Duh, Ratusan Desa Masih Belum Rampung Bikin Inventarisasi Aset

Dalam rangka inventarisasi aset para perangkat desa mendapat pelatihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dalam rangka inventarisasi aset para perangkat desa mendapat pelatihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kebijakan bagi desa agar membuat inventarisasi aset ternyata menjadi sebuah kendala bagi banyak desa. Indikasinya, hingga saat ini, baru sekitar 10 desa yang sudah menyelesaikan invetarisasi aset ini. Padahal, jumlah desa keseluruhan ada 273 desa.

Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti ketika dimintai komentarnya mengakui jika sebagian besar desa belum menyelesaikan pembuatan inventarisasi aset yang dimiliki. Padahal, kegiatan inventarisasi itu di-deadline sudah bisa diselesaikan akhir Juni ini.

“Semua desa sudah melakukan inventarisasi aset ini. Namun, baru sekitar 10 desa yang rampung dan lainnya masih dalam proses pengerjaan,” katanya.

Menurut Daru, dalam rangka mewujudkan desa yang kuat, maju, mandiri, dan demokratis pada implementasinya harus dilaksanakan melalui beberapa tahapan penataan. Salah satunya adalah penataan inventaris yang dimiliki desa.

Hal itu seiring dengan keluarnya UU No 6 tahun 2014 tentang desa. Pembinaan inventarisasi aset desa itu juga dilakukan terkait munculnya Permendagri No 1 tahun 2016 tentang pengelolaan aset desa.

Dalam rangka pengamanan aset maka kekayaan tiap desa harus diinventarisasi

dalam buku inventaris dan diberi kodefikasi. Berdasarkan monitoring yang sudah dilakukan selama ini, catatan administrasi di desa-desa terkait dengan aset memang belum tertata dengan baik. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pembinaan dalam rangka inventarisasi aset tersebut.

“Terkait dengan inventarisasi aset ini, pihak desa sebelumnya sudah kita kasih pelatihan. Adapun pesertanya, kasi tata pemerintahan kecamatan, sekretaris desa selaku pembantu pengelola aset desa atau bisa diwakili kaur umum selaku pengurus aset,” jelas mantan Kepala Kantor Satpol PP itu.

Editor : Akrom Hazami

 

Inventarisasi Aset jadi Momok Desa di Grobogan

Kegiatan pembinaan Inventarisasi Aset Desa di Grobogan, Sabtu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kegiatan pembinaan Inventarisasi Aset Desa di Grobogan, Sabtu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah mengikuti pembinaan, pihak desa diminta segera melakukan kegiatan inventarisasi aset dengan cepat dan cermat. Sebab, hasil inventarisasi itu harus diserahkan pada bupati melalui camat pada 30 Juni mendatang.

“Hasil inventarisasi aset desa ini ada deadline-nya, yakni akhir bulan Juni. Untuk itu, inventarisasi aset harus secepatnya dilakukan oleh pihak desa. Sebab, item-nya cukup banyak dan waktunya juga singkat,” kata Kabid Aset Daerah DPPKAD Grobogan Ambang Prangudi Margo usai menyampaikan pembekalan pada peserta pembinaan inventarisasi aset desa.

Ada beberapa jenis aset yang harus dimasukkan dalam daftar inventaris desa. Antara lain, tanah, barang, gedung, jalan usaha tani, mesin atau kendaraan dan juga konstruksi dalam pengerjaan.

“Selain jumlah atau volumenya, perkiraan harga atau besarnya nominal aset juga harus dicantumkan. Jadi, hasil inventarisasi akan kelihatan jelas berapa total aset didesa tersebut. Teknis untuk pelaksanaan inventarisasi aset tadi sudah kita berikan pada peserta. Termasuk cara pencatatan dan pemberian kodefikasinya,” jelas Ambang.

Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti menyatakan, pembinaan inventarisasi aset desa ini seiring dengan keluarnya UU No 6 tahun 2014 tentang desa.

Selain soal aset, penataan pengelolaan keuangan desa dan pelaksanaan kegiatan pembangunan di desa juga haru dilakukan,” ujarnya.

Daru menjelaskan, pembinaan inventarisasi aset desa itu juga dilakukan terkait munculnya Permendagri No 1 tahun 2016 tentang pengelolaan aset desa. Dalam rangka pengamanan aset maka kekayaan milik desa harus diinventarisasi dalam buku inventaris dan diberi kodefikasi.

Berdasarkan monitoring yang sudah dilakukan selama ini, catatan administrasi di desa-desa terkait dengan aset memang belum tertata dengan baik. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pembinaan dalam rangka inventarisasi aset tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Duh, Aset Desa di Grobogan masih Berantakan

Duh, Aset Desa di Grobogan masih Berantakan

Kabid Aset Daerah DPPKAD Grobogan Ambang Prangudi Margo saat menyampaikan pembekalan pada peserta pembinaan inventarisasi aset desa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kabid Aset Daerah DPPKAD Grobogan Ambang Prangudi Margo saat menyampaikan pembekalan pada peserta pembinaan inventarisasi aset desa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan Dalam rangka mewujudkan desa yang kuat, maju, mandiri, dan demokratis pada implementasinya harus dilaksanakan melalui beberapa tahapan penataan. Salah satunya adalah penataan inventaris yang dimiliki desa.

Hal itu disampaikan Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti terkait dengan digelarnya acara pembinaan inventarisasi aset desa yang dilangsungkan di Rumah Kedelai Grobogan, Sabtu (30/4/2016).

“Pembinaan inventarisasi aset desa ini seiring dengan keluarnya UU No 6 tahun 2014 tentang desa. Selain soal aset, penataan pengelolaan keuangan desa dan pelaksanaan kegiatan pembangunan di desa juga haru dilakukan,” ujarnya.

Daru menjelaskan, pembinaan inventarisasi aset desa itu juga dilakukan terkait munculnya Permendagri No 1 tahun 2016 tentang pengelolaan aset desa. Dalam rangka pengamanan aset maka kekayaan milik desa harus diinventarisasi dalam buku inventaris dan diberi kodefikasi.

Berdasarkan pantauan yang sudah dilakukan selama ini, catatan administrasi di desa-desa terkait dengan aset memang belum tertata dengan baik. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pembinaan dalam rangka inventarisasi aset tersebut.

“Karena jumlahnya banyak maka pembinaan ini kita langsungkan dalam tiga gelombang. Adapun pesertanya, kasi tata pemerintahan kecamatan, sekretaris desa selaku pembantu pengelola aset desa atau bisa diwakili kaur umum selaku pengurus aset,” jelas mantan Kepala Kantor Satpol PP itu.

Editor : Akrom Hazami