Kantor BPN Pati Pun Ikut Digeledah Tim Saber Pungli, Apa Hasilnya?

Polisi yang tergabung dalam Tim Saber Pungli memeriksa dokumen di loket pelayanan Kantor BPN Pati, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pati juga digeledah polisi bersama Tim Saber Pungli Pati, Rabu (30/8/2017). Penggeledahan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat yang menyebut ada indikasi pungutan di sana.

“Informasi yang kami terima dari masyarakat, ada pungli di Kantor BPN Pati. Kami langsung mendatangi kantor tersebut dan melakukan penggeledahan di loket-loket pelayanan masyarakat,” kata Ketua Tim Saber Pungli Pati Kompol Sundoyo.

Dari hasil penggeledahan, polisi tidak menemukan adanya indikasi pungli. Pelayanan di BPN Pati diakui sudah berjalan sesuai dengan prosedur dan administrasi.

Tak hanya penggeledahan dokumen, polisi juga bertanya kepada sejumlah pengunjung yang sedang mengurus di BPN Pati. Mereka mengaku tidak ada pungli di sana.

Namun, Kompol Sundoyo melihat papan pengumuman prosedur pengurusan di BPN Pati tidak begitu jelas. Karena itu, ia meminta kepada Kepala BPN Pati untuk memasang agar masyarakat tahu.

Baca juga : Edaan…Makelar di Pelabuhan Juwana Ini Bahkan Punya Kantor Khusus

Menanggapi hal itu, Kepala BPN Pati Yoyok Hadimulyo Anwar akan segera melakukan evaluasi penempatan poster prosedur pengurusan di BPN Pati. “Sebetulnya sudah ada, tapi kami kesulitan mau menempel di mana, nanti akan kami benahi,” kata Yoyok.

Penggeledahan di Kantor BPN Pati sempat membuat banyak pegawai dan pengunjung kaget. Namun, pegawai mempersilakan untuk melakukan pemeriksaan, setelah Kompol Sundoyo mengenalkan diri sebagai Tim Saber Pungli.

Editor : Ali Muntoha

Edan…Makelar di Pelabuhan Juwana Ini Bahkan Punya Kantor Khusus

Tim Saber Pungli mendatangi makelar yang beroperasi di sebelah Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tim Saber Pungli Kabupaten Pati yang dipimpin Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menemukan makelar yang mangkal di kawasan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana, Rabu (30/8/2017).

Makelar tersebut memiliki kantor yang jaraknya hanya beberapa meter dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana. Saat ditanya petugas, dia mengenalkan diri dengan nama Kliwon.

Namun, setelah dicecar petugas, dia baru mengaku bila namanya Karyanto. Di kantor tersebut, Karyanto melayani berbagai macam pengurusan surat.

Salah satu pelayanan yang diberikan, antara lain SIUP, SIPI, surat laut, pengesahan surat ukur internasional, sertifikat garis muat, balik nama gros akte, dan halaman tambahan. Sayangnya, tidak ada pengunjung yang menggunakan jasanya saat Tim Saber Pungli memeriksanya.

Saat ditanya apakah Karyanto menyetor sejumlah uang kepada pegawai Kantor Pelabuhan Juwana untuk memuluskan profesinya sebagai makelar, dia hanya tersenyum dan tidak menjawabnya. Kompol Sundoyo lantas memerintahkan anggota Tim Saber Pungli untuk melakukan investagasi lebih lanjut.

“Kami memerintahkan kepada tim deteksi untuk melakukan investasi lebih lanjut apakah ada jaringan makelar yang melibatkan pegawai kantor pelabuhan. Sebab, kami menemukan adanya prosedur pengurusan surat di kantor pelabuhan yang sengaja tidak transparan,” ungkap Kompol Sundoyo.

Baca juga : Kantor Pelabuhan Juwana Digeledah Tim Saber Pungli

Menurutnya, informasi prosedur pengurusan surat ada indikasi dibuat tidak transparan, agar menggunakan jasa makelar yang sudah bekerja sama dengan pegawai. Hanya saja, pihaknya belum menemukan bukti yang menguatkan indikasi tersebut.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurus surat-surat di kantor pelabuhan secara langsung, tanpa menggunakan jasa perantara. Bila sudah mengurus surat di kantor secara langsung tapi ada pungutan, dia meminta kepada masyarakat untuk tidak segan melaporkan kepada Tim Saber Pungli di Mapolres Pati.

“Pegawai sudah digaji negara. Kalau masih saja melakukan pungutan kepada masyarakat, artinya mereka menghianati negara. Ini harus diberantas sampai akar-akarnya,” tandas Kompol Sundoyo.

Editor : Ali Muntoha

Kantor Pelabuhan Juwana Digeledah Tim Saber Pungli

Tim Saber Pungli mendatangi Kantor Unit UPP Kelas III Juwana untuk pemeriksaan adanya dugaan pungli, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana diperiksa Tim Saber Pungli, Rabu (30/8/2017). Semua ruangan digeledah dan diperiksa.

Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Pati Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, pemeriksaan Kantor UPP Kelas III Juwana tersebut melibatkan semua unsur, dari polisi, TNI, pemkab, propam, dan inspektorat.

“Ada laporan dari masyarakat yang menyebutkan adanya indikasi pungutan liar di sana. Laporan itu kami tindak lanjuti dengan memeriksa seluruh ruangan untuk menemukan barang bukti,” kata Kompol Sundoyo.

Belasan petugas Tim Saber Pungli yang datang, langsung masuk ke berbagai ruangan untuk memeriksa berkas-berkas. Sasaran utama yang diperiksa paling awal adalah ruang pelayanan umum.

Di ruangan itu, Tim Saber Pungli mencium adanya prosedur penerbitan sertifikat kelayakan pada Kantor UPP Juwana yang tidak transparan. Hanya saja, pihaknya tidak menemukan adanya pelanggaran administrasi yang menunjukkan adanya pungli.

“Soal transparansi prosedur pelayanan masyarakat masih kurang. Tapi secara keseluruhan sudah sesuai dengan ketentuan administratif,” tambahnya.

Dia meminta kepada pegawai Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana untuk melengkapi tata cara prosedur pelayanan sesuai dengan aturan.

Dengan demikian, masyarakat bisa paham dengan mudah prosedur pengurusan di UPP Juwana.

Editor : Ali Muntoha

Dini Hari Tadi, Ratusan Jemaah Haji Pati Kloter 89 Bertolak ke Tanah Suci

Calon jemaah haji Pati kloter 89 berada di Halaman Kantor Setda Pati, sebelum bertolak ke Tanah Suci, Rabu (23/8/2017) dini hari. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 353 calon jemaah haji dari Pati Kloter 89 bertolak ke Tanah Suci dari Halaman Kantor Setda Kabupaten Pati, Rabu (23/8/2017) dini hari.

Mereka berasal dari Kecamatan Tlogowungu, Gabus, Winong, Tambakromo dan Jakenan. Delapan armada bus diterjunkan yang dikawal satu unit ambulans, satu voorijder, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Sejumlah pejabat yang hadir dalam agenda pemberangkatan, antara lain Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, Wakapolres Pati Kompol Nyamin, Kepala Kemenag Pati Mundzakir, dan Ketua MUI Pati KH Abdul Mudjib Sholeh.

“Tahun ini, ada 1.665 warga yang menjadi calon jemaah haji. Mereka dibagi menjadi enam kloter pemberangkatan, kemarin kloter 88 sudah berangkat. Ini kloter 89 yang berangkat,” kata Mundzakir.

Sementara itu, Haryanto dalam sambutannya memberikan pesan kepada calon jemaah untuk disiplin, kompak dan saling kerja sama dalam menjalankan ibadah haji. Sesama jemaah diharapkan bisa saling membantu.

Haryanto yang baru saja dilantik sebagai Bupati Pati juga memohon doa kepada calon jemaah agar Kabupaten Pati selalu diberikan rasa aman, damai, dan kondusif. Sebab, doa para jemaah haji di Tanah Suci sangat mustajab.

Editor : Ali Muntoha

Kejari Pati 6 Kali ‘Ping Pong’ Berkas Kasus CIMB Niaga, Kenapa?

Korban CIMB Niaga melakukan aksi long march menjemput keadilan sepanjang 25 km pada akhir 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati sudah enam kali mengembalikan berkas kasus dugaan tindak pidana perbankan yang dilakukan oknum Bank CIMB Niaga kepada polisi. Hal itu disampaikan kuasa hukum korban, Nimerodi Gulo, Selasa (22/8/2017).

“Terakhir, Kejari Pati meminta polisi membuktikan pemalsuan sertifikat rumah tanah ganda. Yang kami tuntut adalah kejahatan perbankan karena CIMB Niaga lalai, jaksa malah meminta polisi membuktikan pemalsuan sertifikat. Ini di luar tuntutan. Ada apa dengan jaksa,” ungkap Gulo kesal.

Menurut Gulo, kasus tersebut sudah jelas karena CIMB Niaga terbukti lalai dan melanggar pasal 49 ayat 2 huruf b UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Penetapan tersangka kepada oknum CIMB Niaga juga sudah dilakukan polisi.

Bukti-bukti yang disodorkan juga dianggap sudah cukup. Seperti bukti kredit yang dicairkan dan adanya prinsip ketidakhati-hatian dari pihak perbankan. Tim kredit CIMB Niaga diduga sengaja mencairkan kredit dengan membuat surat palsu, kendati Tim Appraisal CIMB Niaga sudah mewanti-wantinya.

“Kasus ini sudah jelas, tapi jaksa sengaja mengaburkan kasus. Dari kacamata hukum, mestinya sudah P 21 (lengkap), karena unsur-unsur pidana perbankan sudah terpenuhi. Anehnya, jaksa sudah memberikan catatan kepada polisi untuk dilengkapi, begitu dilengkapi, dikasih catatan lagi. Begitu terus sampai enam kali. Ini jelas membuktikan Kejari Pati tidak profesional,” tuding Gulo.

Sebelumnya diberitakan, Mashuri Cahyadi membeli sertifikat tanah yang dilelang CIMB Niaga melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang. Namun, dia tidak bisa menguasai tanah yang dibelinya, karena ternyata bersertifikat ganda.

Sertifikat yang dibeli Mashuri dari lelang atas nama Kuswantoro, sedangkan sertifikat lainnya atas nama Sunoto. Meski Tim Appraisal CIMB Niaga disebut sudah memperingatkan masalah tersebut, tetapi Tim Kredit CIMB Niaga diduga nekat membuat surat keterangan yang menyebut Sunoto hanya menyewa.

Setelah dicek laboratorium oleh pihak kepolisian, surat keterangan sewa tersebut adalah palsu. Artinya, Gulo mengganggap Tim Kredit CIMB Niaga sudah melakukan rekayasa agar utang dengan agunan tanah tersebut dicairkan.

“Surat yang ternyata palsu itu dibuat untuk menangkis nasehat dari tim appraisal. Tampak dengan jelas ada kesengajaan untuk mencairkan kredit, meski tim appraisal tahu itu bermasalah karena sertifikatnya ganda. Lagipula, semestinya posisi surat keterangan tidak bisa mengalahkan sertifikat asli Sunoto,” imbuhnya.

Dia berharap, Kejari Pati bisa bekerja secara profesional dan tidak melakukan “ping pong” berkas kasus yang dilimpahkan dari polisi. Sebab, kasus itu sudah bergulir ke polisi sejak 26 Mei 2015 hingga sekarang.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Pati menolak bertemu dengan wartawan. Alasan yang disampaikan petugas keamanan, ia sedang melakukan pemeriksaan.

Editor : Ali Muntoha

Nah lho…Bupati Pati Juga Diduga Kena Tipu Swissindo

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Kasus penipuan yang dilakukan UN-Swissindo yang menimpa puluhan warga Kabupaten Pati, ternyata diduga menimpa orang nomor satu di Bumi Mina Tani.

Bupati Pati Haryanto dikabarkan ikut menjadi korban penipuan berkedok voucher human obligation dan biaya peningkatan kesejahteraan hidup tersebut.

Hal ini diterangkan Direskrimsus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Lukas Akbar, saat mendatangi Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng, Rabu (16/8/2017). Menurutnya, dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya, bupati Pati menjadi salah satu korban.

Saat ini, pihaknya telah menerjunkan petugas untuk menyelidiki sejauh mana kerugian yang ditimbulkan akibat aksi kejahatan tersebut.

“Sedang kami dalami termasuk yang menimpa bupati Pati. Jika ditemukan akan diproses hukum sesuai pasal 378 tentang Penipuan, diperkuat UU ITE jika mereka melakukan penipuan via media online. Ancaman hukumannya sampai empat tahun,” katanya dikutip dari Metrojateng.com.

Menurutnya, dari hasil monitoring yang dilakukan, kasus penipuan ini telah merambah di dua kota di Jateng. Yakni di Kabupaten Pati dan Purwokerto. Di Pati sendiri dilaporkan ada 30-an warga yang menjadi korban.

“Kami memonitor bahwa ada temuan adanya pemberian surat kuasa Swissindo tersebut masuk Pati dan Purwokerto. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melapor ke pihak berwajib jika ada relawan yang menawarkan surat kuasa atas nama Swissindo,” ujarnya.

Kepala OJK Jateng Moch Ihsanuddin masih menyelidiki aksi tipu-tipu yang dilakukan Swissindo dengan menyebar surat kuasa palsu.

Baca juga : Duh, 30 Warga Pati Jadi Korban Penipuan UN Swissindo

Menurutnya ada indikasi sejumlah perbankan lainnya yang jadi korban kasus penipuan tersebut. Yakni tujuh bank umum, 41 BPR, satu lembaga pembiayaan serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Ia menegaskan, kegiatan Swissindo ilegal karena tidak mengantongi izin dari OJK. Ia pun mengimbau kepada para debitur dan pelaku jasa keuangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penawaran palsu tersebut.

“Para korban sebaiknya menempuh upaya hukum agar dapat mencegah kerugian yang lebih besar,” tegasnya.

Baca juga : Puluhan Anggota UN Swissindo di Pati Berencana Datangi Bank Mandiri

Sebelumnya, Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo setelah ada korban hingga 30 nasabah. “Penipuan ini sudah ada di sejumlah daerah, termasuk Pati. Ada sekitar 30 nasabah yang tertipu UN-Swissindo di Pati,” kata Kompol Sundoyo, Sabtu (12/8/2017).

Modus dari penipuan tersebut, salah satunya meminta korban untuk mencari debitur bermasalah untuk diajak bergabung, meminta korban membayarkan sejumlah uang pendaftaran untuk menjadi anggotanya dan mencari korban yang terlibat kredit macet, serta menjanjikan akan menyelesaikan hutangnya dengan jaminan surat berharga negara.

Editor : Ali Muntoha

Penipu dari Iran yang Hipnotis Karyawan Konter HP di Juwana Tak Bisa Bahasa Inggris, Begini Reaksi Polisi

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menjelaskan penangkapan empat WNA asal Iran, Selasa (15/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati mengonsultasikan penangkapan empat warga Iran ke Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Jakarta. Empat warga Iran itu ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana penipuan di kawasan Juwana, Pati.

Saat ini, petugas masih terkendala saat akan melakukan proses penyidikan. Pasalnya, empat dari WNA yang ditangkap, hanya satu yang bisa menguasai bahasa Inggris. Sementara tiga WNA lainnya hanya berbahasa Persia.

“Kami terkendala bahasa juga. Dari empat yang kami amankan, hanya satu yang bisa bahasa Inggris. Bahasa Arab pun tidak bisa,” ungkap Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Selasa (15/8/2017).

Meski demikian, dua dari empat WNA sudah terbukti melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Selain uang dan handphone curian yang menjadi alat bukti, polisi mengantongi rekaman CCTV yang menunjukkan aksi mereka.

Bukti CCTV tersebut yang akan didalami untuk proses penyidikan lebih lanjut. Hanya saja, polisi masih menunggu koordinasi dengan pihak Kedubes Iran di Jakarta.

Terkait dengan adanya dugaan jaringan, Kompol Sundoyo menepisnya. Sebab, keempatnya tidak terindikasi adanya sebuah jaringan untuk melakukan penipuan.

“Dikatakan jaringan, tidak. Dikatakan individu ya tidak. Anehnya, mereka yang hanya berbekal bahasa Inggris dan Persia, kok bisa berkomunikasi dengan warga Juwana. Ini yang kami sedang dalami,” kata Kompol Sundoyo.

Baca juga : Menghipnotis Karyawan Toko HP di Pati, 4 Warga Iran Dibekuk di Polisi

Sebelumnya diberitakan, empat WNA asal Iran ditangkap petugas Polsek Juwana yang bekerja sama dengan Polres Rembang. Keempatnya ditangkap karena diduga melakukan penipuan di dua konter HP di Juwana dengan menggasak uang dan handphone.

Keempat WNA tersebut masih diamankan di Mapolres Pati untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Sementara kendaraan yang digunakan untuk mobilisasi, Avanza B 1904 PIA terlihat terparkir di depan Ruang Satrekrim.

Editor : Ali Muntoha

HUT Jateng ke-67, Pemkab Pati Diminta Tak Pelit Layani Masyarakat

Pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Pati sedang mengikuti upacara HUT Jateng ke-67, Selasa (15/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Pemkab Pati melaksanakan kegiatan upacara untuk memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah yang ke-67 di halaman Pendapa Kabupaten Pati, Selasa (15/8/2017).

Upacara tersebut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Pati, dan Organisasi Perangkat Derah (OPD). Mereka terlihat khidmat saat mengikuti upacara bendera.

“Di sini hanya upacara yang dihadiri pejabat Pati saja. Sebab, upacara HUT Pemrov Jateng kali ini dipusatkan di Jepara. Alhamdulillah berjalan lancar,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Pati Haryono.

Dalam HUT kali ini, pemkab di seluruh Jawa Tengah mendapatkan tugas dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk mengutamakan pelayanan masyarakat yang lebih mudah, murah dan ramah. Sebab, tugas pemerintah memang melayani masyarakat dengan baik.

“Yang dilihat masyarakat itu layanannya. Soal infrastruktur dan yang ada fisik-fisiknya itu gampang kalau ada duitnya. Maka, problemnya saat ini bagaimana melayani masyarakat sesuai deklarasi revolusi mental,” tuturnya membacakan amanat Ganjar.

Ganjar juga menekankan kepada setiap pemda untuk melakukan pembenahan di bidang pendidikan dan kesehatan. Pasalnya, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan pemda terkait dengan masalah di bidang pendidikan dan kesehatan.

Tak hanya itu, pemda bersama dengan aparat dan masyarakat diminta untuk benar-benar melawan radikalisme-terorisme. Hal itu bisa dilakukan dengan berbagai upaya, salah satunya deteksi dini terhadap paham radikal yang berpotensi mengganggu pertumbuhan dan pembangunan masyarakat.

Editor : Ali Muntoha

Pemprov Klaim Pabrik di Pati Bisa Kendalikan Harga Garam

Seorang petani garam sedang mengumpulkan garam dari lahan yang ada di Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung-Jepara. Pemprov Jateng bakal membangun pabrik garam besar di Pati. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang- Pemprov Jateng akan mulai membangun pabrik garam berkapasitas 40 ribu ton di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Pati, Oktober 2017 mendatang. Pabrik ini nantinya akan menghasilkan garam dengan kualitas unggul, serta mampu mengendalikan harga garam, sehingga tak merugikan petani.

Kepala Biro Infrastruktur dan Sumberdaya Alam Setda Pemprov Jateng, Peni Rahayu, mengatakan, pabrik garam ini nantinya akan menghasilkan garam kualitas baik untuk kebutuhan konsumsi industri. Setidaknya kadar yodium garam atau Natrium Chlorida (NaCl) mencapai angka 96.

“Saat ini garam rakyat yang ada rata-rata NaCl-nya baru 86. Maka nanti menggunakan teknologi tertentu agar NaCl bisa lebih tinggi,” katanya.

Teknologi yang dibuat BPPT, saat ini masih diperhitungkan biayanya. Karena untuk mengalirkan air laut butuh lahan sangat luas.

Meskipun semakin luas area lahan untuk perlintasan air lautnya, maka kualitas garam makin bersih dan kadar NaCl makin tinggi. “Jadi nanti garamnya benar-benar putih,” ujarnya.

Pada dasarnya, imbuh Peni, adanya pabrik garam ini adalah untuk mengendalikan harga ketika ada panen raya agar harga tidak anjlok karena dipermainkan tengkulak. Nantinya, petani garam menjual produksinya ke pabrik milik pemerintah dengan harga yang ditetapkan.

“Ke depan harapan kita ada penetapan harga garam misalnya harga pembelian pemerintah (HPP) seperti pada beras,” jelasnya.

Baca juga : Pati Akan Dibangun Pabrik Garam Besar, Ganjar Minta Oktober Mulai Digenjot

Sebelumnya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta agar pabrik garam di Pati ini digenjot pembangunannya.

Ia menyebut, studi kelayakan atau feasibility study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) rencana pembangunan pabrik garam kapasitas besar di Jateng telah tuntas. Pemprov menargetkan, Oktober tahun ini harus sudah mulai dibangun.

“Saya sudah meminta Oktober tahun ini diground breaking (peletakan batu pertama) agar lebih cepat, kalau itu bisa dilaksanakan maka intervensi Pemprov Jateng akan segera dimulai,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Spot Sayap Burung Hantu jadi Daya Tarik Baru Bukit Pandang Durensawit Pati

Salah satu pengunjung berfoto di spot sayap burung hantu, kawasan wisata bukit pandang, Durensawit, Kayen. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kawasan wisata bukit pandang di Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Pati, terus berbenah. Selain penambahan spot-spot baru, pengelola melakukan perluasan kawasan wisata.

Salah satu spot yang menjadi daya tarik wisatawan baru-baru ini adalah sayap burung hantu. Banyak wisatawan yang antre untuk berswafoto di dua spot tersebut.

Satu spot berada di pinggiran jurang bukit, sehingga pemandangannya cukup mengesankan. Satu spot lagi berada di perbukitan yang dilalui wisatawan.

Septi Nursanti (16), pengunjung asal Bumiayu, Wedarijaksa mengatakan, spot sayap burung hantu cukup menarik dan unik. Terlebih, dia belum pernah menemukan kawasan wisata yang dilengkapi spot unik untuk berswafoto tersebut.

“Hasilnya di foto cukup mengejutkan. Kita seolah-olah punya sayap. Kalau fotografinya pinter, kesannya kita melayang di atas pegunungan. Konsepnya mirip dengan wisata yang lagi ngetren di Jogja,” kata Septi, Selasa (15/8/2017).

Krisno, pengelola bukit pandang menuturkan, pemasangan dua spot baru berupa sayap burung hantu tidak lepas dari tuntutan pengunjung. Ada sejumlah pengunjung yang menyarankan pemasangan sayap burung.

Setelah dipertimbangkan dan melakukan uji coba, ternyata cukup menarik. Hasilnya, wisatawan saat ini punya banyak pilihan spot untuk berswafoto dan mengunggahnya ke situs jejaring sosial.

“Pengunjung masih didominasi dari pengguna Facebook, disusul Instagram. Kebanyakan pengunjung yang datang juga berasal dari rekomendasi teman atau penasaran, karena lagi booming di sosmed waktu fotonya diunggah,” pungkas Krisno.

Editor : Ali Muntoha

Dishub Diminta Tertibkan Truk Tebu di Jalan Ronggokusumo Pati

Truk tebu yang terguling di kawasan Jalan Ronggokusumo, Kajen, Margoyoso, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati diminta untuk menertibkan truk tebu yang melintas di Jalan Ronggokusumo, Kajen, Margoyoso, Pati.

Kawasan jalan tersebut terbilang padat lalu lintas. Ada banyak sekolah dan pusat perbelanjaan di sana, sehingga kerap dijadikan lalu lalang para siswa dan penduduk.

“Jalan Ronggokusumo tidak layak dilewati truk tebu. Selama ini warga sudah banyak yang mengeluhkan, tapi polisi dan dinas terkait tidak tanggap terhadap masalah tersebut,” ujar warga setempat, Sunarto, Senin (14/8/2017).

Dalam sejumlah kasus, truk tebu yang melintas di jalan tersebut menabrak kabel hingga tebu yang jatuh berceceran. Terakhir, truk tebu terguling di jalan yang menghubungkan Jalan Pati-Tayu dan Jalan Juwana-Tayu tersebut.

Praktis, jalan kecil yang menjadi akses dengan padat penduduk tersebut macet. Karena itu, dia meminta kepada polisi dan dinas terkait untuk tegas mengatur truk tebu.

“Ini kan kawasan padat penduduk, banyak lembaga pendidikan dan pusat perbelanjaan. Ada jalan lain yang bisa dilalui, tapi kenapa sopir truk tebu memilih untuk lewat sini,” keluhnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dishub Pati Tri Haryama mengaku akan meninjau lokasi tersebut. Pihaknya akan berkomunikasi dengan para pihak untuk melakukan penertiban.

“Kami akan tinjau terlebih dahulu. Setelah itu, nanti akan saya komunikasikan dengan para pihak,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Bagi-bagi Nasi Besek Bertuah jadi Tradisi Unik Sedekah Bumi di Wedusan Pati

Pembagian nasi besek kepada salah satu pedagang dalam festival budaya di Desa Wedusan, Dukuhseti, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Desa Wedusan merupakan salah satu desa terpencil di Kabupaten Pati yang berada di Kecamatan Dukuhseti, berada di kawasan hutan kaki Pegunungan Muria dan laut utara Jawa.

Pada bulan Apit dalam kalender Jawa, sebagaimana tradisi orang Jawa pada umumnya, desa tersebut mengadakan sedekah bumi. Namun, masing-masing desa ternyata punya keunikan sendiri dalam merayakan sedekah bumi.

Di Wedusan, ada tradisi bagi-bagi nasi besek kepada puluhan pedagang yang berjualan di sepanjang areal pentas seni wayang dan ketoprak. Nasi itu dibagikan setelah didoakan bersama di balai desa setempat.

Solikul Huda, salah satu panitia yang membagikan nasi besek mengungkapkan, tradisi itu sudah berlangsung sejak puluhan tahun silam. Konsep sedekah menjadi spirit utama dalam agenda bagi-bagi nasi besek.

“Ini sudah menjadi tradisi, seolah agenda wajib. Nasi besek isinya cuma nasi, ayam, telur dan aneka lauk-pauk. Yang membuatnya istimewa karena sudah didoakan, sehingga dipercaya akan membawa berkah,” kata Huda.

Mutmainah, salah satu pedagang yang berjualan di festival budaya Desa Wedusan mengatakan, nasi itu diakui membawa berkah tersendiri. Karenanya, sebagian dari nasi besek itu dikeringkan dan dijadikan sebagai pelaris dagangan.

Para penjual sebagian besar datang dari luar daerah. Mereka berdatangan untuk mencari rezeki dengan berjualan, sekaligus mendapatkan nasi besek yang dipercaya memeliki tuah untuk pelarisan.

Editor : Ali Muntoha