjambret di Perempatan Maling Mati Juwana Dibekuk

 

Jangan Operasikan HP di Jalanan Pati, Jambret Mengawasimu

Petugas kepolisian (kanan) tengah menyidik pelaku jambret. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian (kanan) tengah menyidik pelaku jambret. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sikap waspada perlu dilakukan untuk mengantisipasi adanya kejahatan yang datang kapan saja, termasuk mainan handphone (HP) di jalanan. Fini Nurajiyah (16), misalnya. Gadis asal Desa Wuwur, Gabus ini tengah bermain HP di sebuah SPBU, Jalan Raya Kayen-Sukolilo, Pati.

Saat tengah mainan HP android bermerek Samsung sembari menunggu teman mengisi bensin, tiba-tiba seorang jambret datang dan merampas HP milik Fini. Pelaku dengan secepat kilat melarikan diri mengendarai sepeda motor Vario tanpa plat nomor.

Baca juga : Tempat Kos Jambret Digerebek di Plangitan Pati

Sontak, Fini berteriak sekencang-kencangnya. Mendengar teriakan itu, Tofani Erik Dewangga yang kebetulan berada di lokasi mengejar pelaku. Pelaku sendiri kabur menuju arah Kayen.

“Waktu itu, Tofani mengejar pelaku sembari berteriak. Kebetulan, pelaku kabur melintasi Mapolsek Kayen. Dua petugas yang sedang piket di markas kemudian ikut mengejar pelaku. Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil dibekuk di dekat Polsek Kayen,” ujar Kapolsek Winong AKP Puji Raharjo saat dimintai keterangan MuriaNewsCom, Senin (4/4/2016).

Setelah dibekuk, pelaku yang diketahui berisial S (41) ternyata mengaku pernah melakukan pencurian laptop dan menjambret dompet. “Dari Mapolsek Kayen, pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Winong untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.

Pihaknya menyarankan kepada warga untuk selalu waspada bila bermain HP di tempat terbuka, termasuk membawa barang-barang berharga seperti emas dan dompet. Pasalnya, kejahatan bisa datang kapan dan di mana saja. “Kami imbau untuk selalu waspada,” pesannya.

Editor : Akrom Hazami