2 Titik Jalan di Jepara Dijanjikan Sudah Mulus Sebelum Lebaran

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara, Hartaya (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara, Hartaya (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Untuk memberikan kenyamanan masyarakat dalam berkendara selama lebaran nanti, sejumlah jalan di Jepara yang rusak diprioritaskan untuk segera diperbaiki. Di Kabupaten Jepara, ada dua titik jalan yang menjadi skala prioritas dan ditargetkan mulus sebelum lebaran.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara, Hartaya menjelaskan, untuk mendukung tradisi mudik supaya lancar, akan dilakukan perbaikan jalan yang rusak. Ada dua titik yang menjadi skala prioritas diperbaiki dan ditargetkan selesai sebelum lebaran.

“Di Jalan Lingkar Ngabul-Mulyoharjo dan jalan alternatif dari Gotri hingga Bangsri, yang melewati Mindahan, Batealit dan Lebak. Itu akan diperbaiki dan ditargetkan selesai sebelum lebaran,” ujar Hartaya kepada MuriaNewsCom, Senin (6/6/2016).

Menurutnya, jalan tersebut dipilih menjadi skala prioritas setelah dilakukan survei oleh pihaknya bersama dengan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dshubkominfo) Jepara dan Satlantas Polres Jepara beberapa waktu lalu. Jalur alternatif diketahui menjadi pilihan jalan bagi sebagian orang yang hendak ke wilayah Utara Jepara seperti Bangsri, Keling dan Donorojo.

“Perbaikan dilakukan melalui pemeliharaan rutin. Jadi ketika dilakukan perbaikan tidak perlu menutup akses jalan. Kami pastikan nanti dapat berjalan lancar karena proses perbaikan itu juga sudah dilakukan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, berkait dengan Jalan Lingkar Mulyoharjo-Ngabul yang juga direncanakan diperbaiki oleh PLTU Tanjung Jati B lewat CSR, hingga saat ini pihaknya masih belum mengetahui secara jelas. Sebab, pihaknya belum mendapatkan informasi secara resmi dari pihak PLTU.

“Ketika nanti mau diperbaiki dengan cara peningkatan oleh PLTU Tanjung Jati B, ya silahkan. Kami hanya pemeliharaan, tidak ada dana untuk peningkatan untuk jalur lingkar Mulyoharjo-Ngabul,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Berlubang Hingga 30 Senti, Jalan CT Winarso Jepara Bahayakan Pengendara

Beberapa pengguna jalan mencoba melewati jalan bergelombang di Jalan CT Winarso, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Beberapa pengguna jalan mencoba melewati jalan bergelombang di Jalan CT Winarso, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Bagi masyarakat yang ingin melintas di jalan CT Winarso Kelurahan Jobokutho, Kecamatan Kota Jepara harus berhati-hati. Pasalnya, di jalan tersebut terdapat area jalan yang rusaknya sangat parah.

Ketika tidak berhati-hati, pengendara yang melintas dapat terjatuh lantaran jalan berlubang dengan kedalaman mencapai 30 sentimeter.

Dari pantauan MuriaNewsCom, jalan rusak paling parah ada di ujung memasuki jalan CT Winarso. Akses jalan yang menghubungkan kelurahan Jobokutho dengan Kelurahan Bulu tersebut memang cukup parah. Kedalaman lubang mencapai 30 sentimeter, dan kondisi rusak di jalan itu dari sisi kiri maupun kanan jalan. Bahkan, kini jalan tersebut ditanami pohon.

Salah seorang warga, Slamet (60) mengatakan, keruskana jalan tersebut sudah terjadi sejak sebulan terakhir ini. Sedangkan adanya pohon di tengah jalan sudah ada sejak sepekan terakhir.

“Dulunya parah lagi, tapi ini sudah diurug menggunakan tanah. Sehingga lubangnya sudah lumayan. Kalau dulu mobil pasti tidak bisa lewat dengan sempurna, terganjal kalau tidak hati-hati,” terang Slamet, yang juga penjual gorengan di sekitar jalan tersebut.

Menurut dia, lokasi jalan yang rusak kerap dipenuhi air ketika hujan tiba. Genangan air juga tidak sedikit, tetapi banyak sehingga membuat jalan mudah rusak. Belum lagi ditambah dengan banyaknya kendaraan seperti truk yang melintas di jalan tersebut.

Hal senada juga dikatakan salah seorang warga lain, Solihah (27). Menurut dia, setiap kali melintas di jalan tersebut harus ekstra hati-hati, apalagi ketika turun hujan. Jalan yang berlubang dan ada banyak tanah membuat jalan berlumpur dan licin.

“Ketika hujan dan tergenang air, lubangnya tidak kelihatan jelas. Ada pohon di tengah jalan ini juga ada baiknya, agar pengendara yang melintas lebih hati-hati,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

7 Jalan di Jepara Kota Ini Ternyata Kondisinya Sudah Tua dan Rusak

Kondisi jalan di wilayah kota yakni di jalan Mangun Sarkoro Jepara sudah tua. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kondisi jalan di wilayah kota yakni di jalan Mangun Sarkoro Jepara sudah tua. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Tak hanya sudut perkampungan saja yang jalannya rusak, namun juga jalan di sudut kota Jepara. Belakangan dapat kita lihat sejumlah ruas jalan di wilayah kota mengelupas dan rusak. Hal itu terjadi disebabkan karena kondisi jalan sudah tua.

Kabid Bina Marga pada Dinas Bina Marga, Pengairan dan ESDM, Jepara Hartaya mengatakan hal itu. Menurut dia, sedikitnya tujuh ruas jalan di sudut Jepara Kota kondisinya sudah tua sehingga dibutuhkan pengaspalan secara menyeluruh, bukan hanya dengan menambal saja.

“Banyak jalan yang kondisinya sudah tua, di antaranya Jalan Kolonel Sugiyono, Ki Mangun Sarkoro, KM Sukri, Jendral Sudirman, Hos Cokroaminoto, dan dr Soetomo. Ruas jalan tersebut perlu dilakukan perbaikan secara menyeluruh, penambalan lubang-lubang jalan saja tidak cukup,” kata Hartaya kepada MuriaNewsCom.

Lebih lanjut dia mengemukakan, sejauh ini mayoritas jalan yang sudah tua tersebut memang baru ditangani melalui klinik jalan, yakni dengan menambal yang rusak entah mengelupas maupun karena yang lainnya. Akibatnya, kekuatan jalan yang ditambal itupun tak dapat bertahan lama.

“Memang sudah beberapa tahun terakhir ini jalan-jalan dalam kota ini belum diaspal secara menyeluruh,” katanya.

Menurutnya, Dengan intensitas hujan yang tinggi dan kondisi jalan yang ramai kendaraan, aspal banyak yang kembali mengelupas.

Editor : Akrom Hazami

Siap-siap, Status Jalan Meningkat di Jepara Bakal Dilebarkan

Salah satu jalan di Jepara yang direncanakan akan menjadi jalan provinsi. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah satu jalan di Jepara yang direncanakan akan menjadi jalan provinsi. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sebagian besar jalan yang berstatus jalan Provinsi telah menjadi jalan nasional, dan sejumlah ruas jalan yang berstatus jalan Kabupaten juga telah disetujui menjadi jalan Provinsi. Semua jalan yang statusnya meningkat tersebut besar kemungkinan segera dilebarkan.
Pelebaran jalan tersebut akan dilakukan sesuai dengan ukuran standar dari masing-masing status jalan, baik provinsi maupun nasional. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara, Hartaya.

Menurut dia, pelebaran jalan tersebut jelas bakal dilakukan. Terutama jalan yang kini berstatus sebagai jalan nasional. Bahkan, dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait hari ini dijadwalkan ke Jepara untuk memantau secara langsung jalan yang kini menjadi jalan nasional tersebut.

”Tidak hanya lebar jalan yang besar kemungkinan ditambah tetapi juga jembatan, dan gorong-gorongnya. Sebab, sebagian titik jalan memang saluran airnya tidak berfungsi dengan baik sehingga jalannya sering dipenuhi air ketika hujan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, terkait pelebaran itu, pihaknya tidak mengetahui secara persis seperti apa teknisnya nanti. Termasuk mengenai kemungkinan adanya pembebasan lahan.

Salah seorang warga yang tinggal di pinggir Jalan Pecangaan Jepara, Sulton mengatakan, dirinya senang jika memang status jalan yang berada di depan rumahnya tersebut meningkat. Dia juga mengaku tidak keberatan jika nantinya akan ada pelebaran.

”Ya kalau memang aturannya seperti itu, tidak ada masalah asalkan semuanya dibicarakan atau disosialisasikan dengan baik kepada warga,” katanya.

Editor : Titis Ayu Winarni

25 Km Jalan Kabupaten di Jepara jadi Jalan Provinsi

Sejumlah warga melintasi salah satu sudut jalan provinsi, yang sebelumnya adalah jalan kabupaten di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah warga melintasi salah satu sudut jalan provinsi, yang sebelumnya adalah jalan kabupaten di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemkab Jepara telah mengajukan sejumlah ruas jalan agar statusnya naik kelas. Yaitu jalan provinsi berubah jadi jalan kabupaten. Adapun kenaikan kelas jalan telah disetujui. Itu pun hanya jalan yang berada di pinggiran wilayah Kabupaten Jepara.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara, Hartaya mengatakan, jalan yang menjadi jalan provinsi mulai dari perempatan Dr Wahidin, ke jalan Sunan Mantingan ke arah Semat, ke Kedung Malang, ke Desa Tedunan hingga ke jalan lingkar Pecangaan.

“Ya, kami mengajukan banyak jalan agar menjadi jalan provinsi, tapi yang disetujui baru yang dari perempatan Dr Wahidin ke jalan lingkar Pecangaan,” ujar Hartaya kepada MuriaNewsCom, Senin (22/2/2016).

Menurutnya, panjang jalan yang berubah dari status jalan kabupaten ke jalan provinsi sekitar 25 kilometer. Jalan tersebut juga sebagian telah diperbaiki oleh Pemkab Jepara dengan cara dibeton.

“Untuk kelanjutan perbaikannya sudah diambil alih oleh provinsi. Harapannya, kelanjutan perbaikan itu dapat segera dilaksanakan,” ungkapnya.

Seperti yang diberitakan MuriaNewsCom tahun lalu, jalan yang menjadi jalan provinsi tersebut merupakan jalan yang sebelumnya diajukan jadi jalan nasional. Namun tidak disetujui oleh pemerintah pusat, justru jalan utama Demak-Jepara yang sekarang telah disetujui sebagai jalan nasional.

Editor : Akrom Hazami

Rp 8 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan Jalan di Karimunjawa

Sejumlah kendaraan melintas di jalan rusak di wilayah Karimunjawa (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Sejumlah kendaraan melintas di jalan rusak di wilayah Karimunjawa (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom,Rembang – Infrastruktur jalan di wilayah Karimunjawa masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Jepara. Pasalnya, kawasan destinasi wisata nasional kebanggaan warga Jepara dan Jawa Tengah itu digenjot sebagai lokasi pariwisata andalan. Untuk itu, perbaikan infrastruktur terutama jalan terus dilakukan. Kali ini, jalan di Karimunjawa dianggarkan sebesar Rp 8 miliar.

“Tahun ini anggaran sebesar Rp 8 miliar akan digelontokan untuk menyelesaikan proyek perbaikan jalan tahun lalu. Rp 6 miliar merupakan dana dari bantuan provinsidan hanya Rp 2 miliar dari APBD Jepara,” ujar Asisten II Setda Jepara Edy Sujatmiko kepada MuriaNewsCom.

Sementara itu, Camat Karimunjawa Muhammad Tahsin menyatakan, perbaikan jalan tersebut memang mendesak. Terlebih saat ini perkembangan pariwisata di Karimunjawa sangat pesat. Kerusakan jalan menjadikan wisatawan kurang nyaman.

“Terlebih, wisata darat di Karimunjawa saat ini juga diminati wisatawan. Juga untuk menjamin kenyamanan wisatawan saat menuju lokasi wisata,” kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, mengenai perbaikan jalan, akan dilakukan di ruas jalan yang mengalami kerusakan terparah. Sebab, dengan keterbatasan anggaran, seluruh ruas jalan penghubung tersebut diperbaiki total.

“Perbaikan jalan di wilayah itu dilakukan dengan skala prioritas. Terutama pada ruas jalan yang mengalami kerusakan paling parah,”imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Hai Warga Jepara, Jalan Rusak di Jalur Vital Sudah Enggak Ada, Lho!

Salah satu pembetonan yang selesai dilakukan di Kecamatan Kedung, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu pembetonan yang selesai dilakukan di Kecamatan Kedung, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Memasuki musim hujan tahun ini, sejumlah jalan terutama di jalur vital di wilayah Kabupaten Jepara telah rampung dibeton. Sehingga, jangan khawatir melintas di jalu-jalur vital di Jepara yang sebelumnya mengalami kerusakan parah.

Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan dan ESDM Budiarto melalui Kabid Bina Marga, Hartaya mengemukakan, dari anggaran yang dialokasikan, pengerjaan proyek perbaikan jalan secara umum sudah selesai 100 persen. Itu artinya, sejumlah ruas jalan vital di Jepara yang menjadi skala prioritas telah mulus.

“Proyek yang dilakukan dengan alokasi yang ada, memang sudah banyak yang selesai 100 persen,” kata Hartaya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dari belasan proyek perbaikan jalan dengan pembetonan, sejumlah ruas jalan vital seperti KH Yasin, KH Fauzan, Jalan Semat-Kedung Malang, Kedung Malang-Tedunan terhitung sudah selesai dilakukan. Demikian pula dengan ruas jalan lain di Jepara Utara, Tengah dan Selatan lainnya.

Dia menandaskan, di beberapa ruas jalan, proyek pembetonan memang tak dilakukan mencakup panjang jalan itu secara keseluruhan. Tapi terpisah beberapa titik. Hal itu seperti proyek yang dikerjakan di sepanjang jalan pesisir Kecamatan Kedung, mulai dari Desa Semat, Kecamatan Tahunan hingga Kedung Malang, Kecamatan Kedung.

“Ini yang harus dipahami. Tahun ini proyek pembetonan Jalan Semat-Kedung Malang memang baru sebatas itu,” kata dia.

Khusus untuk jalur utama penghubung Kecamatan Kedung dengan pusat Kota Jepara itu, tahun ini kembali diusulkan ke pemerintah pusat agar dialokasikan dalam Dana Alokasi Khusus (DAK). Sehingga tahun depan perbaikan bisa dilakukan kembali. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Jalan Rusak Jepara Bikin Kesal

Perbaikan jalan di Kecamatan Kedung, Jepara, beberapa waktu terakhir. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Perbaikan jalan di Kecamatan Kedung, Jepara, beberapa waktu terakhir. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Meskipun sejumlah ruas jalan di Kabupaten Jepara diperbaiki, namun tak begitu saja membuat masyarakat Jepara puas. Faktanya, Pemkab Jepara mengklaim bahwa keluhan mengenai infrastruktur khususnya jalan masih sekitar 65 persen dari semua keluhan yang masuk.

“Meskipun begitu, sudah terjadi penurunan. Jika sebelumnya mencapai 80 persen keluhan soal infrastruktur jalan, sekarang turun menjadi sekitar 65 persen saja,” ujar Kepala Bagian Humas Setda Jepara Hadi Priyanto kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, saat ini keluhan infrastruktur jalan mengalami penurunan menjelang akhir tahun ini. Hal ini berbeda jauh dibanding tahun2014 lalu hingga pertengahan 2015 kemarin yang masih mencapai 80 persen sedangkan saat ini 65 persen. Namun angka tersebut masih yang tertinggi dibandingkan dengan keluhan lainnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, menurunnya keluhan soal jalan rusak dikarenakan saat ini di sejumlah ruas jalan di Jepara gencar dilakukan perbaikan. Di sejumlah ruas jalan vital bahkan sudah dilakukan pembetonan.
“Saat ini Pemkab melalui instansi terkait memang gencar melakukan perbaikan jalan. Selain juga diakibatkan faktor lainnya,” terang Hadi.

Menurut Hadi, persentase keluhan tersebut merupakan hasil pendataan yang didapatkan dari sms centre Pemkab maupun yang masuk langsung ke nomor Bupati dan Wakil Bupati. Selain juga keluhan melalui media massa. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Kasihan, Para Sopir Pengangkut Limbah PLTU Terlantar

Puluhan truk pengangkut limbah PLTU diamankan di terminal Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Puluhan truk pengangkut limbah PLTU diamankan di terminal Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Nasib tak beruntung menimpa para sopir truk pengangkut limbah PLTU Tanjung Jati B Jepara. Pasalnya, ketika melintas di jalan Jepara kota, mereka diamankan pihak kepolisian. Mereka diamankan di terminal Jepara sejak beberapa hari lalu.

Salah satu sopir truk, Hasan (43) mengatakan, dirinya sudah berada di terminal sejak empat hari lalu. Dia diamankan pihak kepolisian, karena dianggap menyalahi aturan karena mengangkut barang dengan tonase yang melebihi batas maksimal.

”Saya sudah empat hari di sini sampai uang perjalanan saya sudah habis. Saya pusing juga mas kalau kayak gini,” kata Hasan kepada MuriaNewsCom, Jumat (30/10/2015).

Dia juga mengatakan, informasi yang dia terima. Dia terpaksa menjadi orang terlantar di terminal sampai tanggal 4 November nanti atau sampai jadwal operasi zebra candi usai. Selain itu juga sampai ada proses persidangan selesai.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama mengatakan, pihaknya memang sengaja mengamankan truk dengan alasan agar mereka jera untuk tidak mengangkut barang melebihi batas tonase. Sebab, hal itu membuat rentan terjadi kerusakan jalan karena kelas jalan di Jepara hanya kuat dilintasi dengan muatan 8 ton saja.

”Kami terpaksa mengamankan truk agar jera. Sebab, sebelumnya sering hanya ditilang saja, tapi nyatanya itu diulangi lagi,” kata Andhika. (WAHYU KZ/TITIS W)

Puluhan Truk Inilah yang Sebabkan Jalan di Jepara Cepat Rusak

Puluhan truk pengangkut limbah PLTU diamankan di terminal Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Puluhan truk pengangkut limbah PLTU diamankan di terminal Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sedikitnya 26 truk lebih pengangkut limbah PLTU Tanjung Jati B diamankan oleh Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jepara, sejak beberapa hari yang lalu. Hingga kini, 26 truk tersebut masih diamankan di kawasan terminal Jepara, Jumat (30/10/2015).

Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama menjelaskan, semua truk pengangkut limbah PLTU tersebut melanggar aturan batasan tonase muatan. Diketahui truk tersebut bermuatan 40 ton, padahal kelas jalan di Jepara batasan maksimal masih 8 ton saja.

”Kelas jalan di Jepara masih kelas III. Batasan maksimal hanya untuk 8 ton saja. Tapi, truk pengangkut limbah PLTU ini sampai 40 ton,” ujar Andhika Wiratama kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, 26 truk tersebut mulai diamankan sejak dimulainya operasi zebra candi. Rencananya, razia terus dilakukan sampai pada 4 November mendatang sebagaimana jadwal yang telah ditentukan di seluruh wilayah hukum Polda Jawa Tengah.

Dari pantauan MuriaNewsCom, puluhan truk pengangkut limbah PLTU tersebut berjajar rapi di dalam terminal maupun di luar terminal. Rata-rata, mereka sudah berada di terminal sejak beberapa hari yang lalu karena tak bisa kemana-mana lantaran kontak atau kunci truknya diambil pihak kepolisian. (WAHYU KZ/TITIS W)

Ada Pengalihan Jalur Angkutan Umum di Jepara, Ini Rutenya

Jalur di Jalan Ahmad Fauzan masih dalam proses perbaikan. Untukmempercepat pengerjaan, jalur ini dialihkan (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Jalur di Jalan Ahmad Fauzan masih dalam proses perbaikan. Untukmempercepat pengerjaan, jalur ini dialihkan (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Perbaikan jalan di beberapa titik di wilayah Kota Jeparasampai saat ini masih berlangsung. Sejumlah jalur penting pun masihdalam tahap proses pengerjaan. Akibatnya, beberapa ruas jalan tak bisa
dilewati kendaraan besar, termasuk kendaraan angkutan umum. Sehingga,beberapa hari terakhir ini jalur angkutan umum dialihkan.

Pengalihan jalur angkutan umum ini dilakukan dari Jalan Ahmad Fauzan ke Jalan Ratu Shima langsung ke Jalan Brigadir Katamso, untuk selanjutnyasampai di Jalan Pemuda. Ada beberapa petunjuk arah yang dipasang dibeberapa pertigaan, agar angkutan umum mengikuti pengalihan jalur yangtelah ditentukan.

”Pengalihan jalur ini dilakukan sampai pengerjaan perbaikan jalanselesai,” kata Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama, Selasa(20/10/2015).

Menurutnya, pengerjaan perbaikan diprediksi dapat selesai sampai awalbulan Desember nanti. Pengalihan arus tersebut dilakukan agar prosesperbaikan dapat cepat selesai. Sehingga, diharapkan target selesaipengerjaan dapat dipenuhi, agar jalan-jalan di Kabupaten Jepara dapatmulus.

Seperti diberitakan MuriaNewsCom, Kepala Dinas Bina Marga PengairanESDM Jepara Budiarto menargetkan, awal Desember perbaikan jalan sudah selesai.Ada sedikitnya 21 titik jalan yang dipastikan bakal mulus di akhirtahun ini. Pihaknya berharap, upaya yang dilakukan dapat berhasilmaksimal. “Kami melakukan pembetonan di 21 titik. Dengan anggarantahun ini sekitar Rp48 miliar,” kata Budiarto. (WAHYU KZ/KHOLISTIOO)