Arti Penting JUT Bagi Petani Kudus

Salah satu Jalan Usaha Tani di Kudus. (MuriaNewsCom)

Salah satu Jalan Usaha Tani di Kudus. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dibangunnya Jalan Usaha Tani (JUT) bagi para petani di Kudus dinilai sangat bagus. Keberadaan JUT terbukti mampu bikin petani mudah mengirim hasilnya.

Hal itu dikatakan Plt Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kudus Edy Suprayitno . Dengan adanya JUT, maka petani akan lebih tertolong. Khususnya dalam mengambil hasil panen.

“Kalau tidak ada JUT jalan tidak rata. Dan kendaraan bakal susah sampai lokasi. Apalagi kendaraan roda empat, pasti susah lewatnya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selain itu, kondisi yang parah adalah saat musim hujan. Jalan jadi licin, serta membahayakan saat dilalui. Dan saat panen tiba, maka tidak semua kendaraan pengangkut mau melintas di jalan yang berbahaya itu.

JUT juga berdampak pada peningkatan hasil pertanian. Dengan lokasinya persawahan yang mudah dijangkau, maka petani dapat dengan mudah mengontrol sawah yang dimiliki.

Editor : Akrom Hazami

 

Petani Kudus Dambakan Jalan Sawah Mulus

sawah

Pengendara meditasi jalan persawahan di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dari sembilan kecamatan di Kudus mengajukan bantuan guna pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). Ratusan proposal diajukan para petani, lantaran mereka menginginkan jalan sawah yang mulus.

Hal itu diutarakan Plt Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kudus Edy Suprayitno. Menurutnya, hingga kini sudah ada 190 proposal yang mengajukan perbaikan jalan persawahan.

“Mereka para petani yang tergabung dalam gapoktan. Rata-rata proposal yang masuk memang banyak jalan tani yang belum terbentuk,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (27/7/2016).

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan jumlah keseluruhan yang mengajukan. Sebab, petani yang mengajukan terbagi dalam dua hal. Yakni Gapoktan yang sudah berbadan hukum sejumlah 75 kelompok  dan sisanya yang belum badan hukum.

Hingga kini, dinas masih membuka pengajuan proposal para petani. Namun, untuk cairnya kapan, itu masih menyesuaikan anggaran dan kebutuhan.

“Kami lihat dulu keadaannya. Jika membutuhkan dapat segera diusulkan. Itu pun terbatas lantaran masalah waktu dan biaya. Apakah bisa dibawa pada perubahan atau menunggu nanti,” ungkapnya.

Besaran biaya tiap proposal yang masuk, kata dia, di angka Rp 190 hingga Rp 500 juta. Tergantung dari panjang dan lebarnya JUT.

Editor : Akrom Hazami