Garam Mahal, Usaha Ikan Asin di Rembang Lesu

Salah satu usaha ikan asin yang berada di Kecamatan Kaliori, Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Mahal dan langkanya garam di Rembang berimbas terhadap produksi ikan asin. Dengan melonjaknya harga garam, membuat biaya produksi ikan asin membengkak hingga empat kali lipat, bahkan lebih.

Suyono, salah satu pengusaha ikan asin asal Kecamatan Kaliori mengatakan, produksi ikan asin kini harus mengeluarkan biaya yang mahal. Sebab, jika sebelumnya hanya berkisar Rp 500 guna alokasi garam per satu kilogram ikan asin, namun saat ini harus merogoh kocek sekitar Rp 2 ribu untuk per kilogram ikan asin.

Dengan kondisi tersebut, harga harga ikan asin kini juga terpaksa harus mengalami kenaikan. Misalnya, harga ikan asin jenis layang dari harga semula hanya berkisar Rp 20 ribu, kini naik menjadi Rp 25 – Rp 27 ribu per kilogram.

“Ketimbang garamnya dikurangi, maka nantinya akan bisa membuat kualitas ikan asin turun. Jalan satu satunya ya harga kita naikkan. Terlebih saat ini juga semua orang sudah pada tahu, bahwa garam juga naik,” ungkapnya.

Dia menambahkan, selain menaikan harga, produksi jumlah ikan asin juga dikurangi.”Kalau sebelumnya bisa memproduksi sehari sekitar 2 kuintal. Namun saat ini hanya mengandalkan pesanan sajalah. Kita juga tak mau risiko,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Pembuat Ikan Asin di Jepara Kena Imbas Naiknya Harga Garam   

Salah seorang produsen ikan asin sedang menjemur ikan. Kini, produsen ikan asin di Jepara juga terimbas naiknya harga garam. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Produsen ikan asin di Jepara terimbas naiknya harga garam. Meskipun demikian, mereka tak bisa menaikan harga ikan asin secara drastis. 

Ida (50) seorang produsen ikan asin di Kelurahan Jobokuta, Kecamatan/Kabupaten Jepara  berujar, kenaikan harga garam mulai terasa semenjak mendekati Ramadan. Menurutnya, merangkaknya harga bahan baku pembuat ikan asin lebih disebabkan ketiadaan stok.

“Pas mendekati bulan Ramadan kemarin harganya naik mulai Rp 60 ribu, terus naik sampai sekarang mencapai Rp 160 ribu sampai Rp 170 ribu per karung kemasan 45-50 kg,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, harga garam saat ini cukup tinggi. Sebelumnya per karung bisa didapatkan dengan harga Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu.

Selain mahal, ketersediannya garam pun langka. Ida menuturkan, biasanya ia tak kesulitan mendapatkan garam, namun untuk kali ini dari 20 karung yang diminta, kadang dirinya hanya mendapatkan tiga hingga lima karung.  

Hal serupa diungkapkan oleh Subiyanto (41). Dirinya mengatakan, meskipun harga garam naik, namun harga ikan asin tak lantas naik tajam.

“Pembeli tidak mau tahu terkait naiknya harga garam. Akhirnya harga ikan asin produksi kita memang naik tapi sedikit,” paparnya.

Ia mencontohkan, untuk ikan asin jenis layur dijual Rp 50 ribu per kilogram. Sebelumnya, harganya Rp 40 ribu per kilogram. 

Akan tetapi, perajin ikan asin memahami kondisi naiknya harga garam. Hal itu mengingat proses pembuatan garam memang tak mudah.

“Stoknya memang susah. Bayangkan saja semalam saja hujan, kan kasihan mereka (petani garam) harus memulai lagi,” tutup Ida. 

Editor : Kholistiono