Bahayakan Pengendara, Rekahan Jalan di Jalur Danyang-Pulokulon Mulai Ditangani

Sejumlah pekerja menangani rekahan jalan di jalur Danyang-Pulokulon yang kondisinya membahayakan pengendara. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sorotan sejumlah pihak terhadap banyaknya ruas jalan yang merekah di jalur Danyang-Pulokulon tampaknya mendapat respons dari dinas terkait. Indikasinya, rekahan jalan yang membahayakan pengendara itu mulai ditangani.

Dari pantauan di lapangan, tampak ada beberapa pekerja yang sedang menutup rekahan jalan dengan kerikil dan pasir. Setelah dipadatkan pada bagian paling atas ditutup dengan lapisan aspal.

“Penanganan rekahan jalan sudah kita lakukan sejak dua hari lalu. Butuh waktu beberapa hari lagi untuk menutup rekahan jalan karena titiknya cukup banyak,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono, Rabu (30/8/2017).

Rekahan ini persis berada di tengah jalan yang dibuat dengan konstruksi beton. Panjang rekahan ini bervariasi, antara 5 sampai 10 meter dengan lebar bisa mencapai 10 cm. Bagi kendaraan roda empat, kondisi jalan yang merekah ini tidak begitu terasa. Tetapi buat kendaraan roda dua sangat berbahaya. Jika roda sampai terperosok dalam rekahan tersebut, kemungkinan terjatuh cukup tinggi.

Sementara itu, meski merasa senang dengan perbaikan tersebut namun warga berharap agar upaya penanganan rekahan jalan dilakukan lebih maksimal. Misalnya, dengan membuat fondasi penahan yang kuat dibagian pinggir cor beton.

Hal itu perlu dilakukan karena penyebab utama munculnya rekahan itu akibat sisi pinggir cor beton hanya diuruk dengan tanah. Kondisi ini menyebabnya lapisan tanah tidak bisa berfungsi maksimal sebagai penahan ketika ada kendaraan berat yang melintas.

“Kalau rekahan cuma diisi kerikil dan ditutup aspal tidak akan kuat lama. Soalnya, sebelumnya sudah ditangani dengan cara seperti ini. Tetapi, tidak lama lagi rekahan itu kembali muncul,” cetus Wartono, warga Kandangan, Kecamatan Purwodadi. 

Editor : Akrom Hazami

 

Pantau Pengerjaan Perbaikan Jalan Lingkar Kencing-Jetak, Ini Kata Anggota DPRD Komisi C 

Anggota DPRD Komisi C Kudus melakukan pemantauan pekerjaan jalan di titik Jalan Kencing-Jetak, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi C DPRD Kudus menilai, pekerjaan pengecoran jalan lingkar Kencing-Jetak seharusnya bisa lebih panjang. Sebab, jalan yang rusak masih panjang, sedangkan perbaikan yang dilakukan hanya 2 km.

Sekretaris komisi C DPRD Kudus Ahmad Fatkhul Aziz mengatakan, jalan yang rusak lain butuh penanganan dari pemkab. “Masih ada jalan yang rusak. Harusnya bisa diusulkan untuk dianggarkan, agar dapat diperbaiki juga,” kata Aziz saat meninjau lokasi perbaikan jalan di titik Kencing-Jetak.

Dewan siap membantu sesuai dengan kapasitasnya. Biar nantinya, perbaikan jalan bisa dilakukan ke seluruh titik di ruas Kencing-Jetak.

Sementara, Wakil Ketua Komisi C Ali Muhlisin mengatakan, jalan itu memang membutuhkan perbaikan dengan model cor atau beton. Karena, jika hanya diaspal akan membuat jalan cepat rusak. 

Zainal Arifin, pelaksana kegiatan pengecoran Jalan Kencing-Jetak dari PT Enggal Jaya Perkasa mengatakan pekerjaan dilakukan mulai sisi barat jalan terlebih dahulu, nanti dilanjutkan pada sisi timur jalan.

“Ada panjang 2 kilometer yang dicor, jadi sejauh dua kilometer itu pengendara harus hati-hati lantaran harus bergantian melewatinya,” kata Zainal.

Menurut dia, pekerjaan cor akan diselesaikan sekitar dua bulan. Karena berdasarkan kontrak, pengecoran memakan waktu hingga 90 hari, yang terhitung sejak 21 Juli 2017 lalu. Zainal mengatakan, selama beberapa hari mengerjakan cor, masih banyak kendaraan yang melintas. Akibatnya, pengerjaan proyek juga sedikit terganggu.

Editor : Akrom Hazami

 

Bupati Grobogan Sidak Proyek Perbaikan Jalan

Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Kepala DPUPR Subiyono meninjau proyek perbaikan perbaikan jalan Banjarejo-Dumpil, Rabu (2/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Usai mendampingi kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Grobogan Sri Sumarni melangsungkan agenda sendiri. Yakni, melakukan sidak proyek perbaikan jalan Banjarejo-Dumpil yang dibiayai dari dana alokasi khusus senilai Rp 4 miliar.

Setelah melihat lokasi penemuan fosil di Banjarejo, bupati memisahkan diri dari rombongan gubernur. Rombongan gubernur keluar dari Banjarejo lewat wilayah Kecamatan Gabus. Sedangkan bupati serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono mengambil jalur kiri melewati wilayah Kecamatan Ngaringan.

Dari Banjarejo menuju kawasan Bendung Dumpil saat ini memang ada pekerjaan perbaikan jalan. Progres pekerjaan dengan konstruksi beton baru berkisar 50 persen. Saat melintas di ruas jalan itu, bupati sempat berhenti untuk melihat hasil pekerjaan.

Dalam kesempatan itu, bupati sempat meminta Subiyono untuk bersikap tegas. Yakni, jangan mentoleransi rekanan yang mengerjakan proyek tidak sesuai ketentuan.

“Kalau hasil pekerjaannya jelek ambil tindakan tegas pada kontraktornya. Alokasi dana perbaikan jalan ini kita anggarkan sangat besar dan hasilnya juga harus bagus karena sudah dinantikan masyarakat,” tegasnya.

Selain proyek jalan ruas Banjarejo-Dumpil, bupati juga sempat mengecek perbaikan ruas jalan Pendem-Bandungsari. Perbaikan di ruas jalan ini juga dibiayai dari dana alokasi khusus senilai Rp 4 miliar.

Subiyono menyatakan, dalam pengawasan proyek pihaknya juga mendapat pendampingan dari Kejaksaan Negeri Grobogan melalui TP4D. Pendampingan itu diperlukan agar pelaksanaan proyek, khususnya perbaikan jalan berjalan sesuai aturan, mulai dari awal hingga akhir.

“Pemkab memang menjalin kerja sama dengan pihak kejaksaan untuk mengawal proyek pembangunan yang dibiayai APBD atau APBN. Dengan adanya pendampingan ini, kita harapkan semua pekerjaan dilaksanakan sesuai kontrak kerja. Jadi, ketika dalam pelaksanaan tidak sesuai ketentuan maka kita ambil sikap tegas pada rekanan,” tegasnya.

Subiyono menegaskan, sejauh ini pihaknya sudah meminta beberapa kontraktor proyek perbaikan untuk mengganti rigit beton di sejumlah titik pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Alasannya, pada titik tersebut terdapat keretakan.

“Dari hasil monitoring lapangan yang kita lakukan beberapa waktu lalu memang ada pekerjaan yang retak-retak. Pihak kontraktor sudah kita panggil dan kita minta segera dibongkar dan dibeton ulang. Jadi, kita tidak main-main dalam mengawasi pekerjaan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Pemkab Rembang Berkomitmen untuk Lakukan Perbaikan Jalan Pasucen-Kajar

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berkomitmen untuk membenahi infrastruktur. Salah satunya jalan, yang menghubungkan Pasucen-Kajar, Kecamatan Gunem, yang saat ini jalannya banyak berlubang. Ditargetkan, perbaikan jalan tersebut sudah bisa terlaksana pada 2018 mendatang.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, karena memang anggaran masih agak cukup lama, pihaknya berharap ada pihak lain yang juga turut berperan dalam perbaikan di ruas jalan tersebut. Seperti halnya PT. Semen Indonesia. “Misalkan kok tidak di aspal hotmix, yang penting bisa dipadatkan lebih rata,” paparnya.

Mengingat jalan masuk menuju Desa Kajar katanya cukup sering dipakai hilir mudik kendaraan proyek pabrik semen, pihaknya akan akan berkoordinasi dengan PT. Semen Indonesia.

“Ya tentunya tinggal dibicarakan, titik mana saja yang ditangani PT. Semen Indonesia dan Pemkab Rembang. Ketika bertemu dengan manajemen PT. Semen Indonesia, usulan tersebut beberapa sudah kita sampaikan,” ungkapnya.

Ia juga berharap, nantinya jalan tersebut segera dapat diperbaiki. Setidaknya diratakan, sehingga di saat musim hujan tidak terlalu becek dan musim kemaru tidak berdebu. “Kita berharap semua unsur bisa ikut berperan. Sebab jalan merupakan sebuah akses utama untuk bisa meningkatkan perekonomian warga,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Tiap Hujan Kerap Banjir, Warga Minta Sungai di Desa Kalimaro Grobogan Dinormalisasi

Kaposek Kedungjati AKP Sapto (pakai sepatu boot) bersama anggotanya sedang mengecek sekitar jembatan Mliwang yang sempat tergenang air, Senin (3/4/2017) sore. (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah warga mendesak upaya normalisasi sungai kecil di bawah jembatan Dusun Mliwang, Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati. Sebab, setiap hujan deras mengguyur, jalan raya Gubug-Kedungjati yang ada di atas jembatan selalu tergenang air. Seperti yang terjadi pada Senin (3/4/2017) sore.

“Sore tadi, jalan di atas jembatan yang posisinya agak rendah tergenang air. Arus lalu lintas sempat tersendat dari kedua arah. Kondisi seperti ini sudah berlangsung cukup lama. Salah satu solusinya adalah menormalisasi sungai Mliwang,” kata Surono (45), warga setempat.

Genangan air yang menutup jalan memang tidak berlangsung lama. Biasanya, berkisar 1-3 jam tergantung kondisi curah hujan. Jika hujan sudah berhenti, maka tidak lama kemudian, genangan air akan hilang dengan sendirinya. Saat air surut, tumpukan sampah biasanya banyak tertinggal di atas jembatan dan butuh waktu sejenak untuk membersihkan.

Kaposek Kedungjati AKP Sapto saat dikonfirmasi membenarkan info jika sore tadi genangan air sempat menutup jalan raya yang menghubungkan wilayah Kabupaten Semarang dan Salatiga tersebut. “Banjir di lokasi ini sudah langganan tiap hujan deras. Saat jalanan tergenang kami tempatkan petugas untuk membantu kelancaran arus lalu lintas. Menjelang magrib tadi, air sudah hilang dari jalan,” jelasnya.

Setelah air surut, Sapto sempat mengecek kondisi jalan di sekitar jembatan yang sebelumnya tergenang air. Dari hasil pengecekan, ada ruas bahu jalan di sebelah utara jembatan di sisi timur yang ambrol terkikis air.

“Ini ada satu titik bahu jalan yang ambrol kena air dan akan kita laporkan pada instansi terkait supaya segera diperbaiki. Salah satu solusi untuk menghilangkan banjir dadakan ini memang mengeruk sungai yang kondisinya memang sudah dangkal. Sungai ini tidak ada muaranya karena fungsinya sebagai pembuangan air dari kawasan hutan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Waspada, Jalan Dawe Kudus Banyak Lubang

Penambalan jalan di Lau, Kecamata Dawe, Kudus, dilakukan lantaran banyak titik yang berlubang, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Satu dari lokasi jalan yang rusak di Kudus, adalah Desa Lau, Kecamatan Dawe.  Ada sekitar 3 km jalan yang rusak. Pengguna jalan yang melintas di lokasi hendaknya lebih berhati-hati.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penanganan jalan kabupaten yang rusak. Ruas Lau merupakan bagian dari jalan kabupaten.

Perbaikan dilakukan pada sekitar 2.500 lubang jalan. Yakni dalam bentuk penambalan jalan. Lubang jalan yang menganga mempunyai ukuran 5 cm, bahkan ada yang 20 cm.

“Kami menggunakan anggaran perawatan rutin untuk memperbaikinya. Dalam perbaikan, kami ada dua tim dikerahkan,” kata Sam’ani di Kudus, Kamis (23/2/2017).

Rusaknya jalan, selain faktor air yang membuat lapisan aspal rusak, juga beban tonase kendaraan yang berlebihan. Seperti halnya kendaraan truk atau tronton bermuatan.

Saat ini, pihaknya sudah memetakan sejumlah wilayah yang jalannya rusak. Seperti halnya kawasan perkotaan, serta jalan utama milik kabupaten. 

Menurutnya, perbaikan jalan telah dilakukan sejak beberapa pekan lalu. Perbaikannya berupa penambalan. Dengan pengerjaannya menggunakan skala prioritas, seperti kawasan perkotaan.

Editor : Akrom Hazami

 

Rp 2 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan Jalan Wonosoco Kudus

Warga menerobos jalan yang terendam banjir di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga menerobos jalan yang terendam banjir di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus menggelontorkan bantuan pembangunan jalan untuk wilayah Wonosoco, Undaan, Kudus, Rp 2 miliar. Bantuan tersebut dialokasikan dari APBD murni 2017, yang telah disahkan beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kudus Mas’an. Menurutnya, bantuan dapat segera dilaksanakan dalam perbaikan infrastruktur berupa jalan di kawasan Wonosoco. Bantuan dikhususkan untuk perbaikan jalan, yang mana dianggap butuh pembenahan.

“Saya sudah mengalokasikan bantuan untuk jalan, saya sudah ‘dok’ bantuan tersebut, dan saya juga sudah memperparipurnakan dalam sidang paripurna DPRD Kudus 2017,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, mengenali proses pembangunan jalannya, dipercayakan kepada dinas yang menanganinya yakni PUPR. Sebab itu merupakan tugas dari SKPD. Hanya mengenai panjangnya jalan yang bakal digarap, pihaknya tidak bisa menjelaskan karena bukan wewenang dewan.

Namun, dia berharap pembangunan dapat segera dilaksanakan setelah berjalannya prosedur, yakni lelang dan sebagainya. Hal itu karena lokasi Wonosoco sangat membutuhkan penanganan pascabanjir. “Di sana beberapa kali terjadi banjir dan tergenang air, hal itu membuat jalannya rusak cukup parah sepanjang jalan di Wonosoco Undaan. Jadi pembenahan juga harus segera,” ungkap dia.

Dengan adanya jalan yang bagus, bukan hanya akses warga yang dapat tertolong, namun juga pertanian yang juga makin lancar. Selain itu sebagai kawasan wisata juga nyaman dilalui oleh para warga atau wisatawan.

Editor : Akrom Hazami

Tahun Ini, Jalan Penghubung Kaliwungu ke Papringan Kudus Rampung

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Kondisi Jalan Penghubung Desa Kaliwungu menuju Desa Papringan, direncanakan tuntas tahun ini. Sejumlah upaya telah dilakukan guna menyelesaikan penghubung dua desa tersebut.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kaliwungu, Khotibul Umam, mengatakan kalau pihak desa sudah menyiapkan sejumlah skema dalam hal penanganannya. Seperti halnya pembuatan talut untuk jalan yang habis akan dilakukan guna mengembalikan fungsi jalan.

“Kami sudah mengalokasikan Dana Desa sejumlah  Rp120 juta untuk perbaikan jalan yang ambrol. Rencananya pembangunan akan dimulai Mei mendatang,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, perbaikan akan dilaksanakan dengan pembuatan talud sepanjang kurang lebih 40 meter, dengan kedalaman sekitar 4 meter. Hal itu akan membuat jalan semakin kuat dan aman dari sentoran banjir.

Tak hanya pembangunan talud, pengecoran jalan juga akan dilakukan. Pengecoran akan dilakukan kerja bakti oleh Kodim 0722 Kudus. Sebagaimana terlihat sepanjang jalan tersebut merupakan jalan tanah sepanjang sekitar 300 meter untuk mencapai perbatasan desa.

Tak hanya itu akses jembatan juga akan dibangun. Sebab selama ini belum ada jembatan penghubung antara dua desa tersebut. Dampaknya, jika sungai meluap maka warga harus memutar. “Kalau jembatan, ada rencana diambil dari TMMD. Itu juga bakal dilaksanakan tahun ini juga,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Belum Lama Diperbaiki, Jalan Purwodadi-Kudus Penuh Lubang yang Bikin Celaka Warga

 

Salah satu titik jalan berlubang di jalur Purwodadi-Kudus yang butuh penanganan secepatnya saat difoto, Senin (2/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu titik jalan berlubang di jalur Purwodadi-Kudus yang butuh penanganan secepatnya saat difoto, Senin (2/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para pengguna jalan yang melintasi jalur Purwodadi-Kudus perlu lebih berhati-hati. Karena, saat ini banyak muncul lubang jalan yang bisa membahayakan pengendara.

Dari pantauan di lapangan, jalan yang terdapat banyak lubang terlihat mulai dari pertigaan kantor Kecamatan Grobogan hingga wilayah Kecamatan Brati. Di ruas jalan milik Pemprov Jateng ini ada beberapa titik jalan berlubang.

Lubang jalan di beberapa titik bahkan terlihat cukup panjang. Kondisi ini menyebabkan para pengendara harus mengurangi kecepatan.

“Lubang jalan ini mulai muncul sejak dua bulan terakhir. Lubang jalan makin tambah setelah musim hujan datang,” kata Sunoto, warga setempat.

Munculnya lubang jalan itu dinilai juga cukup mengejutkan. Sebab, ruas jalan itu belum lama diperbaiki dengan konstruksi beton. Dari keterangan warga, perbaikan jalan itu baru dilakukan bertahap sekitar 2-3 tahun lalu.

Lubang jalan yang sempat muncul tampaknya sudah sempat ditutup menggunakan lapisan aspal. Namun, penutupan lubang dengan aspal tampaknya tidak bisa maksimal. Banyaknya kendaraan yang lewat, terutama kendaraan bertonase besar menjadikan aspal penutup lubang cepat mengelupas.

“Kalau hujan, lubang itu tertutup air sehingga sehingga bikin pengendara yang jarang lewat situ tidak tahu kalau kondisi jalannya rusak. Kami berharap lubang jalan itu segera ditangani karena kondisinya sudah cukup membahayakan,” kata Zaki, salah seorang pengendara yang sering melewati jalur tersebut.

Sementara itu, informasi yang didapat menyatakan, panjang jalan milik provinsi di wilayah Grobogan yang masuk kewenangan Balai Pelaksana Teknis Dinas Bina Marga Jateng Wilayah Purwodadi sekitar 152 km. Sejak beberapa tahun lalu hingga akhir 2016, ruas jalan yang selesai diperbaiki panjangnya mencapai 113 km. Sedangkan, sisanya sekitar 39 km akan dituntaskan pada tahun 2017 ini.

 

Editor : Akrom Hazami

Jalan Mulus Desa di Kutuk Undaan Bukan lagi Mimpi

Kegiatan TMMD di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan TMMD di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilakukan oleh jajaran Kodim 0722/Kudus, Korem 073/Makutarama, dibuka di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, Selasa (3/5/2016). Kegiatan yang akan diadakan hingga Senin (23/5/2016) tersebut akan memfokuskan pembangunan jalan desa yang berada di wilayah RW 1 Desa Kutuk.

Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Czi Gunawan Yudha Kusuma mengatakan, kegiatan TMMD Sengkuyung I tahun 2016 ini merupakan acara rutin tahunan TNI. “Namun dalam kegiatan ini juga tidak terlepas dari peran pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah Kudus, dan masyarakat yang ada,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, dalamkegiatan ini nantinya TNI akan membuat jalan desa sepanjang 384 meter, lebar 3 meter dan tinggi 2 meter. “Dalam kurun waktu selama 21 hari atau 3 pekan ini, nantinya tim TMMD baik itu dari TNI maupun pemerintah desa ataupun masyarakat yang ada akan bekerjasama dalam pembuatan jalan tersebut,” ujarnya.

Upacara pembukaan program TMMD Sengkuyung I tahun 2016 yang dilakukan di lapangan Desa Kutuk juga turut dihadiri oleh jajaran SKPD, unsur pemerintah desa, kepolisian dan tokoh masyarakat setempat. “Ya mudah mudahan dengan adanyapembangunan ini dapat menjadikan kesejahteraan, dan kemajuan wilayah tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait anggaran pembangunan dirinya menyebutkan bahwa pembangunan ini dibiayai dari APBD provinsi, APBD kabupaten dan swadaya masyarakat. “Untuk anggarannya, dibiayai oleh APBD provinsi Rp 160 juta,  APBD kabupaten Rp 270 juta, dan swadaya masyarakat Rp 30 juta. Jadi totalnya Rp 460 juta,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Tahun Depan, Jalan Provinsi di Wilayah Grobogan Ditarget Mulus

Salah satu ruas jalan provinsi di Jalur Purwodadi-Geyer yang sebagian belum dibeton, rencananya akan dapat sentuhan perbaikan tahun ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu ruas jalan provinsi di Jalur Purwodadi-Geyer yang sebagian belum dibeton, rencananya akan dapat sentuhan perbaikan tahun ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Perbaikan jalan milik Provinsi Jawa Tengah yang berada di wilayah Grobogan direncanakan bisa selesai tahun 2017 mendatang. Hal itu disampaikan Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Jawa Tengah Wilayah Purwodadi Ali Huda saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/1/2016).

“Panjang jalan provinsi di Grobogan yang masuk kewenangan kami sekitar 152 km. Kerusakan jalan yang ada sudah diperbaiki secara bertahap dan sampai akhir 2016 mendatang, kita targetkan panjang jalan yang selesai diperbaiki mencapai 113 km. Sisanya sekitar 39 km akan dituntaskan pada tahun 2017,” jelas Ali.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, untuk tahun 2016 ini, ada rencana perbaikan jalan dengan sistem rigid beton sepanjang 24,4 km yang terbagi dalam 7 paket. Yakni, ruas Jalan Geyer-Purwodadi sepanjang 4 km, Purwodadi-Wirosari 3 km, Wirosari-Kunduran 4 km, Wirosari-Sulur 8 km, Kuwu-Galeh 3 km, Jalan A Yani Purwodadi 1,2 km dan Grobogan-batas Pati 1,1 km.

Selain itu, pada tahun ini juga akan dilakukan perbaikan jalan sepanjang 1,8 km di ruas Grobogan-batas Pati dengan lapisan hotmik. Perbaikan seperti ini juga akan dilakukan di beberapa titik ruas Jalan Godong-Purwodadi yang kondisi aspalnya sudah mulai mengelupas.

“Alokasi dana untuk perbaikan jalan provinsi yang ada di wilayah Grobogan tahun ini sekitar Rp 150 miliar. Selain Grobogan, BPT Bina Marga Wilayah Purwodadi juga menangani jalan provinsi yang masuk wilayah Blora dan Sragen,” imbuh Ali. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Sepanjang Tahun 2015, 57 Titik Jalan di Jepara Habiskan Anggaran Rp 92 Miliar

Jalan KH Ahmad Fauzan yang selama ini terkenal rusak parah sudah mulus karena selesai dibeton. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Jalan KH Ahmad Fauzan yang selama ini terkenal rusak parah sudah mulus karena selesai dibeton. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Di akhir tahun 2015 ini, Pemkab Jepara telah melaksanakan sejumlah program kerja. Salah satunya memperbaiki dan membangun jalan di 57 titik ruas jalan yang berstatus jalan Kabupaten di Jepara. 57 titik ruas jalan tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 92 miliar.

”Jumlah tersebut semuanya sudah tuntas diselesaikan. Terakhir di awal bulan desember lalu, saat ini dipastikan pengerjaan proyek sudah berhenti,” ujar Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan dan ESDM Jepara Budiarto melalui Kabid Bina Marga Hartaya kepada MuriaNewsCom, Rabu (23/12/2015).

Menurutnya, secara keseluruhan proyek sudah tuntas, baik dari APBD maupun anggaran bantuan Provinsi (Banprov). Sehingga saat ini pihaknya fokus pada pengawasan di lapangan terutama memantau kondisi jalan yang kerap tergenang air saat hujan turun.

Lebih lanjut dia membeberkan, total anggaran perbaikan jalan di tahun ini, dia mengaku cukup besar. Karena anggaran tidak hanya dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jepara. Total anggaran perbaikkan tahun 2015 ini mencapai Rp 92 miliar. Angka itu, dimaksimalkan di 57 titik jalan yang menjadi prioritas.

”Jumlah itu termasuk 4 titik proyek sebesar Rp 49 miliar dari Banprov, yang diantaranya di Jalan Purwogondo- Manyargading,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi besar pada pihak terkait yang telah berjuang menyelesaikan proyek sesuai dengan target. Dari total titik ruas jalan tersebut, itu termasuk proyek perbaikkan jalan yang berada di Kecamatan Karimunjawa. Semuanya sudah selesai sesuai dengan harapan. (WAHYU KZ/TITIS W)

Pengendara di Jalan Cepu-Blora Diminta Berhari-Hati

Pembangunan jalan (e)

Sejumlah pekerja tengah mengerjakan proses pengaspalan jalan wilayah hutan Cabak di sepanjang Jalan Blora –Cepu. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Persiapan arus mudik Lebaran 2015 terus dilakukan. Beberapa proyek perbaikan jalan dikerjakan hingga malam hari. Seperti yang terjadi di jalan provinsi ruas Blora-Cepu kilomter 17 yang dilembur pengerjaannya hingga malam hari untuk mempersiapkan menjelang mudik. Oleh karena itu, pengendara yang melintas di jalur tersebut diminta untuk berhati-hati. Lanjutkan membaca

Menjelang Lebaran, Perbaikan Jalan Blora-Cepu Dilakukan Siang Malam

Pembangunan jalan (e)

Sejumlah pekerja tengah mengerjakan proses pengaspalan jalan wilayah hutan Cabak di sepanjang Jalan Blora –Cepu. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Persiapan jalur mudik Lebaran 2015  yang tinggal beberapa pekan ini terus dilakukan. Beberapa proyek perbaikan jalan dikerjakan siang dan malam hari. Seperti yang terjadi di jalan provinsi ruas Blora-Cepu kilometer 17, pengaspalan jalan dilakukan hingga malam. Lanjutkan membaca

Betonisasi Jalan Pati-Kayen-Sukolilo Telan Biaya Rp 12,8 Miliar

Sejumlah pengendara melintas di Jalan Pati-Kayen Km 1, Kamis (21/5/2015). Saat ini, jalan tersebut dibetonisasi yang menelan biaya Rp 12,8 miliar. (MURIANEWS / LISMANTO)

PATI – Proyek betonisasi Jalan Pati-Kayen-Sukolilo sepanjang 3 kilometer menelan biaya Rp 12,8 miliar. Proyek tersebut termasuk dalam peningkatan jalan dan penggantian jembatan di wilayah timur.

Lanjutkan membaca

Jalan Desa Terangmas Siap Diresmikan

Dandim 0722/Kudus Kolonel Arh M Ibnu Sukelan, saat berkunjung ke lokasi TMMD. (MURIA NEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Pengecoran jalan sepanjang 500 meter di Desa Terangmas, Kecamatan Undaan, sudah selesai dikerjakan. Jalan hasil program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan oleh kodim 0722/Kudus akan diresmikan pada 27 Mei mendatang.

Lanjutkan membaca

TMMD dan Masyarakat Bangun Jalan Utama Desa

Sejumlah warga bersama masyarakat saling sengkuyung dalam pelaksanaan pembangunan jalan. (MURIANEWS/PRIYO)

BLORA – Sebanyak 15 orang personel Kodim 0721/Blora bersama masyarakat sebanyak 20 orang, anggota TNI dari Kodim 0721/Blora dan masyarakat Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan. Mereka bergotong royong melaksanakan kegiatan fisik TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2015.

Lanjutkan membaca

Jalan Desa Burikan Berlubang, Warga Meradang

Seorang warga melintasi jalan yang rusak di depan kantor Balai Desa Burikan, Kudus. (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO).

KUDUS – Saat ini warga Desa Burikan, Kecamatan Kota, Kudus, sangat memprihatinkan kondisi jalan utama desa. Sebab jalan yang menghubungkan antara Desa Burikan dan Bacin, Kecamatan Bae ini  rusak. Sehingga sering menyebabkan kecelakaan.

Lanjutkan membaca

Jalan Sosrokartono Kudus Bakal Diaspal

Kondisi Jalan Sosrokartono, Kaliputu, Kudus yang berlubang cukup besar yang juga terdapat sepanjang jalan hingga Proliman, siap diperbaiki besok Rabu (13/5/2015). (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO). 

KUDUS – Setelah dikonfirmasi kepada salah satu staf  BPT Bina Marga wilayah Eks Karesidenan Pati, Provinsi Jawa Tengah, yang beralamat di Jalan Pramuka Wergu Wetan, Kudus,  memang benar Jalan Sosrokartono, Kaliputu, Kudus, menuju Proliman, Kudus, akan diaspal.

Lanjutkan membaca

65 Paket Proyek Infrastruktur Jalan Sedang Dilelang

Jalan rusak di jalur lingkat timur turut desa Bawu Kecamatan Batealit Jepara. (MURIANEWS)

JEPARA – Kepala Dinas Bina Marga Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral (BMP ESDM) Budiarto mengemukakan, saat ini sudah ada 65 paket proyek yang sedang dilelang menggunakan sistem e-procurement (e-proc). Diperkirakan sebulan lagi akan selesai dan proyeknya bisa dikerjakan.

Lanjutkan membaca

H-7 Lebaran, 50 Persen Jalan Strategis Sudah Diperbaiki

jalan rusak di jalur lingkat timur turut desa Bawu Kecamatan Batealit Jepara. (MURIANEWS)

JEPARA –Kepala Dinas Bina Marga Pengairan Energi Sumberdaya Mineral (BMP ESDM) Budiarto mengatakan, pihaknya menargetkan H-7 Lebaran mendatang, 50 persen jalan rusak di jalan-jalan strategis sudah diperbaiki dan ditingkatkan.

Lanjutkan membaca

Jalan Pertigaan Gotri Diperbaiki, Kendaraan Padat Merayap

Para pengendara di jalur utama Kudus-Jepara, Welahan, harus memperlambat laju kendaraannya, ketika melewati beberapa ruas jalan yang sedang diperbaiki. Hal tersebut berimbas pada kemacetan panjang pada sore hari, Rabu (06/05/15). (MURIANEWS / IKA NIKMAH)

JEPARA – Jalur utama Kudus – Jepara Welahan, tepatnya pertigaan Gotri sedang diadakan perbaikan. Sebelumnya, jalan dipenuhi dengan lubang yang cukup besar.

Lanjutkan membaca

Ruang Milik Jalan Harus Ramah Difabel

Beberapa trotoar di Kudus memiliki kelandaian hampir 90 derajat, di depan jalan masuk gang atau toko. Hal itu menyulitkan kaum difabel dan pesepeda untuk melintas. (MURIANEWS / IKA NIKMAH)

KUDUS – Ruang milik jalan seperti trotoar yang dikhususkan bagi pejalan kaki, harus ramah juga terhadap kaum difabel. Bentuk pedistrian yang diterapkan di perkotaan tidak hanya memperhatikan segi artistik kota saja, tetapi lebih mementingkan pada kenyamanan pengguna jalan yang melaluinya.

Lanjutkan membaca

Sopir Truk Keluhkan Kerusakan Jalan

KENDAL-Jalur Pantura Kendal yang rusak parah, acap kali dikeluhkan para pengendara jalan, terutama para sopir truk dan bus antarkota dalam provinsi. Selain mengakibatkan pembengkakan biaya operasional, kerusakan jalan juga menyebabkan kemacetan dan keterlambatan pengiriman barang.
Dari pantuan Koran Muria di lapangan, kerusakan yang paling parah berada di jembatan Kalibodri dan jembatan Kali Waringin. Selain itu, simpul kemacetan akibat kerusakan jalan terlihat di pertigaan Arteri Kaliwungu, depan Pengadilan Agama Kabupaten Kendal.
Salah seorang sopir truk Mukhtar (50) asal Tambakmadu Surabaya mengaku, sepanjang jalan Pantura dari Surabaya hingga Jakarta banyak yang rusak, utamanya ketika melintas di wilayah Kendal. Akibatnya pengiriman barang sering terlambat.
”Kerusakan jalan membuat aktivitas terhambat. Sekarang, Surabaya menuju Jakarta bisa jadi lima sampai tujuh hari, dari normalnya hanya tiga hari perjalanan,” katanya,kemarin.

Lanjutkan membaca