Ivan Gunawan Siap jadi Guru  SMK di Kudus

Desainer Ivan Gunawan usai menampilkan karya bordir khas Kudus di Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 di JCC Senayan Jakarta, Minggu (5/2/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Desainer Ivan Gunawan usai menampilkan karya bordir khas Kudus di Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 di JCC Senayan Jakarta, Minggu (5/2/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Desainer kondang, Ivan Gunawan (Igun) siap menjadi guru untuk para siswa SMK di Kudus. Hal itu terkait dengan misi Igun, yakni membuat masyarakat Kudus pandai berwirausaha .

Igun mengatakan hal itu saat konferensi pers Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 di JCC Senayan Jakarta, Minggu (5/2/2017). Ssaat itu, dia mengatakan jika serius dalam hal mewujudkan misi melatih para siswa di SMK. “Berhubung untuk siswa SMK swasta sudah banyak diperhatiin, maka kami berencana membidik sekolah negeri. Itu juga arahan bapak bupati yang kami terima untuk sekolah negeri di Kudus,” katanya.

Menurutnya, dalam melatih atau menjadi guru, dia pribadi mengaku akan susah jika masuk dalam sebuah sistem atau kurikulum. Untuk itulah dia memilih masuk ke dalam menu ekstrakurikuler yang ada dalam sekolah di Kudus.

Dia tak sendiri dalam merencanakan hal itu. Namun ada desainer lainnya  seperti  Rudy Chandra, Ariy Arka dan juga Defrico Audy jga membantu dalam hal mewujudkan masyarakat Kudus yang pandai. Terutama usaha bordir.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan,  kalau yang bakal dilatih tak hanya siswa, tapi bagi lulusan yang masih berniat membuka usaha, juga diperbolehkan untuk gabung  “Jadi ujungnya adalah memperluas kesempatan usaha dan bekerja. Sesuai dengan arahan bapak Bupati Musthofa tentunya,” ungkap dia.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Bordir Kudus Bikin Kagum Pengunjung Indonesia Fashion Week di Jakarta

 Para model bergaya mengenakan pakaian bordir khas Kudus dalam kegiatan Indonesia Fashion Week, di JCC Jakarta. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Para model bergaya mengenakan pakaian bordir khas Kudus dalam kegiatan Indonesia Fashion Week, di JCC Jakarta. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 yang berlangsung di JCC Jakarta berlangsung meriah, akhir pekan lalu. Satu dari sekian banyak yang meramaikan adalah bordir khas Kudus, yang mana dalam pameran tersebut berlangsung meriah.

Di bawah bimbingan rancangan Ivan Gunawan (Igun), Rudy Chandra, Ariy Arka dan juga Defrico Audy, mereka menyulap Bordir Kudus menjadi lebih bernilai. Mereka membawa puluhan desain pakaian mulai dari remaja hingga dewasa. Saat satu persatu pakaian dipamerkan, ribuan penonton langsung berdecak kagum.

“Tiap rancangan membuat desain 16 pakaian, meskipun juga ada yang membuat lebih dari 16. Dan itu semua diselesaikan dengan waktu dua bulan saja,” kata Igun, saat konferensi pers IFW 2017, Minggu (5/2/2017)

Peragaan busana bordir Kudus, dilangsungkan pukul 19.30 WIB. Meski demikian, para pengunjung yang penasaran dengan fesyen asli Kudus itu sudah memadati lokasi sejak sore. Bagi Igun, Bordir Kudus memiliki khas tersendiri yakni dengan motif yang unik.

Keunikan tersebut muncul di antaranya gambar yang dihasilkan dalam bordir tersebut. Melihat hal itu, dia tak menginginkan jika potensi itu tak bisa berkembang. “Potensi daerah harus dikembangkan, jangan hanya menjadi kekayaan daerah. Tapi juga dibawa ke tingkat nasional,” ungkap dia.

Dalam pameran tersebut, tema yang diusung adalah Savana Muria, yang mana diambil dari keempat desainer yang berbeda gaya, dan menjadi gambaran kehidupan flora fauna yang berasal dari Kudus. 

Editor : Akrom Hazami

Ivan Gunawan Angkat Batik dan Bordir Kudus di Indonesian Fashion Week

Desainer kondang, Ivan Gunawan, saat di Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Desainer kondang, Ivan Gunawan, saat di Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Selebritis sekaligus desainer busana kondang Ivan Gunawan (Igun) mengangkat model batik dan bordir Kudus dalam Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 di Jakarta Convention Centre (JCC). Batik dan bordir dipamerkan sesuai dengan rencananya saat pameran.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti. Menurutnya, batik dan bordir kali ini dipilih secara langsung dalam kegiatan IFW. Dan modelnya, didesain dengan cara kombinasi antara batik dan bordir.

“Jadi ini merupakan hal yang baru, yang mana dilakukan kombinasi antara batik khas Kudus dengan bordir. Dan bisa dibilang menjadi hal yang baru dalam pameran,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dalam rancangan bordir dan batik Kudus di IFW, Kudus tak hanya membawa satu desain pakaian, tapi 16 desain sekaligus. Ke-16 pakaian dibawa dan dirancang oleh perajin Kudus. Meski dirancang di Kudus, namun model pakaiannya langsung dalam binaan Igun. Sehingga soal gaya tak dapat diragukan lagi. Terutama tentang kualitas dan modelnya yang dimunculkan dalam ajang IFW.

Selain Igun, kata dia, juga menggandeng sejumlah desainer terkenal lainnya. Hal itu dilakukan guna meningkatkan kualitas desain yang dipamerkan pada IFW tahun ini. “Ke-16 pakaian itu, dirancang oleh sejumlah perajin di Kudus. Tentunya bagi mereka yang mau diajak kerja sama dengan kami,” ujarnya

Beberapa perajin yang dipilih, antara lain  Bordir Farik dan Sri Rejeki. Bordir tersebut dianggap bagus dan mau diajak kerja sama dalam memajukan Kudus di ajang IFW 2017.  “Ini tanpa biaya APBD, jadi harus mau patungan. Meskipun kami juga carikan sponsor. Selain itu, satu pakaian juga menghabiskan sekitar Rp 50 juta dalam membuatnya. Memang modalnya besar,” ungkapnya.

Dalam ajang IFW 2017, Kudus bakal tampil paling akhir yaitu Minggu (5/2/2017) sekitar pukul 18.00 WIB.  Penutupan dipilih lantaran dalam penutupan biasanya jadi momen paling ramai.

Editor : Akrom Hazami

Ivan Gunawan Tiba-tiba Kesal di Pasar Kliwon Kudus

Ivan Gunawan saat berkunjung ke Pasar Kliwon Kabupaten Kudus, Kamis (22/12/2016) sore. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ivan Gunawan saat berkunjung ke Pasar Kliwon Kabupaten Kudus, Kamis (22/12/2016) sore. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu desainer kondang Indonesia Ivan Gunawan atau akrab disapa Igun membuat geger ribuan warga di Pasar Kliwon Kudus. Kedatangannya di pasar terbesar di Kota Kretek itu menbuat kondisi meriah, Kamis (22/12/2016).

Igun, datang ke pasar itu pukul 15.00 WIB sore. Dia menyempatkan diri untuk berkeliling Pasar Kliwon lewat lorong dan gang pasar. Selama berjalan, Igun banyak dicubit hingga dipegang warga.

Kedatangannya juga tanpa adanya pengawalan khusus dari petugas kepolisian. Igun hanya mendapat pengawalan petugas dari pasar Kliwon dan beberapa orang saja.

Igun datang bersama dengan Kepala Disdagsar Sudiharti, Ketua Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) Sulistiyanto beserta petugas pasar. Igun datang mulai dari pintu masuk pasar bagian barat, mengelilingi pasar mulai blok A hingga akhirnya sampai ke kantor pasar.

Selama berjalan, ribuan pengunjung pasar tak henti mengabadikannya dengan ponsel masing-masing. Raut kesal diungkapkan Igun di kantor pasar. Dia mempertanyakan keamanan di pasar Kliwon itu. ” Saya banyak dicubit, dipegang-pegang dan juga dikerumuni. Saya heran kenapa saya diajak kesini tanpa pengawalan. Kalau mau mempertemukan dengan warga, seharusnya dapat dibuat yang bagus. Jadi tidak lecet-lecet seperti ini,” ungkapnya di kantor Pasar Kliwon.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) Sulistianto mengatakan, pihaknya puas atas kedatangan Igun ke Kliwon. Meski dia dimarahi, namun itu tidak menganggap itu masalah. Pedagang dan pengunjung pasar banyak yang puas bisa lihat artis idolanya langsung.

Kepala Dinas Dagsar Sudiharti mengatakan, Igun datang untuk membuat pola bordir Kudus. Sehingga dia datang secara khusus untuk menyaksikan bordir asli Kudus  yang akan dibawa untuk pameran nanti.

“Dia datang ke Desa Karang malang, Gebog. Dia datang ke industri bordir yang terdapat di sana,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

KTS di Purwokerto, Makin Mantapkan Posisi Produk Kudus di Kalangan Nasional

 

Desainer Ivan Gunawan (Igun) bersama Sekda Kudus Noor Yasin dan Kepala Disdagsar Kudus Sudiharti meninjau langsung stand-stand UMKM yang turut serta dalam Kudus Trade Show 2016, di Depo Pelita Mall Purwokerto, 8-11 Desember 2016 kemarin. (ISTIMEWA)

Desainer Ivan Gunawan (Igun) bersama Sekda Kudus Noor Yasin dan Kepala Disdagsar Kudus Sudiharti meninjau langsung stand-stand UMKM yang turut serta dalam Kudus Trade Show 2016, di Depo Pelita Mall Purwokerto, 8-11 Desember 2016 kemarin.
(ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Produk unggulan dari Kabupaten Kudus makin memantapkan diri untuk melaju di tingkat nasional, bahkan internasional. Melalui pameran dagang atau Kudus Trade Show 2016, yang digelar dengan lokasi terakhir adalah di Depo Pelita Mall Purwokerto, 8-11 Desember 2016 kemarin.

Even yang digelar Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus tersebut, mamin mengukuhkan produk-produk asal Kudus, memang layak untuk diperhitungkan di tingkat yang lebih tinggi.

Apalagi, acara ini juga menghadirkan desainer kondang Ivan Gunawan, yang didapuk untuk memberikan ilmunya terkait dengan produk-produk pakaian atau fashion yang dihasilkan pengrajin Kudus.

Kehadiran Ivan Gunawan atau yang akrab disapa Igun ini, mampu membuat suasana menjadi sangat meriah. Dengan gaya kocaknya, Igun yang ramah ini, memberikan sarannya kepada setiap produk busana yang dihasilkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Menurut Igun, produk fashion Kudus seperti bordir dan batik, punya ciri khas tersendiri. Ini yang membuatnya beda. ”Dan ternyata bisa diaplikasikan di berbagai bentuk baju. Hanya saja, saya ingatkan bahwa setiap pelaku UMKM, harus punya ciri tersendiri dalam produknya,” tuturnya.

Dalam acara yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Noor Yasin tersebut, Igun juga menyaksikan pagelaran busana yang digelar untuk memperkenalkan produk-produk fashion dari Kudus. Selain itu, ada juga penampilan grup seni Tari Kretek.

Suasana makin meriah, karena Igun yang sudah beberapa kali diundang dalam acara Kudus Trade Show 2016 yang digelar dinas, berkeliling dari satu stand ke stand lainnya. Selain di Purwokerto, Igun juga hadir di Jakarta dan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Bahkan, Igun tertarik untuk membawa produk bordir dan batik Kudus ke ajang internasional. Yakni ajang Miss Universe, di mana Igun dipercaya menjadi salah satu desainer yang bajunya dipakai finalis asal Indonesia.

”Yang jelas, pelaku UMKM harus bekerja lebih keras dalam membuat produk yang bagus. Belajar juga sampai Jakarta sana. Jangan ragu-ragu. Harus mau belajar kalau mau maju. Nanti ilmunya mau diterapkan di Kudus atau di mana, terserah. Yang penting tahu tren-tren terbaru,” tegasnya.

Sekda Kudus Noor Yasin bersama pelaku UMKM memperkenalkan produk khas Kudus bersama desainer Ivan Gunawan (Igun), dalam Kudus Trade Show 2016, di Depo Pelita Mall Purwokerto, 8-11 Desember 2016 kemarin. (ISTIMEWA)

Sekda Kudus Noor Yasin bersama pelaku UMKM memperkenalkan produk khas Kudus bersama desainer Ivan Gunawan (Igun), dalam Kudus Trade Show 2016, di Depo Pelita Mall Purwokerto, 8-11 Desember 2016 kemarin.
(ISTIMEWA)

Sedangkan Sekda Kudus Noor Yasin mengatakan bahwa acara ini memang dilaksanakan untuk membangun jejaring bagi para pelaku UMKM yang ada di Kudus. ”Sebab, kalau kemudian tidak punya jejaring, maka akan susah. Bagaimana produk mau dijual atau dipasarkan kalau kemudian tidak punya jejaring yang kuat. Makanya, Pemkab Kudus memfasilitasi acara-acara seperti ini bagi pelaku UMKM,” tuturnya.

Apalagi, menurut Noor Yasin, masyarakat Kabupaten Kudus sudah terkenal dengan filosofi Gusjigang-nya. Yakni Bagus, Pinter Ngaji, dan Dagang. Selain memiliki wajah yang bagus atau tampan, orang Kudus itu pintar mengaji dan berdagang. ”Makanya kita usung tema ini dalam setiap even dagang yang kita gelar di berbagai daerah. Sehingga semua bisa diimplementasikan dengan baik. Dan membuat pelaku UMKM Kudus bisa tambah maju,” tegasnya.

Noor Yasin meyakini bahwa kualitas produk pelaku UMKM di Kudus sudah sangat bagus. Kualitasnya bisa diadu dengan produk-produk daerah lain. ”Karena itu, kita dari Pemkab Kudus sudah yakin bahwa saatnya produk Kudus bisa melanglang buana di tingkat nasional, bahkan internasional. Kita akan sering gelar pameran dagang seperti ini, dengan skala yang lebih luas lagi,” imbuhnya.

Editor: Merie

Ivan Gunawan Ada di Alun-alun Kudus, Lho!

Desainer kondang Ivan Gunawan tampak berfoto bersama dengan Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus Sudiharti serta rekannya. (INSTAGRAM)

Desainer kondang Ivan Gunawan tampak berfoto bersama dengan Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus Sudiharti serta rekannya. (INSTAGRAM)

MuriaNewsCom, Kudus – Desainer kondang Ivan Gunawan atau biasa dipanggil Igun, sedang berada di Alun-alun Kudus, Kamis (24/11/2016).

Hal itu tampak dari foto dan video di akun instagramnya ivan_gunawan. Di salah satu foto, Igun tampak berfoto bersama dengan Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus Sudiharti serta rekannya.

Di akun instragramnya, Igun juga memperlihatkan aksinya saat berkunjung ke sentra bordil di Karang Malang.  Saat perekaman video, Igun berada di Sri Rejeki Bordir.

Selamat siang. Hari ini Igun lagi ada di Kota Kudus. Nanti malam akan ada acara di sini. Hari ini igun berada di salah tempat pengrajin bordil terbaik di Kudus. Tepatnya di Sri Rejeki Bordir. Liat deh Bordir Kudus itu keren banget. Detail banget. Senyum dong mba (kamera mengarah ke pengrajinn)

Untuk yang ada di kota Kudus, nanti malam kalau mau ketemu Igun di alun-alun kota kudus jam 7 malam. Jadi kita akan ketemu nanti malam ya. Bye bye.

Selain di sentra border, Igun dan rombongan juga mampir ke Muria Batik Kudus, Gebog.   Rencananya, Igun akan menghadiri pembukaan Kudus Trade Show 2016 di alun-alun, Kamis malam.

Editor : Akrom Hazami