MAJT Siapkan Akses Jalan Khusus untuk Jemaah Salat Idul Adha

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) membuka akses jalan sementara untuk mempermudah jemaah salat Idul Adha. (dokumen)

MuriaNewsCom, Semarang – Pengurus Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) bakal menyiapkan akses jalan khusus, untuk memberi kenyamanan jemaah salat Idul Adha, Jumat (1/9/2017) besok. Akses masuk dari Jalan Jolotundo Semarang, akan dibuka sementara untuk menghindari penumpukan kendaraan.

Wakil Sekretaris II Dewan Pengurus Pengelola (DPP) MAJT H Istajib AS mengatakan, akses khusus ini dibuka untuk jemaah dari arah Jalan Kartini, atau sebelah selatan MAJT. Jalan masuk sementara ini hanya dibuka untuk kendaraan kecil seperti motor dan mobil ukuran kecil.

”Jemaah yang datang dari arah Jalan Arteri Soekarno–Hatta bisa masuk melalui pintu sebelah utara atau pintu masuk relokasi Pasar Johar.Sementara kendaraan besar seperti bus tetap harus lewat gerbang utama dari Jalan Gajah,” katanya, Kamis (31/8/2017).

Ia menyatakan, salat Idul Adha di MAJT akan diimami KH Zaenuri Ahmad AH dan mengundang Rektor Universitas Diponegoro Prof Dr Yos Johan Utama SH Mhum sebagai khotib. Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko juga dijadwalkan salat di masjid ini.

”Kami telah melakukan banyak perbaikan dan persiapan mulai dari pembangunan jalan baru jolotundo, pengecatan ulang masjid dan perbaikan payung elektrik,” ujarnya.

Menurutnya, setelah salat id tidak langsung dilakukan pemotongan dan pembagian daging kurban. Pemotongan dan pembagian daging baru akan dilakukan keesokan harinya yakni pada Sabtu (2/9/2017).

Ketua Panitia Idul Adha MAJT, KH Darodji menyatakan, pihaknya telah menerima hewan kurban enam ekor sapi yang berasal dari Keluarga Presiden RI, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah, Universitas Dian Nuswantoro, LAZ Masjid Al Azhar Jakarta, dan pengusaha dari Jepara.

Juga ada delapan ekor dari Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman, PT Mega Cipta Sentra Persada, Anggrek Katering, BPBD Provinsi Jawa Tengah, Rektor Unnes  Prof Fathur Rokhman, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah serta beberapa perorangan,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Kurban Sapi Seberat 2,7 Ton, Gubernur Ganjar Menginap di Rumah Warga

Sapi yang dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang diserahkan untuk kurban. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo akan menjalankan salat Idul Adha di Masjid Al Mukharom, Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jumat (1/9/2017) lusa. Di masjid ini Ganjar akan berkurban sapi seberat 1 ton.

Sapi jenis simental ini akan diserahkan Ganjar langsung usai salat Idul Adha. Ganjar juga juga menyerahkan dua ekor sapi ke panitia kurban DPD PDIP Jateng. Yakni sapi jenis Brahman dengan berat 900 kg dan  sapi jenis Angus dengan berat 860 kg.

Sehingga total berat sapi yang diserahkan Ganjar Pranowo untuk kurban mencapai 2,7 ton.

“Untuk kurban di Pekalongan akan diserahkan Pak Gubernur sendiri karena beliau juga akan salat di sana bersama warga setempat,” kata Kepala Bagian Humas Setda Provinsi Jateng Lilik Henry, Rabu (30/8/2017).

Sebelum mengikuti salat Hari Raya Kurban, malam harinya (Kamis 31/8/2017) Ganjar akan menginap di rumah salah satu warga.

Kegiatan Ganjar ini masuk dalam kunjungan kerja selama tiga hari mulai Rabu hari ini hingga Jumat mendatang. Kunjungan diawali di Batang dengan di antaranya ikut merayakan panen raya, mengajar di SMA 1 Batang.

Ganjar juga melakukan sidak gudag Bulog Kandeman, meninjau pusat galangan kapal Batang, dan ngopi bareng bersama warga Desa Tenggulangharjo Kecamatan Subah, Batang.

“Pak Gubernur malam ini sekalian menginap di rumah warga di Desa Tenggulangharjo,” ujar Lilik.

Sedangkan Kamis besok Ganjar akan berkeliling di Kabupaten Tegal dan Kota Tegal. Di Kota Tegal, Ganjar akan mengumpulkan pejabat dan aparatur sipil negara pemerintah kota Tegal. Seperti diketahui, Walikota Tegal Siti Masitha terjerat operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

“Kamis malam juga menginap di rumah warga kemudian setelah salat ied pulang ke Semarang,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Idul Adha Sudah Dekat, Tapi Pasar Pon Bangsri Kok Masih Sepi

Pedagang sapi di Pasar Pon Bangsri Jepara, mengeluhkan sepinya pembeli meski Hari Raya Kurban sudah dekat. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Harga sapi dan kambing di Pasar Hewan “Pon” Bangsri sudah mulai merangkak naik. Namun demikian, para pedagang mengaku minat pembeli masih lesu, Sabtu (26/8/2017).

Sutoyo seorang pedagang sapi mengatakan, berdasarkan pengalamannya 20 hari menjelang Idhul Adha biasanya pembeli telah menyerbu dagangannya. Namun kini, hingga sepekan jelang hari raya kurban, ia mengeluh sepinya pembeli. 

“Pembelinya masih belum ada peningkatan. Saya belum tahu apa penyebabnya, mungkin karena kondisi ekonomi,” katanya. 

Ia mengatakan, harga sapi jualannya masih relatif terjangkau. Ia memperkirakan mendekati hari raya harga sapi bisa meningkat di atas Rp 20 juta. Untuk jenis sapi segon yang dipunyainya, dijual dengan harga Rp 19,5 juta.

“Kalau yang lebih kecil lagi ya harganya Rp 17,5 juta. Bergantung besar kecilnya sapi,” tuturnya. 

Hal serupa diungkapkan oleh pedagang Suwono. Menurutnya, harga sapi berada di kisaran 10-20 juta rupiah per ekor. 

Sementara itu harga kambing ditawarkan Rp 2-5 juta per ekor. Harga tersebut diakui oleh seorang pedagang Kasmuri selisih Rp 500 ribu dari hari biasa. 

“Sekarang harganya ya dua sampai lima juta rupiah untuk yang jantan. Kalau dibandingkan hari biasa ya kacek (selisih) Rp 200-500 ribu,” urainya.

Ia mengungkapkan, Kamis adalah hari terakhir pasaran. Kasmuri berharap dagangannya bisa laku dihari tersebut. “Nanti hari terakhir itu Kamis. Ya kalau bisa laku ya laku, kalau tidak ya tidak,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Berbobot 980 Kg, Sapi Milik Warga Kudus Laku Rp 51 Juta

Sidi Pramono, Kasi Produksi dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus memeriksa sapi di pasar hewan, Jati, Rabu (23/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Idhul Adha tahun ini membawa berkah tersendiri bagi peternak sapi asal Desa Bacin RT 6/RW 1, Kecamatan Kota Kudus, Husain. Pasalnya, sapi jenis metal berbobot 980 kilogram miliknya laku hingga Rp 51 juta.

”Alhamdulillah laku lumayan. Kalau tidak untuk kurban mungkin lakunya kurang dari harga itu,” katanya saat menjual sapi miliknya di Pasar Hewan, Jati, Rabu (23/8/2017).

Husain mengatakan, harga Rp 51 juta memang terbilang wajar. Apalagi sapi miliknya bobotnya berada di atas rata-rata. Hanya saja, karena pembeli digunakan untuk kebutuhan kurban, ia pun melepas dengan harga kesepakatan tersebut.

”Saya memiliki beberapa sapi di rumah. Beratnya juga bervariasi. Mulai dari 300 kilogram hingga yang paling besar 980 kilogram. Menjelang Idul Adha seperti sekarang ini, banyak masyarakat yang membutuhkan sapi untuk hewan kurban,” ungkapnya

Ia menjelaskan, pihaknya memang satu dari sekian pedagang sapi yang memasok ke sejumlah wilayah. Sapi-sapi tersebut, rata-rata dijual ke luar Kudus, seperti Semarang, Kendal, hingga Jakarta.

Hanya saja, untuk sapi-sapi miliknya, didatangkan dari Jawa Timur. Selain kualitasnya bagus, benih sapi dari jawa timur merupakan peranakan sapi unggulan.

“Tahun kemarin saya malah memiliki sapi berbobot satu ton lebih. Sapi tersebut laku dengan harga Rp 60 jutaan lebih,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Bupati dan Forkopimda Jepara Kompak Berkurban Seekor Sapi

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi bersama Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menunjukkan sapi, hewan kurban di Masjid Agung Baitul Makmur, Senin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi bersama Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menunjukkan sapi, hewan kurban di Masjid Agung Baitul Makmur, Senin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi bersama Kapolres Jepara AKBP M. Samsu Arifin dan Sekda Jepara Sholih bersama-sama dengan mengikuti Salat Idul Adha di Masjid Agung Baitul Makmur pada 10 Dzulhijjah 1437 H, Senin (12/09/2016). Yang bertindak sebagai Imam adalah Ustaz Hisyam Basthomi Al-Hafidl dan Khatib Ketua MUI Jepara KH Mashudi.

Sesudah melaksanakan Salat Idul Adha, Marzuqi menyerahkan hewan kurban secara simbolis kepada ketua panitia kurban masjid tersebut.

Ketua panitia kurban Setyanto dalam laporannya kepada Bupati Jepara mengatakan, untuk penerimaan hewan kurban di Masjid Agung Baitul Makmur diperoleh sapi sebanyak delapan ekor. Terdiri dari sapi dari Bupati Jepara satu ekor, Forkopimda Kabupaten Jepara satu ekor, Pemda Jepara tiga ekor dan masyarakat tiga ekor. “Untuk tahun ini panitia juga menerima dalam bentuk uang sebesar Rp. 2.600.000 per orang,” kata Setyanto.

Panitia memperkirakan bahwa daging kurban yang akan didistribusikan ke masyarakat sebanyak 1.276 kg atau sekitar 2.073 bungkus. Itu akan dibagikan ke warga di lingkungan masjid, organisasi masyarakat dan pondok pesantren, serta pendatang.

Marzuqi mengatakan atas penyembelian hewan kurban, pihaknya menyatakan apresiasi dan berterimakasih kepada para dermawan yang ikut andil terkait dengan penyembelian hewan korban di Masjid Agung Baitul Makmur.

“Kegiatan penyembelian hewan kurban ini merupaan bentuk dari pelaksanaan perintah agama, perintah Allah SWT dan perintah Rasullullah Muhammad SAW. Sehingga dalam kesempatan yang baik ini kami hanya bisa berharap kepada Allah SWT bagi siapapun yang  telah menyerahkan hewan kurbannya akan diberikan hikmah yang sangat besar,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Kewalahan Layani Permintaan, Penjual Arang Rekrut Pekerja

Ngatini, penjual arang di Kudus. Pada Hari Raya Idul Adha ini, omzetnya naik hingga 700 persen (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ngatini, penjual arang di Kudus. Pada Hari Raya Idul Adha ini, omzetnya naik hingga 700 persen (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Momen Hari Raya Idul Adha membawa berkah tersendiri bagi penjual arang. Bahkan, pada saat seperti sekarang ini, pedagang arang sampai kewalahan melayani banyaknya permintaan dari masyarakat.

Ngatini (45) penjual arang yang berada di depan Ada Swalayan, warga Pasuruan, Kecamatan Kota, Kudus mengatakan, biasanya dia hanya dibantu suaminya untuk menata dan membungkus arang ke dalam karung atau plastik. Namun, untuk saat ini dirinya mempekerjakan saudaranya.

“Kalau lagi ramai seperti sekarang ini, saya tidak hanya dibantu suami saja, tapi juga saudara. Mungkin meningkatnya permintaan arang ini, karena konsumsi daging kurban cukup banyak,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Bahkan, saking banyaknya permintaan arang, katanya, hingga tengah malam kemarin, ada pembeli yang terlebih sudah pesan terlebih dahulu ke rumah.
”Biasanya yang beli arang itu pemilik warung makan atau toko dengan porsi yang cukup banyak, tapi untuk seperti sekarang ini, banya warga yang beli eceran. Biasanya, untuk satu kantong plastik kita jual Rp 5 ribu,” ungkapnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Wow! Omzet Penjualan Arang Naik 700 Persen

Ngatini, penjual arang di Kudus. Pada Hari Raya Idul Adha ini, omzetnya naik hingga 700 persen (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ngatini, penjual arang di Kudus. Pada Hari Raya Idul Adha ini, omzetnya naik hingga 700 persen (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Hari Raya Idul Adha menjadi berkah tersendiri bagi sebagian masyarakat, di antaranya pedagang arang. Pada hari raya ini, setidaknya omzet dari penjualan arang mengalami kenaikan yang cukup drastis.

Banyaknya orang yang berkurban, disinyalir menjadi faktor naiknya permintaan terhadap bahan bakar arang tersebut.

Ngatini (45) warga Pasuruan, Kecamatan Kota, Kudus menyatakan, pada Hari Raya Kurban ini, omzetnya mengalami kenaikan yang cukup fantastis, yakni hingga 700 persen.

“Kalau biasanya dalam sehari paling banyak habis tiga karung, namun untuk Idul Adha ini saya dapat menjual hingga 20 karung ukuran besar,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, untuk satu karungnya, dirinya bisa menjual hingga Rp 130 ribu. Dalam penjualannya, biasanya tidak hanya dijual utuh, namun dibagi beberapa kantong plastik, tergantung permintaan pembeli. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Kreatif! Ibu-ibu Randukuning Pati Inisiasi Patungan untuk Kurban

Panitia kurban bersama dengan masyarakat tengah memotong daging hewan kurban menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Panitia kurban bersama dengan masyarakat tengah memotong daging hewan kurban menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Keinginan untuk berkurban bagi orang yang belum cukup punya biaya, ternyata bisa diakali menggunakan sistem patungan. Hal ini yang dilakukan ibu-ibu warga Kampung Randukuning, Kelurahan Pati Lor, Kecamatan Pati Kota.

Mereka yang tergabung dalam jamaah Masjid Baitunnur membentuk 28 orang kelompok dan iuran sebesar Rp 200 ribu selama setahun. Uang yang terkumpul selama setahun itulah yang digunakan untuk membeli hewan kurban.

Hasilnya, ibu-ibu berhasil membeli hewan kurban sebanyak empat ekor sapi, masing-masing seharga antara Rp 15 juta hingga Rp 16 juta. ”Pada zaman Rasulullah dan sahabat, ada warga yang patungan membeli hewan onta untuk dikurbankan. Ini dibolehkan dalam syariat,” ujar Sekretaris Masjid Baiturrahim Randukuning Sumaryadi kepada MuriaNewsCom, Kamis (24/9/2015).

Sistem patungan tersebut, kata dia, baru pertama kali diterapkan di Kampung Randukuning. Ke depan, hal serupa juga dilakukan warga untuk berkurban secara patungan. (LISMANTO/TITIS W)

Kampung Randukuning Korbankan 4 Sapi dan 22 Kambing

Sejumlah warga Randukuning tengah menguliti hewan kurban sapi yang telah disembelih. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah warga Randukuning tengah menguliti hewan kurban sapi yang telah disembelih. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kampung Randukuning, Kelurahan Pati Lor, Kecamatan Pati Kota mengorbankan empat sapi lokal jenis peranakan ongole (PO) dan 22 kambing lokal. Penyembelihan hewan kurban dilakukan di Masjid Baiturrahim, Kamis (24/9/2015).

Usai disembelih, warga kemudian berbondong-bondong menguliti hewan kurban. Sementara itu, ibu-ibu mendapat jatah untuk memotong-motong daging dan tulang menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Ketua Takmir Masjid Baiturrahim Ali Mas’adi kepada MuriaNewsCom mengatakan, momen Idul Adha selain menjadi perintah dan anjuran agama, tetapi juga membangun kebersamaan satu keluarga bernama masyarakat.

”Ada kebersamaan dari warga untuk kumpul dan saling guyub rukun dalam proses menyembelih hewan kurban hingga membagikan kepada masyarakat secara bersama-sama,” tuturnya.

Keempat sapi dan 22 kambing yang sudah dipotong-potong tersebut rencananya dibagikan ke seluruh warga Randukuning. Beberapa di antaranya akan dibagikan ke kaum dhuafa dan anak yatim. (LISMANTO/TITIS W)

Manfaatkan Momen Idul Adha, Ibu RT Ini Mendadak Jualan Tusuk Sate

Zumrotun membuka lapak dadakannya di Jalan Sosro Kartono dan sedang melayani pembelinya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Zumrotun membuka lapak dadakannya di Jalan Sosro Kartono dan sedang melayani pembelinya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Sebagain umat muslim hari ini Kamis (24/9/2015) merayakan Idul Adha. Meski hari tersebut semua instasi maupun perusahaan diliburkan, namun berbeda dengan Ibu dua orang anak ini.

Perempuan yang bernama Zumrotun Zakiyah Warga Desa Barongan, Kecamatan Kota, ini rela membuka lapak di trotoar Jalan Sosro Kartono Kudus demi menjajakan tusuk sate.

”Meskipun hari ini libur atau tidak mengantarkan sekolah anak saya. Namun waktu tersebut saya manfaatkan guna menjual perlengkapan masakan sate. Sebab hari ini merupakan melimpahnya daging kurban yang diperoleh sebagian besar warga. Pastinya mereka membutuhkan apa yang saya jual ini,” katanya.

Perlengkapan sate yang dijual Zumrotun tak hanya tusuk sate, melainkan ia melengkapi dagangannya dengan menjual tempat pembakar sate, arang, dan pisau.

”Untuk harga tusuk satenya satu ikat yang berisi 100 biji saya banderol Rp 2.500, pembakar sate dari seng Rp 12 ribu, arang dengan bobot 1 kg seharga Rp 7 Ribu, dan pisau Rp 3 Ribu,” ujarnya.

Dia mengaku telah berjualan sejak Rabu (23/02/2015) kemarin, dan berhasil menjual 50 pembakar sate, 200 ikat tusuk sate, dan beberapa kilogram arang. ”Saya kulak dari pasar Kliwon, alhamdulillah keuntungan yang saya peroleh dari jualan dadakan saya ini untuk menambah kebutuhan rumah tangga,” pungkasnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Ratusan Warga Ketakutan, 2 Kerbau Berlarian Ketika Ingin Disembelih

Takmir musala dan panitia kurban Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati, menangkap kerbau yang kabur hingga ke jalan raya ketika akan disembelih. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Takmir musala dan panitia kurban Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati, menangkap kerbau yang kabur hingga ke jalan raya ketika akan disembelih. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Selalu ada cerita unik dibalik hewan kurban yang akan disembelih, di hari raya Idul Adha. Hal itu pula yang terjadi di Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati seusai salat Idul Adha.

Menurut salah satu saksi mata yang juga warga sekitar Atik Maesaroh mengatakan, dua kerbau yang siap disembelih untuk kurban di musala Darul Hikmah tersebut, langsung lari keluar dari kandang menuju jalan raya. Kejadian tersebut sempat membuat ratusan warga ketakutan.

”Saat ingin dikeluarkan dari kandang, kerbau langsung berlari menuju jalan raya, yang satunya menuju musala Darul Hikmah. Tentu membuat warga yang saat itu bersiap untuk menyembelih kurban ikut berlarian dan ketakutan,” ungkapnya.

Setelah sekitar 30 menit warga mencoba menangkap kerbau tersebut, akhirnya berhasil dijinakkan oleh puluhan takmir musala dan panitia kurban setempat. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Asik, Harga Kambing di Jepara Turun

 

Alikan, penjual kambing kurban sedang memberi makan kambingnya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Alikan, penjual kambing kurban sedang memberi makan kambingnya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menjelang Idul Adha tahun ini, harga hewan kurban jenis kambing cenderung menurun jika dibanding tahun lalu. Hal itu terjadi dituding lantaran banyaknya stok kambing yang ada, sehingga harga cenderung menurun.

Hal itu dikemukakan Alikan, salah satu penjual kambing kurban di Jalan HOS Cokroaminoto Jepara. Menurutnya, penurunan harga kambing berkisar antaran Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu tiap ekornya.

”Misalnya, untuk kambing jenis etawa ukuran besar, pada momen kurban tahun lalu, harganya mencapai Rp 4 juta. Tapi saat ini turun menjadi Rp 3,7 juta,” ujar Alikan kepada MuriaNewsCom, Senin (21/9/2015).

Menurutnya, rata-rata harga kambing yang dijual pedagang memang mengalami penurunan, dan relatif sama antar pedagang. Khususnya pedagang yang mengambil langsung dari peternak.

”Kalau pedagangnya mengambil dari pedagang lainnya, atau hanya merupakan pedagang musiman, tentu lebih mahal. Dengan adanya penurunan harga ini diharapkan pembeli bisa lebih banyak dibandingkan tahun lalu,” papar dia.

Untuk konsumen, mayoritas yang membeli justru merupakan keluarga yang salah satu anggotanya tengah menunaikan ibadah haji. Mereka membelinya untuk disumbangkan di masjid atau di musala.

”Saya mengambil kambing dari desa-desa yang ada di Kecamatan Welahan. Kambing yang dibesarkan oleh warga sendiri itu saat ini memang sudah banyak yang berumur satu tahun lebih, atau siap potong,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Wuih, Istimewanya Beli Kurban di Jepara

Kundir menunjukkan beberapa hewan kurban yang sudah terbeli namun masih dititipkan di lapaknya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kundir menunjukkan beberapa hewan kurban yang sudah terbeli namun masih dititipkan di lapaknya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menjelang peringatan Hari Raya Idul Adha tahun ini, rupanya membawa berkah bagi para penjual hewan kurban. Sebab, dagangan mereka banyak yang laku.

Kendati begitu, mayoritas pembeli hewan kurban enggan direpotkan dengan memelihara hewan kurban jelang disembelih.

Mereka lebih memilih membeli hewan kurban namun tak langsung dibawa pulang. Mereka milih tetap menitipkan hewan tersebut pada penjualnya. Hal ini seperti yang dialami salah seorang penjual hewan kurban kambing di kawasan Stadion Kamal Junaidi, Kundir.

Dia mengatakan, umumnya pembeli yang membeli kambingnya tak langsung membawa pulang. Sebab terkendala tempat dan cara perawatan. Kondir mengaku memang banyak pembeli yang menitipkan dahulu kambing ditempatnya. Pada malam hari raya, kambing baru diantarkan.

“Untuk harga relatif sama dengan kurban tahun lalu. Sebab saya mengambilnya bukan langsung dari peternak. Tapi dari pengepul kambing kurban. Puncak ramainya dagangan biasanya sehari sebelum hari raya. Untuk saat ini masih cukup sepi,” kata dia. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Penjual Kambing Dadakan di Jepara Makin Marak

Penjual kambing dadakan di kawasan Stadion Kamal Junaidi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Penjual kambing dadakan di kawasan Stadion Kamal Junaidi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menjelang hari raya Idul Adha ini, penjual kambing dadakan semakin banyak. Tak hanya di beberapa tempat pasar hewan saja, namun juga di sejumlah lahan kosong yang dimanfaatkan para penjual untuk membuka lapak mereka.

Dari pantauan MuriaNewsCom, penjual kambing dadakan di wilayah kota ada di beberapa tempat. Salah satunya ada di kawasan Stadion Kamal Junaidi dan di dekat gedung wanita Jepara. Khusus di kawasan stadion, sedikitnya ada empat lapak penjual kambing yang berdiri di lahan kosong.

Salah satu penjual kambing dadakan adalah Kondir. Dia sudah mulai membuka lapaknya sejak beberapa hari yang lalu. Pria asal Desa Bulu, Kecamatan Kota ini mengaku sengaja menjual kambing secara dadakan karena merasa ada peluang usaha yang cukup menjanjikan jelang Idul Adha ini.

”Keseharian saya jualan es, tapi kalau menjelang Idul Adha ini menyempatkan diri untuk jualan kambing,” kata Kondir kepada MuriaNewsCom, Senin (21/9/2015).

Menurutnya, sejak dirinya membuka lapak, mayoritas pembeli selama tiga hari ia membuka dagangan didominasi oleh pengusaha mebel, atau pemiliki gudang mebel. Mereka membeli untuk disembelih di masjid atau musala di desa masing-masing, maupun di gudang masing-masing.

”Jika yang membeli pengusaha mebel, biasanya membeli dalam jumlah banyak. Sedangkan warga biasa, hanya satu hingga dua ekor. Kecuali mereka bertindak sebagai panitia kurban, tentu membelinya banyak,” katanya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Polisi Bersenjata Bidik Penjahat Pengganggu Idul Adha

apolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana(MuriaNewsCom/Priyo)

apolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana(MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Menjelang Hari raya Idul Adha, Polres Blora lengkap dengan senjatanya akan mengamankannya. Supaya warga yang merayakannya bisa merasa aman.

“Meski tidak ada isu soal terorisme, polisi harus tetap menjaga keamanan tempat ibadah. Karena kami ingin memberikan jaminan agar semua warga negara nyaman dalam beribadah,” kata Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana, Senin (21/9/2015).

Dalam pelaksanaan Salat Id, polisi menjamin warga akan aman dalam menjalankannya. Sebab jaminan keamanan merupakan keharusan bagi polisi.

“Untuk memberi kenyamanan, semua akan  kita pantau. Terlebih saat Salat Id kami jelas akan memantaunya,” tambahnya.

Mantan Kapolres Temanggung ini juga tak membeberkan apakah ada isu gerakan terorisme yang saat ini sedang berkembang. Termasuk belum mengetahui apakah kelompok teroris yang meresahkan akhir-akhir ini di Jawa ataupaun di luar Pulau Jawa.

Polisi juga terus melakukan komunikasi dengan penanggung jawab musala atau masjid. Sebab itu hal penting untuk mendapatkan informasi terbaru. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

Jelang Idul Adha, Mantri Hewan di Pati Akan Diterjunkan

Hewan-kurban

Ada peningkatan pengunjung di Pasar Hewan Wage, Kecamatan Margorejo, menjelang hari Raya Kurban. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Jelang Hari Raya Idul Adha yang akan berlangsung pada Kamis (24/9/2015) mendatang, sejumlah mantri hewan diterjunkan di lapangan untuk mengecek secara langsung kondisi hewan kurban. Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya hewan kurban yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Pati Mochtar Effendi kepada MuriaNewsCom mengatakan, sejumlah mantri hewan akan diterjunkan di berbagai wilayah di Kabupaten Pati. ”Nanti akan ada mantri hewan yang ikut membantu memantau di masing-masing daerah,” tuturnya.

Ditanya soal penyakit hewan yang membahayakan kesehatan, Mochtar mengaku sampai sekarang belum menemukan indikasi penyakit hewan yang sampai membahayakan kesehatan konsumen. ”Sampai sekarang, belum ada temuan soal penyakit yang membahayakan pada hewan,” imbuhnya.

Kendati begitu, ia mengimbau kepada masyarakat dan pengelola hewan kurban untuk selektif dalam memilih hewan kurban. ”Pemilihan hewan kurban harus tetap selektif dan masak sampai benar-benar matang,” tandasnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, sampai saat ini ada peningkatan pengunjung yang signifikan di Pasar Hewan Wage, Kecamatan Margorejo. Hal ini menyusul adanya peningkatan kebutuhan hewan ternak yaitu kambing dan sapi menjelang Idul Adha. (LISMANTO/TITIS W)