Mantan Intelijen Kodim Pati Ungkap Kondisi Indonesia 10 Tahun Mendatang

Kapten Inf Yahudi saat mamaparkan kondisi Indonesia sekarang dan kemungkinannya yang terjadi pada 10 tahun mendatang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Mantan Perwira Seksi (Pasi) Intel Kodim 0718/Pati yang saat ini menjabat sebagai Danramil Juwana Kapten Inf Yahudi mengungkap kondisi Indonesia pada 10 tahun mendatang. Hal itu disampaikan dalam berbagai forum kebangsaan di sejumlah daerah.

Apa yang disampaikan Kapten Inf Yahudi bukan prediksi, apalagi ramalan. Dia mengungkapkan sesuai dengan analisis intelijen yang didasarkan pada kondisi Indonesia saat ini.

“Penjajahan yang terjadi di Indonesia sekarang ini adalah proxy war, perang tanpa bentuk, tanpa pasukan. Penjajah pasang mata-mata, politik dikacaukan, ekonomi dikacaukan, berbagai aspek dibeli,” katanya.

Semua aspek dikacaukan dengan tujuan agar kondisi Indonesia tidak stabil. Negara-negara lain juga disebut menanamkan pengaruhnya untuk merebut sumber daya alam (SDA) Indonesia yang begitu melimpah.

Berbagai “ranjau” yang ditebar untuk mengacaukan Indonesia itu memiliki ragam bentuk, dari narkoba yang merusak generasi bangsa, konflik politik yang mengguncang stabilitas nasional, terorisme dan kelompok radikal, hingga isu bangkitnya komunisme.

“Indonesia adalah negara equator, negara subur. Sepuluh tahun ke depan, negara yang tidak punya alam akan berbondong-bondong ke negara-negara equator untuk merebut SDA,” terangnya.

Dari data intelijen yang disampaikan, Indonesia akan menentukan nasibnya pada 28 tahun mendatang. Dia akan menjadi negara emas dan berjaya atau negara gagal yang penuh dengan kekacauan.

Karena itu, dia meminta kepada masyarakat untuk ikut bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan NKRI, tidak mudah terprovokasi untuk memusuhi saudara sendiri. Serta mengawasi generasi emas bangsa dari budaya asing, narkoba, serta perilaku tawuran antarpelajar.

“Maka, Indonesia saat ini perlu kita perjuangkan kembali. Masalah-masalah yang timbul jangan sampai membuat NKRI terpecah. Ini menyangkut nasib dan masa depan kita bersama,” tandas Kapten Inf Yahudi.

Editor : Ali Muntoha