Siswa di Kudus Ini Ikuti Cara Penanggulangan Bencana

Jpeg

Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) menggelar kegiatan di Loram Kulon, Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain mengikuti organisasi IPNU-IPPNU, siswa di Loram Kulon Jati Kudus ini juga mendapatkan pengalaman ilmu penanggulangan bencana.

Sebab pendidikan penanggulangan bencana mereka dapatkan dari kegiatan Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP).

Kedua organisasi tersebut juga merupakan wadah kegiatan sosial yang di bawah naungan IPNU dan IPPNU.

Salah satu peserta CBP Kudus Rozaq mengatakan, kegiatan CBP dan KPP ini memang bergerak di bidang sosial. “Seperti halnya ikut serta membantu musibah bencana dan lainnya,” katanya.

Sementara itu, untuk memaksimalkan perannya, organisasi tersebut juga mendapatkan pelatihan dari PMI, tim SAR, maupun BPBD.

“Kita memang terkadang ikut serta pelatihan dari BPBD, PMI atau yang lain. Sebab instansi terebut memang partner untuk bisa memberikan pelatihan, dan pendidikan. Sehingga kita nantinya bisa terjun ke lapangan saat warga membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Diketahui, untuk peserta CBP dan KPP memang rata-rata terdiri dari murid atau juga lulusan sekolah yang memang masih aktif di kegiatan organisasi IPNU dan IPPNU.

Sementara itu, untuk proses pelatihan kebencanaan juga dilakukan saat libur sekolah.

Dia menambahakan, untuk keanggotannya memang terdiri dari murid atau lulusan sekolah yang masih aktif di organisasi IPNU dan IPPNU.

“Kita tidak memaksa untuk ikut CBP dan KPP. Sebab setiap ranting IPNU dan IPPNu juga mempunyai rekomendasi terhadap anggotanya. Bila mereka ingin ikut ya kita senang, misalkan tidak bisa ikut ya tidak apa-apa.” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Pelajar di Loram Kulon Kudus Ini Lebih Memilih Berorganisasi Ketimbang Keluyuran

Beberapa pelajar di Loram Kulon dari berbagai sekolah mengikuti kegiatan organisasi IPNU IPPNU di aula gedung Muslimat NU desa setempat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa pelajar di Loram Kulon dari berbagai sekolah mengikuti kegiatan organisasi IPNU IPPNU di aula gedung Muslimat NU desa setempat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Berorganisasi merupakan kegiatan tambahan untuk menambah pengetahuan dan pendidikan di luar sekolah. Oleh sebab itu, banyak siswa MA NU Miftahul Ulum Loram Kulon, Jati lebih memilih memanfaatkan waktu luangnya dengan mengikuti organisasi.

Susanti (15) siswi MA NU Miftahul Ulum Loram Kulon, Jati misalnya. Siswi yang duduk dibangku kelas XI Aliyah itu untuk memperluas wawasan dan pergaulannya ia tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU – IPPNU).

”Berorganisasi otomatis menambah pengetahuan. Seperti halnya kepemimpinan, melatih berbicara di podium, dan dimuka umum,” katanya.

Diketahui, kegiatan yang diikuti tersebut merupakan organisasi yang dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Dalam kegiatan diberikan pula sejarah perkembangan NU, pendiri NU dan tokoh-tokohnya. ”Sehingga materi ke NU-an yang biasa didapat di sekolah juga diperoleh di organisasi ini,” ujarnya.

Hal serupa diiyakan peserta lainnya Kozin (16), yang juga siswa SMA NU Al Ma’ruf. Ia mengikuti kegiatan IPNU IPPNU di Desa Loram Kulon tersebut dengan alasan menghindari kegiatan yang kurang bermanfaat. Misalnya bepergian tanpa manfaat yang jelas.

”Waktu keluyuran juga berkurang. Hal itu tidak ada gunanya, capek dan menghabiskan bensin serta uang jajan,” papar Kozin.

Dia menambahkan, kegiatan di aula gedung Muslimat NU Loram Kulon ini biasa digelar pada waktu setelah pulang sekolah. Agar diikuti para pemuda pemudi lainnya. Baik yang masih bersekolah atau yang sudah lulus. Sehingga para peserta organisasi juga bisa saling tukar pengalaman.

Editor : Titis Ayu Winarni

Lesbumi Dituntut jadi Filter Budaya Asing

Kegiatan Lesbumi dihadiri berbagai kalangan NU di salah satu rumah makan di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan Lesbumi dihadiri berbagai kalangan NU di salah satu rumah makan di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Wakil Ketua NU Kudus Sanusi mengatakan Lembaga Seni Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) bisa menjadi penyaring kebudayaan asing yang berpotensi merusak mental bangsa.

Hal itu disampaikannya pada acara Gebyar Seni Budaya Lesbumi dan peringatan haul ke-VI KH Abdurrahman Wahid di salah satu rumah makan di Kudus, Minggu (31/1/2016) malam, “Mudah mudahan hadirnya Lesbumi ini bisa jadi filter bagi budaya. Baik lokal atau asing,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga berharap supaya Lesbumi bisa menampilkan kebudayaan lokal yang di dalamnya terdapat ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah. Sehingga anak- anak bangsa bisa ikut terbina dengan baik.

Dalam kesempatan itu, Sanusi juga mengukuhkan organisasi seni budaya Lesbumi Kudus yang diketuai oleh Aris Junaidi. “Mudah mudahan setelah pengukuhan ini, Lesbumi bisa berkiprah di bidang kesenian dan kebudayaan dengan lebih positif,” ujarnya.

Selain itu, Sunardi selaku Wakil Ketua Lesbumi Kudus mengatakan,  Lesbumi cocok untuk menyaring budaya yang dinilai tidak mendidik .” Bila Lesbumi ini berkiprah di kalangan pemuda, dan remaja secara maksimal, maka akan bisa mencegah kenakalan remaja,” kata Sunardi.

Acara yang dihadiri oleh kalangan lintas agama tersebut juga dinilai bisa merekatkan rasa persaudaraan antarsesama bangsa atau umat beragama.

“Lesbumi ini harus bisa menjadi tontonan sekaligus tuntunan. Sehingga para pemuda atau remaja bahkan yang lain bisa merasa terdidik dengan kegiatan Lesbumi,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Jos, IPNU-IPPNU Kudus Adakan AMT

Kegiatan yang diadakan IPNU dan IPPNU Kudus.

Kegiatan yang diadakan IPNU dan IPPNU Kudus.

 

KUDUS – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama bersama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama melaksanakan Achievement Motivation Training (AMT) untuk puluhan pelajar tingkat SMA di kampus STAIN Kudus, Kamis (24/12/2015).

Acara ini diikuti oleh 45 peserta delegasi dari SMA / SMK / MA se-Kudus. Kegiatan rencannyaakan berlangsung sampai Jumat sore. Turut hadir dalam acara pembukaan yakni Kisbiyanto, selaku Kepala Jurusan Tarbiyah.

Dalam sambutannya, Kisbiyanto menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya karena dalam liburan seperti ini masih banyak pelajar yang tidak hanya menghabiskan waktunya untuk bermain dan berlibur. Tapi mereka tetap semangat belajar dalam suasana yang baru.” Di sini mereka dapat belajar tentang keorganisasian dan kepemimpinan,” kata Kisbiyanto. (Pengirim : Syaefudin warga Kandangmas Kudus)