Anggota DPRD Jateng Kaget Lihat Kondisi Jalan Hancur di Grobogan

Anggota Komisi D DPRD Jateng mengadakan pertemuan dengan Kepala DPUPR Grobogan Subiyono dan para kepala bidang saat melangsungkan kunjungan kerja ke Grobogan, Sabtu (29/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Anggota Komisi D DPRD Jateng melakukan kunjungan kerja ke Grobogan, Sabtu (29/7/2017). Begitu sampai di Grobogan, rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso langsung singgah di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) di jalan Gajah Mada, depan terminal Induk Purwodadi.

Wakil rakyat sebanyak enam orang itu diterima Kepala DPUPR Grobogan Subiyono dan para kepala bidang di ruang rapat. Dalam kesempatan itu, Subiyono sempat memaparkan tentang kondisi infrastruktur jalan dan jembatan yang ada di wilayahnya.

Menurut Subiyono, jalan dengan status milik kabupaten panjang keseluruhan ada 890 km. Dari angka ini, jalan yang kondisinya baik baru 48 persen atau sekitar 400 km.

Pada tahun ini, sudah dialokasikan dana sebesar Rp 392 miliar untuk perbaikan jalan sepanjang 141 km yang terbagi dalam 236 paket pekerjaan. Dana tersebut, sebesar Rp 200 miliar didapat dari pinjaman daerah melalui Bank Jateng.

Dengan alokasi dana sebanyak itu ditargetkan bisa mengurangi ruas jalan rusak sekitar 15,5 persen atau sepanjang 141 km. Sisanya akan diperbaiki bertahap pada tahun anggaran berikutnya dengan menyesuaikan anggaran yang tersedia.

“Kondisi jalan kabupaten di Grobogan sangat panjang. Sebagai gambaran, panjang jalan ini jaraknya dari Purwodadi sampai Jakarta, pulang pergi,” kata mantan Kadinas Pengairan Grobogan itu.

Usai menyampaikan paparan singkat, Subiyono sempat menayangkan slide foto perbaikan jalan yang dilakukan saat ini. Kemudian, ada pula foto mengenai jalan longsor dan kondisi jalan kabupaten yang belum sempat tersentuh perbaikan.

Saat melihat foto-foto ini, wakil rakyat dari Jateng itu sempat kaget. Bahkan, ada yang sampai tidak percaya jika kondisi jalan dengan tekstur tanah itu milik kabupaten.

“Waduh, kondisi jalannya sangat memprihatinkan. Saya piker itu jalan milik desa. Ternyata masih ada jalan milik kabupaten yang kondisinya seperti itu,” cetus Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso.

Terkait dengan kondisi tersebut, Hadi menyatakan, pihaknya akan berupaya untuk membantu Pemkab Grobogan untuk menuntaskan perbaikan jalan dan penanganan bencana. Yakni, dengan meminta pihak Pemprov Jateng untuk memprioritaskan bantuan perbaikan jalan atau jalan longsor yang ada.

Editor : Kholistiono

Ini Prioritas Utama Sri Sumarni untuk Grobogan 5 Tahun ke Depan

Salah satu ruas jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Toroh butuh sentuhan perbaikan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu ruas jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Toroh butuh sentuhan perbaikan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Masih banyaknya ruas jalan rusak mendapat perhatian serius dari Bupati Grobogan Sri Sumarni. Sebab, dalam lima tahun pemerintahannya, prioritas utama akan dikonsentrasikan untuk menuntaskan perbaikan infrastruktur jalan. Baik jalan kabupaten maupun antardesa.

“Salah satu visi dan misi saya saat pilkada lalu adalah perbaikan infrastruktur jalan. Jadi, secara bertahap perbaikan jalan rusak ini akan kita lakukan. Sektor ini saya rasa sangat penting, karena kalau jalannya bagus maka roda perekonomian akan meningkat pesat,” tegas Sri Sumarni usai membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Ruang Riptaloka, Senin (28/3/2016).

Menurutnya, untuk menuntaskan perbaikan jalan ini, tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Soalnya, ruas jalan yang ada di Grobogan keseluruhan cukup panjang. Untuk memperbaiki semuanya, tentunya membutuhkan dana besar.

Dari data yang ada, ruas panjang jalan kabupaten berkisar 890 km. Sementara, jalan antardesa panjangnya mencapai 3.000 km.

“Perlu diketahui, luas wilayah Grobogan ini urutan kedua di Jawa Tengah setelah Cilacap. Jadi, akses jalannya memang panjang sekali. Untuk itu, dalam perbaikan jalan, nanti akan dilakukan skala prioritas,” sambungnya.

Terkait dengan pelaksanaan Musrenbang yang diikuti seluruh SKPD, dan berbagai komponen masyarakat tersebut, Sri Sumarni meminta agar bisa melakukan perencanaan dengan cermat. Sebab, salah satu kunci keberhasilan pembangunan adalah perencanaan yang tepat dan cermat.

Editor : Kholistiono

Tahun Depan, Jalan Provinsi di Wilayah Grobogan Ditarget Mulus

Salah satu ruas jalan provinsi di Jalur Purwodadi-Geyer yang sebagian belum dibeton, rencananya akan dapat sentuhan perbaikan tahun ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu ruas jalan provinsi di Jalur Purwodadi-Geyer yang sebagian belum dibeton, rencananya akan dapat sentuhan perbaikan tahun ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Perbaikan jalan milik Provinsi Jawa Tengah yang berada di wilayah Grobogan direncanakan bisa selesai tahun 2017 mendatang. Hal itu disampaikan Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Jawa Tengah Wilayah Purwodadi Ali Huda saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/1/2016).

“Panjang jalan provinsi di Grobogan yang masuk kewenangan kami sekitar 152 km. Kerusakan jalan yang ada sudah diperbaiki secara bertahap dan sampai akhir 2016 mendatang, kita targetkan panjang jalan yang selesai diperbaiki mencapai 113 km. Sisanya sekitar 39 km akan dituntaskan pada tahun 2017,” jelas Ali.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, untuk tahun 2016 ini, ada rencana perbaikan jalan dengan sistem rigid beton sepanjang 24,4 km yang terbagi dalam 7 paket. Yakni, ruas Jalan Geyer-Purwodadi sepanjang 4 km, Purwodadi-Wirosari 3 km, Wirosari-Kunduran 4 km, Wirosari-Sulur 8 km, Kuwu-Galeh 3 km, Jalan A Yani Purwodadi 1,2 km dan Grobogan-batas Pati 1,1 km.

Selain itu, pada tahun ini juga akan dilakukan perbaikan jalan sepanjang 1,8 km di ruas Grobogan-batas Pati dengan lapisan hotmik. Perbaikan seperti ini juga akan dilakukan di beberapa titik ruas Jalan Godong-Purwodadi yang kondisi aspalnya sudah mulai mengelupas.

“Alokasi dana untuk perbaikan jalan provinsi yang ada di wilayah Grobogan tahun ini sekitar Rp 150 miliar. Selain Grobogan, BPT Bina Marga Wilayah Purwodadi juga menangani jalan provinsi yang masuk wilayah Blora dan Sragen,” imbuh Ali. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Jalan Merekah di Ruas Danyang-Pulokulon Mulai Dipermak

Pekerja sedang menutup rekahan jalan dengan kerikil dan pasir di ruas jalan yang merekah di jalur Danyang-Pulokulon, Selasa (10/11/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pekerja sedang menutup rekahan jalan dengan kerikil dan pasir di ruas jalan yang merekah di jalur Danyang-Pulokulon, Selasa (10/11/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sorotan warga terhadap banyaknya ruas jalan yang merekah di jalur Danyang-Pulokulon tampaknya mendapat respon dari dinas terkait. Indikasinya, jalan yang merekah dan membahayakan pengendara itu mulai ditutup.

Saat MuriaNewsCom melintas di jalur tersebut siang tadi, tampak ada beberapa pekerja yang sedang menutup rekahan jalan dengan kerikil dan pasir. Kemudian, bagian paling atas dilapisi dengan aspal.

”Sejak beberapa hari lalu, kami fokus menangani rekahan jalan ini. Pekerjaan ini dimulai dari arah barat (Danyang) dan berlanjut ke arah timur,” ungkap pekerja perbaikan jalan di wilayah Desa Kandangan itu.

Sementara itu, meski merasa senang dengan perbaikan tersebut namun warga berharap agar upaya penanganan rekahan jalan dilakukan lebih maksimal. Misalnya, dengan membuat pondasi penahan yang kuat dibagian pinggir cor beton. Sebab, penyebab utama munculnya rekahan itu akibat sisi pinggir cor beton hanya diuruk dengan tanah sehingga tidak kuat jadi penahan ketika ada kendaraan berat yang melintas.

”Kalau rekahan cuma diisi kerikil dan ditutup aspal tidak kuat lama. Soalnya, sebelumnya sudah ditangani dengan cara seperti ini. Tetapi, tidak lama kemudian, rekahan itu kembali muncul,” cetus Suwignyo, warga Kandangan. (DANI AGUS/TITIS W)