Mardi Rahayu Bangun Gedung 5 Lantai, Bupati Kudus; Pengurusan Izin Bisa Sambil Jalan

Bupati Kudus Musthofa (tiga dari kiri) saat menghadiri pembukaan pembangunan gedung lima lantai RS Mardi Rahayu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – RS Mardi Rahayu Kudus mulai mengerjakan proyek bangunan lima lantai, Senin (20/8/2017). Dalam pembangunan tersebut, Bupati Kudus Musthofa berpesan jika pengurusan izin dapat dilakukan sambil jalan.

“Kalau izinya masih belum diproses, maka proses izin pembangunan bisa dilaksanakan sambil paralel atau sambil jalan. Artinya apa, artinya gedung tetap dibangun sambil mengurus izinnya,” katanya saat sambutan dalam pemancangan tiang pancang pertama.

Bupati memberikan RS kelonggaran lantaran Mardi Rahayu merupakan rumah sakit swasta. Selain itu, kebutuhan akan bangunan yang dibangun sangat dibutuhkan masyarakat.

Dengan jadinya gedung medik sentral, Bupati berharap pengobatan masyarakat ke rumah sakit bakal lebih maju. Sehingga, persoalan kesehatan masyarakat akan berhenti di Kudus, dan tak perlu merambah rumah sakit luar Kudus.

“Jangan sampai lupa, untuk tetap konsisten dalam melayani masyarakat kecil,” pesannya.

Sementara, Direktur Umum RS Mardi Rahayu Kudus dokter Pujianto mengatakan, bangunan anyar dibutuhkan karena sejumlah bangunan sudah berusia 43 tahun dan untuk memenuhi standar akreditasi RS. Sebagai contoh kamar operasi yang harus menggunakan sistem bertekanan positif, serta tersedianya alat Hepafilter untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial.

“Perlu juga penambahan lima kamar operasi menjadi delapan kamar, dukungan central sterile and supply department serta ruang perawatan stroke yang terintegrasi dengan ICU,” jelasnya.

Dalam detail gedung baru nanti, lantai dasar sebagai ruang tunggu kamar operasi dan IVLCU/IRIN serta CSSD. Lantai dua delapan kamar operasi,  dan suport peralatan kamar operasi. Lantai tiga ICU, lantai empat ruang perawatan stroke 25 bed serta lantai lima ruang VVIP sambilan bed.

Di sisi lain untuk pengawas pembangunan dipercayakan CV Aretas Semarang, perencana dari PT Global rancang Selaras Yogyakarta. Sedangkan kontraktor pelaksana PT Tigamas Mmitra Selara dengan masa pengerjaan selama 10 bulan.

Editor: Supriyadi

Ini Rumus Perhitungan 4 Jenis Retribusi IMB di Rembang

Rumus empat jenis retribusi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) yang tertuang dalam Pasal 9 Perda Nomor 15 Tahun 2011. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Bagi Anda yang hendak mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kabupaten Rembang berikut rumus tentang perhitungan empat jenis retribusi IMB. Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 11 tentang Retribusi Perijinan Terntentu menyebutkan ada rumus khusus untuk menghitung besaran retrbusi IMB. Rumus ini berada dalam bagian kedua tentang cara mengukur tingkat pengguna jasa yang tertuang dalam Pasal 9.

Lanjutkan membaca

Sri Sugiyarti : Tarif IMB Rumah Milik Penduduk Itu Tidak Mahal

Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Rembang terletak di Jalan Gatot Subroto Nomor 8. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Sri Sugiyarti, Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Rembang menyatakan tarif atau retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebenarnya tidak mahal. Untuk itu pihaknya berharap agar masyarakat secara sukarela dan semakin sadar untuk mengurus IMB, khususnya rumah. Sebab sampai saat ini, tingkat kesadaran penduduk untuk mengurus IMB rumah masih rendah.

Lanjutkan membaca

Kesadaran Masyarakat Rembang Urus IMB Rendah

Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Rembang terletak di Jalan Gatot Subroto Nomor 8. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Kesadaran masyarakat di Kabupaten Rembang untuk mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah hunian tergolong masih rendah. Sebab berdasarkan catatan dari Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) setempat, hanya sekitar 50 persen dari total rumah milik penduduk yang mengantongi IMB. Padahal menurut KPPT, seluruh jenis bangunan wajib mengantongi IMB.

Lanjutkan membaca