Droping Blangko E-KTP Tunggu Kemendagri

Proses perekaman E-KTP tetap berlangsung meski blangko E-KTP kembali habis. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Belum setahun puluhan ribu keping blangko KTP Elektronik (E-KTP) di Jepara tandas. Dari 26 ribu stok yang didapat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jepara dari pemerintah pusat saat ini ludes tanpa sisa. 

Padahal, droping terakhir yang dilakukan pemerintah baru dilakukan bulan Juli lalu. Hanya, jumlahnya tak sebanding dengan kebutuhan, yakni 4.000 keping. Sementara, untuk proses droping selanjutnya, Disdukcapil masih menunggu pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendagri. 

Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara Susetiyo menyebutkan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementrian Dalam Negeri. 

“Kita melalui kepala Disdukcapil Bu Alim tetap berusaha berkomunikasi dengan kementrian, supaya kita mendapatkan blangko KTP Elektronik. Dari PRR (print ready record) kita agar bisa ditambah beberapa ribu, agar siap dicetak. Karena kita masih memiliki tanggungan pada warga Jepara yang telah merekamkan datanya,” urai Susetiyo, Rabu (9/8/2017). 

Baca Juga: Duh, Blangko E-KTP di Jepara Habis Lagi

Ia menyebut, animo warga Jepara untuk mengurus dokumen kependudukan sangatlah besar. Hal itu karena, kebanyakan dari mereka sudah menunggu proses pencetakan KTP semenjak lama. 

Namun demikian, pihaknya tidak bisa menentukan berapa banyak atau kapan blangko yang akan didapat. Sebab semua bergantung pada kebijakan Dirjen Dukcapil Kemendagri. 

Dirinya mengungkapkan, Jepara pada tahun 2017 mendapatkan tiga kali gelontoran blangko KTP Elektronik. Pertama pada bulan April 2017 sebanyak 10 ribu keping, disusul bulan Mei 12 ribu lembar dan terakhir bulan Juli 4.000 lembar. 

Susetiyo menyebut dalam sehari pihaknya bisa mencetak 500 keping PRR. Hal itu belum ditambah layanan mobil Disdukcapil keliling yang bisa mencetak 100 keping.

“Droping pertama sebanyak 10 ribu dikirimkan langsung dari Jakarta, yang kedua kami ambil di Semarang dan ketiga diambil langsung oleh Kepala dinas kami di Jakarta sebanyak 4000,” tuturnya. 

Menurut catatannya, hingga akhir bulan Juli ada 855.666 orang yang telah merekamkan datanya. Sementara yang telah tercetak sebanyak 849.250, terdiri dari perekam laki-laki sebanyak 424.272 dan perempuan 424.978.  Itu artinya, ada sekitar 6.416 warga yang telah merekam datanya belum mendapatkan haknya. 

Akan tetapi, dirinya menyebut ada sekitar 62 ribu warga yang telah merekam data untuk KTP Elektronik, hanya saja datanya belum terkonsolidasi. “Artinya begini, data mereka belum ditunggalkan, lantaran masih memiliki data ganda misalnya,” tambah Susetiyo. 

Meskipun tak ada blangko KTP Elektronik, namun proses pelayanan peminta KTP tetap berjalan. “Kalau warga saat ini masih bisa merekam datanya. Nanti sebagai buktinya mereka diberikan surat keterangan atau suket,” tegas dia. 

Editor: Supriyadi

Duh, Blangko E-KTP di Jepara Habis Lagi

Pengumuman dari Disdukcapil Jepara terkait habisnya blangko E-KTP beredar luas di masyarakat. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Proses pembuatan KTP Elektronik (E-KTP) di Kabupaten Jepara kembali tersendat. Ini lantaran blangko E-KTP yang ada di Disdukcapil Jepara kembali habis per Rabu (9/8/2017).

“Mulai kosong per hari ini (Rabu). Namun kami telah memasang pengumuman hari Selasa (8/8/2017) kemarin. Tujuannya agar masyarakat mengetahui informasi tersebut lebih awal,” kata Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara, Susetiyo.

Ditanya tentang penyediaan kembali blangko KTP, Susetiyo belum menerima informasi lebih lanjut. “Kami belum menerima informasi lagi mengenai kapan turunnya stok E-KTP dari pemerintah pusat ,” urainya. 

Meskipun stok E-KTP saat ini kosong, namun perekaman data warga masih bisa dilayani. Sebagai gantinya, warga akan diberikan surat keterangan atau suket sembari menunggu blangko dari pusat turun.

Dirinya menyebut, hingga saat ini total stok yang dihabiskan sejumlah 26 ribu keping. Sebanyak 22 ribu di antaranya didrop langsung dari pemerintah pusat, sementara 4.000 sisanya diambil langsung oleh Kepala Disdukcapil Jepara Sri Alim Yuliatun di Jakarta. 

Menurut catatannya, hingga akhir bulan Juli ada 855.666 orang yang telah merekamkan datanya. Sementara yang telah tercetak sebanyak 849.250, terdiri dari perekam laki-laki sebanyak 424.272 dan perempuan 424.978. 

“Artinya masih ada sejumlah 6.416 data orang yang telah merekam namun belum tercetak pada blangko E KTP,” tambahnya. 

Editor: Supriyadi