Ini Kisah Mariatun, Perempuan Bersemangat Baja demi Kesejahteraan Keluarganya

Sosok Mariatun yang kini sudah bisa mengaplikasikan ilmu yang diterima di BLK, ke kehidupan sehari-hari.(Istimewa)

Sosok Mariatun yang kini sudah bisa mengaplikasikan ilmu yang diterima di BLK, ke kehidupan sehari-hari.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Potensi perempuan memang luar biasa. Seperti itu juga yang dimiliki seorang perempuan bernama Mariatun, (27), warga Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Apa yang dilakukannya demi membuat kehidupan keluarganya menjadi lebih baik, patut diacungi jempol dan ditiru. ”Saya melalui perjalanan hidup yang memang tidak mudah. Bermula dari ketidakmampuan saya untuk mewujudkan keinginan melanjutkan sekolah yang lebih tinggi,” katanya.

Bisa dibayangkan bagaimana keinginan kuat Mariatun untuk terus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, memang sangat kuat. Apalagi mengingat dirinya sekolah mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA), tidaklah mudah.

”Soalnya saya sekolah dari SD sampai SMA itu dengan beasiswa. Semuanya dari beasiswa. Hanya saja, karena sudah tidak ada biaya lagi dari orang tua, maka terpaksa harus berhenti sampai SMA saja,” paparnya.

Kondisi ekonomi orang tuanya, memang membuat Mariatun harus mengubur impiannya untuk kuliah layaknya teman-temannya yang lain. Usai menikah dan memiliki satu anak, keinginannya untuk meningkatkan kemampuan dirinya agar bisa menyejahterakan keluarga, semakin meningkat.

Peluang yang ada, selalu diambilnya. Berbagai kesempatan untuk bisa membangun sebuah keluarga yang sejahtera, juga diambilnya. Kemauannya untuk belajar memang sangat tinggi.

”Namun belum mencukupi juga. Sampai akhirnya, saya menemukan peluang itu di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus. Sebenarnya sudah sejak anak saya usianya dua tahun saya ikut BLK. Tapi karena waktu itu tidak bisa saya tinggal, akhirnya saya berhenti ikut pelatihan,” tuturnya.

Baru saat anaknya berusia tujuh tahun, keikutsertaannya di BLK berlanjut. Dia memilih untuk mengikuti pelatihan menjahit, yang mengajarkannya ilmu dan praktik dari awal sampai akhir. ”Diajari semua. Mulai dari nol sampai akhirnya benar-benar bisa. Dan saya berpikir, kenapa tidak dari dulu saja saya ikut kegiatan yang sangat bermanfaat ini,” katanya.

BLK adalah salah satu bentuk dari program kegiatan yang dibuat Pemkab Kudus, dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima setiap tahunnya. Pelatihan di BLK ini sebagai salah satu dari amanat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Kini, saya sudah bisa mengaplikasikan ilmu yang saya terima di BLK, ke kehidupan sehari-hari. Manfaatnya sangat besar ikut pelatihan di BLK ini. Dan saya juga ingin menambah ilmu dengan mengikuti pelatihan lainnya di sana,” imbuh Mariatun.

Editor: Merie

Wahai Para Istri, Sampaikan ke Suamimu Tidak Usah Merantau

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Pasangan suami istri memang harus saling berjuang untuk bisa membangun keluarga yang baik dari sisi apapun. Dukungan satu sama lain, akan membuat sebuah keluarga semakin sejahtera.

Sudah sewajarnya memang seorang suami mencari nafkah bagi istrinya. Hanya saja, bagi para istri di Kabupaten Kudus, ada hal yang perlu disampaikan kepada suaminya, bahwa mencari nafkah tidak perlu harus sampai merantau.

Contoh pasangan suami istri yang ada di video cukai ini. Karena ingin meningkatkan taraf hidupnya, sang suami pergi merantau ke Jakarta dan meninggalkan istrinya di rumah.

Padahal, saat di Jakarta kehidupannya tidak menjadi lebih baik. Bahkan, usaha keras yang dilakukannya, tidak membuahkan hasil yang bisa membuat keluarga muda tersebut meningkat kesejahteraannya.

Karena itu, suami tersebut memutuskan untuk pulang kembali ke rumah. Dan sang istri sudah punya jawaban yang bagus, ketika suaminya hendak mencari kerja di Kudus saja. Terutama menegaskan jika tidak usah merantau kalau kemudian ingin sejahtera. Cukup di Kudus saja.

Apa itu jawabannya, saksikan saja di video sosialisasi penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dibuat Bagian Humas Setda Kudus ini.

Sosialisasi ini sebagai bagian dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Batman Ternyata Paham Akan Manfaat Dana Cukai, Lho

Batman menjelaskan Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Batman menjelaskan Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Superhero seperti Batman, ternyata memahami benar bahwa Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus, memiliki manfaat yang sangat besar demi kesejahteraan warga.

Tidak percaya? Lihat saja video cukai yang dibuat Bagian Humas Setda Kudus ini. Di video ini ada cerita bagaimana Batman menangkap pelaku pencurian pita cukai ilegal. Dengan kostumnya yang sangat khas itu, apa yang dilakukan Batman dalam video tersebut, memang lucu dan menyenangkan.

Film ini sendiri adalah sebagian dari beberapa film yang dibuat Bagian Humas Setda Kudus, sebagai bentuk sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Nah, Batman dalam film ini tugasnya adalah menangkap mereka yang menyalahgunakan pita cukai ilegal. Pasalnya, penyalahgunaan pita cukai ilegal, akan merugikan banyak pihak. Bukan saja pemerintah, tetapi juga warga masyarakat yang merupakan sasaran dari diterima dana cukai di Kudus ini.

Coba saja lihat aksi Batman di video ini. Selain bisa tertawa melihat bagaimana aksinya memberantas pelaku peredaran pita cukai ilegal, Batman juga mengajarkan bahwa dana cukai sangat penting, karena bisa menyejahterakan masyarakat Kudus. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Diputarkan Film soal Cukai, Warga Kedungsari Semangat

iklan cukai-film-kedungsari

Warga Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, menyaksikan pemutaran film mengenai sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dengan duduk lesehan di lapangan tempat digelarnya pemutaran film, pada Selasa (19/7/2016) malam.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Suasana malam di lapangan Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kudus, terlihat semarak pada Selasa (19/7/2016). Pasalnya, malam itu digelar pemutaran film sosialisasi aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di lokasi tersebut.

Tidak kebagian tempat duduk, banyak yang rela duduk di rumput untuk melihat film tersebut. Mereka menyaksikan setiap film yang diputar, yang isinya adalah soal aturan mengenai penggunaan dana cukai yang diterima Kabupaten Kudus.

Bukan hanya menikmati film saja yang diputar, melainkan juga warga menyaksikan hiburan yang ditampilkan dalam kesempatan itu. Sehingga suasana menjadi semakin semarak.

Suasana layaknya menonton layar tancap inilah yang kemudian disukai warga. Mereka antusias, karena merasa sudah lama tidak pernah menyaksikan pemutaran film di lapangan terbuka seperti itu.

”Filmnya juga enak dilihat. Isinya memang soal bagaimana Kudus mendapatkan cukai dari pemerintah pusat. Tapi, filmnya lucu-lucu kemasannya. Saya suka saja melihatnya. Menghibur,” kata Ani, salah seorang warga setempat.

Ya, ada kurang lebih 9 film sosialisasi soal cukai yang diputar di sana. Ceritanya memang dikemas dengan menghibur, sehingga sosialisasi itu bisa dipahami warga.

Sosialisasi dana cukai ini digelar Bagian Humas Setda Kudus. Tujuannya adalah membuat warga bisa memahami bagaimana dana cukai yang diterima Kudus itu, digunakan.

Desa Kedungsari adalah satu dari sekian banyak desa yang dikunjungi dalam pemutaran film ini. Nantinya, sosialisasi ini akan digelar di sejumlah desa lain, yang memang merupakan target pemutaran film.

Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno mengatakan, sosialisasi keliling pemutaran film ini, memang sangat penting. ”Ditambah lagi, kehadiran warga di sana, adalah sebagai bagian utama dari pemutaran film tersebut. Karena warga bisa melihat bagaimana dana cukai itu berasal, maupun digunakan,” terangnya.

Setelah Desa Kedungsari, kegiatan serupa juga akan digelar di Desa Tergo (Dawe) pada 21 Juli 2016, Desa Gribig (Kaliwungu) pada 23 Juli 2016, dan Desa Besito (Gebog) pada 27 Juli 2016. Kemudian Desa Kirig (Mejobo) pada 30 Juli 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya.  (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

 

Sosialisasi Film Cukai Harus Miliki Manfaat untuk Warga

kudus-iklan cukai film-jojo-tyg 18 juli 2016 e

Warga Desa Jojo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, menyaksikan pemutaran film mengenai sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), yang digelar Sabtu (16/7/2016) malam.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kehadiran warga dalam setiap kegiatan pemutaran film mengenai sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) adalah salah satu hal penting. Pasalnya, sosialisasi itu dilakukan demi kesejahteraan warga sendiri.

Kepala Bagian Humas Setda Kudus Putut Winarno mengatakan, kehadiran warga adalah penting, karena mereka inilah yang diharapkan bisa memahami aturan penggunaan dana cukai.

”Makanya, kita berharap warga bisa hadir sebanyak-banyaknya saat kita gelar kegiatan ini. Sehingga nantinya, warga bisa melihat langsung bagaimana aturan cukai itu dijalankan dengan baik oleh Pemkab Kudus,” jelasnya.

Sosialisasi soal film itu sendiri, dilaksanakan di Desa Jojo, Kecamatan Mejobo, Kudus. Bertempat di lapangan voli Desa Jojo, warga sangat antusias untuk mendatangi acara tersebut.

Dalam film tersebut, diperlihatkan darimana dana cukai itu berasal, kemudian digunakan untuk apa saja. Dengan menggunakan bahasa kudusan yang bisa dipahami warga, sosialisasi tersebut cukup mengena.

Selain film sendiri, acara itu juga dimeriahkan dengan kehadiran grup band, yang memang hadir untuk menghibur warga. Sehingga suasana menjadi lebih segar dan menarik, selama acara berlangsung.

”Warga Jojo kita harapkan juga bisa melihat langsung bahwa dana cukai itu sangat berguna bagi mereka. Ada banyak kegiatan bermanfaat bagi mereka, yang dilakukan dengan menggunakan dana cukai. Misalnya pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan di Balai Latihan Kerja. Semua bisa diikuti warga,” paparnya.

Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Winarno mengatakan, pemutaran di Desa Jojo ini, adalah bagian dari desa-desa yang didatangi, khusus untuk kegiatan pemutaran film sosialisasi tersebut. ”Beberapa waktu lalu, kami sudah selenggarakan kegiatan ini di beberapa desa. Termasuk juga di Desa Jojo ini. Nantinya juga akan ada di desa-desa yang sudah kita tentukan jadwalnya,” terangnya.

Output atau keluaran dari sosialisasi yang dilakukan itu, menurut Winarno, adalah bagaimana menyejahterakan warga Kudus itu sendiri. Karena penggunaan dana cukai itu memang dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat secara langsung.

”Roadshow ke desa-desa ini, menurut Winarno, merupakan cara yang efektif. Warga sendiri akan paham soal dana cukai. Kalau sudah paham, mereka bisa merasakan manfaatnya. Sehingga, kesejahteraan akan timbul dari itu,” katanya.

untuk menyosialisasikan aturan penggunaan dana cukai yang diterima Kabupaten Kudus. ”Dana cukai itu digunakan untuk apa, bagaimana bentuk kegiatannya, dan hasilnya bagaimana, harus diketahui masyarakat. Sehingga salah satu bentuk transparansi yang ada, adalah dengan sosialisasi melalui film ini,” paparnya.

Setelah Desa Jojo, kegiatan serupa juga akan digelar di Desa Kedungsari (Gebog) pada 19 Juli 2016, Desa Gribig (Kaliwungu) pada 23 Juli 2016, dan Desa Besito (Gebog) pada 27 Juli 2016. Kemudian Desa Kirig (Mejobo) pada 30 Juli 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya.

”Kita juga rencananya akan menyambangi empat desa lainnya. Namun menyesuaikan tanggal yang ada terlebih dahulu. Karena kita ingin kegiatan ini benar-benar bisa memberi manfaat kepada warga yang ada di Kudus,” imbuh Winarno. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

 

 

 

 

 

Giliran Warga Berugenjang Dapat Tontonan Menarik soal Cukai

kudus-iklan cukai-14 juli 2016 e

Suasana pemutaran film iklan sosialisasi Cukai. (MuriaNewsCom/Meri)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemutaran film sosialisasi tentang aturan cukai kembali berlanjut. Kali ini, warga Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, yang akan menyaksikan pertunjukan sangat menghibur tersebut.

Kegiatan itu akan diselenggarakan di Balai Desa Gerugenjang, pada Jumat (15/7/2016), mulai pukul 19.00 WIB. Tentu saja ini adalah kegiatan ini tidak boleh dilewatkan.

”Selain penting bagi warga untuk memahami aturan penggunaan cukai, pemutaran film atau video iklan cukai ini, memang memberikan sesuatu yang berbeda. Jadi, warga harus datang untuk melihatnya,” terang Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Konsep kegiatan yang memang terbilang menyenangkan, menjadi salah satu alasan kenapa kegiatan pemutaran film ini banyak dihadiri masyarakat. Terbukti di beberapa desa yang sudah diselenggarakan kegiatan serupa, warga sangat antusias untuk datang.

Selain adanya pemutaran film, juga digelar berbagai macam pertunjukan kesenian. Dan itu melibatkan masyarakat secara langsung. ”Kita selalu membuka kesempatan kepada warga yang ada di lokasi yang kita datangi, untuk ikut serta dalam acara ini. Misalnya menampilkan kesenian khas yang mereka miliki,” kata Winarno.

Konsep filmnya sendiri, memang dibuat berbeda. Sosialisasi iklan soal cukai ini, dikemas dalam bentuk yang menghibur. Bahasa yang digunakan juga bahasa kudusan, yang tentunya sangat menyegarkan.

”Selama ini kami memahami bahwa memang kita harus bisa memahami masyarakat luas. Jika kita menggunakan cara-cara dan bahasa yang formal, khawatirnya tidak akan sampai pesan yang kita bawa. Dengan adanya pemutaran film iklan cukai yang memang berbeda ini, tentunya semakin memudahkan masyarakat untuk memahami aturan soal cukai,” terangnya.

Winarno mengatakan jika antusiasme warga terhadap kegiatan ini di beberapa desa sebelumnya, membuktikan jika konsep sosialisasi yang digagas pihaknya, memang bagus.

”Film soal cukai yang disajikan dengan bahasa Kudusan yang enak didengar itu, ternyata memang sukses membuat warga menjadi memahami mengenai apa yang disosialisasikan. Sehingga warga menjadi mengerti tentang persoalan aturan cukai yang ada,” paparnya.

Ramainya warga yang datang itu, memang merupakan salah satu bukti bahwa sosialisasi dengan menggunakan media yang berbeda, bisa sangat menarik. ”Kami memang selalu membuat sosialisasi dengan berbagai media, supaya bisa membuat masyarakat paham akan arti penting aturan DBHCHT,” jelas Winarno.

Selain Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, acara serupa juga akan digelar di Desa Jojo (Mejobo) pada 16 Juli 2016, Desa Kedungsari (Gebog) pada 19 Juli 2016, Desa Gribig (Kaliwungu) pada 23 Juli 2016, dan Desa Besito (Gebog) pada 27 Juli 2016.

Lantas, masih berlanjut untuk pemutaran video sosialisasi cukai berikutnya adalah di Desa Kirig (Mejobo) pada 30 Juli 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

 

Editor : Merie

 

Penayangan Film Cukai Disambut Hangat Warga

Warga Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kudus, datang ke lapangan desa mereka untuk menyaksikan pemutaran video iklan cukai yang dilakukan Bagian Humas Setda Kudus, Selasa (31/5/2016) malam. (ISTIMEWA)

Warga Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kudus, datang ke lapangan desa mereka untuk menyaksikan pemutaran video iklan cukai yang dilakukan Bagian Humas Setda Kudus, Selasa (31/5/2016) malam. (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Program penayangan film iklan cukai yang digelar Bagian Humas Setda Kudus di lapangan Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kudus, disambut hangat warga.

Warga yang ada di sekitar lokasi acara, datang langsung ke lokasi, untuk menyaksikan kegiatan tersebut. Mereka penasaran dengan kegiatan yang digelar itu, karena memang seperti nonton bareng.

Film atau video iklan cukai yang diputar itu bersama-sama dengan film-film lainnya yang sudah dipilih. Film menceritakan soal Kabupaten Kudus dengan segala potensi yang dimilikinya.

Dalam video iklan cukai itu, dipaparkan bagaimana penerimaan dana cukai bisa membantu pembangunan di wilayah Kudus. Termasuk jika kemudian ada yang melanggar aturan cukai, maka bisa dikenakan sanksi. Dengan bahasa yang mudah dipahami, warga menjadi semakin senang dengan kegiatan itu.

Selain penayangan film cukai tersebut, juga ditampilkan pentas kesenian yang diisi oleh warga setempat yang memang kreatif. Sehingga membuat malam itu menjadi semakin hangat.

Kepala Bagian Humas Setda Kudus Putut Winarno mengatakan, kegiatan ini memang merupakan bagian dari upaya sosialisasi mengenai ketentuan cukai yang dilaksanakan pihaknya.

”Karena kita menyadari bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui soal ketentuan cukai ini. Padahal, dari penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini, banyak sekali manfaat yang sudah didapat warga,” terangnya.

Putut mengatakan, pihaknya juga ingin menyadarkan masyarakat bahwa dana cukai yang diperoleh Kabupaten Kudus, memang digunakan untuk kepentingan masyarakat luas.

”Masyarakat juga harus paham bagaimana ketentuan soal cukai ini. Termasuk menjelaskan bahwa mereka juga harus mendukung kegiatan yang digelar pemkab terkait dengan dana cukai,” tuturnya.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Ratusan UMKM di Kudus Didukung Penuh Perkembangannya dengan Dana Cukai

iklan-cukai

 

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 7 Ayat (1) guruf f; penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan IHT dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Pada lampiran II A.3 Program Pembinaan Lingkungan Sosial, kegiatan b.5) b) Fasilitasi bagi UMKM di lingkungan IHT untuk ikut serta dalam pameran skala lokal, regional, nasional, dan internasional.

MuriaNewsCom, Kudus – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) memang diperuntukkan bagi kesejahteraan warga di daerah yang menerimanya. Termasuk di Kabupaten Kudus.
Upaya meningkatkan kesejahteraan lewat dana cukai itu, juga dilakukan Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM. Ratusan UMKM yang ada di Kudus ini, perkembangannya semakin bagus dari hari ke hari.

Karena itu, Pemkab Kudus melalui dinas terkait terus memperbanyak program-program, sebagai upaya pengembangan UMKM. Dengan begitu, maka akan banyak pelaku usaha yang semakin berkembang, dan tentu saja akan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Salah satu yang dilakukan adalah memperkenalkan potensi UMKM yang ada tersebut, ke berbagai kalangan. Caranya adalah mengikutsertakan mereka ke berbagai pameran atau eksebisi yang memang banyak dilakukan. Baik skala regional maupun nasional.

Upaya itu menyasar UMKM yang ada di daerah-daerah yang dekat dengan lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT). Mereka diajak untuk mengikuti pameran di berbagai kota. Salah satunya berpartisipasi dalam berbagai pameran perdagangan yang ada.

Industri kreatif memang harus sering mengikuti pameran. Ini juga yang dilakukan Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kudus, yang secara kontinyu memberangkatkan pelaku UMKM untuk mengikuti pameran.

Contoh pelaku UMKM yang diberangkatkan untuk pameran adalah Saqinano dan Alfa Shoofa. Di mana Saqinano merupakan UMKM binaan Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kudus, yang memfokuskan usahanya di bidang pengolahan kopi dan teh rempah. Sedangkan Alfa Shoofa memiliki produk unggulan bordir dan batik.

Dengan mengikutkan dalam sebuah pameran, diharapkan UMKM tersebut semakin berkembang dan luas pangsa pasarnya. ”Mengikuti pameran merupakan ajang yang efektif untuk memperluas jangkauan produk sekaligus sebagai sarana promosi,” kata Sekretaris Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kudus Bambang TW.

Dia menjelaskan, kegiatan ini sudah sesui dengan regulai pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Yakni, Peraturan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Pada Pasal 7 Ayat (1) guruf f; penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan IHT dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dilaksanakan antara lain melalui permodalan dan sarana produksi dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Pada lampiran II A.3 Program Pembinaan Lingkungan Sosial, kegiatan b.5) b) Fasilitasi bagi UMKM di lingkungan IHT untuk ikut serta dalam pameran skala lokal, regional, nasional, dan internasional.

Kepala Bidang UMKM pada Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kudus Abi Wibowo menambahkan, selama kegiatan pameran berlangsung, kebutuhan dan operasional UMKM peserta pameran difasilitasi oleh Pemkab Kudus.

”UMKM yang mengikuti pameran juga kami seleksi terlebih dahulu. Salah satunya, memastikan produk yang ditawarkan UMKM memang benar-benar memiliki daya saing dan kualitas baik. Karena, selain bertujuan meningkatkan pendapatan UMKM, selama pameran ini kami juga membawa nama baik Kabupaten Kudus di tingkat nasional,” ujarnya. (ads)

Dengan Dana Cukai, Dinas Bina Marga Pastikan Infrastruktur Warga Kudus Akan Bagus

iklan cukai

 

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 7 Ayat (1) guruf f; penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan IHT dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Pada lampiran II A.3 Program Pembinaan Lingkungan Sosial, kegiatan b.5) b) Fasilitasi bagi UMKM di lingkungan IHT untuk ikut serta dalam pameran skala lokal, regional, nasional, dan internasional.

MuriaNewsCom, Kudus – Ada yang berbeda dari penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus pada tahun 2016 ini.

Perbedaaan itu adalah pada penerimanya, di mana Dinas Bina Marga Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral (BMPESDM) Kudus mendapatkan dana tersebut. Ini baru kali pertama terjadi, di mana sebelumnya dinas tersebut belum pernah mendapatkannya.

Dinas BMPESDM menerima dana cukai bersama dinas-dinas lainnya seperti RS dr Loekmono Hadi, Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB), Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), dan Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM.

Selain itu, ada juga Kantor Satpol PP, Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan, Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, Kantor Lingkungan Hidup, Bagian Humas, Dinas Ciptakarya dan Tata Ruang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan Bagian Hukum.

”Dana cukai yang diperuntukkan pada dinas kami, memang digunakan untuk kegiatan yang menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan daerah. Terutama di wilayah yang berdekatan dengan industri hasil tembakau (IHT),” terang Kepala Dinas BMPESDM Kudus Sam’ani Intakoris.

Menurut Sam’ani, dana itu akan diperuntukkan bagi pembangunan infratrukstur dan pengairan, yang memang menjadi tugas pokok dan fungsinya. ”Memang itu nanti fungsinya. Kita akan memastikan bahwa infrastruktur yang ada, akan semakin lebih baik lagi,” jelasnya.

Sam’ani mengatakan, pihaknya memang sangat mengapresiasi penerimaan dana cukai yang diberikan kepada dinasnya. Hal ini dikarenakan, penggunaan dana itu akan benar-benar bermanfaat dan berguna langsung bagi warga.

”Selain itu, pembangunan infrastruktur ini kan bisa dilihat langsung oleh masyarakat. Baik itu jalan maupun jembatan, atau pengairan. Dan juga bisa diketahui apakah memang sudah sesuai dengan aturan atau tidak. Karena jelas bentuknya. Berupa fisik tadi,” tuturnya.

Infrastruktur yang bagus, memang menjadi target bagi Dinas BMPESDM Kudus. Karena itu, sejumlah pembangunan dan perbaikan terus dilakukan. Sam’ani mengatakan, tidak ada skala prioritas dalam pembangunan infrastruktur yang dilakukan pihaknya dengan menggunakan dana cukai.

”Yang jelas, bagaimana infrastruktur itu bisa mendukung para pekerja di IHT untuk pergi dan pulang ke lokasi tempatnya bekerja. Kemudian pengairan juga bisa berjalan dengan baik bagi para petani. Intinya, bagaimana warga bisa nyaman beraktivitas dengan infrastruktur yang sudah kita bangun dengan dana cukai,” paparnya.

Ke depannya, Sam’ani bertekad bahwa penggunaan dana cukai akan lebih dimaksimalkan lagi, untuk pembangunan infrastruktur yang ada. Sehingga semua yang menunjang aktivitas warga itu akan semakin bagus kondisinya.

”Kita juga ajak warga untuk bisa memelihara dan menjaga apa yang sudah kita bangun. Sehingga keberlangsungannya juga bisa terus menerus. Dan manfaat dari dana cukai ini, benar-benar terasa untuk semua warga Kudus,” imbuhnya. (ads)