Forkopimda Pati Guyub Rukun Adakan Pasar Murah Jelang Lebaran

iklan

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pati tampak guyub rukun ikut bakti sosial pasar murah di Kantor Kecamatan Batangan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pemkab Pati melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pati bekerja sama dengan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pati dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar bakti sosial pasar murah di Halaman Kantor Kecamatan Batangan, Jumat (1/7/2016).

Kegiatan yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran tersebut, dihelat dua hari, sejak Kamis (30/6/2016) kemarin.

Bupati Pati Haryanto, Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo, Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, dan Kajari Pati Kusnin antusias melayani masyarakat yang ingin membeli beragam sembako yang dijual di pasar murah.

“Pemkab Pati ingin meringankan beban hidup masyarakat kurang mampu akibat dampak kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Di sini, warga bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah ketimbang harga di pasaran,” ujar Kepala Disperindag Pati Riyoso.

Tak hanya itu, pasar murah diharapkan bisa memperlancar distribusi barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Berbagai kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah, di antaranya beras, gula pasir, minyak goreng, mi instan, kecap, dan sirup.

Untuk membeli dua liter minyak goreng, warga cukup bayar Rp 20 ribu, kecap Rp 15 ribu per bungkus, gula pasir Rp 13,5 ribu per kilogram, sirup Rp 12,5 ribu per botol, dan mi goreng Rp 8 ribu per lima bungkus. Kendati tidak terlalu signifikan, tetapi harga tersebut berada di bawah harga umum di pasaran.

Dalam pelaksanaan pasar murah, sejumlah ibu-ibu yang tergabung dalam Persatuan Istri Tentara (Persit) dan organisasi istri polisi Bhayangkari juga dilibatkan. Mereka tampak guyub bersama Tim Penggerak PKK dalam melaksanakan bakti sosial pasar murah.

“PKK biasanya setiap tahun menggelar bakti sosial sendirian. Kalau suaminya yang tergabung dalam Forkopimda saja sekarang makin guyub, ibu-ibunya pasti juga lebih kompak dalam menggelar kegiatan bersama yang manfaatnya bisa lebih luas dirasakan masyarakat,” ujar Bupati Pati Haryanto, saat membuka pasar murah dalam rangka bakti sosial Menyambut Idul Fitri 1437 H.

Bupati mengatakan, acara bakti sosial berupa pasar murah memang banyak digelar di luar Kecamatan Pati Kota. Hal itu diharapkan bisa membantu masyarakat kurang mampu di berbagai pelosok desa, seperti di Kecamatan Batangan yang saat ini digelar.

Karena itu, ia mengimbau agar paket sembako murah ini dikawal supaya tepat sasaran. “Kan, tidak lucu kalau misalnya PNS juga ikut berebut beli sembako murah di sini,” ungkapnya.

Selain mengupayakan pasar murah, Bupati juga mendukung program pemerintah pusat dalam memantau harga kebutuhan  pokok  menjelang lebaran. “Kita sudah membentuk tim khusus untuk memantau pergerakan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Pati,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pemkab Pati Kucurkan Dana Rp 1,3 Miliar untuk Bangun Tempat Ibadah

Bupati Pati Haryanto memberi pengarahan kepada perwakilan desa yang menerima bantuan untuk pembangunan tempat ibadah di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (29/6/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto memberi pengarahan kepada perwakilan desa yang menerima bantuan untuk pembangunan tempat ibadah di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (29/6/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pemerintah Kabupaten Pati memberikan bantuan senilai Rp 1,3 miliar untuk pembangunan sarana dan prasarana sebanyak 115 tempat ibadah yang tersebar di 87 desa di Pati. Bantuan keuangan yang tertuang dalam SK Bupati Pati Nomor 400/ 1297 Tahun 2016 tersebut bersumber dari APBD Pati 2016.

Masing-masing tempat ibadah mendapatkan bantuan, antara Rp 7,5 juta sampai Rp 15 juta. Dana tersebut dikucurkan untuk 52 masjid, 56 musala, 6 gereja, dan satu vihara.

Sebelum mendapatkan bantuan, masing-masing tempat ibadah dilakukan verifikasi lapangan. Hasil verifikasi kemudian menentukan jumlah besar kecilnya bantuan yang akan dikucurkan.

“Bantuan pembangunan tempat ibadah ini merupakan upaya Pemkab Pati untuk meningkatkan pemberdayaan lembaga keagamaan dan toleransi antarumat beragama. Ini adalah wujud perhatian Pemkab Pati pada masyarakat dalam beribadah. Kalau sarana dan prasarana tempat ibadahnya nyaman dan bersih, ibadahnya juga menjadi lebih khusyuk,” ujar Bupati Pati Haryanto, saat memberikan pengarahan kepada penerima bantuan di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (29/6/2016).

Bupati mengingatkan agar kades dan panitia pembangunan yang hadir dalam pengarahan tersebut bisa memperhatikan dan menaati mekanisme pemberian bantuan. Meski bantuan tersebut bukan berasal dari anggaran hibah, tapi ia mewanti-wanti kepada panitia untuk tetap mempertanggungjawabkan penggunaan bantuan sesuai dengan aturan.

“Mekanismenya memang berbeda dengan tahun lalu di mana pemberiannya melalui hibah. Namun, sekarang sesuai aturan pusat, hibah harus diberikan kepada lembaga berbadan hukum, sedangkan tempat ibadah masih sangat jarang yang berbadan hukum. Karena itu, pemberian bantuan mulai tahun ini melalui pemerintah desa, sehingga tidak menyalahi aturan yang ada,” ucap Bupati.

Bupati juga mengingatkan para panitia pembangunan untuk selalu berkoordinasi dengan kepala desa. Pasalnya, bantuan tersebut disalurkan melalui rekening pemerintah desa supaya syarat administrasi bisa tercukupi. Dengan begitu, dana bantuan bisa segera direalisasikan Bagian Kesra Setda Pati.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Warga Pati Selatan Bakal Punya Rumah Sakit Berlantai Lima

Bupati Pati Haryanto bersama dengan jajarannya meninjau RSUD Kayen. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto bersama dengan jajarannya meninjau RSUD Kayen. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pembangunan di bidang infrastruktur di Kabupaten Pati mengalami perkembangan pesat dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu yang akan dikembangkan, antara lain RSUD Kayen yang bakal memiliki lantai lima.

Dengan pembangunan tersebut, RSUD Kayen bakal menjadi rumah sakit rujukan bagi masyarakat Pati bagian selatan. Hal itu diungkapkan Bupati Pati Haryanto. Ia mengatakan, layanan kesehatan saat ini memang menjadi prioritas.

“Peningkatan pelayanan kesehatan memang harus ditingkatkan. Berhubung RSUD Kayen selama ini menjadi favorit warga Pati selatan, maka bangunannya mesti diperbaiki supaya fasilitasnya tidak kalah dengan rumah sakit yang ada di kota besar. Karena itu, kita akan buat berlantai lima,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Rabu (23/3/2016).

Pengembangan tersebut ditempuh, lantaran penambahan lahan baru sudah sulit. Dengan begitu, rencananya sisa tanah di halaman depan dibangun gedung baru dan lantai akan diperbanyak hingga lantai lima.

Haryanto mengaku bakal memperjuangkan anggaran yang diambil dari APBD Kabupaten Pati dan Provinsi, serta APBN. “Kami sudah memberikan tugas kepada Direktur RSUD Kayen untuk melakukan konsultasi supaya segera menyusun masterplan dan Detail Engineering Design,” lanjutnya.

Pasalnya, usulan anggaran harus disertai dengan masterplan dan DED. “Usulan anggaran harus ada masterplan dan DED. Untuk itu, kami sudah meminta kepada direktur RSUD Kayen untuk segera membuatnya. Kami menargetkan pembangunan itu semakin cepat, semakin baru,” imbuhnya.

Haryanto berharap agar perbaikan infrastruktur pada RSUD Kayen tersebut bisa meningkatkan kualitas layanan medis, sehingga menjadi rujukan bagi masyarakat Pati bagian selatan. “Selama ini RSUD Kayen sudah menjadi rujukan. Karenanya, kami ingin tingkatkan supaya bisa menampung lebih banyak pasien. Selain itu, kualitas pelayanan medis juga akan ditingkatkan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Pemkab Pati Gelontorkan Dana Hibah Rp 1,2 Miliar untuk Kelompok Tani dan Ternak

Bupati Pati Haryanto memberikan pesan kepada penerima bantuan dana hibah untuk digunakan sesuai aturan sehingga tidak tersandung kasus hukum. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto memberikan pesan kepada penerima bantuan dana hibah untuk digunakan sesuai aturan sehingga tidak tersandung kasus hukum. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pemkab Pati melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan menyerahkan bantuan dana hibah berupa sarana prasarana pertanian kepada 36 kelompok tani dan ternak senilai Rp 1.2 miliar.

Acara penyerahan dana hibah tersebut dihadiri Bupati Pati Haryanto bersama Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Pujo Winarno, Kabag Humas Rasiman beserta kelompok tani penerima dana hibah.

Masing-masing kelompok tani mendapatkan bantuan yang variatif, mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 50 juta. “Bantuan itu untuk menunjang sarana pertanian dan pengembangan peternakan. Penggunaan dana hibah sendiri bisa digunakan sesuai kebutuhan setiap kelompok tani dan ternak,” kata Bupati Pati Haryanto kepada MuriaNewsCom, Jumat (18/3/2016).

Ia menegaskan, setiap kelompok tani punya tanggung jawab untuk mengelola dana hibah sesuai dengan ketentuan. Karena itu, ia mewanti-wanti kepada para petani dan peternak supaya tidak menyalahi penggunaan dana hibah sesuai proposal yang diajukan.

“Setelah bantuan diterima, itu sudah menjadi tanggung jawab kelompok tani dan ternak untuk menggunakan dana sesuai peruntukannya. Jangan sampai disalahgunakan sehingga dijerat hukum,” pesan Haryanto.

Ia menambahkan, dana bantuan tersebut mestinya diberikan tahun lalu. Namun, dana itu sempat tersendat karena terbentur peraturan, sehingga dana hibah baru bisa diserahkan tahun ini kepada kelompok penerima bantuan. Pasalnya, mekanisme penyerahan hibah tidak sekadar diserahkan begitu saja.

“Proses pencairan dana memang butuh waktu. Dana itu diberikan pada kelompok yang benar- benar memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan supaya tidak menimbulkan masalah hukum. Kami ingatkan kembali agar bijaksana dalam menggunakan bantuan yang diterima,” imbuhnya.

Saat ini, kelompok tani dan ternak yang menerima bantuan sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan hibah. Ada juga satu kelompok yang mestinya bisa mendapatkan hibah, tetapai ditahan Dispertanak lantaran syaratnya kurang.

Dengan adanya dana hibah tersebut, ia berharap produksi tanaman, pangan dan peternakan di Kabupaten Pati mengalami peningkatan yang signifikan. Sebab, Kabupaten Pati selama ini dikenal sebagai penyangga produksi beras di tingkat provinsi dan nasional.

Dengan predikat itu, Pemkab Pati berupaya mengakomodasi kebutuhan kelompok tani melalui pemberian bantuan alat sistem pertanian (alsintan), sarpras, pendampingan kelompok tani dan pemberian hibah.

Editor : Akrom Hazami

Jalan Gembong-Ketanggan dan Depan SMPN 7 Pati Diperbaiki

Bupati Pati Haryanto bersama jajaran Forkopimda meninjau Jalan Gembong-Ketanggan yang segera diperbaiki. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto bersama jajaran Forkopimda meninjau Jalan Gembong-Ketanggan yang segera diperbaiki. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto berkali-kali mendesak supaya Jalan Gembong-Ketanggan dan jalan menuju Dukuh Randu, Desa Kutoharjo (depan SMPN 7 Pati) segera diperbaiki. Desakan itu dilakukan, mengingat masyarakat sudah banyak yang mengeluh terkait dengan jalan yang tak kunjung diperbaiki tersebut.

Kepala Bina Marga DPU Pati Ahmad Faisal mengaku mendapatkan desakan dari bupati untuk segera memperbaiki kedua jalan yang sering dikeluhkan masyarakat tersebut. “Beliau tanya terus. Bahkan, Pak Bupati sampai meninjau langsung di lapangan,” ungkap Faisal kepada MuriaNewsCom.

Faisal yang mengaku didesak bupati tersebut kemudian memastikan bila perbaikan akan segera dilakukan 15 Maret 2016. Ia berharap dengan keluarnya SPK kegiatan pekerjaan pemeliharaan jalan, sejumlah ruas jalan yang rusak bisa diperbaiki.

“Kedua jalan itu ditargetkan selesai maksimal empat bulan. Kedua jalan itu masing-masing sudah disiapkan anggaran senilai Rp 1,5 miliar. Depan SMPN 7 Pati itu nantinya masuk proyek perbaikan jalan Mulyoharjo-Kalidoro. Ada yang beton dan hotmix, dari pintu masuk Jalan Pati-Tayu sampai pintu gapura menuju Dukuh Randu hingga sekitar 1,2 kilometer,” katanya.

Rencananya, Jalan Mulyoharjo-Kalidoro lebarnya mulai dari 4 sampai 5 meter. Sementara itu, jalan Gembong-Ketanggan rencananya memiliki lebar sekitar lebih dari 3 meter.

Ia menjelaskan, kedua jalan yang lama dikeluhkan masyarakat itu sebetulnya sudah lama dianggarkan Pemkab melalui APBD sejak tahun lalu. Berhubung tidak ada pemenang, maka dilakukan lelang kembali.

“Kita patut bersyukur, karena surat perintah kerja (SPK) bisa keluar pada 15 Maret 2016 ini sehingga bisa mulai dilakukan pengerjaan dengan deadline empat bulan ke depan,” imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Pohgading, Gembong, Ma’ruf mengaku bersyukur dengan upaya perbaikan jalan tersebut. Karena, kerusakan jalan memang mencapai 80 persen sehingga praktis susah dilewati.

“Kami berterima kasih atas respons Pak Haryanto. Dengan dorongan dari beliau, jalan yang sudah dikeluhkan warga itu bisa diperbaiki. Apalagi beliau sudah meninjau langsung ke lokasi, sehingga pengukuran jalan juga bisa dilakukan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Pemkab Pati Siap Danai Jalan Alternatif Sukolilo untuk Kurangi Kemacetan

Bupati Pati Haryanto tengah meninjau lokasi yang akan dibangun jalan alternatif menuju Purwodadi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto tengah meninjau lokasi yang akan dibangun jalan alternatif menuju Purwodadi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Setiap perayaan Meron di Kecamatan Sukolilo, Jalan Raya Pati-Purwodadi dipastikan macet total. Kondisi itu cukup menganggu pengendara yang lewat jalan tersebut. Pasalnya, pengguna jalan tak hanya masyarakat yang ingin menyaksikan perayaan Meron saja, tetapi juga pengguna jalan yang menuju Kabupaten Grobogan dan sekitarnya.

Untuk mengurangi kemacetan total tersebut, sebuah jalan alternatif dinilai perlu dibuka. Hal itu yang ada dibenak Bupati Pati Haryanto, hingga akhirnya mengadakan survei calon jalan alternatif Sukolilo bersama dengan Asisten II Pujo Winarno dan Kepala Bidang Bina Marga DPU Pati Faisal, Rabu (3/2/2016).

”Hari ini, kami mengadakan survei pembuatan jalan alternatif untuk mengurangi kemacetan jalan pada saat kegiatan Meron di Sukolilo. Sebelumnya, kami sudah menyampaikan perlu adanya pembangunan jalan alternatif supaya tidak mengganggu aktivitas lalu lintas pengguna jalan saat Meron berlangsung,” ujar Haryanto kepada MuriaNewsCom.

Ia menjelaskan, Pemkab Pati saat ini siap mendanai pembangunan jalan alternatif Sukolilo. Hal itu dilakukan, karena kemacetan sudah sering dikeluhkan setiap tahunnya. Sementara itu, jumlah peminat tradisi Meron kian meningkat.

”Kalau tidak ada solusi untuk mengatasi kemacetan itu, kami khawatir bisa muncul kecelakaan. Karena itu, kami menyanggupi pembangunan jalan alternatif tersebut asal masyarakat juga setuju dan rela tanah mereka untuk disisakan sedikit untuk pembangunan jalan dengan tidak meminta ganti rugi,” paparnya.

Saat ini, masih ada sejumlah warga yang menolak dan tidak rela bila tanah miliknya dijadikan jalan alternatif Sukolilo dengan panjang 6 km dari depan Puskesmas Sukolilo melewati Dukungledok, Dukunggisik, Sanggrahan hingga Tengahan baru keluar jurusan Jalan Raya Pati-Purwodadi.

Secara terpisah, Kepala Desa Sukolilo Muh Jumaedi mengaku sudah mencoba meyakinkan warga yang belum setuju. Namun, masih belum ada kata sepakat. ”Saat ini yang setuju sudah 80 persen. Kami masih berusaha untuk berkomunikasi kepada 20 persen warga yang masih belum setuju,” tambahnya.

Menurutnya, jalan alternatif tersebut memang harus segera direalisasikan. Pasalnya, pembangunan jalan alternatif sudah menjadi wacana sejak sepuluh tahun lalu yang belum terealisasikan sampai sekarang. Padahal, jalan alternatif dinilai punya manfaat bagi masyarakat desa. Ke depan, harga tanah di desa tersebut diperkirakan melonjak tajam bila pembangunan jalan alternatif jadi dibangun.

Editor : Titis Ayu Winarni