Ini Sebabnya, Sosialisasi Manfaat Dana Cukai Harus Terus Digencarkan

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Ada alasan kenapa sosialiasasi manfaat dari penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, harus terus digencarkan.

Salah satunya karena masih ada sebagian warga di Kudus ini, yang ternyata belum mengetahui manfaat dana tersebut secara pasti. Mereka ada juga yang kurang memahami bagaimana pentingnya penerimaan dana cukai bagi Kabupaten Kudus.

”Saya kok, kurang tahu ya, apa itu cukai. Mungkin yang berkaitan dengan rokok. Kalau dana cukai juga kurang tahu,” kata Indah, salah satu warga Kecamatan Kota, saat ditanya apa itu cukai.

Menurut Indah, sepanjang pengetahuannya, dana cukai adalah dana yang diberikan kepada warga miskin yang ada di Kabupaten Kudus. Supaya mereka bisa meningkat kesejahteraannya.

”Katanya yang diberikan lewat BLK (Balai Latihan Kerja, red) itu, kan. Kalau di sana katanya ada pelatihan-pelatihan. Supaya warga bisa mendapatkan berbagai macam ketrampilan,” tuturnya.

Kekurangpahaman Indah akan cukai atau dana cukai itu sendiri, menjadi salah satu faktor kenapa sosialisasi harus digencarkan. Apalagi, manfaat dana cukai itu memang sangat bagus.

”Ini menjadi salah satu tugas dari kami, untuk bisa memberikan pengertian kepada masyarakat luas, bagaimana pentingnya dana cukai itu untuk kesejahteraan mereka,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut ”Win” Winarno.

Sosialisasi ini juga dilakukan, sebagai bagian dari melaksanakan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Sejauh ini, sudah banyak warga yang ikut serta dalam berbagai program yang dibuat berdasarkan alokasi anggaran dana cukai ini. Misalnya saja di BLK tadi. Di sana, aneka macam ketrampilan juga diberikan, sehingga diharapkan warga bisa memiliki ketrampilan tersendiri, dan bisa semakin sejahtera,” kata Win.

Itu sebabnya, Win menambahkan bahwa sudah seharusnya warga Kudus bisa memahami dan menerima manfaat dari dana cukai. Karena memang banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari dana cukai ini.

Editor: Merie

Batman Ternyata Paham Akan Manfaat Dana Cukai, Lho

Batman menjelaskan Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Batman menjelaskan Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Superhero seperti Batman, ternyata memahami benar bahwa Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus, memiliki manfaat yang sangat besar demi kesejahteraan warga.

Tidak percaya? Lihat saja video cukai yang dibuat Bagian Humas Setda Kudus ini. Di video ini ada cerita bagaimana Batman menangkap pelaku pencurian pita cukai ilegal. Dengan kostumnya yang sangat khas itu, apa yang dilakukan Batman dalam video tersebut, memang lucu dan menyenangkan.

Film ini sendiri adalah sebagian dari beberapa film yang dibuat Bagian Humas Setda Kudus, sebagai bentuk sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Nah, Batman dalam film ini tugasnya adalah menangkap mereka yang menyalahgunakan pita cukai ilegal. Pasalnya, penyalahgunaan pita cukai ilegal, akan merugikan banyak pihak. Bukan saja pemerintah, tetapi juga warga masyarakat yang merupakan sasaran dari diterima dana cukai di Kudus ini.

Coba saja lihat aksi Batman di video ini. Selain bisa tertawa melihat bagaimana aksinya memberantas pelaku peredaran pita cukai ilegal, Batman juga mengajarkan bahwa dana cukai sangat penting, karena bisa menyejahterakan masyarakat Kudus. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Sosialisasi Dana Cukai untuk Warga Kudus Semakin Digencarkan

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, harus diketahui seluruh warga. Karena ada begitu banyak manfaat dari dana tersebut.

Sosialisasi ini dilakukan, sebagai bagian dari melaksanakan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Salah satunya adalah sosialisasi melalui video cukai, di mana isinya memang terkait wawasan mengenai dana cukai itu sendiri. Ada banyak jawaban lucu yang disampaikan warga Kudus, saat ditanya mengenai dana cukai, saat seorang reporter menanyakannya kepada warga.

Ingin tahu bagaimana reaksi warga saat ditanya soal dana cukai, lihat saja video di bawah ini, yang pastinya akan menghibur sekaligus memberikan pengetahuan tersendiri. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Dana Cukai Kudus Buat Buruh Rokok Punya Usaha Mandiri

murianews-kudus-iklan cukai tyg 14 maret 2016-pkl 13.00 wib

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau,Pasal 7 ayat 1 huruf a Pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT) dan/daerah penghasil Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Lampiran III.A.3, Program pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b.1) bahan baku Industri Hasil Tembakau (IHT) dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan a) Pengurangan pengangguran di lingkungan IHT melalui pelatihan dan bantuan sarana usaha bagi pencari kerja.

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu fungsi dari penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus, adalah untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Terutama adalah untuk kepentingan kesejahteraan buruh pabrik rokok yang ada di lingkungan industri hasil tembakau (IHT). Untuk mereka, salah satu fungsi penerimaan dana cukai diperuntukkan.

Upaya yang ditempuh Pemkab Kudus dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dari para buruh, adalah dengan mengikutsertakan mereka dalam berbagai kegiatan yang memanfaatkan dana cukai.

Pemberian kegiatan itu, dilakukan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kudus. Banyak sekali jenis kegiatan yang sudah dilaksanakan di sini. Dan semuanya bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan, serta ketrampilan dari para peserta, yang kebanyakan adalah buruh pabrik rokok.

Ribuan orang sudah mengikuti kegiatan di BLK ini. Keahlian yang sudah dicapai, juga terbilang banyak. Dengan keahlian yang dimiliki sekarang, mereka para alumni banyak yang sudah memiliki usaha mandiri dan menekuni usaha baru.

Rangkaian pelatihan di BLK Kabupaten Kudus memang diprioritaskan untuk warga di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT). Sebab, biaya yang di gunakan untuk menggelar pelatihan ini merupakan alokasi dari DBHCHT yang diterima Kabupaten Kudus.

Kegiatan ini sudah sesuai dengan dua regulasi tentang penggunaan dana cukai. Yakni, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 7 ayat 1 huruf a Pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT) dan/daerah penghasil bahan baku Industri Hasil Tembakau (IHT) dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Lampiran III.A.3, Program pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b.1) a) Pengurangan pengangguran di lingkungan IHT melalui pelatihan dan bantuan sarana usaha bagi pencari kerja.

Berkat kemauan keras para peserta dan dengan arahan pendamping dari BLK, kini banyak lulusan yang sekarang sudah memiliki usaha mandiri, dan beberapa diantaranya masih bekerja sebagai buruh rokok, tapi kini juga memmiliki usaha sampingan.

Selain buruh rokok, warga di sekitar Industri Hasil Tembakau (IHT) juga diperbolehkan mendaftar sebagai peserta pelatihan keterampilan di BLK. Hasilnya, banyak dari mereka yang awalnya hanya menjadi ibu rumah tangga, kini bisa membantu perekonomian keluarga dengan keahlian yang mereka kuasai.

Kepala UPT BLK Kudus Sajad menjelaskan, pelatihan di BLK tersebut, dibiayai dana cukai yang diterima Pemkab Kudus. Untuk pelaksanaannya, mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan 20/PMK.07/2009 dan Perbub No 22 Tahun 2010.

”Pelatihan yang diberikan BLK merupakan stimulan. Dengan demikian, para peserta pelatihan  akan lebih tergerak untuk maju dan mengembangkan usaha sesuai dengan keterampilannya masing-masing,” terang Sajad.

Sajad menyebutkan bahwa alumni dari BLK Kudus sudah banyak yang mampu bersaing di dunia kerja. Ia berharap kesuksesan para lulusan tersebut bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk ikut menimba ilmu secara gratis di BLK Kudus.

Ia mencatat, terdapat sekitar 35.000an peserta yang sudah mengikuti pelatihan di BLK dari tahun 2009 hingga 2015. Bahkan dari jumlah tersebut sudah banyak yang menjalankan usaha secara mandiri setelah mengikuti pelatihan.

”Sebanyak 60% sudah berwirausaha dari semua jurusan. 30 persen dipakai perusahaan dan 10 persen lainnya dalam pembinaan kita. Sedangkan pada 2016 ini, kuota yang dibuka sebanyak 5.232 peserta. Mulai Februari 2016 sudah dimulai dan masing-masing kejuruan sebagian besar sudah memenuhi kuota,” tuturnya. (ads)