Warga Desa Gamong Harus Paham Aturan Cukai dengan Lihat Film Ini

kudus-iklan cukai-film-gamong-pre-tyg 30 juli 2016 (e)

Bagian Humas Setda Kudus menggelar sosialisasi aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di berbagai desa yang ada di wilayah Kudus ini. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, harus menyaksikan film yang satu ini, dalam kegiatan yang bakal digelar di lapangan desa setempat, pada Minggu (31/7/2016), mulai pukul 19.00 WIB.

Kegiatan pemutaran film ini, berkaitan dengan sosialisasi mengenai aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus. Sosialisasi ini merupakan kegiatan Bagian Humas Setda Kudus.

”Sosialisasi ini sudah kami gelar di berbagai desa di Kudus. Nah, memang gilirannya nanti adalah di Desa Gamong. Kami harap, warga Desa Gamong bisa menghadiri kegiatan ini,” jelas Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Kami memiliki sejumlah film mengenai aturan cukai, yang sudah disiapkan sebelumnya. Ada beberapa judul dengan tema-tema menarik di dalamnya. Namun intinya adalah soal sosialisasi mengenai aturan cukai itu sendiri,” terang Winarno.

Untuk kesuksesan acara sosialisasi, Bagian Humas menggandeng perangkat desa setempat. Bahkan, perangkat desa merasa terbantu dengan kegiatan itu, karena bisa membuat warga desa memiliki satu hiburan tersendiri.

”Bahkan, jadwal-jadwal pemutaran film yang kami miliki, sebagian besar adalah mengikuti permintaan desa-desa yang ada. Mereka sangat senang karena meski acaranya sosialisasi, namun dikemasnya dengan baik. Yakni pemutaran film. Layaknya pertunjukan layar tancap zaman dulu,” tuturnya.

Menurut Putut Winarno, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada warga Kirig, untuk menyaksikan film yang bertemakan aturan mengenai penggunaan dana cukai.

”Jadi dana cukai yang diterima Kudus, itu digunakan untuk apa saja. Bisa disaksikan langsung di kegiatan ini. Yakni bagaimana pemkab menyusun aneka program kegiatan melalui dana cukai, yang bisa dimanfaatkan oleh warga untuk meningkatkan kemampuannya,” tuturnya.

Ada banyak cerita dalam film tersebut, yang memperlihatkan bagaimana dana cukai digunakan sepenuhnya kesejahteraan masyarakat. Winarno mengatakan, sosialisasi keliling pemutaran film ini, memang sangat penting. Ditambah lagi, kehadiran warga di setiap lokasi pemutaran film, menjadi salah satu hal penting, karena tujuannya memang agar film bisa ditonton warga.

”Pemerintah bersama-sama dengan warga, saling bahu membahu untuk bisa mewujudkan cita-cita menyejahterakan warga. Itu bagian utama yang perlu dipahami dari pemutaran film ini. arena warga bisa melihat bagaimana dana cukai itu berasal, maupun digunakan,” terangnya.

Setelah Desa Gamong, kegiatan pemutaran film ini akan digelar juga di Desa Kutuk (Undaan) pada 4 Agustus 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 10 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) pada 13 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie