Siswi SMP 4 Demak yang Lumpuh Setelah Imunisasi Sudah Bisa Gerakkan Kaki

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjenguk Niken Angelia, siswi SMP yang lumpuh setelah menjalani imunisasi campak rubella. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Setelah tiga hari mendapat perawatan di RSUP dr Kariadi Semarang, Niken Angelia, siswi SMP di Demak, yang lumpuh setelah imunisasi campak rubella, Jumat (18/8/2017) dijenguk Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Saat mengetahui orang nomor satu di Jateng masuk ke ruang bangsal untuk menjenguknya, Niken terlihat langsung tersenyum. Ganjar dan Niken tampak berbincang-bincang.

Ibu Niken, Yuli Suryaningsih mengatakan, kondisi niken mulai membaik. Walaupun hingga saat ini pinggulnya belum kuat menopang, sehingga belum bisa duduk.

“Belum bisa duduk, masih sakit. Alhamdulillah sudah ada perkembangan. Makan sudah banyak,” kata Yuli kepada Ganjar.

Kemajuan kondisi Niken ditunjukkan gadis itu sendiri dengan mulai menggerakkan dan menggoyangkan kakinya. “Oh sudah bisa gerak, Alhamdulillah,” kata Ganjar saat melihat kaki Niken bisa digerakkan.

Mantan Anggota DPR RI ini mengapresiasi pihak rumah sakit yang melakukan penanganan dengan intensif terhadap Niken. Ia berharap masyarakat tidak langsung menghakimi musibah yang dialami Niken berhubungan dengan imunisasi yang dilakukannya.

“Dokter mendalami intens sampai tungkai sudah bisa digerakkan. Ini ditangani baik. Jangan sampai kemudian orang buat judgment itu karena imunisasi. Tidak ada, (kelumpuhan Niken) itu bawaan sebelumnya, maka kita rawat,” ujarnya.

Konsultan Spesialis Anak RSUP dr Kariadi Semarang, dr Wistiani juga mengatakan kejadian yang menimpa Niken bukan disebabkan karena vaksin, melainkan sakit bawaan. Pihak rumah sakit sudah melakukan penelusuran termasuk menerjunkan tim ke tempat Niken imunisasi di Kabupaten Demak.

“Ketika dilakukan penelusuran, ternyata terbukti tidak ada hubungan kelemahan tungkai dengan imunisasi. Anak ini memang ada kelemahan kedua tungkai sejak kecil,” terang Wistiani.

Wistiani meminta untuk pasien yang memiliki penyakit bawaan atau sedang sakit, sebaiknya disampaikan kepada dokter sebelum imunisasi.

“Kalau mau diimunisai, anak kondisi sehat tidak demam. Kalau ada hal-hal yang membuat ibu cemas, tanyakan ke dokter. Misal punya penyakit kronis, bisa diberitahukan ke petugas atau konsultasi dulu,” terang Wistiani.

Sebelumnya diberitakan, badan bagian bahwah Niken lemas tidak bisa digerakkan setelah imunisasi MR di sekolahannya. Niken sempat ditangani rumah sakit di dekat tempat tinggalnya hingga akhirnya dirujuk ke Semarang.

Editor : Ali Muntoha

Rustriningsih Malu-malu Pengen Kembali Nyalon Gubernur

Mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih, tampaknya masih malu-malu menyatakan niatnya merebut kursi gubernur di Pilgub Jateng 2018 mendatang. Meski belum secara tegas menyatakan maju atau tidak, namun Rustri menyebut masih ada cukup waktu untuk memikirkan langkahnya.

Terlebih menurut dia, proses untuk pendaftaran calon gubernur di KPU Jateng masih lama. Sehingga masih ada waktu yang panjang baginya untuk memikirkan hal tersebut.

“Justru proses masih panjang, masih ada waktu untuk berpikir mempersiapkan diri. Dan pada saatnya nanti bisa dilihat arahnya ke sana atau tidak,” kata Rustri usai mengikuti upacara HUT RI di Lapangan Pancasila Simpanglima, Kamis (17/8/2017).

Mantan politisi PDI Perjuangan ini menyebut, langkah untuk mencalonkan diri pada pemilihan kepala daerah harus berasal dari hati nurani, bukan hanya berdasarkan minat semata.

“Kalau saya menggarisbawahi, mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah itu, bukan didasarkan pada minat atau tidak. Tapi ini sebuah panggilan yang dirasakan seseorang untuk ikut berpartispasi dalam proses regenarasi dalam kepemimpinan,” ujarnya.

Terkait kabar adanya parpol yang melamar dirinya untuk diusung sebagai cagub, Rustri menyebut, pihaknya tetap menjaga komunikasi dengan partai-partai politik. Menurutnya, lamaran tersebut merupakan sebuah kehormatan bagi dirinya.

“Kalau ada yang melamar, itu satu kehormatan besar, karena tidak mudah tentunya untuk bisa dicalonkan oleh partai. Apa lagi saya sebagai orang yang sekarang ada di luar, biasanya (partai) mendahulukan kader,” akunya.

Usai menjadi wakil gubernur Jateng, Rustri juga mengaku hanya sibuk berkegiatan di rumah. Terlebih upayanya untuk maju dalam Pilgub Jateng 2014 lalu gagal, lantaran tak mendapat rekomendasi dari DPP PDIP. Meski demikian, Rustri menyebut, kalau dirinya terus mengikuti perkembangan politik saat ini.

Sementara itu, pengamat politik dari Unwahas Semarang Joko Prihatmoko menyebut, Rustri harus segera menegaskan sikap untuk maju atau tidak dalam Pilgub Jateng 2018. Rustri menurutnya, tak perlu malu-malu.

“Rustri tidak perlu malu. Kalau tampil iya, kalau tidak, tidak. Sikap dia yang selalu ingin bersih justru akan melemahkan dia,” paparnya.

Ia juga menilai, statemen yang menyebut Rustri masih menjalin komunikasi dengan parpol adalah sinyal bahwa mantan bupati Kebumen itu masih mempunyai hasrat untuk menjadi gubernur.

”Bahasa ia mengaku sudah melakukan komunikasi politik dengan parai itu bahasa halusnya ia ada minat untuk mencalonkan diri,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Kades di Batang Anggap Sudirman Said Berani Lawan Koruptor

Mantan menteri ESDM Sudirman Said saat bertemu para kepala desa se-Kabupaten Batang, Selasa (15/8/2017). (Foto : Humas Sudirman Said)

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said tak memungkiri jika ia bukanlah satu-satunya sosok terbaik yang patut memimpin Jawa Tengah lima tahun ke depan. Ia pun menyatakan tak segan untuk mendukung dan tokoh terbaik tersebut.

Hal ini ditegaskan mantan Menteri ESDM tersebut saat bertemu kepala desa de-Kabupaten Batang, Monggo Moro, Gringsing, Batang, Selasa (15/8/2017).

“Jika ada yang lebih baik dari saya, mari kita junjung bersama untuk Jawa tengah yang lebih baik,” ujarnya.

Karena menurut dia, untuk membangun Jawa Tengah adalah tugas bersama. Seluruh rakyat mesti turut serta berbuat demi kebaikan provinsi ini.  Sudirman Said mengaku, orang-orang yang baik ini patut untuk diajak kerja bersama.

“Membangun Jawa tengah itu bukan hanya kerja perorangan, tapi kerja bersama untuk rakyat yang lebih baik”, ucapnya Sudirman Said sewaktu berkumpul bersama seluruh kepala desa se Kabupaten Batang, di Monggo Moro, Gringsing, Selasa 15 Agustus 2017.

Dalam kunjungan ini, secara bergantian kepala desa seluruh Kabupaten Batang memberikan sambutan atas kehadiran Sudirman Said. Mereka menyambutnya sebagai seorang yang berani.

Ahmad Rojikin, Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Batang mengatakan Sudirman Said sebagai tamu penting dan istimewa.

Alhamdulillah hari ini kita kedatangan tamu terbaik Jateng. Seorang pemberani yang terus meluangkan waktunya untuk berkarya untuk Jateng,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menyebut bahwa tidak banyak orang yangg berani melawan koruptor kecuali Sudirman Said. Keberanian ini adalah hal yang baik bagi Jawa Tengah ke depan. “Kita harus bersama dukung Sudirman Sa’id karena terbukti, pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Pemprov Klaim Pabrik di Pati Bisa Kendalikan Harga Garam

Seorang petani garam sedang mengumpulkan garam dari lahan yang ada di Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung-Jepara. Pemprov Jateng bakal membangun pabrik garam besar di Pati. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang- Pemprov Jateng akan mulai membangun pabrik garam berkapasitas 40 ribu ton di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Pati, Oktober 2017 mendatang. Pabrik ini nantinya akan menghasilkan garam dengan kualitas unggul, serta mampu mengendalikan harga garam, sehingga tak merugikan petani.

Kepala Biro Infrastruktur dan Sumberdaya Alam Setda Pemprov Jateng, Peni Rahayu, mengatakan, pabrik garam ini nantinya akan menghasilkan garam kualitas baik untuk kebutuhan konsumsi industri. Setidaknya kadar yodium garam atau Natrium Chlorida (NaCl) mencapai angka 96.

“Saat ini garam rakyat yang ada rata-rata NaCl-nya baru 86. Maka nanti menggunakan teknologi tertentu agar NaCl bisa lebih tinggi,” katanya.

Teknologi yang dibuat BPPT, saat ini masih diperhitungkan biayanya. Karena untuk mengalirkan air laut butuh lahan sangat luas.

Meskipun semakin luas area lahan untuk perlintasan air lautnya, maka kualitas garam makin bersih dan kadar NaCl makin tinggi. “Jadi nanti garamnya benar-benar putih,” ujarnya.

Pada dasarnya, imbuh Peni, adanya pabrik garam ini adalah untuk mengendalikan harga ketika ada panen raya agar harga tidak anjlok karena dipermainkan tengkulak. Nantinya, petani garam menjual produksinya ke pabrik milik pemerintah dengan harga yang ditetapkan.

“Ke depan harapan kita ada penetapan harga garam misalnya harga pembelian pemerintah (HPP) seperti pada beras,” jelasnya.

Baca juga : Pati Akan Dibangun Pabrik Garam Besar, Ganjar Minta Oktober Mulai Digenjot

Sebelumnya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta agar pabrik garam di Pati ini digenjot pembangunannya.

Ia menyebut, studi kelayakan atau feasibility study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) rencana pembangunan pabrik garam kapasitas besar di Jateng telah tuntas. Pemprov menargetkan, Oktober tahun ini harus sudah mulai dibangun.

“Saya sudah meminta Oktober tahun ini diground breaking (peletakan batu pertama) agar lebih cepat, kalau itu bisa dilaksanakan maka intervensi Pemprov Jateng akan segera dimulai,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Pati Akan Dibangun Pabrik Garam Besar, Ganjar Minta Oktober Mulai Digenjot

Petani di Jepara tengah memanen garam. Pemprov Jateng akan mulai membangun pabrik garam besar di Pati pada Oktober 2017 mendatang. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bakal membangun pabrik garam dengan kapasitas besar di Kabupaten Pati. Rencananya, pabrik dengan kapasitas produksi mencapai 40 ribu ton itu bakal dibangun di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Pati.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memastikan persiapan untuk pembangunan pabrik garam itu telah siap. Mulai dari studi kelayakan atau feasibility study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) telah tuntas, sehingga pembangunan bisa segera digenjot.

“Saya sudah meminta Oktober tahun ini di-ground breaking (peletakan batu pertama) agar lebih cepat, kalau itu bisa dilaksanakan maka intervensi Pemprov Jateng akan segera dimulai,” katanya, Senin (14/8/2017).

Untuk pembangunan pabrik garam itu telah disiapkan lahan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dan desa setempat. Ia menyebut, pemerintah desa setempat juga bersedia mendukung penyediaan lahan milik kas desa Raci seluas 700 hektare.

“Bahkan desa tetangga, juga bersiap mendukung penyediaan lahan,” ujarnya.

Secara nasional, kebutuhan garam industri secara nasional mencapai 2 juta ton. Sedangkan pabrik garam kapasitas besar di Jateng ini nantinya mampu memproduksi sekitar 40 ribu ton. Sehingga setidaknya dapat membantu kebutuhan garam industri nasional.

Dari hasil koordinasi dengan pihak petambak garam, lanjutnya, para petambak siap dengan penerapan teknologi geomembrane atau ulir. Namun petani garam membutuhkan kepastian harga.

“Karena selama ini mereka menjualnya ke tengkulak, maka yang seperti ini mesti diselesaikan,” katanya.

Selain itu, para petambak berharap ada  gudang untuk stok garam. Terkait hal ini, Pemkab Demak juga bersedia menyediakan lahan. Menurutnya, gudang garam ini penting yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk intervensi dari pemprov melalui resi gudang.

“Kalau pabrik sudah jadi, harapan saya ada contoh yang bisa ditiru,” ujarnya.

Terkait supply bahan baku produksi, nantinya para petambak akan setor ke pabrik, kemudian pabrik akan mengolah dan menjualnya. Petambak juga meminta agar mereka bisa menjual ke pabrik secara langsung, tidak melalui perantara.

Sementara untuk kontinyuitas persediaan bahan baku, Ganjar juga meminta pada Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) untuk menyuntikan teknologi yang tepat supaya bisa berkelanjutan. Sejumlah daerah yang memiliki ‘air tua’ atau kadarnya bagus untuk garam yakni di Pati, Demak, Brebes, Jepara, dan Rebang.

“Apalagi ini ada momentum bagus, kondisi cuaca rasanya sudah masuk kemarau, maka ini potensi yang segera harus dilakukan,” kata Ganjar.

Editor : Ali Muntoha