Bingung Kembangkan Usaha Kecil dan Menengahmu? Beriklanlah di Media Online

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Di era yang serba mahal ini, kita harus pandai mengelola keuangan. Termasuk di antaranya tetap bisa mengembangkan usaha kecil dan menengahmu tanpa mengeluarkan uang yang banyak.

Kalau beriklan di media konvensional seperti televisi, koran, dan radio, jelas pelaku usaha kecil dan menengah akan kesulitan. Sebab, tarif iklan yang mereka tawarkan terlalu tinggi. Tapi jangan menyerah, banyak jalan menuju Roma, begitu kata pepatah lama.

Artinya, perkembangan media berbasis online, adalah solusinya. Media online menawarkan tarif iklan yang lebih murah dibandingkan dengan media konvensional. Ditambah lagi keuntungan lainnya, jangkauan media online amat luas karena pengguna smartphone terus tumbuh pesat bak jamur di musim hujan.

Data eMarketer, jumlah pengguna smarthone di Indonesia mencapai 55 juta orang. Bahkan diperkirakan akan bertambah pesat yaitu mencapai 65,2 juta di akhir tahun 2016.

Imbasnya, pengguna smartphone bisa leluasa memanfaatkan gawainya. Mulai dari melihat berita terbaru, selalu mengakses media sosial, chatting, melakukan transaksi perbankan, hingga belanja online. Bukanlah kini penyedia belanja online juga semakin banyak.

Yap, itu kesempatan Anda pemilik usaha kecil dan menengah untuk menggaet calon pembeli baru potensial dengan beriklan di media online. Sekarang pertanyaannya, media online mana dan bagaimana cara beriklan dengan tepat?

Jika Anda warga Keresidenan Pati, atau ingin mengembangkan pasar di kalangan wilayah itu, MuriaNewsCom jawabannya. Setiap hari, warga setempat mengandalkannya sebagai situs andalan mendapatkan berita lokal nan menarik.

Tidak heran jika keberadaannya disebut-sebut sebagai situs berita terbesar di Keresidenan Pati. Jadi, jika Anda ingin memasang iklan di media online yang tepat, di mana lagi selain di MuriaNewsCom?

Nikmati kemudahannya, dengan tarif iklan yang terjangkau. Jadi tunggu apalagi. Tangkaplah peluang itu. Tingkatkan pemasaran produkmu sekarang juga.

Hubungi kami, info lebih lanjut atas nama Sundoyo Hardi

Whatsapp: 081 566 11108
PIN BBM: 51DBF741
Bagian Iklan: (0291) 424-8700
Email: iklan.murianews@gmail.com

Editor : Akrom Hazami

Wirausahawan Muncul di Kudus Berkat Pelatihan Intensif

kudus-iklan cukai-tyg 30 maret 2016-pkl 13.00 wib

 

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebagai lembaga atau instansi yang dipercaya mengelola Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Balai Latihan Kerja Kudus (BLK) terus memacu diri untuk bisa bekerja secara efektif.

Aneka program yang diberikan di BLK Kudus dinilai sangat efektif. Terbukti banyak yang kemudian menjadi wirausahawan mandiri, dari hasil mengikuti kegiatan tersebut.

BLK memang saat ini semakin mudah melaksanakan kewenangannya, dalam menyerap anggaran DBHCHT. Dari program-program yang digelar, banyak sekali lulusan BLK yang sukses meniti karir sebagai wiraswasta.

Apalagi, mereka yang merupakan lulusan BLK mendapatkan pendampingan dari Pendamping Wira Usaha (PWU), dalam upaya mengembangkan kemampuan menjadi wirausaha. ”Karena kita melihat bahwa PWU ini memang telah berhasil menjalankan fungsinya. Mendampingi lulusan BLK untuk terus berkembang,” terang Kepala BLK Kudus Sajad.

Kegiatan ini juga sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.07/2009 misalnya. Pada pasal 7 ayat 1 huruf a disebutkan, pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan IHT dan/ daerah penghasil bahan baku IHT. Selain itu, juga disesuaikan dengan Peraturan Bupati Nomor 32 Tahun 2013. Pada lampiran III.A.3 disebutkan, program pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b.1) a) Pengurangan pengangguran di lingkungan IHT melalui pelatihan dan bantuan sarana usaha bagi pencari kerja.

Sajad mengatakan, BLK memang terus berupaya memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat. Sebab, alokasi DBHCHT dari tahun ke tahun, memang diprioritaskan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kudus.

Keberadaan PWU ini sendiri, menurut Sajad, tidak hanya melakukan pendampingan saja. Melainkan juga menjadi agen wirausaha. Sehingga makin banyak warga yang kemudian berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi wirausaha.

”Karena PWU memang sangat berperan untuk bisa mewujudkan hal ini. Dengan cara yang jitu dan bisa ,berhasil adalah dengan mencari kawan sebanyak mungkin guna membentuk jaringan. Semakin banyak kawan, maka secara otomatis bisa memperluas jaringan,” katanya.

Lulusan dari BLK memang banyak yang kemudian menjadi wirausaha. Mereka mengembangkan apa yang kemudian didapatnya dari pelatihan, menjadi suatu usaha tersendiri.

Selama mereka berusaha mengembangkan usahanya, maka ada PWU yang terjun langsung di desa. Di mana mereka terus berkomunikasi dan koordinasi dengan kepala desa.

”Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, PWU diharapkan bisa memfasilitasi. Jika ini berjalan dengan baik, nantinya semua SKPD terkait akan siap berkoordinasi. Sehingga usaha masyarakat bisa berkembang,” imbuh Sajad. (ads)