Promosi UMKM lewat Program Inbox, Buat Kudus Dikenal Luas

iklan-pemkab-kudus-munyus-tyg-15-nov-2016

Bupati Kudus Musthofa saat ikut meramaikan perhelatan musik, Inbox, di alun-alun setempat, beberapa pekan lalu. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Banyaknya produk dari para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Kudus ini, memang harus terus menerus dipromosikan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memiliki banyak cara untuk mempromosikan produk-produk UMKM tersebut. Salah satu yang cukup membuat banyak orang suka adalah dengan masuk ke program televisi, Inbox SCTV.

Ya, beberapa waktu lalu, Kudus memang menjadi salah satu lokasi program acara Karnaval Inbox, yang berlangsung selama dua hari di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Dalam program yang disiarkan langsung itu, Bupati Kudus H Musthofa memperkenalkan aneka produk UMKM Kudus, yang memang patut dibanggakan. Ada batik, ada kerajinan tangan hiasan rumah, dan lain sebagainya. Termasuk biola bambu yang menjadi salah satu ciri khas dari Kudus.

”Ini adalah biola bambu yang memang satu-satunya dibuat di Kudus. Saya selalu mendorong pelaku UMKM untuk bisa membuat sesuatu yang berbeda. Salah satunya biola bambu ini,” katanya.

Dukungan Pemkab Kudus terhadap para pelaku UMKM juga terus dilakukan. Bupati mengatakan jika melalui Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM, pihaknya membantu penuh supaya produk-produk UMKM Kudus bisa dikenal luas.

”Salah satunya melalui program Inbox ini, semoga produk-produk UMKM dari Kudus bisa dilihat banyak orang. Seluruh Indonesia, bahkan dunia. Sehingga para pelaku UMKM yang ada di wilayah ini, akan semakin memiliki tempat, dan produknya akan laris,” tuturnya.

Belum melihat program Inbox yang berisi promosi produk UMKM Kudus itu, silakan tonton sendiri video berikut ini.

Editor: Merie

 

Meriahnya Konser Inbox di Kudus

Sebuah band tampil dalam Inbox yang digelar di Alun-alun Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Sebuah band tampil dalam Inbox yang digelar di Alun-alun Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Konser musik karnaval Inbox di Simpang Tujuh Kudus berlangsung meriah, Sabtu (29/10/2016). Penampilan artis yang tampil di Inbox mampu menyedot perhatian masyarakat Kudus dari segala penjuru.

Terlebih, pada hari ini konser berlangsung dua kali. Yakni pagi dan siang hari. Semua mampu menarik penonton dalam jumlah yang banyak.

Seperti halnya Yusril, Warga Kaliwungu. Dia datang bersama dengan temannya untuk melihat langsung acara musik. Dia mengaku terhibur meski harus panas-panasan.

“Kudus jarang ada musik, harusnya bisa sering-sering seperti ini supaya masyarakat terhibur. Jadi semakin ramai juga dengan acara seperti ini,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, konsep yang dibawa cukup bagus. Sayangnya lokasi yang terbatas sehingga memaksa mereka berhimpitan dengan penonton lainnya. Apalagi penonton malah lebih banyak perempuan.

Meski meriah, dia merasa kurang puas dengan kegiatan tersebut. Hal itu lantaran musiknya hanya sebentar saja dan terlalu banyak guyonannya. Bayangannya awal adalah konser yang lebih banyak lagunya.

Pada konser itu, banyak penampilan artis yang muncul seperti halnya Hijau Daun, Annisa Bahar serta artis lainnya.

Editor : Akrom Hazami

Inbox di Simpang Tujuh Kudus Tampilkan Belasan Artis

ilustrasi

ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan Karnaval musik Inbox di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, bakal diisi oleh belasan artis. Belasan musisi akan melantunkan lagu mereka di Kudus selama  dua hari, Sabtu (29/10/2016) dan Minggu (30/10/2016).

Asisten III Setda Pemkab Kudus Mas’ut mengatakan, di antaranya yang bakal datang adalah Dadali, Hijau Daun, Janneta Janet, Papinka, D’Bagindas, Nassar, Lima Romeo dan juga artis lainnya.

“Seluruh warga Kudus bebas menonton kegiatan itu. Lokasi penonton juga sudah disiapkan guna menikmati musik tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sementara, pemkab setempat juga sudah menyiapkan kantung parkir terkait hal itu. Lokasi parkir berada di sekitar Simpang tujuh, yakni seperti jalan pemuda, jalan Jenderal Sudirman, jalan Kudus-Colo dan jalan lainnya. Termasuk Gang I,II, dan III hingga gang IV.

Untuk tarif parkirnya, sepeda motor Rp 1000 dan mobil Rp 2000. Jika diminta tarif melebihi itu, diharapkan untuk menolaknya dan dijamin tidak ada persoalan.

Sedangkan lokasi Simpang Tujuh selama dua hari akan benar steril dari kendaraan. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi lokasi biar tak macet.

“Konsepnya seperti CFD. Jadi parkirnya, hingga lokasi, steril dari kendaraan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami