Pemkab Kudus Klaim Kualitas Cor di Jalan Kencing-Jetak Tahan hingga 20 Tahun

Komisi C  DPRD Kudus dan pemkab saat melakukan pengecekan pengecoran di jalan lingkar Kencing Jetak, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus klaim jika kualitas cor di Jalan Kencing-Jetak akan bertahan hingga 20 tahun. Mengingat, kualitas cornya yang bagus.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus Jaswanto. Dia mengatakan, jalan yang sudah dicor memiliki lebar hingga 7 meter. Kemudian ketebalan cor, mencapai 25 centimeter. “Dengan kualitas yang bagus, jalan akan mampu bertahan hingga 20 tahun,” kata Jaswanto kepada MuriaNewsCom, di lokasi pengerjaan, Selasa.

Pihaknya yang didampingi Komisi C DPRD Kudus itu tampak memantau proses pengerjaan.  Adapun anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan jalan tersebut sekitar Rp 9,83  miliar. Anggaran bersumber dari Bangub 2017. Anggaran itu hanya diperuntukkan pembangunan jalan sepanjang 2 km.

Jalan tersebut merupakan jalan milik Kabupaten Kudus. Praktis, pemkablah yang bertangung jawab terhadap perbaikannya.

Sebelumnya, kata dia, jalan di lokasi Kencing-Jetak memang kerap rusak. Di antaranya karena tonase kendaraan yang berlebih, serta struktur tanah yang mudah bergerak. Selain juga, lokasi itu kerap tergenang air usai hujan.

“Beberapa kali sudah kami perbaiki, namun tidak lama setelah itu sudah rusak kembali. Jadi, harus dicor agar jalannya awet dan mampu menahan beban lebih banyak,” pungkas Jaswanto.

Editor : Akrom Hazami

Perbaikan Jalan Rusak ke Waduk Kedungombo Grobogan Dianggarkan Rp 19 Miliar

Warga melintasi jalan rusak menuju objek wisata Waduk Kedungombo, Grobogan, yang dalam waktu dekat akan segera diperbaiki. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Rencana perbaikan jalan menuju obyjek wisata Waduk Kedungombo di Kecamatan Geyer akan segera terwujud. Dalam waktu dekat, paket pekerjaan perbaikan jalan akan dilelangkan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kartosuro-Surakarta Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Jawa Tengah Marjono mengatakan, perbaikan ruas jalan tersebut dianggarkan sekitar Rp 19 miliar. Total panjang jalan yang bakal diperbaiki sekitar 23,5 kilometer.

Dijelaskan, paket pekerjaan perbaikan jalan tersebut akan dilelang pada bulan ini. Perbaikan jalan akan dibagi dalam beberapa paket. Jalan rusak diperbaiki dengan cara pengaspalan ulang dan sebagian menggunakan cor beton.

“Tidak bisa cor beton semua karena anggarannya tidak mencukupi. Kita harapkan ada ada rekanan yang menawar lelang, sehingga pekerjaan bisa dilaksanakan tahun ini juga,” katanya.

Dari survei yang sudah dilakukan, jalan yang paling rusak masuk wilayah Kecamatan Juwangi, Boyolali. Kemudian, ruas jalan yang melintasi Kecamatan Geyer, Grobogan dan Sumberlawang, Sragen kondisinya juga rusak dan terdapat rekahan di tengah jalan.

Beberapa waktu sebelumnya, Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, perbaikan jalan rusak itu sudah lama dinantikan warga. Mengingat butuh dana besar dan status jalan bukan milik kabupaten, ia sempat mengajukan permohonan bantuan perbaikan jalan langsung pada Presiden Joko Widodo. “Saya sudah meminta bantuan pada pak Presiden Joko Widodo untuk perbaikan jalan

Menuju Kedungombo ketika ada pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu. Nanti, pihak Kementerian PUPR yang akan menangani perbaikannya,” jelasnya.

Selain menuju lokasi wisata, jalan tersebut juga jadi jalur alternatif menuju Sragen, Solo dan Boyolali. Saat jalur utama Purwodadi-Solo ada proyek perbaikan atau kemacetan, banyak kendaraan roda empat yang memilih lewat jalan ini.

Jalan tersebut sebagian besar membelah kawasan hutan KPH Gundih. Informasinya, jalan ini dibangun bersamaan dengan pembangunan waduk sekitar tahun 1991. Sampai saat ini, ruas jalan tersebut belum pernah tersentuh perbaikan.

Editor : Akrom Hazami

27 Paket Perbaikan Jalan Hancur di Grobogan Mulai Dilelangkan

Ruas jalan rusak Suwatu-Keyongan di Kecamatan Gabus bakal segera diperbaiki dengan anggaran Rp 5 miliar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Harapan masyarakat untuk menikmati akses jalan yang lebih mulus bakal terwujud dalam waktu dekat. Hal ini menyusul sudah mulai dilelangkannya proyek perbaikan jalan yang tersebar di berbagai lokasi.

Data yang diakses dari website Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik (LPSE) Grobogan diketahui, sudah ada 27 paket pekerjaan yang naik lelang. Adapun besarnya pagu anggaran tiap paket bervariasi. Mulai Rp 2,6 miliar sampai Rp 6 miliar.

Lelang paket pekerjaaan peningkatan jalan sudah diumumkan sejak Rabu (22/3/2017). Batas pengumuman ditetapkan sampai 30 Maret. Kemudian, masa penawaran lelang dibuka 26 Maret-1 April. Untuk pengumuman pemenang lelang dijadwalkan pada 19 April.

Di antara paket yang dilelangkan, terdapat pekerjaan peningkatan jalan rusak di daerah pelosok dan selama ini sempat jadi sorotan. Seperti ruas jalan Keyongan-Suwatu yang saat ini kondisinya sangat mengenaskan. Perbaikan ruas jalan antar desa di Kecamatan Gabus ini dianggarkan Rp 5 miliar.

Kemudian, ada pula peningkatan ruas jalan Kedungjati-Panimbo di Kecamatan Kedungjati. Alokasi anggarannya disediakan Rp 5 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono menyatakan, lelang proyek perbaikan jalan memang dilakukan bertahap. Untuk paket yang dokumennya sudah siap langsung dilelangkan lewat LPSE.

“Untuk paket yang sudah siap langsung dilelangkan. Semakin cepat kita lelang maka proses pekerjaan juga bisa segera dilakukan,” tegasnya di Grobogan, Kamis (23/3/2017).

Menurut Subiyono, jumlah dana yang dialokasikan untuk perbaikan berbagai infrastruktur di Grobogan tahun 2017 cukup besar. Nilainya mencapai Rp 435,4 miliar lebih.

Dijelaskan, dana sebesar itu, sebanyak 128,7 miliar bersumber dari dana alokasi umum (DAU). Kemudian Rp 200 miliar dari dana pinjaman pihak ketiga, Rp 39,3 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) dan Rp 67,3 bersumber dari bantuan keuangan Provinsi Jateng.

Dana untuk perbaikan insfrastruktur tersebut, sebanyak Rp 385,3 miliar dialokasikan untuk pebaikan jalan. Kemudian, untuk normalisasi sungai dan perbaikan tanggul Rp 27,7 miliar. Selanjutnya,perbaikan dan pembangunan jaringan irigasi Rp 20 miliar dan penataan kota Rp 2 miliar.

“Kita rencanakan dari dana itu digunakan untuk 363 peket pekerjaan. Paling banyak memang dialokasikan untuk perbaikan jalan. Sebab, masalah ini memang jadi skala prioritas mengingat banyak ruas jalan yang kondisinya rusak,” katanya.

 

Editor : Akrom Hazami

Peningkatan Infrastruktur Jalan di Grobogan jadi Prioritas Utama 2018

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyampaikan pengarahan sebelum membuka Musrenbang tingkat kabupaten yang digelar di gedung Riptaloka, Kamis (23/3/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Perbaikan jalan rusak masih jadi skala prioritas Pemkab Grobogan tahun 2018. Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat membuka Musrenbang tingkat kabupaten yang digelar di gedung Riptaloka, Kamis (23/3/2017).

Menurut Sri, ruas jalan dengan status milik kabupaten panjang keseluruhan ada 890 km. Dari angka ini, jalan yang kondisinya baik baru 48 persen atau sekitar 427 km.

Pada tahun ini dialokasikan dana Rp 385,3 miliar untuk perbaikan jalan di berbagai titik. Dengan adanya perbaikan ini, kondisi jalan yang baik akan meningkat hingga 60 persen atau sekitar 500 km.

“Perlu diketahui, luas wilayah Grobogan ini menempati peringkat kedua di Jawa Tengah. Jadi, kondisi jalan kita memang sangat panjang dibandingkan daerah lain,” katanya.

Sri menegaskan, untuk memperbaiki infrastruktur jalan dibutuhkan dana yang sangat besar. Sebab, perbaikan jalan di Grobogan harus dilakukan dengan konstruksi beton. Kondisi ini terjadi lantaran tekstur tanah di Grobogan relatif labil, tidak seperti di daerah lainnya.

Prioritas lain yang akan dikerjakan pada tahun depan adalah melanjutkan perintisan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Tipe C, pelaksanaan Wajib Belajar 12 tahun dan penataan kota yang representatif, terutama di kawasan publik. Perhatian lainnya adalah mendorong pendirian, pembinaan dan pendampingan UMKM dan koperasi agar tumbuh, berkembang danberdaya saing tinggi.

Kemudian, di bidang olahraga juga ditargetkan untuk meraih prestasi. Khususnya, dalam rangka mempertahankan peringkat 4 besar dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah Tahun 2018 mendatang. Satu hal lagi adalah melanjutkan penerapan penyelenggaraan pemerintah berbasis aplikasi on-line di beberapa urusan pemerintahan.

“Hasil musrenbang ini nantinya akan jadi dasar untuk menerapkan kebijakan yang akan dilakukan pada tahun 2018. Untuk itu masukan dari berbagai pihak kita perlukan dalam musrenbang ini. Seperti dari LSM, organisasi profesi, dan anggota DPRD,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Asyik, Jalan Rusak di Jalur Purwodadi-Kudus Akhirnya Ditangani

Petugas melakukan perbaikan jalan di salah satu sudut di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah dikeluhkan cukup lama, ruas jalan rusak di jalur Purwodadi-Kudus akhirnya mulai ditangani. Sejak beberapa hari lalu, aktivitas perbaikan sudah mulai dilakukan. Beberapa titik jalan yang berlubang mulai ditambal.

“Saya senang sekali akhirnya ruas jalan yang banyak lubang sudah ditangani. Soalnya, saya hampir tiap hari lewat sini menuju tempat kerja di Purwodadi,” kata Priyono, warga Brati, Selasa (14/3/2017).

Seperti diberitakan, para pengendara yang melintasi jalur Purwodadi-Kudus memang sudah sering mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Pasalnya, banyak muncul lubang jalan yang bisa membahayakan pengendara.

Ruas jalan yang terdapat banyak lubang terlihat mulai dari pertigaan kantor Kecamatan Grobogan hingga wilayah Kecamatan Brati. Di ruas jalan milik Pemprov Jateng ini ada banyak titik jalan berlubang.

Lubang jalan di beberapa titik bahkan terlihat cukup panjang. Kondisi ini menyebabkan para pengendara harus mengurangi kecepatan. Terutama saat hujan karena genangan air menutup lubang jalan.

Kepala Balai Pelaksana Teknis Jalan (BPTJ) Dinas PU, Bina Marga dan Cipta Karya Jateng Wilayah Purwodadi Barkah Widiharsono mengatakan, pada ruas jalan tersebut sedikitnya ada 40 titik kerusakan. Setiap titik jalan yang rusak memiliki lebar tiga meter dan panjang enam meter. Titik kerusakan ini akan ditangani dengan menganti beton pada jalan yang rusak parah. Kemudian untuk jalan yang tingkat kerusakannya lebih ringan akan ditambal langsung menggunakan kerikil, pasir dan semen.

“Perbaikan jalan rusak di 40 titik akan diprioritaskan lebih dulu untuk mengurangi tingkat kerusakan. Untuk kerusakan yang tidak terlalu parah akan ditambal dulu,” kata Barkah pada wartawan, belum lama ini.

Menurut Barkah ada beberapa faktor yang menyebabkan jalan itu rusak. Antara lain, tonase kendaraan yang melintasi diatas kelas jalan, kontur tanah dan kualitas serta umur jalan yang sudah lama.

“Ada banyak faktor yang membuat jalan jadi rusak. Sebelumnya, kami sudah pasang spanduk permintaan maaf dan pemberitahuan kalau kondisi jalan akan segera ditangani,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Bus Tabrak Warung Akibat Jalan Rusak di Grobogan 

Polisi menunjukkan warung yang rusak ditabrak bus di Kabupaten Grobogan, Senin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah tenda warung makan Bu Retno di jalan A Yani di kampung Nglejok, Kecamatan Purwodadi porak-poranda akibat ditabrak mikro bus nyelonong, Senin (13/3/2017). Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, namun pemilik warung mengalami kerugian jutaan rupiah, karena tempat jualannya rusak parah.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa kecelakan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, mikro bus PO Diraja Putra jurusan Purwodadi-Wirosari baru saja keluar dari terminal.

Sesampai di jembatan sebelah selatan kantor PDIP Grobogan, ban depan mikro bus terperosok lubang jalan yang menganga cukup lebar. Akibat terjerembab di lubang, per depan mikro bus bernomor polisi K 1405 AF itu patah.

Kondisi ini menyebabkan laju bus tidak terkendali hingga akhirnya nyelonong ke arah kanan jalan. Bus menabrak tenda jualan yang berada di pelataran rumah. Mikro bus warna biru itu berhenti setelah menabrak pohon samping tenda warung makan tersebut.

Polisi menunjukkan lubang jalan yang menganga hingga mengakibatkan bus kecelakaan di Kabupaten Grobogan, Senin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

“Saat kejadian, warung makan dalam kondisi kosong karena jualannya mulai sore. Baik, awak bus dan penumpang sama sekali tidak ada yang luka. Namun tenda jualan dan perabotnya banyak yang rusak,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa.

Menurutnya, penyebab kecelakaan karena kendaraan sempat terperosok lubang jalan. Pihaknya, sudah menghubungi instansi terkait dan langsung dilakukan penambalan pada lubang jalan tersebut. 

Editor : Akrom Hazami

 

Ini Reaksi Gubernur Jateng Lihat Warga Sedang Tambali Jalan Berlubang di Grobogan

 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengamati aktivitas warga yang sedang menambal jalan berlubang sendiri di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengapresiasi aktivitas seorang warga yang sedang menambal jalan berlubang dengan batu-batu kecil. Hal itu disampaikan Ganjar saat mau meninjau kondisi jalan dan jembatan rusak di Kecamatan Pulokulon, Rabu (8/3/2017).

Saat melakukan perjalanan dari Purwodadi menuju lokasi, ada salah seorang warga yang sedang menambal jalan. Tepatnya, di jalan Danyang-Kuwu km 10 di Dusun Gatak, Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon.

Ganjar kemudian berhenti di lokasi tersebut dan sempat mengamati aktivitas yang dilakukan warga bernama Sudarto alias Totok tersebut. Selanjutnya, Ganjar sempat ngobrol sejenak dengan pria berusia 46 tahun tersebut. Bahkan, Ganjar juga sempat memberikan kenang-kenangan berupa kaos pada pria yang memiliki tiga anak tersebut.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan satu buah kaos untuk pria penambal jalan berlubang sendiri di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

“Saya mengapresiasi tindakan yang dilakukan Pak Totok ini. Meski demikian, tindakan bagus ini di sisi lain merupakan sebuah kritik terhadap pemerintah. Sebab, tanggung jawab perbaikan jalan pada prinsipnya jadi tanggung jawab pemerintah,” kata Ganjar.

Ganjar menyatakan, ke depan memang perlu adanya petugas khusus sebagai pemantau jalan. Dengan demikian, kondisi jalan bisa selalu diketahui dengan tepat dan jika ada kerusakan bisa ditangani dengan cepat.

 

Editor : Akrom Hazami

Ribuan Lubang Jalan di Jalur Pantura Telah Ditambal


Petugas melakukan penambalan jalan berlubang di jalur pantura Tanggulangin Kabupaten Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sedikitnya 4.300 lubang jalan di jalan nasional sudah tertambal oleh pemerintah pusat hingga kini, Senin (6/2/2017). Penambalan tersebut, dilakukan di jalan Pantura timur Jateng, yang juga meliputi Kudus.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII, Yafur Sulaiman, Senin (6/3/2017) saat dihubungi melalui telepon mengatakan saat ini jumlah lubang di permukaan jalan yang telah ditambal 4.300 jalan. Ruas itu meliputi pantura timur Jateng mulai Trengguli Demak hingga perbatasan Jawa Timur.

“Kami sampai sekarang juga masih proses menambal. Sebab proses pengerjaan tambalan tidak mungkin dapat diselesaikan, karena pasti selalu muncul lubang baru,” kata Yafur.

Meski sudah ada penambalan di sejumlah titik. Namun tidak menutup kemungkinan muncul lagi jalan rusak. Sehingga, proses penambalan juga beberapa kali mengulangi di wilayah yang sudah ditambal. BBPJN VII Direktorat Jenderal Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sebenarnya sudah melakukan penambalan semenjak 29 Januari silam. Dan hingga kini, proses penambalan seolah tak ada habisnya.

Dia menyebutkan, lubang jalan yang sangat banyak itu disebabkan oleh banyak hal. Seperti halnya beberapa waktu lalu terguyur hujan deras, sehingga banyak aspal yang mengelupas. Faktor lainnya juga disebabkan dengan adanya aspal yang memang sudah aus karena termakan usia.

“Kalau masalah lubang jalan menang tidak ada hentinya. Kami selalu melakukan penambalan di jalur yang berlubang secara terus-menerus,” ungkap dia.

Berdasarkan pantauan, penambalan kali ini berada di kawasan Tanggulangin, Jati Kudus. Semenjak pagi tadi petugas menambal jalan di lokasi itu.

Editor : Akrom Hazami

Bisa Celaka Lewat Jalan Rusak Desa Kalianyar Jepara, Kecuali Anda Ekstra Hati-hati

Truk terperosok saat melintas jalan rusak di Desa Kalianyar, Kecamatan Kedung, Jepara, Sabtu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Jalan  kabupaten di Desa Kalianyar, Kecamatan Kedung, Jepara, rusak parah. Jalan rusak setidaknya 1,2 km. Kerusakan jalan sejak beberapa bulan lalu. Akibat jalan rusak, pengguna jalan kerap terperosok.

Pantauan MuriaNewsCom di lapangan, kerusakan itu terjadi di beberapa titik. Mulai dari lubang jalan dengan diameter 3 cm hingga 20 cm.

Ahmad Mustofam warga mengatakan, bila melalui jalan ini harus berhati-hati. Sebab beberapa hari lalu, dia mendapati pengendara terpeleset. “Harus hati-hati,” kata Mustofam, di Jepara, Sabtu (25/2/2017).

Petinggi Desa Kalianyar Nur Khafid mengatakan, kerusakan jalan ini sudah lama. Pihaknya mengaku sudah sering menyampaikan ke Pemkab Jepara untuk segera diperbaiki. “Warga sudah banyak yang komplain. Kami mengajukan perbaikan ke Pemkab Jepara. Sudah tiga tahun terakhir ini kami selalu mengajukan,” katanya.

Dia melanjutkan, panjang jalan yang berstatus jalan kabupaten di wilayahnya total sekitar 1,5 kilometer. Namun yang sudah dibeton baru 300 meter saja. Menurutnya, jalan memang harus dibeton. Kalau hanya diaspal, bisa langsung rusak. Selain tanahnya yang tidak bagus juga sering dilintasi truk bermuatan berat pengangkut garam.

Perlu diketahui, jalan yang memiliki lebar sekitar empat meter tersebut dulu merupakan jalan desa. Namun sejak sekitar tahun 2005 lalu sudah menjadi jalan yang berstatus sebagai jalan kabupaten. Jalan itu menghubungkan antara Desa Kalianyar – Surodadi dan Panggung yang ada di Kecamatan Kedung.

“Kami berharap ada penanganan dari pihak terkait karena kondisinya memang sudah parah,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Kapolres Kudus Gandeng Komunitas Motor dan Mobil Benahi Jalan Rusak

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i saat membantu menambal jalan di Lawe, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i mengatakan, dirinya bersama komunitas motor dan mobil membantu perbaikan jalan rusak di Dawe, Kamis (23/2/2017).

“Buktinya sekarang mereka bisa kami ajak peduli dengan ikut membantu perbaikan jalan rusak. Mereka membantu dalam hal tenaga untuk menambal jalan yang rusak di Dawe ini,” kata Andy.

Apa yang dilakukan anggota komunitas itu perlu mendapat apresiasi tersendiri. Harapannya, komunitas lain bisa mengikuti jejak mereka. Yakni peduli dengan jalan dan lingkungan sekitarnya. “Mereka juga banyak menggunakan jalan. Jika rusak, maka mereka juga yang merasakan. Soalnya mereka suka berkendara,” ujarnya.

Anggota komunitas motor rata-rata mengaku senang karena bisa dilibatkan dalam membantu perbaikan jalan rusak. Mereka bahkan siap membantu jika dibutuhkan dalam kegiatan sosial.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penanganan jalan kabupaten yang rusak. Ruas Lau merupakan bagian dari jalan kabupaten.

Perbaikan dilakukan pada sekitar 2.500 lubang jalan. Yakni dalam bentuk penambalan jalan. Lubang jalan yang menganga mempunyai ukuran 5 cm, bahkan ada yang 20 cm. “Kami menggunakan anggaran perawatan rutin untuk memperbaikinya. Dalam perbaikan, kami ada dua tim dikerahkan,” kata Sam’ani di Kudus, Kamis (23/2/2017).

Rusaknya jalan, selain faktor air yang membuat lapisan aspal rusak, juga beban tonase kendaraan yang berlebihan. Seperti halnya kendaraan truk atau tronton bermuatan.

Editor : Akrom Hazami

Perbaikan Ruas Jalan Rusak Jalur Purwodadi-Kudus Bakal Dikerjakan Maret

 

Warga beraktivitas dengan melitas di jalan rusak di jalur Purwodadi-Kudus, Rabu.  Dalam waktu dekat, jalan rusak akan segera diperbaiki. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jika tidak ada kendala, perbaikan ruas jalan rusak di jalur Purwodadi-Kudus bakal dikerjakan Maret mendatang. Hal itu disampaikan Kasi Jalan pada Balai Pelaksana Teknis Jalan (BPTJ) Dinas PU, Bina Marga dan Cipta Karya Jateng Wilayah Purwodadi, Purwadi, ditemui wartawan di lokasi perbaikan jalan Gajah Mada, Rabu (22/2/2017).

Menurut Purwadi, saat ini, masih dalam tahapan proses lelang. Diperkirakan, pada pertengahan Maret sudah ada penandatanganan kontrak kerjanya.

“Proses lelangnya sedang berjalan. Kita harapkan pada pertengahan Maret sudah dimulai perbaikannya,” jelasnya.

Perbaikan ruas jalan yang berlubang di jalur Purwodadi-Kudus akan dilakukan dengan cara pembetonan ulang. Titik yang berlubang akan dipotong dan dilapisi lagi dengan beton baru. Ruas jalur yang rusak mulai dari pertigaan Kecamatan Grobogan hingga wilayah Kecamatan Klambu.

Beberapa waktu sebelumnya, Kepala BPTJ Dinas PU, Bina Marga dan Cipta Karya Jateng Wilayah Purwodadi Barkah Widiharsono mengatakan, pada ruas jalan tersebut sedikitnya ada 40 titik kerusakan. Setiap titik jalan yang rusak memiliki lebar tiga meter dan panjang enam meter. Titik kerusakan ini akan ditangani dengan mengganti beton pada jalan yang rusak parah. Kemudian untuk jalan yang tingkat kerusakannya lebih ringan akan ditambal langsung menggunakan kerikil, pasir dan semen.

“Perbaikan jalan rusak di 40 titik akan diprioritaskan lebih dulu untuk mengurangi tingkat kerusakan. Untuk kerusakan yang tidak terlalu parah akan ditambal dulu,” kata Barkah.

Menurut Barkah ada beberapa faktor yang menyebabkan jalan itu rusak. Antara lain, tonase kendaraan yang melintasi di atas kelas jalan, kontur tanah dan kualitas serta umur jalan yang sudah lama.

“Ada banyak faktor yang membuat jalan jadi rusak. Kami sudah pasang spanduk permintaan maaf dan pemberitahuan kalau kondisi jalan akan segera ditangani,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Miris, Kondisi Jalan Kabupaten Grobogan Rusaknya Super Parah


Warga melintas di jalan rusak yang ada di ruas jalan Danyang-Kradenan, wilayah Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Prioritas utama Pemkab Grobogan untuk memperbaiki infrastruktur jalan tampaknya harus segera dikerjakan.Sebab, hingga saat ini masih banyak ruas jalan yang kondisinya mengenaskan dan perlu penanganan secepatnya.

Salah satunya ruas jalan Danyang-Kradenan yang masuk wilayah Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon. Dari pantauan di lapangan, kondisi ruas jalan yang sebelumnya sempat dilapisi aspal ini memang mengalami rusak parah. Di ruas jalan ini terdapat banyak kubangan berukuran cukup lebar. Beberapa kubangan bahkan nyaris memakan seluruh ruas jalan.

Di titik kubangan ini, para pengendara motor terpaksa harus jalan bergantian karena ruas jalan yang masih utuh hanya tinggal sedikit dan tidak cukup dilalui kendaraan dari kedua arah. Sedangkan kendaraan roda empat harus berjalan hati-hati ketika menerobos kubangan yang kondisinya cukup dalam.

“Kondisi jalan ini parah banget. Masak jalan kabupaten kondisinya kok penuh kubangan kayak gini,” cetus Yogi Pratama, salah seorang pengendara yang melintas di ruas jalan rusak tersebut.

Ruas jalan rusak panjangnya sekitar 1,5 km. Di sebelah barat dan timur ruas jalan rusak ini kondisinya relatif bagus karena sudah dicor beton.

“Ruas jalan yang rusak sebenarnya tinggal sedikit saja karena yang sebelah barat dan timur sudah dicor. Tetapi sampai sekarang ruas jalan rusak ini belum juga ditangani. Padahal kondisinya cukup parah,” kata Ariawan, warga setempat.

Warga berharap kerusakan jalan itu segera dapat perhatian dari dinas terkait. Minimal, jika belum diperbaiki permanen dengan cor beton, kubangan yang terlihat ditutup dulu biar pengendara bisa melintas dengan mudah.

“Jalan ini termasuk jalur utama penghubung antar beberapa kecamatan. Tiap hari arus lalu lintasnya cukup padat. Kami harap jalan ini segera ditangani karena kondisinya parah dan membahayakan. Terutama ketika hujan karena ruas jalan tertutup air sehingga sulit menentukan dimana posisi kubangannya,” imbuh Tumino, warga lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono ketika dimintai komentarnya menyatakan, pada tahun anggaran 2017 ini, sudah dialokasikan dana Rp 200 miliar khusus untuk perbaikan jalan. Rencananya, dana pinjaman itu akan digunakan untuk perbaikan jalan sepanjang 66,3 km.

Dana pinjaman nanti akan dialokasikan untuk perbaikan jalan yang dibagi dalam dua wilayah. Yakni, wilayah Grobogan bagian Timur dan Barat yang masing-masing dialokasikan Rp 100 miliar. Proyek jalan nanti akan dibagi dalam beberapa paket pekerjaan.

“Saat ini, kita masih menyiapkan proses lelang untuk proyek perbaikan jalan. Kalau tidak salah, ruas jalan di Desa Tuko itu masuk dalam alokasi perbaikan. Saya ini tidak bawa datanya. Coba besok saya cek kepastiannya,” katanya. 

Editor : Akrom Hazami

Jalan Nasional Kudus Rusak, Bupati : Tidak Mau Ada Warga Luar Kota Kaget

Petugas melakukan penambalan permukaan jalan pantura di pertigaan Ngembal, Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa datang langsung menuju salah satu lokasi jalan yang berlubang di jalan nasional, tepatnya di Jalan Kudus-Pati, Ngembal, Kamis, (15/2/2017). Bupati terkejut dengan banyaknya lubang dan tak ingin jika sampai ada hal yang sama terjadi semacam itu.

“Saya tidak mau jika warga luar kota sampai kaget masuk Kudus. Apalagi jika sampai ada yang jatuh saat masuk Kudus akibat banyaknya lubang di jalan,” katanya, di lokasi jalan rusak Ngembal.

Melihat jalan milik nasional jelas itu menjadi wewenang Nasional. Hanya, karena kondisi rusaknya di Kudus, pihaknya akan menindaklanjuti keluhan dari masyarakat. Yakni dengan menanganinya secara langsung. Pemkab turun tangan menangani jalan rusak setelah koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. “Kami mampu dan bisa membenahi dengan cepat. Jadi ya akan dibenahi dan diberikan tindak lanjut berupa pembenahan jalan yang rusak,”ungkap dia.

Kerusakan jalan sangat membahayakan pengendara. Terlebih saat malam hari. Lubang di jalanan tidak tampak akibat gelap. Upaya warga sebenarnya sudah cukup banyak. Seperti menambal dengan bebatuan pada jalan yang rusak. Tapi itu tak lama. Sebab jalan kembali rusak. Penambalan dilakukan tak hanya sekali saja. Namun sudah dilakukan beberapa kali dengan bebatuan.

Berdasarkan pantauan, sejumlah titik jalan nasional memang banyak yang berlubang. Kerusakan jalan juga tampak di jalan lingkar selatan.

Editor : Akrom Hazami

Aneh, Jalan Nasional Ditanami Pohon Pisang di Jalur Kudus-Pati

Pengendara melintas jalan rusak yang ditanami pohon pisang di Jalan Kudus-Pati Ngembalrejo. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Jalan Nasional Kudus-Pati KM 5, ditanami pohon pisang oleh warga, Kamis (16/2/2017). Warga menanam pisang di tengah jalan raya karena ada lubang jalan yang membahayakan.

Edi, satpam perusahaan yang berada di samping jalan rusak mengatakanm kerusakan jalan cukup lama.  Bahkan tercatat lebih dari sebulan. Untuk itu, Kamis pagi tadi, warga memasang pohon pisang di lubang jalan itu agar pengguna jalan menghindar.

“Tiap hari pasti ada yang jatuh di sini. Jadi kecelakaan karena memang lubangnya lebar dan dalam. Begitu masuk langsung jatuh kendaraannya, terlebih kendaraan roda dua,” kata Edi di lokasi.

Penambalan dilakukan tak hanya sekali saja. Namun sudah dilakukan beberapa kali dengan bebatuan. Bahkan pernah juga dikasih batu ukuran besar, namun hasilnya sama dengan waktu singkat batunya hancur.

“Warga sudah melapor persoalan tersebut kepada pemerintah, namun sampai sekarang masih belum ada penanganan dari pihak yang terkait,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

Buntut Kecelakaan Tewaskan 2 Orang, Lubang Jalan Purwodadi-Blora Ditambal

Pekerja menyelesaikan proyek penambalan jalan di lubang jalan ruas Purwodadi-Blora, Selasa. (MuriaNewsCom /Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan akibat menghindari lubang di ruas jalan Purwodadi-Blora yang menelan dua korban jiwa mendapat respons. Hal ini menyusul adanya kegiatan penutupan lubang jalan yang terlihat di jalur tersebut, Selasa (14/2/2017).

Dari pantauan di lapangan, penutupan lubang jalan mulai dari timur bundaran Getasrejo, Kecamatan Grobogan. Ada dua pekerja yang melakukan penutupan lubang dengan campuran aspal dan batu koral yang ditempatkan di dump truk. Setelah itu, campuran material penutup lubang dipadatkan dengan stamper.

“Perbaikan jalan sudah dilakukan sejak pukul 08.00 WIB tadi. Lubang-lubang jalan di kanan kiri ditutup semua,” kata Ariyono, warga setempat.

Ruas jalan yang masih berlapis aspal dari bundaran Getasrejo ke arah timur (Blora) sejauh 1 km memang terdapat puluhan lubang. Lubang jalan ini ada yang berukuran kecil dan juga ada yang lebar serta cukup dalam.

Banyaknya lubang jalan tersebut memang cukup membahayakan pengguna jalan. Khususnya pengendara sepeda motor. Beberapa pengendara motor terlihat sempat melakukan pengereman mendadak ketika di depannya ada lubang menganga.

“Saya jarang lewat jalur sini dan tidak tahu kalau ruas jalannya banyak lubang. Makanya, saya tidak berani melaju kencang dan harus hati-hati kalau lewat sini,” cetus Sugeng Riyadi, warga Blora yang hendak bepergian ke Semarang.

Editor : Akrom Hazami 

2 Pemotor Tewas Ditabrak Bus Usai Hindari Lubang Jalan di Grobogan

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Keluhan masyarakat supaya lubang jalan yang muncul akhir-akhir ini supaya segera ditangani barangkali ada benarnya. Karena keberadaan lubang di jalan raya sudah sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Peristiwa kecelakaan terbaru terjadi di jalan raya Purwodadi-Blora km 1,7 Senin (13/2/2017). Kecelakan yang terjadi menjelang subuh ini melibatkan sepeda motor dan bus antar kota antar provinsi. Kecelakaan masuk wilayah Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan tersebut mengakibatkan dua nyawa melayang. Korban diketahui bernama Witoyo (40) dan Maulidul Ikhsan (26), keduanya warga Kecamatan Tawangharjo.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa itu bermula saat sepeda motor Yamaha Xeon K 2202 AZ yang dikendarai Witoyo berboncengan dengan Ikhsan melaju dari arah barat menuju ke timur dengan kecepatan cukup tinggi. Sesampai di lokasi, pengendara mendadak mengambil jalur ke kanan jalan. Gara-garanya ada lubang jalan yang terlihat di depannya.

Dalam waktu bersamaan, dari arah berlawanan melaju bus Jaya Utama jurusan Purwodadi-Surabaya. Meski sudah berupaya menginjak rem namun sopir bus bernomor polisi L 8697 UV Anang Eko Wibowo, gagal menghindari tabrakan lantaran jaraknya sudah terlalu dekat.

Akibat tabrakan ini, pengendara motor dan pemboncengnya sempat terpental dari kendaraan. Keduanya, mengalami luka parah dan tidak lama kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit Panti Rahayu Purwodadi. Tak lama setelah mendapat perawatan medis, nyawa keduanya tidak tertolong.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa ketika dikonfirmasi membenarkan adanya info kecelakaan tersebut. Kedua pengendara diketahui melaju dengan kecepatan tinggi tanpa memakai helm dan tidak menyalakan lampu depan.

“Kecelakaan terjadi karena pengendara motor ambil jalur terlalu ke kanan karena berusaha menghindari lubang jalan. Baik, pengendara dan pembonceng sama-sama mengalami luka berat dan meninggal ketika dalam perawatan di rumah sakit,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Jalan Nasional Penuh Lubang dan Dibiarkan Rusak

Akrom Hazami red_abc_cba@yahoo.com

Akrom Hazami
red_abc_cba@yahoo.com

JALAN nasional saat ini benar-benar dibiarkan rusak. Kalau tak percaya, silakan cek jalur pantura di wilayah setempat. Di Kudus misalnya, kerusakan jalan benar-benar tampak. Seperti di jalan Kudus-Pati mulai Ngembalrejo-Gondoharum.

Kerusakan di antaranya berupa lubang yang menganga. Dengan diameternya beragam. Mulai dari kecil sampai besar. Selain juga, tidak sedikit titik jalan bergelombang.

Permukaan jalan rusak jelas membuat tidak nyaman penggunanya. Selain mengakibatkan membengkaknya biaya perawatan kendaraan, aktivitas ekonomi juga menjadi terhambat. Jalan rusak juga berakibat jatuhnya korban akibat kecelakaan.

Siapa yang disalahkan? Semuanya akan diam. Pemerintah juga tidak mau disalahkan. Paling gampang, pengguna jalanlah yang harus hati-hati sendiri saat berkendara.

Saat hujan tiba, permukaan jalan rusak itu tertutup air. Jika pengguna jalan tak hati-hati, maka akan fatal akibatnya. Tapi yang sering terjadi adalah, pengguna jalan sulit menghindari lubang. Terutama jika jaraknya terlalu dekat saat kendaraan dipacu dengan lebih cepat. Jalan itu tidak hanya menjadi penghubung antarkabupaten, tapi juga antarprovinsi.

Soal penangangan jalan sebenarnya pemerintah sudah menyiapkan anggaran. Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menganggarkan dana yang super banyak. Yakni Rp 3 triliun untuk jalan nasional di wilayah Jawa Tengah. Diketahui, proses lelang telah bejalan akhir 2016 dan diharapkan Maret 2017 kontrak kerja bisa ditandatangani.

Anggaran itu meliputi pelebaran, rekonstruksi, rehabilitasi, dan pemeliharaan jalan. Warga berharap proses pekerjaan jalan tidak berlama- lama. Bukankah jalan mulus tidak harus menunggu momen Lebaran 2017.

Setidaknya sembari menunggu proses pengerjaan dengan sumber anggaran pemerintah pusat, ada reaksi baik yang dilakukan. Di antara reaksi baik bisa dilakukan oleh instansi pemerintah daerah, provinsi maupun kabupaten/ kota. Mereka seyogyanya proaktif memperbaiki kerusakaan, meski melalui sistem tambal sulam sesuai kemampuan anggaran.

Sehingga, lubang jalanan yang menganga lebar segera ditambal untuk memberi kenyamanan berkendara. Sudah banyak jumlah korban akibat kerusakaan jalan. Perbaikan jalan menjadi salah satu upaya mencegah kecelakaan kian bertambah. Sekali lagi, tambal sulam jadi solusi ketimbang jalan dibiarkan rusak. Jangan lama-lama membiarkan jalan rusak tanpa penanganan sigap. (*)

Terkait Rencana Utang Rp 200 Miliar, Kemendagri Tinjau Jalan rusak di Grobogan

Direktur Perimbangan Keuangan Daerah Kemendagri Elvius Daelami (lengan panjang) saat meninjau kondisi ruas jalan rusak di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Direktur Perimbangan Keuangan Daerah Kemendagri Elvius Daelami (lengan panjang) saat meninjau kondisi ruas jalan rusak di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Direktur Perimbangan Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Elvius Daelami melangsungkan kunjungan kerja ke Grobogan, Senin (30/1/2017). Kedatangan pejabat beserta salah satu Kasubditnya Bedjo Mulyono itu ada kaitannya dengan rencana Pemkab Grobogan untuk mengajukan pimjaman dana Rp 200 miliar guna perbaikan jalan rusak.

Dalam kunjungannya, pejabat dari Kemendagri sempat diajak meninjau beberapa lokasi jalan rusak yang akan dibangun dengan dana pinjaman tersebut. Antara lain, ruas jalan Sedadi-Bologarang di Kecamatan Penawangan dan jalan Ngurangan-Genuksuran di Kecamatan Purwodadi.

“Saya dan staf ahli bupati Bapak Padmo serta perwakilan dari Bank Jateng tadi ikut mendampingi kunjungan lapangan pejabat dari Kemendagri. Ada beberapa ruas jalan rusak yang kita perlihatkan. Antara lain di Kecamatan Penawangan dan Purwodadi,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono.

Menurut Biyono, setelah melihat kondisi lapangan, tamu dari Kemendagri tersebut mendukung upaya perbaikan jalan yang direncanakan dengan dana pinjaman. Sebab, kondisi jalan yang dilihat memang sudah saatnya butuh sentuhan perbaikan.

“Pak Elvius Daelami tadi cukup terenyuh melihat kondisi jalan. Terlebih, saat ini mobilitas kendaraan cukup tinggi karena sebagian petani sedang masuk masa panen padi. Hasil kunjungan lapangan ini nanti akan segera dilaporkan pada Mendagri,” kata mantan Kepala Dinas Pengairan itu.

Sebelum melangsungkan kunjungan lapangan, pejabat dari Kemendagri itu sempat diterima Bupati Grobogan Sri Sumarni. Selain Subiyono dan Padmo, ada sejumlah pejabat lain ikut menemani bupati dalam kesempatan itu. Antara lain, Kepala BPPKAD Moh Sumarsono dan Kabag Perekonomian Anang Armunanto.

Masalah pinjaman sebesar Rp 200 miliar pada Bank Jateng untuk perbaikan jalan pada tahun ini, sebelumnya sudah mendapat persetujuan dari DPRD Grobogan. Rencananya, dana pinjaman itu akan digunakan untuk perbaikan jalan sepanjang 66,3 km.

Dana pinjaman nanti akan dialokasikan untuk perbaikan jalan yang dibagi dalam dua wilayah. Yakni, wilayah Grobogan bagian Timur dan Barat yang masing-masing dialokasikan Rp 100 miliar.

Proyek jalan nanti akan dibagi dalam beberapa paket pekerjaan. Nilai tiap pekerjaan diatas Rp 2,5 miliar.

“Sesuai dengan perundang-undangan, masalah pinjaman ini perlu persetujuan Mendagri. Kami sudah mengantongi persetujuan dari DPRD Grobogan. Tinggal dari menteri saja,” kata Moh Sumarsono.

Sumarsono mengatakan, beberapa waktu lalu, pihaknya telah mendatangi Mendagri di Jakarta untuk meminta persetujuan. Secara lisan, rencana tersebut diapresiasi dan didukung. Saat ini, pihaknya, tinggal menunggu surat persetujuan pinjaman saja dari Mendagri.

Editor : Akrom Hazami

Rp 2 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan Jalan Wonosoco Kudus

Warga menerobos jalan yang terendam banjir di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga menerobos jalan yang terendam banjir di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus menggelontorkan bantuan pembangunan jalan untuk wilayah Wonosoco, Undaan, Kudus, Rp 2 miliar. Bantuan tersebut dialokasikan dari APBD murni 2017, yang telah disahkan beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kudus Mas’an. Menurutnya, bantuan dapat segera dilaksanakan dalam perbaikan infrastruktur berupa jalan di kawasan Wonosoco. Bantuan dikhususkan untuk perbaikan jalan, yang mana dianggap butuh pembenahan.

“Saya sudah mengalokasikan bantuan untuk jalan, saya sudah ‘dok’ bantuan tersebut, dan saya juga sudah memperparipurnakan dalam sidang paripurna DPRD Kudus 2017,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, mengenali proses pembangunan jalannya, dipercayakan kepada dinas yang menanganinya yakni PUPR. Sebab itu merupakan tugas dari SKPD. Hanya mengenai panjangnya jalan yang bakal digarap, pihaknya tidak bisa menjelaskan karena bukan wewenang dewan.

Namun, dia berharap pembangunan dapat segera dilaksanakan setelah berjalannya prosedur, yakni lelang dan sebagainya. Hal itu karena lokasi Wonosoco sangat membutuhkan penanganan pascabanjir. “Di sana beberapa kali terjadi banjir dan tergenang air, hal itu membuat jalannya rusak cukup parah sepanjang jalan di Wonosoco Undaan. Jadi pembenahan juga harus segera,” ungkap dia.

Dengan adanya jalan yang bagus, bukan hanya akses warga yang dapat tertolong, namun juga pertanian yang juga makin lancar. Selain itu sebagai kawasan wisata juga nyaman dilalui oleh para warga atau wisatawan.

Editor : Akrom Hazami

Bahu Jalan Longsor di Jatipohon Grobogan, Pengendara Menuju Arah Pati Diminta Waspada

Polisi menunjukkan bahu jalan yang ambrol di ruas Desa Sumberjatipohon, Kecamatan/Kabupaten Grobogan, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi menunjukkan bahu jalan yang ambrol di ruas Desa Sumberjatipohon, Kecamatan/Kabupaten Grobogan, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para pengguna kendaraan menuju arah Pati dan sebaliknya,  diimbau meningkatkan kewaspadaan. Hal ini menyusul adanya ruas bahu jalan yang ambrol di Desa Sumberjatipohon, Kecamatan/Kabupaten Grobogan.

“Ambrolnya bahu jalan ini lumayan parah. Kalau tidak waspada, bisa terperosok,” ujar Kanit Turjawali Satlantas Grobogan Ipda Afandi.

Afandi menyatakan, Sabtu (21/1/2017) siang tadi pihaknya sudah melangsungkan pengecekan lokasi dengan petugas dari UPT Bina Marga Provinsi Jateng. Selain melihat kondisi kerusakan, pihaknya juga menyiapkan sejumlah rambu peringatan pada pengendara agar berhati-hati.

“Lokasi bagu jalan yang longsor ini di luar perkampungan. Jadi kalau malam agak gelap dan kerusakannya tidak kelihatan. Makanya, kita kasih rambu sementara untuk kewaspadaan pengendara,” cetusnya.

Sementara itu, dari keterangan warga sekitar, longsornya bahu jalan di sisi timur itu sudah terjadi cukup lama. Kurang lebih sejak akhir tahun 2016 lalu. Awalnya, ruas yang longsor hanya sedikit dan terus bertambah luas lantaran guyuran air hujan dan banyaknya kendaraan yang melintas.

“Kalau tidak salah, longsornya bahu jalan sempat ditutup pakai batu. Tetapi, tidak lama kemudian, muncul lagi lubangnya. Kami berharap kerusakan ini segera ditangani karena sangat membahayakan pengguna jalan,” cetus Agung, warga yang hampir setiap hari biasa lewat ruas jalan tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Grobogan Tantang Kepala Dinas PUPR Perbaiki Jalan Selesai Sebelum Lebaran

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menyerahkan DPA pada Kadinas PUPR Subiyono di gedung Riptaloka, Rabu (18/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menyerahkan DPA pada Kadinas PUPR Subiyono di gedung Riptaloka, Rabu (18/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Sri Sumarni melontarkan tantangan khusus pada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono untuk bisa menyelesaikan proyek perbaikan jalan sebelum Lebaran. Khususnya, untuk proyek perbaikan jalan yang dibiayai dengan dana pinjaman dari pihak ketiga sebesar Rp 200 miliar.

“Dalam APBD 2017 kita siapkan dana Rp 200 miliar khusus untuk perbaikan jalan. Nah, sebelum Lebaran kita targetkan perbaikan jalannya sudah rampung. Dengan demikian, akan banyak masyarakat yang bisa menikmati,” tegas Sri Sumarni dalam acara penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun anggaran 2017 di gedung Riptaloka, Rabu (18/1/2017).

Menurutnya, tantangan yang dilontarkan pada Kadinas PUPR itu cukup realistis. Sebab, momen Lebaran masih cukup lama, yakni sekitar akhir Juni mendatang.

Untuk bisa mencapai target tersebut, ada satu hal yang perlu dilakukan. Yakni, melangsungkan proses pelelangan proyek secepatnya.

“Kuncinya ada di pelelangan. Kalau lelangnya cepat maka proyek juga bisa segera dikerjakan,” katanya.

Masalah pinjaman sebesar Rp 200 miliar untuk perbaikan jalan pada tahun ini, sebelumnya sudah mendapat persetujuan dari DPRD Grobogan. Rencananya, dana pinjaman itu akan digunakan untuk perbaikan jalan sepanjang 66,3 km.

Dana pinjaman nanti akan dialokasikan untuk perbaikan jalan yang dibagi dalam dua wilayah. Yakni, wilayah Grobogan bagian Timur dan Barat yang masing-masing dialokasikan Rp 100 miliar.

Proyek jalan nanti akan dibagi dalam beberapa paket pekerjaan. Nilai tiap pekerjaan di atas Rp 2,5 miliar.

Pinjaman dana untuk perbaikan jalan ini didapat dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Perusahaan ini merupakan salah satu BUMN yang bergerak dalam bidang pembiayaan infrastruktur.

“Masalah pinjaman Rp 200 miliar ini juga sudah mendapat lampu hijau dari Kemendagri. Perbaikan jalan ini butuh dana besar karena ruas jalan yang rusak cukup banyak. Pinjaman yang akan kita ajukan sebesar Rp 200 miliar ini sudah kita kaji dan hitung dengan cermat sehingga tidak akan membebani keuangan daerah,” imbuh Sri.

Sementara itu, Kadinas PUPR Subiyono ketika dimintai tanggapannya menyatakan siap menerima tugas yang dibebankan. Meski dinilai cukup berat namun, mantan Kadinas Pengairan itu akan berupaya semaksimal mungkin untuk menuntaskan perbaikan jalan sebelum Lebaran.

Setelah menerima DPA, pihaknya akan segera mempersiapkan berbagai hal yang berkaitan dengan proyek perbaikan jalan. Seperti membuat rencana anggaran dan desain gambar serta dokumen kelengkapan administrasi lainnya.

“Saya targetkan pada awal Maret sudah mulai proses lelang proyek. Kemudian, awal April proyek perbaikan jalan sudah mulai dilakukan sehingga bisa rampung waktunya sebelum Lebaran. Kita akan upayakan semaksimal mungkin untuk mencapai target yang dibebankan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Ditanya Pemicu Jalan Rusak, Pemkab Kudus Malah Salahkan Air Hujan

Warga melintas di salah satu jalan di Kudus yang terendam air, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga melintas di salah satu jalan di Kudus yang terendam air, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus malah menyalahkan tingginya intensitas air hujan yang jadi penyebab banyaknya jalan rusak. Sebab, banyak jalan di Kudus yang tidak memiliki saluran air. Akibatnya saat hujan turun, air menggenangi permukaan jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Sam’ani Intakoris, mengatakan, bahwa air hujan masih menjadi penyebab rusaknya jalan. Terlebih bila lokasi jalan tak ada saluran airnya. Karena hal itu akan menyebabkan air menggenang di jalanan.

“Kerusakan jalan itu, akibat tingginya curah hujan yang tidak dapat dihindari. Kondisi tersebut dipicu belum adanya saluran air di sekitar akses penghubung. Jadi genangan air mengakibatkan jalanan berlubang,” kata Sam’ani ditemui di Kudus, Rabu (18/1/2017).

Hasan, warga Prambatan Kidul Kaliwungu menuturkan di antara jalan yang belum punya salura air adalah jalan Kudus-Jepara. Jadi jangan heran jika permukaan jalan itu kerap digenangi air saat hujan.”Jadinya jalan penuh air, dan pasti saat musim hujan banyak jalan berlubang. Seperti daerah Mijen atau sekitar terminal Jetak,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Ini Jumlah Lubang di Permukaan Jalan di Kudus yang Wajib Diwaspadai

Warga melintas di jalan rusak daerah Getassrabi,  Kabupaten Kudus, Rabu (18/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga melintas di jalan rusak daerah Getassrabi,  Kabupaten Kudus, Rabu (18/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus  – Pemerintah Kabupaten Kudus menemukan data jumlah titik jalan yang berlubang di Kudus saat ini. Yaitu sekitar 770 lubang jalan. Pihaknya berharap pengendara lebih hati-hati saat melintas di jalan rusak, mengingat bisa rawan celaka. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Sam’ani Intakoris menyebutkan, perkiraan total lubang jalan mencapai sekitar 770 lubang. Saat ini pihaknya tengah mengupayakan persiapan penambalan lubang, baik dari material  maupun petugasnya.

“Kami harus segera memperbaiki, jika tidak maka masyarakat pasti terganggu. Selain itu, lubang kecil jika dibiarkan, maka akan semakin melebar dan makin banyak,” katanya kepada MuriaNewsCom ditemui di Kudus, Rabu (18/11/2017).

Menurutnya, pada penambalan jalan rusak, pihaknya tahun ini akan menyiapkan sekitar 1.500 ton aspal. Jumlah tersebut dipergunakan untuk memperbaiki jalan yang rusak di 2017. Banyaknya jumlah aspal itu karena saat ini tingkat kerusakan jalan sedang tinggi. Di antara pemicu kerusakannya adalah tingginya intensitas hujan.

Pihaknya menerima data dari BMKG bahwa hujan masih diperkirakan akan turun sampai Februari. Dia memperkirakan jumlah aspal yang dikeluarkan setiap bulannya 500 ton. Dalam melakukan perawatan jalan, pihaknya memperhatikan skala prioritas.

“Melihat hal tersebut kami gunakan skala prioritas. Mana lokasi yang benar-benar membutuhkan perbaikan atau penambalan, dan mana yang masih cukup,” ujarnya.

Dalam melakukan perbaikan, pihaknya menyadari membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk membenahi jalan rusak. Selain material yang terbatas, petugas yang melaksanakan kegiatan tersebut juga terbatas.

Sebenarnya kerusakan jalan di Kudus tidak terlalu parah. Namun potensi kerusakan akan lebih fatal jika tak segera ditangani. “Kami meminta masyarakat bersabar, karena kami akan menanganinya,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Jalan Rusak di Getassrabi Siap Dibangun dengan Anggaran Rp 2 Miliar

Warga melintas di dekat jalan yang rusak di Desa Getassrabi di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga melintas di dekat jalan yang rusak di Desa Getassrabi di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sekretaris Komisi C DPRD Kudus Ahmad Fathul Aziz mengatakan, jalan yang rusak di daerah Getassrabi, Gebog, sudah mendapatkan kucuran dana dari APBD 2016. Anggarannya sebesar Rp 2 miliar siap digunakan untuk memperbaiki jalan yang rusak.

Hal itu disampaikan Fathul saat dihubungi. Menurutnya, pembangunan siap dilakukan tahun ini lantaran anggaran yang sudah tersedia.  Jika sudah diperbaiki, ke depannya nanti jalan akan kembali mulus.  “Masyarakat tak perlu resah. Sebab anggaran sudah siap dan tinggal pembangunan. Namun untuk teknisnya dipercayakan kepada pihak dinas terkait,” katanya Senin (16/1/2017).

Pihaknya berharap jalan benar akan rampung tahun ini. Dia tak ingin jika sampai proyek gagal gara-gara gagal lelang. Hal itu menjadi pengalaman buruk di 2016 yang mana ada proyek jalan yang gagal lelang. “Bukan hanya itu saja yang rusak. Tapi jalan Kaliwungu-Gebog yang lewat Desa Kaliwungu ke Getassrabi juga rusak parah. Meski sudah ada anggaran di 2016 lalu, tapi tak bisa dilaksanakan karena  gagal lelang,” ujarnya.

Sementara, Kadinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PUPR Kudus Sam’ani Intakoris mengatakanproses perbaikan jalan yang rusak di Getassrabi tengah dipersiapkan. Pihaknya mengikuti aturan yang berlaku dengan dengan tahapan yang ada. “Sekarang tengah proses perencanaan. Namun pada tahun ini akan diselesaikan perbaikan jalan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Jalan di Gebog Kudus Rusak, Warga Mengeluh

Seorang pelajar duduk dekat lokasi jalan rusak di Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kudus, Senin (16/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorang pelajar duduk dekat lokasi jalan rusak di Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kudus, Senin (16/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Warga mengeluhkan jalan rusak, tepatnya di bilangan Mbah Rogomoyo, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kudus, Senin (16/1/2017). Jalan mengalami ambrol sedalam setengah meter, dua pekan lalu. Jalan yang rusak di depan MTs Roudlotut Thilibin. Akibat jalan yang rusak, pengguna jalan terganggu. Mereka harus bergantian dengan sesama pengendara saat melintas jalan.

Fatkhur Rizki, siswa MTs mengatakan, rusaknya jalan disebabkan curah hujan yang tinggi. Mulanya, permukaan tergenang air. Lambat laun, aspal mengelupas. Dalam kondisi itu, truk bermuatan besar juga terus saja melintas. Jalan pun akhirnya jadi ambrol.”Setelah rusak, kendaraan besar juga terus lewat sini. Seperti halnya truk bermuatan. Akhirnya jalan ambrol bahkan sampai dalamnya sekitar setengah meter,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi, Senin.

Warga berharap jalan dapat segera diperbaiki. Sebab jalan merupakan akses utama warga. Selain itu, jalan juga masuk wilayah perbatasan Kudus dengan Jepara, yakni wilayah Nalumsari kawasan utara.”Takutnya membahayakan. Apalagi sekarang masih musim hujan, jadi daerah sekitar jalan yang rusak juga mengalami kerusakan,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan lokasi jalan yang ambrol sudah ditutup papan dan dipasangi bambu melintang, untuk mencegah kecelakaan. Selain itu di sekitar titik ambles, juga diberi papan peringatan.

Editor : Akrom Hazami