Pembebasan Lahan Jalan Lingkar Utara di Kudus Gandeng Appraisal


Warga mengayuh sepedanya di jalur lingkar utara Kaliwungu Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  Pembangunan jalan lingkar utara, masih menyisakan sejumlah titik yang belum dibenahi. Bahkan terdapat pula lokasi yang belum dibebaskan untuk dilakuan pembangunan. Untuk itu, Pemkab Kudus menggandeng tim penaksir harga (appraisal) dalam hal membeli tanah.

Kepala Dinas PUPR Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, pihaknya kini sudah dalam proses mencari   appraisal. Harapannya, appraisal dapat segera mendapat patokan harga untuk membeli tanah milik warga yang menolak sistem KTP tersebut.

“Sekarang tidak ada yang namanya ganti rugi, yang ada hanyalah ganti untung. Karena harga yang ditawarkannya kepada pemilik tanah pasti masih untung ketimbang beli,” kata Sam’ani di Kudus, Kamis (2/3/2017).

Menurutnya, harga appraisal bukanlah harga yang rendah. Sebab harga itu mengikuti harga yang sekarang. Selain itu, appraisal juga berdiri sendiri yang mana mulai dari cek lapangan hingga penentuan harga tanpa intervensi dari pemerintah. 

Pihaknya memastikan harga yang muncul nantinya di atas pasara. Sebab, jika terjadi gugatan atau warga yang tidak menerima maka yang tanggungjawab adalah dari pihak appraisal sendiri. “Kami dari pemkab hanya menggunakan patokan tersebut, jadi berapapun yang dipatok oleh appraisal itulah yang menjadikan dasar untuk kami dalam hal membeli tanah milik warga yang belum terbebaskan,” ujarnya.

Untuk tanah penuntasan lingkar utara, kata dia, memiliki panjang mencapai 165 meter. Lokasi juga berbentuk kurang karena sebagian lainnya sudah berbentuk jalan.  Lokasi tanah terdapat di Desa Mijen, Kaliwungu Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Ratusan Sertifikat Tanah Terdampak Jalan Lingkar Mijen Kudus Dibagikan

Warga terdampak pembangunan jalan lingkar utara di Mijen Kudus mendapat sertifikat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga terdampak pembangunan jalan lingkar utara di Mijen Kudus mendapat sertifikat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan sertifikat jalan lingkar utara milik warga Desa Mijen, Kaliwungu dan Desa Klumpit, Gebog akhirinya dibagikan, Selasa (31/1/2017) sore ini. Pembagian sertifikat dilakukan di aula Balai Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, dengan langsung diberikan kepada pemiliknya. Sertifikat tersebut merupakan penuntasan dari dampak proyek Jalan Lingkar Mijen-Peganjaran. Yakni yang melalui program konsolidasi tanah perkotaan (KTP).

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus, Sumiyatun mengatakan, ratusan sertifikat sudah jadi semuanya. “Seharusnya bapak bupati langsung yang membagikan kepada warga. Namun beliau masih ada urusan, sehingga diwakilkan kepada saya untuk membagi sertifikat tersebut,” katanya kepada masyarakat saat sambutan penyerahan sertifikat di lokasi.

Penyelesaian sertifikat milik warga dikebut pada 2016 lalu.  Sejak Juli-Desember tahun lalu, bersama dengan Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (sekarang bernama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) serta BPN, dilakukan upaya akselerasi penuntasan pensertifikatan lahan. “Selama 14 tahun persoalan tersebut seakan mengendap dan belum ditemukan solusinya. Ibaratnya anak perempuan sudah menjadi gadis, sehingga tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar,” ungkapnya.

Pihaknya berpesan pada warga untuk menjaga baik sertifikat tersebut. Sebab nilainya yang mahal akan sangat riskan jika jatuh ke tangan yang tidak bertanggungjawab atau menyalahgunakan. “Jangan buat hutang , jangan dijual. Kembangkan potensi yang ada karena dengan adanya jalur di lingkar maka perekonomian dapat berkembang dengan baik,” pesannya.

Sementara Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Desa Mijen Fauzan Akbar mengaku senang. Sebab sertifikat sudah selesai dan sudah dibagikan kepada masyarakat. “Alhamdulillah setelah 14 tahun warga Mijen menunggu sertifikat tanah KTP jalan lingkar, melalui perjuangan seluruh warga Mijen. Dimulai aksi pemblokiran jalan Lingkar tanggal 9 September 2016, yang menuntut untuk segera diterbitkannya sertifikat dan penuntasan kasus tukar guling bengkok desa, pada hari ini baru terjawab,” katanya 

Berdasarkan data, sertifikat yang dibagikan adalah sejumlah 136 milik warga Mijen, 16 milik pemdes selaku bengkok desa dan 15 milik warga Klumpit kecamatan Gebog.

Editor : Akrom Hazami

Hal Ini yang Bikin Sertifikat Lahan Jalan Lingkar Utara Mijen Molor

Petugas melakukan pendataan terkait pembuatan sertifikasi lahan di jalan lingkar utara Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom)

Petugas melakukan pendataan terkait pembuatan sertifikasi lahan di jalan lingkar utara Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Meski kini sertifikat lahan jalan lingkar utara sudah jadi, namun itu memakan waktu cukup lama. Yakni hingga 14 tahun lamanya. Bahkan hal tersebut menghambat laju pengerjaan jalan lingkar Mijen-Peganjaran tersebut.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus, Sumiyatun mengatakan, hal yang berpengaruh cukup besar karena sertitfikat molor molor dengan adanya permintaan warga. Warga meminta tanahnya untuk disertifikatkan berdasarkan ahli warisnya

“Jadi kalau ada satu bidang tanah dan anaknya lima, maka kami harus menyertifikatkan lima lembar. Jadi harus dibagi dengan adil,” katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Jumat (6/1/2017).

Menurutnya Jika hanya membagi saja tidaklah terlalu masalah. Namun yang lebih menjadi persoalan adalah pengukuran yang sesuai dengan keinginan ahli waris. Padahal, tanah milik warga juga bersampingan dengan warga lainnya. Dan dalam mengukur juga mempertimbangkan tanah milik warga lainnya.

Selain itu terkadang warga juga tak sepakat dengan gambaran desain dari tim dan BPN. Itu juga yang membuat proses pembuatan sertifikat semakin lama. Lantaran itu harus menggambar dari awal lagi. Sehingga baru disepakati pada akhir 2016 lalu.

“Tapi sekarang sudah hampir jadi. Tinggal menunggu waktu untuk membaginya saja kepada ahli waris atau yang menerima,” jelasnya.

Fauzan Akbar, mewakili Forum Komunikasi Masyarakat Desa Mijen (FKMDM) menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak termasuk pers yang dinilai selama ini telah membantu proses perjuangan warga.

Dia membenarkan semua lahan yang diajukan untuk diproses sertifikatnya sudah dituntaskan. “Kami berterimakasih juga kepada semua yang sudah membantu proses sertifikasi,” katanya.

Diketahui, pembangunan jalan lingkar utara Peganjaran-Mijen sempat terhambat karena masih menunggu realisasi program konsolidasi tanah perkotaan (KTP).

Program KTP tersebut wajib dilaksanakan karena pembebasan lahan jalur lingkar tersebut menggunakan mekanisme iuran. Mekanisme itu ditempuh karena sejumlah lahan milik warga terkena pembangunan jalan lingkar. Semua pemilik sudah setuju lahannya digunakan untuk pembangunan jalan lingkar.

Disebut sistem iuran karena lahan warga tidak diganti rugi. Tanah warga terkena pembangunan jalan, otomatis luas lahan mereka berkurang. Sehingga sertifikat tanahnya (pemecahan sertifikat tanah) harus diurus terlebih dahulu.

Editor : Akrom Hazami

14 Tahun Menunggu,  Akhirnya Ratusan Sertifikat Lahan Jalan Lingkar Mijen Tuntas

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus, Sumiyatun. Kiri warga berada di jalan lingkar Mijen. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus, Sumiyatun. Kiri warga berada di jalan lingkar Mijen. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan sertifikat tanah warga Desa Mijen, Kaliwungu dan Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kudus akhirinya dituntaskan pekan ini. Penuntasan sertifikat warga itu terkait proyek Jalan Lingkar Utara Mijen-Peganjaran melalui program Konsolidasi Tanah Perkotaan (KTP).

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus, Sumiyatun mengatakan, pemkab beserta tim sudah menyelesaikan kasus sertifikasi warga. Pihaknya tinggal menunggu pembagian sertifikat kepada pemilik aslinya di Kaliwungu dan Gebog.

“Ada ratusan sertifikat yang tuntas, jumlahnya meliputi 136 sertifikat warga Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, 7 sertifikat di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (6/1/2017). 

Menurutnya, pembagian sertifikat sedang dirancang secara khusus. Kemungkinan besar pembagiannya nanti dilakukan secara bersamaa di kantor kecamatan. Dikatakan penyelesaian sertifikat milik warga dikebut pada 2016 lalu.

Sejak Juli-Desember tahun lalu, bersama dengan Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (sekarang bernama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) serta BPN, dilakukan upaya akselerasi penuntasan pensertifikatan lahan.

Dengan rampingnya pensertifikatan tanah, maka warga juga tidak akan waswas. Apalagi selama ini sudah ditunggu-tunggu. “Selama 14 tahun persoalan tersebut seakan mengendap dan belum ditemukan solusinya. Bahkan, ketika pembangunan Jalan Lingkar Mijen-Peganjaran dimulai tahun lalu, pensertifikatan masih belum tuntas. Dan kini sudah diselesaikan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Pembangunan Jalan Lingkar Utara di Kudus Gagal Diselesaikan Tahun Ini

Warga berada di ruas jalan lingkar utara di Mijen, Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di ruas jalan lingkar utara di Mijen, Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pembangunan  jalan lingkar utara di Mijen, Kaliwungu, Kudus gagal dituntaskan pada tahun ini. Untuk itu, Pemkab Kudus merencanakan, pembanguan dilanjutkan tahun depan dan bakal dituntaskan tahun depan juga.

Kadinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (BPESDM) Sama’ani Intakoris mengatakan, pembangunan bakal dimulai pada Januari-Februari tahun depan. Diharapkan, dengan pembangunan yang sejak dini maka pada tahun depan jalan sudah dapat dilalui. “Kami sudah menganggarkan penyelesaian pembangunan. Total alokasi yang disiapkan untuk penuntasan Jalan Lingkar Peganjaran-Mijen sekitar Rp 10 miliar,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sumber dana tersebut berasal dari anggaran kabupaten lewat APBD Murni.  Namun tak menutup kemungkinan nantinya bakal mendapat bantuan dari provinsi maupun juga bantuan dari pusat. Menurutnya, tahapan yang akan dilakukan yakni dengan menyiapkan apraisal untuk pembebasan lahan yang akan digarap. Totalnya sepanjang 160-an meter dan lebar 20 meter pada lokasi yang gagal diselesaikan tahun ini.

Selanjutnya, kata dia, pihaknya akan melanjutkan penyambungan jalan lingkar yang belum terhubung di petak 4. Semua tahapan tersebut diperkirakan akan tuntas pada bulan Juli-Agustus tahun depan sehingga sebelum akhir tahun dapat dilalui. ”Namun jika mempertimbangkan penambahan infrastruktur pendukung, kemungkinan akan sepenuhnya dimanfaatkan pada akhir tahun depan. Kami akan tuntaskan tahun depan,,” jelasnya .

Dikatakannya, manfaat banyak bakal muncul jika jalan sudah jadi. Dan yang paling nampak adalah pertumbuhan ekonomi di Kudus, yang kini juga sudah mulai nampak di sejumlah titik di lingkar. “Ekonomi pasti akan tumbuh, buktinya pada jalur lingkar lain mulai muncul toko modern, toko usaha dan juga usaha lain yang dimiliki masyarakat. Selain itu harga juga pasti naik,” imbuhnya.

Selain itu, jika jalan rampung bakal memecah kepadatan di perkotaan. Sebab kendaraan tak perlu memutar jika menuju ke Gebog atau Bae. Dengan demikian maka kondisi perkotaan juga akan lancar.

Editor : Akrom Hazami